Top Stories

BFMRadio.id : Kalianda - Rupanya, dunia broadcasting tidak asing lagi bagi Piyu Padi  Reborn, karena ditahun 90-an gitaris Padi Reborn ini pernah menjadi penyiar Radio di Surabaya, bersama Maya Estianty.

Piyu mengaku, dari sinilah karir bermusiknya  berawal. Sambil menyelam minum air, dirinya mulai memperkenalkan lagu ciptaannya. Sembari meng-handle program musik, Rock Klasik 70's.   Gitaris yang punya nama Satriyo Yudi Wahono ini kemudian membawakan lagu ciptaannya.

"Akhirnya saya mulai untuk mencoba memperkenalkan lagu saya sebagai penyiar radio,  kebetulan saya punya acara sendiri yaitu acaranya namanya rock klasik & heavy metal night atau apa ya lupa saya" Aku Piyu pada Webinar Radio for Music, Music for Radio, Persatuan Radio Publik Daerah Indonesia (Persadaindonesia.id), Minggu (7/2/2021).

Sebenarnya lanjut Piyu, lagu ataupun musik yang bisa dibawakan oleh para New B  atau penyanyi pendatang baru bisa  dilakukan lewat radio,  sehingga  ketika bergabung  dengan Padi,  untuk mempromosikan lagunya memanfaatkan Radio.

"Lagu lagu Padi, saya promosikan melalui media radio,  ketika saya bisa bisa berkenalan dengan radio dan saya pernah  jadi penyiar kalau saya juga kemudian saya jadi musisi bersama-sama dengan padi di situlah awal perkenalan saya dengan radio saya membawakan rekaman lagu Padi di radio." urainya.

Dikatakan Piyu, ketika Padi pertama merilis single pertamanya "Sobat" ditahun 1998, waktu itu masih dalam bentuk kompilasi lagu dengan penyanyi dan Band lain.

Meskipun hanya satu lagu,  Padi merilisnya ke  semua radio di Surabaya dan Jakarta dalam bentuk Cassete, dan langsung menemui Music Director (MD) Radio TMII sampai akhirnya kenal Bens Leo,  jurnalis Majalah Musik Aktuil dan diundang ke Jakarta untuk tampil di sebuah event  di Ancol

"Padahal, kita (Padi: red) baru punya satu single,  mungkin ini satu-satunya band yang baru punya satu singgel tapi sudah tampil di acara di Ancol waktu itu dan itulah membuat saya yakin banget bahwa Radio  adalah sebuah  garda terdepan untuk untuk mempromosikan musik (lagu) kita" terangnya lagi.

Pelanggaran Hak Moral dan Hak Ekonomi

Selain Piyu, sebagai narasumber, pengamat musik senior Bens Leo, yang mengatakan,  ada kenyataan diera digital ini memudahkan orang untuk membuat konten terkadang melanggar  hak cipta, contohnya mengcover karya orang tanpa izin.

Pada era  Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR)  Prambors tahun 77-78, muncul   lagu Lilin-Lilin Kecil, Kidung  dan Apatis, pada saat itu, terjadi pembajakan lagu, dengan memperbanyak album Cassete tanpa seijin produsernya.

"Fenomena saat ini yang terjadi adalah pelanggaran hak cipta berkaitan dengan pemakaian nama jadi misalnya pemakaian nama itu adalah, sebuah Band dengan  formasi berlima, namun saat  lagu itu dirilis di pasaran dan tidak mencantumkan nama penciptanya dikatagorikan pelanggaran hak cipta" Kata  Benny "Bens Leo" Hadi Utomo.

Jurnalis dan  pengamat musik/entertainment Indonesia, Bens Leo melanjutkan, berdasarkan Undang Undang Nomor 28/2014 tentang Hak Cipta, pelanggaran hak cipta ada dua,  Hak Moral dan Hak Ekonomi.

"Hak Moral,   berkaitan dengan pencantuman dan penyebutan nama,  apresiasi terhadap pencipta lagu, aranger dan lain-lain. Sedangkan Hak ekonomi adalah apabila kita melakukan kegiatan memperbanyak tanpa seijin penciptanya, konten YouTube misalnya dan mendapatkan  reward, atau sejumlah uang" terang Bens Leo.

