Top Stories

DBFMRADIO.ID (Jakarta) : Liga Ndangdut (LIDA) 2020 Indosiar grup 2 top 24 Selasa (17/3/2020) malam menampilkan 4 peserta, dengan juri Lesty DA, Shoimah, Fildan DA, Nassar, dan Eko Diandra guru busana.

Gilang Dirga, Ramzi, Irfan Hakim, Rara dan Jirayut, memandu kontes penyanyi Ndangdut tanpa penonton, terkait dengan Kesiap Suagaan COVID19 ini.

Empat Duta Provinsi, semalam tampil maksimal. SOCA duta LAMPUNG melantunkan lagu milik Eri Susan SUNYI sempat membuat Lesti DA dan Rara DA menitikkan air matanya, terhanyut oleh "SUNYI" nya SOCA yang mendapatkan 4 Standing Ovation dari juri kecuali Soimah, yang akhirnya mengantar Guru Seni di SMA Negri 2 Kalianda Lampung Selatan ini, angkat koper, tersenggol.

JANNA, duta PAPUA BARAT memilih lagu HUJAN‚ meski tidak mendapatkan Standing Ovation, namun mampu mengantarnya kebabak selanjutnya.

Kemudian penampil ketiga, Agung dari provinsi Bengkulu yang membawakan lagu yang SUDAH TAU AKU MISKIN, dengan lagu mendapatkan 5 Standing Ovation.

Keempat peserta tersebut telah menampilkan penampilan yang terbaik, penampilan yang paling bagus adalah penampilan dari Agung dari Bengkulu, telah dibuktikan agung dengan penampilan tersebut Agung mendapatkan semua standing ovation dari semua dewan juri.

Meski senasib dengan Agung tanpa diapresiasi dengan Standing Ovation, Ila duta Sulawesi Selatan yang mendendangkan Dua Kursi, Ila justru berada di puncak poling.

Berikut hasil akhir perolehan lida 2020 top 24 grup 2, ILA (Sulawesi Selatan) : 36.90% JANNA (Papua Barat) : 31,81%, meski diurutan 3. SOCA (Lampung) dengan 17.96% dan 4. AGUNG (Bengkulu) 13.33%, Hirna SOCA Panggayuh, wanita kelahiran Seputih Raman Lampung Timur ini harus menyeret kopernya neninggalkan panggung LIDA 2020. (aap/db).

DBFMRADIO.ID (Jakarta) : Group 6 Top 33 Liga Dangdut Indonesia, Defri duta Riau, Soca Lampung dan Dias Yogyakarta, malam ini (10/3/2020) tampil live di Indosiar.

Soca, pemilik nana lengkap Hirna Soca panggayuh, adalah guru seni tari di SMA N 2 Kalianda Lampung Selatan melantunkan lagu milik Inul Daratista Mau Dong, tampil pertama didampingkan dengan Weni DA, mendapat Standing Ovation (SO) dari 5 Juri, Lesti DA, Nazar,  Reza DA bahkan Soimah SO diatas meja.

Pada konser TOP 33 malam ini, Defri berduet dengan Aulia DA, Soca Lampung berduet dengan Weni DA dan Dias Jogyakarta berduet dengan Irwan DA.

Lalu, siapa yang akan tersenggol dan lolos ke babak berikutnya? Defri Riau nampaknya masih diunggulkan mengingat ia selalu mendapat polling tinggi disetiap penampilannya, Minggu lalu Defri berhasil mendapatkan 2 SO dari dewan juri.

Soca Lampung juga punya voters militan,  meski berada diurutan 3 namun, minggu lalu mendapat All SO dari juri merupakan modal meyakinkan dirinya untuk kembali berjaya malam ini.

Hingga pukul 22.51, berdasarkan vote sementara via tokopedia, Defri Riau masih unggul jauh dengan 55.05 % disusul Soca Lampung 30.73% dan diposisi terakhir Dias Yogyakarta 14.19%.(db/aap).

(dbfmradio.id) : Kalianda - Berlaga di Liga Dangdut (LIDA) Indosiar, Hirna Soca, kontestan asal Lampung Selatan terus mendapat dukungan. Soca, demikian Guru Seni SMAN 2 Kalianda ini biasa dipanggil, mendapat dukungan penuh dari sekolah tempatnya mengajar dan juga dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala SMAN 2 Kalianda, Darmiyanti M.Pd., sesaat setelah ditemui oleh kru DBFM Radio di ruang kerjanya mengatakan bahwa keluarga besar SMAN 2 Kalianda ini merasa bangga dan akan terus memberikan dukungan untuk Soca, Kamis (6/2/2020).

"Pertama pastinya kita bersyukur dan bangga. Kedua, sebagai bentuk dukungan (maka) kami memberikan vote dan semangat untuk Soca," jelasnya.