Bens Leo mencontohkan, saat Via Vallen mengcover lagu milik Superman Is Death (SID)  yang bergenre  punk Rock  dibawakan dalam genre koplo oleh via Vallen tanpa seijin SID.

Diberitakan sebelumnya, Webinar yang membahas kebutuhan musik untuk siaran radio, sekaligus sebagai penanda tepat dua tahun Konferensi Nasional LPPL Indonesia yang berlangsung 6 – 7 Pebruari 2019 lalu di Surabaya.

Konferensi itulah  yang melahirkan INDONESIAPERSADA.ID dan kepengurusannya dilantik oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara waktu itu, di Tangerang pada 28 Agustus 2019. (db-liveyoutubesusi-aap).

BFMRadio.id : Surabaya - Ibarat mata uang, Musik dan Radio tidak dapat dipisahkan, Radio perlu music untuk konten  siarannya dan music perlu  radio  agar bisa dinikmati pendengarnya.

Selama berpuluh tahun, Radio berkuasa akan  musik, dan munculnya era digital mengubah cara pendengar menikmati musik.

Saat ini, musik bisa saja ditemukan diberbagai platform, namun  pendengar masih dapat menemukannya di Radio.

Dikutip dari laman Indonesiapersada.id , Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (INDONESIAPERSADA.ID), akan menyelenggarakan Webinar yang membahas kebutuhan musik untuk siaran radio.

Webinar  berlangsung pada Minggu (7/2/2021), sekaligus untuk menandai tepat dua tahun Konferensi Nasional LPPL Indonesia yang berlangsung 6 – 7 Pebruari 2019 lalu di Surabaya.

Direktur Eksekutif INDONESIAPERSADA.ID Aries Widojoko, mengatajan Konferensi tersebutlah yang melahirkan INDONESIAPERSADA.ID dan kepengurusannya dilantik oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Tangerang pada 28 Agustus 2019.

"Materi yang dibahas nanti seksi banget bagi orang – orang radio. Meliputi bgaimana media radio dan artis/band saling mempengaruhi dari jaman ke jaman. Kemudian bagaimana perkembangan dan regulasi royalty musik di Indonesia. Terus, apa saja kategori format musik untuk radio. Dan yang juga sangat penting adalah, bagaimana cara dan rumus menentukan musik sebuah radio,” urai AW, panggilan akrab Aries Widojoko, kepada Indonesia persada.id.

Webinar  menghadirkan para pembicara yang berkomperen dibidang  musik, Piyu gitaris Padi Reborn dari Surabaya.  Gitaris yang punya nama Satriyo Yudi Wahono ini, mengajak pendengar LPPL Indonesia untuk menyimak Webinar yang diikuti 90 LPPL anggota Indonesia persada.id

"Dalam perjalanan musik Indonesia tidak bisa lepas dari Media Radio,  juga sebaliknya ini jadi topik yang sangat menarik akan menjumpai teman-teman Radio Publik Indonesia tanggal 7 Februari di webinar music for radio radio, radio for music" katanya, Sabtu (6/2/2021).

Selain Piyu, sebagai narasumber, pengamat musik senior Bens Leo dari Jakarta. Dan Aries Widojoko sendiri yang memiliki pengalaman sebagai music director atau penata lagu di sebuah stasiun radio terkemuka di Surabaya..(db-persind-aap).

DBFMRadio : Kalianda - Babak Final  Lomba Baca Puisi, Baca Berita dan Solo Song berlangsung meriah dan mendapat antusias dari peserta maupun penonton.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 1 DBFM Radio dan Hari Ibu itu, berlangsung di Panggung terbuka Studio DBFM Radio, Sabtu (19/12/2020).

Dilaksanakan ditengah pandemi, acara tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan menyediakan tempat cuci tangan, pengukuran suhu badan, memakai masker serta menjaga jarak.

Ketua Panitia Lydia Monica Hatu Riwu, dalam laporannya mengatakan kegiatan Lomba tersebut dimulai pada 1 November yang diikuti oleh 150 Peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

"Peserta Lomba Baca Puisi, Baca Berita dan Solo Song ini diikuti oleh 150 peserta, yang terdiri dari berbagai daerah, seperti Metro, Pesawaran, Solo dan Yogyakarta," jelas Monica dalam laporannya.

Dilaksanakan secara virtual, kegiatan perlombaan itu, dilaksanakan dengan mengirimkan video lomba dan diseleksi oleh masing-masing juri perkategori.

Pada Kesempatan yang sama, Direktur Utama DBFM Radio, Rudi Suhaimi, SH., mengatakan HUT DBFM Radio ini tepat pada tanggal 25 November 2019 sesuai dengan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dari Kementrian Kominfo Republik Indonesia.

Sebagai salah satu media Pemerintah Daerah, kata Rudi, DBFM Radio memilki peran dalam mensosialisasikan pembangunan-pembangunan fisik maupun nonfisik yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

"Mensosialisasikan pembangunan ideologi, sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain, saya rasa radio ini merupakan corong yang sangat efektif, terlebih di era digitalisasi yang dapat menjangkau seluruh dunia," ujarnya.

Dia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang Lomba yang telah melalui berbagai tahapan dari awal hingga akhir.

Wadah Salurkan Kreativitas

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, S.Sos, mengatakan kegiatan ini merupakan wadah untuk masyarakat dalam menyalurkan kreatifitas serta bakat di bidang seni, sastra dan jurnalistik.

"Ditengah pandemi teman-teman panitia menyediakan ruang, menyediakan panggung untuk generasi muda, agar kawan-kawan kita berkreasi, berprestasi ditengah pandemi," jelasnya.

Sefri Masdian juga berpesan kepada seluruh generasi muda agar dapat berkreatifitas meski ditengah pandemi. Kemudian, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kemasyarakatan, Burhanudin, S.H., M.H., mengatakan Radio merupakan salah satu sarana untuk pendidikan di Indonesia.

"Sebagai sarana pendidikan radio harus mampu memberikan proses pembelajaran kepada masyarakat, bagaimana masyarakat memiliki kemampuan dan pengetahuan melalui informasi yang diberikan oleh radio," ungkapnya.

Melalui lomba ini, kata Burhanudin, juga dapat memberubah karakteristik dan kegembiraan masyarakat di tengah pandemi, dimana masyarakat sudah mulai jenuh terhadap keadaan.

"Apalagi sekarang ditengah-tengah Covid-19, masyarakat sudah mulai jenuh karena tidak bisa menikmati lingkungan lebih luas, tidak bisa berpariwisata, dan berkumpul dengan keluarga," ungkapnya lebih lanjut.

Melalui Radio ini, melalui kegiatan yang luar biasa, karena radio mampu menciptakan kegiatan yang digemari oleh masyarakat.

Lomba Baca Puisi, Juara 1 diraih oleh Syifa Azzuhaira Ramadhani dari SDN 1 Jati Indah, Juara II diraih oleh Meyrifa Zyvara Marsabaya dari SDN Palas Aji, dan Juara III diraih oleh Arafat Baratasyah dari SMP N 1 Kalianda.

Selanjutnya, Baca Berita, Juara 1 diraih Tiara Meili Neza dari SMA N 1 Kalianda, Juara II diraih Mutiara Rahmah dari Universitas Terbuka Bandar Lampung dan Shilvia Ajeng M dari Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai juara III.

Sementara, untuk Lomba Solo Song, Juara 1 diraih Handi Julian Saputra dari SMA N 1 Kalianda, Juara II diraih oleh Keila Naza Amalia dari SMP 1 Penengahan, dan Juara III diraih oleh Chandra Yulia Rahma dari SMA N 1 Kalianda.

Selain itu, juara terfavorite yang didapatkan dari hasil like terbanyak video lomba yang telah di upload di Kanal YouTobe DBFM Radio id dari masing-masing kategori lomba.