"Kami selalu komunikasi dengan beliau, kami pun memberikan imbauan kepada para siswa untuk terus mendukung ibu Soca," lanjutnya.

Pun demikian dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang juga memberikan kemudahan izin bagi Soca sejak dari audisi hingga saat berlaga di LIDA Indosiar mewakili Lampung.

"Kita izin kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung sebelum dia berangkat, dan mereka juga merespon baik niat tersebut bahkan mereka mengimbau agar seluruh jajarannya turut memberikan dukungan," ujar Lina.

Guru Berprestasi Soca yang merupakan guru mata pelajaran seni sekaligus pembimbing ekstrakulikuler di sekolah ini adalah guru yang sarat prestasi.

Sejak bergabung empat tahun lalu menjadi pengajar di SMAN 2 Kalianda, sosok yg terkenal supel serta periang ini kerap mengikuti berbagai ajang festival.

"Kalau untuk nyanyi memang sudah kemana-mana. Kemarin nyanyi di musik festival nasional untuk lagu daerah di Jakarta yang terakhir, kemudian baru di LIDA, untuk lomba yang di Televisi baru ini tapi Soca memang sering ikut festival". Terang Darmiyanti lebih lanjut.

Darmiyanti berharap, Hirna Soca, dapat lolos ke babak selanjutnya sehingga dapat membawa nama lampung ke kancah nasional bahkan internasional.

Untuk itu, Darmiyanti turut menghimbau kepada seluruh masyarakat Lampung khususnya Lampung Selatan untuk memberikan dukungan untuk Hirna Soca. (db/ptm).

(20:09:35) DBFMRadio, Jakarta : Dua penyanyi dari Lampung, Novia Mayang Sari dan Hirna Soca panggayuh, lolos ke ajang Liga Dangdut Indonesia (Lida) 2020 Indosiar, yang menyediakan total hadiah uang Rp. 1.000.000.000 ini.
Mayang dan Soca akan tampil pada konser Top 70 Liga Dangdut (Lida) Indonesia 2020 Indosiar. Pada Top 70 Lida 2020, Mayang tergabung di Grup 2 Putih, bersama Bulan, Ila, Jordan dan Yoyo. Sedangkan Soca, guru seni musik dan tari di SMA Negri 2 Kalianda Lampung Selatan ini, berada di Grup 7 Merah bersama Fani, Nadia, Shinta dan Usman.
Ketiga dewan juri yakni Dewi Perssik, Nassar, dan Benigno, pun memberikan golden tiket kepada Mayang dan Soca. Keduanya kemudian dinyatakan lolos audisi dan melenggang ke Lida 2020.
"assalamualaikum, nama saya Hirna Soca Panggayuh, nama panggilan Soca, asal saya dari Lampung Selatan Provinsi Lampung" begitu sapa Soca kepada tiga juri di audisi lalu.
Dalam unggahan vidio.com, saat audisi dihadapan tiga juri, Soca membawakan tiga lagu. Pertama, lagu berjudul Bagai Ranting Kering dan kemudian Air Bunga. Sedangkan lagu terakhir berjudul All I Ask, Soca berduet dengan Dewi Perssik sambil mengiringnya dengan bermain piano.(db).

(01:00:32) DBFMRadio, Kalianda : Seperti tahun tahun sebelumnya Grand Elty Krakatoa Resort, Kalianda, Lampung Selatan, menyambut pergantian tahun, bertajuk New Years Eve 2020, kali ini juga menyajikan hiburan dan gala dinner bagi tamu yang menginap di resort ini.
Menurut Manager Grand Elty Krakatoa Resort Yundi Nayadilaga, untuk tahun ini menampilkan Komika asal Lampung Newendy, namun tanpa kembang api, dan diganti dengan menerbangkan lampion.
"Seperti tahun lalu, untuk menghibur tamu yang menginap di malam pergantian tahun 2020 ini, menyajikan hiburan Band dan Newendy, komika asal lampung, namun tanpa kembang api, dan kami ganti dengan lampion" terang Yundi, Rabu (1/1/2020).
Kepada DBFMRadio, Yundi Nayadilaga juga nengungkapkan harapannya ditahun 2020 akan lebih baik lagi, seperti yang dirasakan dengan Full Room Hotel dan Villa, tamu dari Jakarta dan Palembang yang telah membooking dari beberapa bulan lalu.
"Agar lebih baik lagi (tahun 2020), untuk Hotel dan villa penuh semua dari Jakarta dan Palembang yang booking sejak bulan sebelumnya" harap dia.
Hal ini, lanjut Yundi menunjukkan masyarakat sudah tahu bahwa pasca tsunami Pariwisata di Lampung Selatan sudah membaik. Membaiknya Pariwisata ini, tidak terlepas dari peran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
"Dukungan pemerintah (Lamsel: red) sangat bagus ya, mensuport untuk bangkit setelah diterjang tsunami" aku Yundi.
Malam Pergantian Tahun 2020 yang diwarnai guyuran hujan ini tidak menyurutkan para tamu menikmati hiburan yang selain Komika Newendy juga menampilkan Audie Band dan pembagian door prize.(db/Hnt).