Dengan juara terfavorite Lomba Baca Puisi disematkan kepada Ayra Calma Nabila dari SD IT Insan Taqwa Lampung, juara terfavorite Lomba Baca Berita disematkan kepada Ririn Handayani dari SMA N 1 Kalianda dan juara terfavorite Lomba Solo Song disematkan kepada Hugies Imelca Putri dari SD N 03 Sidoasri.

Pada kegiatan itu, diselenggarakan juga pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Burhanuddin yang diberikan kepada Lydia Monica dan Sefri Masdian diberikan kepada Rudi Suhaimi.

Selain itu, acara tersebut juga disiarkan secara live di kanal YouTobe DBFM Radio id dan facebook DBFM Radio di Pemda LPPL Lamsel. (db/ptm-aap).

DBFMRadio.id : Kalianda - Babak Final 5 besar event Kalianda Acoustic Festival, tampil Indigo Band, Angka Band, Thirtysyndicate Band, Genikos Band, dan Ini Band, yang berasal dari daerah dan membawakan gendre musik yang berbeda-beda, dan masing-masing band diwajibkan untuk menyanyikan 2 lagu sekaligus.

Kegiatan yang diselenggarakan di Mille Coffe, Kalianda itu, Minggu (11/10/2020) malam diawali dengan penampilan dari Band Indigo, dilanjutkan dengan Angka Band hingga penampil terakhir.

Bukan hanya itu, dalam kegiatan itu juga disiapkan berbagai dorprize, untuk para penonton maupun peserta, yang mampu menjawab kuis atau tantangan yang telah disediakan oleh pihak panitia.

Bagi para penonton terheboh selama acara Kalianda Acoustic Festival, juga  diberikan apresiasi oleh para panitia, berupa hadiah khusus yang sebelumnya telah disediakan oleh pihak penyelenggara.

Ada pula games, yakni memberikan kesempatan bagi 2 peserta, yang bersedia untuk menari ala-ala Tiktok yang akhir-akhir ini sedang viral dikalangan masyarakat Indonesia, khususnya anak muda.

Apabila pada malam sebelumnya, telah tampil guestar Arwasap x Garis Senyum, kini acara itu kembali dimeriahkan oleh penampilan gueststar Threesixty, yang siap membius para penonton yang hadir, untuk turut serta larut dalam lagu yang dibawakan.

Akhirnya, Juara 1 diraih genikos st, Juara 2 indiego dan thirtysindycate urutan 3 sedangkan Juara favorit disematkan kepada Jhon Khimbol. (db/ptm-aap).

DBFMRadio : Kalianda - Meski berlangsung ditengah pandemi, Kalianda Acoustic Festival tetap berjalan lancar, meriah dan tertib dalam menerapkan protokol kesehatan Corona Virus Disease (COVID)-19.

Acara yang digagas oleh, Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan dan Rumah Roket itu, Minggu (10/10/2020), menyediakan tempat cuci tangan di pintu utama, serta menyediakan masker bagi penonton yang tidak menggunakan masker.

Tak lupa juga, acara yang dipandu oleh Kinand Ahmad dan Lydia Monica itu, tetap menjaga jarak demi menghindari penyebaran Covid-19 semakin buruk.

Selain itu, kegiatan itu juga turut di dukung oleh DBFM Radio LPPL Lampung Selatan, sebagai media partner, Cocas, Deote, Matcmaker, Yatta.Co, Dacostale, Unskill Project, Hollyfams, Skie, Guns, dan AHD Company.

Kemudian, Let's Kuy, Kolor Boxer LPG, Pemkab Lampung Selatan, Barter Place.id, Komunitas Digital Stuva 168, Honda TDM Kalianda, Supreme Energy dan D9 Guitar.

Menampilkan 15 Peserta dari berbagai kalangan dan daerah, yang juga ditampilkan secara live facebook DBFM Radio, di Pemda LPPL Lamsel.

Para peserta itu akan dinilai secara langsung oleh tiga juri yang berkompeten dibidang musik, yakni, Dicky saputra, produser label musik dinamis, Prisma, dosen musik Unila, Pras, Owner Sympony Production dan Juri Lampung Selatan Idol 2017.