(18:11:26) DBFMinfo, Kalianda : Lampung Selatan Fair (LSF) 2019, yang akan digelar 8-14 September di Lapangan Ciptakarya Kalianda, hari ini ditinjau Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.
Disela sela peninjauaannya, Nanang Ermanto kepada DBFM Radio mengatakan, LSF 2019 akan menyediakan 120 Stand untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), UMKM, Kuliner dan Otomotif.
"Disamping 120 Stand pameran untuk OPD, UMKM, Kuliner dan Otomotif, Lampung Selatan Fair juga ada panggung hiburan yang akan menampilkan 3 artis Ibukota. Sedangkan stand OPD akan menampilkan hasil pembangan yang di programkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan" terang Nanang Ernanto, Jum'at (6/9/2019).
Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan Yusri, menjelaskan, sebagai rangkaian HUT Lampung Selatan ke 63, LSF 2019, merupakan ajang promosi hasil kegiatan yang telah dicapai Lampung Selatan yang bermuara pada peluang investasi disamping juga sebagai visualisasi potensi pembangunan yang dimiliki Lampung Selatan multi sektoral, seperti sektor pariwisata.
"Sebenarnya tujuan Lampung Selatan Fair ini adalah sebagai ajang promosi hasil kegiatan yang telah dicapai Lampung Selatan yang Insyaalah bermuara pada peluang investasi disamping juga LFLS 2019 ini sebagai visualisasi potensi pembangunan yang dimiliki Lampung Selatan seperti sektor pariwisata."terang Yusri.
Disektor Pariwisata, lanjut Yusri, Lampung Selatan tidak diragukan lagi, seperti Gunung Anak Krakatau (GAK) dikawasan Pulau Sebesi sudah mendunia, dan Pantai Minang Rua di Kecamatan Bakauheni.
"Kita kan punya Gunung Anak Krakatau, di pulau Sebesi betkelas dunia dan Pantai Minang rua, yang telah bangkit setelah diterjang Tsunami akhiir tahun lalu." pungkas Yusri.(rd/db).

 

(22:19:20) DBFMRadio, Kalianda : Dermaga Bom Kalianda, tapi jangan kemudian membayangkan bahwa di wisata kuliner tepi pantai ini terdapat Bomb, namun begitu kita masuk di kawasan wisata bahari ini, kita disuguhi pemandangan seperti di Legian, Bali. Berderet kafe dan warung kuliner menyambut pengunjung.

Berdasarkan pantauan, DBFMRadio di Pusat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Bom Kalianda, Selasa Sore  (21/1/20120), wisata kuliner Dermaga bom yang terletak di Kel, Kalianda- Kec, Kalianda, Kab, Lampung selatan, yang dibangun semasa Bupati Ryco Menoza ini, tempat yang sangat mudah di akses bagi para pengunjung.

Adalah Ade Tri Oktavianita, warga Hara Kalianda mengaku Dermaga Bom dikaki gunung Rajabasa ini, adalah tempat yang nyaman, asyik, tempat santai yang menyediakan berbagai macam kuliner dimana pengunjungnya bisa langsung melihat pemandangan laut lepas.

"Karena tempatnya nyaman, asyik sih, untuk kumpul kumpul sama temen temen nih, dermaga bom inikan ikon di Kalianda, terus ada tempat kuliner juga, kita juga bisa langsung ngeliat kearah laut juga" aku Ade yang diamini karib disebelahnya.

Keunikan di Dermaga Bom, lanjut Ade, adalah topeng, payung payung besar seperti di halaman masjid Nabawi Madinah, deretan perahu nelayan yang berjajar rapih.

"Keunikannya apa ya, Topeng kali ya, payung payung yang kayak di Arab gitu loh, dan perahu nelayan banyak" terang gadis berkacamata minus ini.

Dermaga bom dibuka untuk umum 24 jam dan tidak di pungut biaya alias gratis untuk memasuki objek wisata di kota Kalianda ini. Berbagai fasilitas yang ada di lokasi wisata Kuliner tersedia untuk memberi kenyamanan bagi warga kota Kalianda yang membutuhkan ruang terbuka bersama keluarga.