Ketua Pelaksana Kegiatan Kalianda Acoustic Festival, Rega Fernanda, mengatakan bahwa acara itu merupakan kegiatan anak muda yang bertujuan untuk menjadi wadah para pemuda dibidang musik.

"Ini istilahnya acara anak muda, nikmatilah, udah lama kita gak ada event kan, mudah-mudahan kedepannya bisa sambung lagi event-event seterusnya gitu," ungkapnya.

Untuk 5 besar pemenang Kalianda Acoustic Festival, secara eksklusif akan talkshow dan on air di Studio DBFM Radio, untuk memperkenalkan profile dan bercerita mengenai sepak terjang para pemenang. (db/ptm-aap).

DBFMRadio.id : Kalianda, Event Kalianda Acoustic Festival (KAF) menjadi event yang ditunggu bagi pecinta musik akustik di Lampung Selatan. Pasalnya event ini sempat tertunda karena pandemi covid-19.

Ketua Panitya Pelaksana Rega Fernanda saat Ngobrol Santai (NGOBRAS) di studio Radio Dimensi Baru Lampung Selatan mengatakan, KAF sebagai wadah untuk menyalurkan bakat para pecinta musik terutama musik acoustik di Lampung Selatan.

"Kegiatan ini tentunya sebagai wadah dalam menyalurkan bakat para pecinta musik terutama musik acoustik di lingkungan Lampung Selatan" terangnya, Senin (14/9/202.).

Rega mebambahkan, KAF akan digelar di Mille Caffe Way Urang, Sabtu & Minggu 10-11 Oktober 2020 dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

"Di Cafe Mille, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan dan akan menggadirkan Guest star Threesixty, serta bazaar clothing, games dan berbagai doorprize" promonya.

Untuk Diketahui, KAF kreasi dari Rumah Roket & Karang Taruna Way Urang ini, kerja sama dengan Radio Dbfm 93.0 sebagai media patner.

Pendaftaran akan ditutup 5 oktober 2020, melalui Telepon 081368625331 (Rega)/ 083169440624 (Andri) atau datang langsung ke Mille caffe dan studio radio Dbfm 93. Dengan biaya registrasi Rp. 130 .000 peserta group membawakan lagu bebas, panitya menyiapkan alat music.

"untuk peralatan kami siapkan namun peserta juga bisa membawa alat music sendiri " Pungkas Rega. (db/hen-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta, Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) merupakan upaya menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Menurut Direktur Jenderal kebudayaan Kementerian Pendidikkan dan Kebudayaan Hilmar Farid, tahun ini adalah penyelenggaraan yang kedua,  pada PKN 2019 telah membuktikan ada ruang ruang yang harus dirawat dan dijaga bersama demi mewadahi keindonesiaan, demi kebudayaan yang mengayomi semua.

Sejatinya PKN tahun ini dilakukan secara fisik di Gelora Bung Karno, namun karena Pandemi Covid 19, sehingga seluruh kegiatannya akan berlangsung dalam jaringan (Daring).

"Seluruh agenda PKN dilaksanakan secara daring, dan tema yang kita usungmemang sudadah kita sepakati dalam kongres,  Ruang Bersama Untuk Indonesia Bahagia" jelas Hilmar Farid, pada Peluncuran PKN secara vitrulal, Jum'at (23/10/2020).

Tahun ini, lanjut dia, meski hanya lewat layar televisi, para pelaku seni membuktikan sekali Iagi bahwa panggung ekspresi dan kreativitas tidak pernah terhalang oleh pandemi.

"Dengan tema Penguatan Tubuh Dalam Perspektif Kebudayaan, PKN 2020 akan menjadi sebuah perhelatan kebudayaan tradisi melalui daring yang terbesar di dunia." lanjutnya lagi.

PKN 2020 bisa dibilang Spektakuler, karena melibatkan 4.791 seniman dan pekerja seni, 27 tema konferensi, 93 pergelaran, 1.477 Iukisan dipamerkan secara virtual dalam 5 ketegori pameran.

"Kini saatnya kita mengapresiasi daya dan upaya untuk memajukan kebudayaan dengan menyaksikan dan mengikuti rangkaian tayangan PKN di kanal Youtube budaya  tanggal 31 Oktober hingga 30 Nopember 2020" pungkas Hilmar Farid.(db-aap).

DBFMRadio : Kalianda - Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, secara resmi mengukuhkan Jajaran Kepengurusan Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) Masa Bhakti 2020-2024 di Taman Wisata Way Belerang, Kalianda, Sabtu (19/9/2020).

Hal itu, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor B/715/VI.21/HK/2019 Tentang Penetapan Pembentukan Dan Pengangkatan Pengurus Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) Masa Bhakti 2020-2024.

Secara bersamaan dalam acara itu, turut dilantik pula pengurus Ikatan Mulei Mekhanai Lampung Selatan (IMMeLS) Masa Bhakti 2020-2021, serta perayaan hari jadi Sanggar Beringin Jaya yang ke 36 Tahun.

Pada Kesempatan itu, Nanang Ermanto, mengatakan dengan dengan dikukuhkannya DKLS diharapkan mampu mempererat persatuan dan kesatuan melalui seni serta terus membanggakan Lampung Selatan.

"Saya mengapresiasi, dengan adanya DKLS yang pagi ini dikukuhkan atau dilantik, mudah-mudahan dengan pengukuhan ini kesenian makin mempererat persatuan dan kesatuan diantara kita," ungkap Bupati.

Selain itu, diharapkan pula dapat membangkitkan budaya kesenian serta pariwisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, dengan wilayah yang begitu indah dan alam yang luas, harus menjadi kesempatan kita untuk mengolah serta melestarikannya.

Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Rini Ariasih, dalam laporannya menjelaskan bahwa pemberdayaan DKLS ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan peran para seniman dalam mengekspresikan karya seni, serta mensinergitaskan pembangunan budaya yang beragam melalui para pelaku seni atau masyarakat yang ingin turut berpartisipasi di dalamnya.

"Mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya yang ada dikabupaten Lampung Selatan, kemudian mensinergisitaskan satu dan kesatuan dalam keberagaman budaya," jelasnya dalam pemaparan.

Lebih lanjut dia melaporkan mengenai, berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari Roadshow sebanyak 2 kali, salah satunya yakni di Studio DDFMRadio. Kemudian, bhakti sosial, serta acara puncak yakni ajang silaturahmi para seniman Lampung Selatan yang diselenggarakan pada hari ini.

"Roadshow yang telah kita laksanakan pada tanggal 28 Agustus dan 17 September 2020, di Studio DBFM Kalianda, Bhakti Sosial pada tanggal 18 September, kemudian acara puncak pada hari ini, yang akan dilaksakan pula pengukuhan DKLS," jelasnya lebih lanjut.

Sedangkan, Ketua Umum Sanggar Bringin Jaya, Hj. Winarni Nanang Ermanto, pada kesempatan itu menjelaskan dengan adanya kegitan silaturahmi antar seniman yang tergabung dalam Sanggar Bringin Jaya dan DKLS ini, diharapkan para seniman dapat kembali semangat dalam berkarya.

"Pertemuan ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan tali silaturahmi di antara kita, dan semoga jalinan silaturahmi ini berjalan dengan baik, dan para seniman atau para penggiat seni di Lampung Selatan dapat kembali bersemangat dalam berkarya," jelasnya.

Dengan genapnya usia Sanggar Bringin Jaya itu, lanjut Winarni, diharapkan mampu menjadi wadah serta rumah yang nyaman bagi para penggian seni. Dengan demikian, para seniman dapat terus berprestasi dan menghasilkan karya yang membanggakan daerah.

Winarni juga berharap, agar para seniman terus mengangkat karya seni daerah, khususnya Lampung Selatan. Agar Budaya daerah terus maju dan tetap terjaga kelestariannya.

"Banyak seni budaya kita yang mulai ditinggalkan oleh para generasi muda, kemajuan teknologi yang pesat, kemajuan teknologi yang pesat turut andil dalam eksistensi seni dan budaya, para anak muda lebih banyak melihat karya seni luar, yang belum tentu baik bagi perkembangan mental dan ideologi kita," ujar Winarni. (db/ptm-aap).

DBFMRadio : Kalianda - Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) merupakan lembaga yang yang menjadi penghubung antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung selatan dengan para seniman setempat. sebagai wadah para pelaku seni untuk berkarya serta mengekspresikan karya seni.

Hal itu diungkapkan oleh, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ir. Rini Ariasih, pada acara Dialog Interaktif yang dipandu oleh presenter Melinda, di Studio DBFMRadio, Kamis (17/9/2020).

Rini mengungkapkan, DKLS sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun sempat vakum, dan pada Tahun 2019 dilakukan reorganisasi, melalui Surat Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor B/715/IV.21/HK/2019 Tanggal 6 November 2019.

Dengan didirikannya DKLS itu, Pemkab Lampung Selatan berharap, dapat mengembangkan potensi para seniman dalam berkarya, baik dalam kancah Nasional serta Internasional.

"Fungsinya adalah untuk meningkatkan kualitas kesenian Lampung Selatan yang berdaya saing, baik dalam tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Selain itu, DKLS juga bertujuan untuk membangun iklim berkesenian yang kondusif sebagai lingkungan bagi lahirnya karya seni yang kreatif, inovatif, dan berkualitas. Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian dan meningkatkan kesejahteraan hidup para seniman, serta meningkatkan produktifitas berkesenian.

"DKLS ini sebagai wadahnya dan seluruh masyarakat Lampung Selatan, sebagai pelaku seni atau memiliki talenta dibidang kesenian, kedepan sangat kita harapkan dapat bergabung di DKLS, dalam arti DKLS selaku membina para pelaku seni," ungkapnya lebih lanjut.

Dalam pelaksanaan program kerja, Lanjut Rini, DKLS juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten serta para stakeholder yang sistemnya tidak mengikat, yakni dengan mengajukan proposal kepada perusahaan.

"Dalam pelaksanaannya program kerjanya, tentunya memerlukan pendanaan, kita upayakan melalui dana hibah pemerintah kabupaten langsung ke DKLS, salah satunya itu," paparnya. (db/ptm-aap).

DBFMRadio : Rajabasa - Pulau Mengkudu merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lampung Selatan, yang menawarkan keindahanan bahari sebagai objek utamanya.

Bagaimana tidak, destinasi wisata yang terletak di Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan tersebut, memiliki pulau kecil yang indah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Ditambah lagi dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, seolah ini menjadi penunjang kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin berwisata di pulau tak berpenghuni tersebut.

Mulai dari kelengkapan alat snorkeling, banana boot, permainan kano, hingga beberapa spot selfie yang menarik telah tersedia, bahkan di Pulau itu juga telah disediakan fasilitas untuk camping di sepanjang pesisir pantai.

Tentunya, hal ini mempunyai keunikan tersendiri, jika biasanya camping identik dengan pegunungan dan hutan. Kini, hal itu dapat kita rasakan di pantai.

Merdunya suara deburan ombak dan dinginnya angin laut menjadi pelengkap suasana malam di Pulau itu.

Pulau yang ramai dikunjungi oleh pecinta wisata itu, kini dapat diakses melalui dua cara. Yakni melalui darat dan laut. Melalui darat yakni melewati desa totoharjo kecamatan Bakauheni.

Sedangkan jika melalui laut, bisa naik perahu dari berbagai pantai, mulai dari Pantai Kunjir, Pantai Kahai, dan Pantai Blebuk. Tentunya dengan tarif transport yang berbeda-beda. (db/ptm-aap).

(22:19:20) DBFMRadio, Kalianda : Dermaga Bom Kalianda, tapi jangan kemudian membayangkan bahwa di wisata kuliner tepi pantai ini terdapat Bomb, namun begitu kita masuk di kawasan wisata bahari ini, kita disuguhi pemandangan seperti di Legian, Bali. Berderet kafe dan warung kuliner menyambut pengunjung.

Berdasarkan pantauan, DBFMRadio di Pusat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Bom Kalianda, Selasa Sore  (21/1/20120), wisata kuliner Dermaga bom yang terletak di Kel, Kalianda- Kec, Kalianda, Kab, Lampung selatan, yang dibangun semasa Bupati Ryco Menoza ini, tempat yang sangat mudah di akses bagi para pengunjung.

Adalah Ade Tri Oktavianita, warga Hara Kalianda mengaku Dermaga Bom dikaki gunung Rajabasa ini, adalah tempat yang nyaman, asyik, tempat santai yang menyediakan berbagai macam kuliner dimana pengunjungnya bisa langsung melihat pemandangan laut lepas.

"Karena tempatnya nyaman, asyik sih, untuk kumpul kumpul sama temen temen nih, dermaga bom inikan ikon di Kalianda, terus ada tempat kuliner juga, kita juga bisa langsung ngeliat kearah laut juga" aku Ade yang diamini karib disebelahnya.

Keunikan di Dermaga Bom, lanjut Ade, adalah topeng, payung payung besar seperti di halaman masjid Nabawi Madinah, deretan perahu nelayan yang berjajar rapih.

"Keunikannya apa ya, Topeng kali ya, payung payung yang kayak di Arab gitu loh, dan perahu nelayan banyak" terang gadis berkacamata minus ini.

Dermaga bom dibuka untuk umum 24 jam dan tidak di pungut biaya alias gratis untuk memasuki objek wisata di kota Kalianda ini. Berbagai fasilitas yang ada di lokasi wisata Kuliner tersedia untuk memberi kenyamanan bagi warga kota Kalianda yang membutuhkan ruang terbuka bersama keluarga.

Selain sebagai ruang terbuka, kuliner Kalianda merupakan Tempat Pelelangan lkan (TPI), tempat bersandar kapal kapal nelayan serta menjadi lokasi favorit warga Kalianda setiap hari bahkan semakin ramai saat akhir pekan.(db/tsf).

(21.23.55) DBFMRadio, Kalianda : Kebudayaan merupakan puncak tertinggi dari nilai-nilai dan norma yang lahir melalui kepribadian yang unik. Perkembangan jaman pada era milenium berdampak pada berkurangnya kecintaan terhadap kebudayaan bangsa indonesia khususnya masyarakat desa.
Menurut Seniman tari jebolan Padepokan Bagong Kusudiarjo Agus Gunawan, masuknya nilai-nilai dari negara lain yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa, perlu peningkatan serta hal-hal yang tujuannya lebih memunculkan kebudayaan lokal sebagai karakter yang sesuai dengan bangsa Indonesia.
"Budaya asing yang masuk, belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa kita, solusinya hanya msmunculkan budaya lokal, kepribadian Indonesia" ujar Agus.
Berawal dari situ, pemilik Rumah Tari Sangishu ini, berupaya mengajak msyarakat untuk kembali menumbuh kembangkan kebudayaan-kebudayaan yg mulai Iuntur tersebut melalui kegialan SRAWUNG SENI SAWAH.
"Kegiatan ini diselenggarakan pagelaran seni yang dilakukan di sawah dengan mengundang seniman. budayawan, maestro tari baik dari daerah Lampung. beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Solo, Klaten, serta USA" terang dia.
Pentas tari Srawung Seni Sawah ini lanjut dia, akan digelar, 9 Januari 2020 di Desa Triharjo. kecamatan Merbau Matnram. kabupalen Lampung Selatan, merupaknn salah satu daerah yang memiliki beragam budaya yang sudah jarang ditemukan, seperti gotong royong dan ritual wiwitan (upacara tanam padi).
"Ya, tanggal 9 Januari nanti, di Merbau Mataram" tukas dia sembari menjelaskan besamya mobilitas masyarakat desa Triharjo serta meningkatnya kebutuhan ekonomi, dengan bekerja di industri dari pada sebagai petani yang notabene sebagai mata pencaharian masyarakat desa Triharjo sebelumnya, kebudayaan menjadi luntur.(db).

Advertisement