Selain sebagai ruang terbuka, kuliner Kalianda merupakan Tempat Pelelangan lkan (TPI), tempat bersandar kapal kapal nelayan serta menjadi lokasi favorit warga Kalianda setiap hari bahkan semakin ramai saat akhir pekan.(db/tsf).

(21.23.55) DBFMRadio, Kalianda : Kebudayaan merupakan puncak tertinggi dari nilai-nilai dan norma yang lahir melalui kepribadian yang unik. Perkembangan jaman pada era milenium berdampak pada berkurangnya kecintaan terhadap kebudayaan bangsa indonesia khususnya masyarakat desa.
Menurut Seniman tari jebolan Padepokan Bagong Kusudiarjo Agus Gunawan, masuknya nilai-nilai dari negara lain yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa, perlu peningkatan serta hal-hal yang tujuannya lebih memunculkan kebudayaan lokal sebagai karakter yang sesuai dengan bangsa Indonesia.
"Budaya asing yang masuk, belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa kita, solusinya hanya msmunculkan budaya lokal, kepribadian Indonesia" ujar Agus.
Berawal dari situ, pemilik Rumah Tari Sangishu ini, berupaya mengajak msyarakat untuk kembali menumbuh kembangkan kebudayaan-kebudayaan yg mulai Iuntur tersebut melalui kegialan SRAWUNG SENI SAWAH.
"Kegiatan ini diselenggarakan pagelaran seni yang dilakukan di sawah dengan mengundang seniman. budayawan, maestro tari baik dari daerah Lampung. beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Solo, Klaten, serta USA" terang dia.
Pentas tari Srawung Seni Sawah ini lanjut dia, akan digelar, 9 Januari 2020 di Desa Triharjo. kecamatan Merbau Matnram. kabupalen Lampung Selatan, merupaknn salah satu daerah yang memiliki beragam budaya yang sudah jarang ditemukan, seperti gotong royong dan ritual wiwitan (upacara tanam padi).
"Ya, tanggal 9 Januari nanti, di Merbau Mataram" tukas dia sembari menjelaskan besamya mobilitas masyarakat desa Triharjo serta meningkatnya kebutuhan ekonomi, dengan bekerja di industri dari pada sebagai petani yang notabene sebagai mata pencaharian masyarakat desa Triharjo sebelumnya, kebudayaan menjadi luntur.(db).

(21:43:13)DBFMinfo, Kaluanda : Maksud dan tujuan dilaksanakan Lampung Selatan Fair 2019 adalah dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun kabupaten lampung selatan yang Ke 63, dan untuk mempromosikan pembangunan serta visualisasi potensi prioritas bagi seni budaya serta memberikan hiburan pesta rakyat bagi masyarakat kabupaten lampung selatan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindudtrian Lampung Selatan yang juga ketua panitya Lampung Selatan Fair (LSF) 2019, Yusri dalam laporannya pada pembukaan LFSF 2019, di Stadion Cipta Karya Kalianda Minggu malam juga mengatakan, LSF ini berlangsung dari tanggal 8-14 September 2018.
"Lampung Selatan Fair 2019 akan berlangsung hingga tanggal 14 September nanti" terang Yusri, Minggu (8/9/2019) malam.
Ditempat yang sama, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan dalam sambutannya mengatakan Lampung Selatan Fair 2019 merupakan momentum penting dalam melakukan promosi daerah yang sangat efektif bagi instansi Pemerintah Swasta dan umum, dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan pembangunan di bidang infrastruktur kemaritiman industri investasi pariwisata serta menggali potensi produk unggulan.
"Lampung Selatan Fair ini merupakan momentum sangat penting untuk promosi, baik instansi pemerintah, perusahaan Sawata naupun masyarakat umum, untuk mengembangkan pembangunan dan menggali potensi produk unggulan" kata Qodratul Ikhwan.
Sementara Plt. bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, Even sepertl lni (LSF) merupakan salah satu ajang promosi potensi dan budaya Kabupahen Lampung Selatan serta diharapkan akan dapat membangkitlen gairah bagi dmia usaha dan juga sebagal media hiburan bagi masyarakat.
"Dari kegiatan Lampung Selamn Fair ini masyarakat dapat mengetahui menilai kinenerja Pembangunan saat ini dengan harapan dapat meningkatkan partisipasinva dalam menyukseskan Pemmngunan pada tahun-tahun ke depan" ujar Nanang Ermanto.
Pembukaan Lampung Selatan Fair 2019 yang diikuti 120 stand ini, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Kadis Pariwisata Lampung Qodratul Ikhwan, didampingi Plt Bupati Nanang Ermanto dan Sejumlah pejabat Pemda Lampung aselatan.
Pengunjung LSF 2019, selanjutnya dihibur penyanyi ndangdut asal Purbalingga Susi Ngapak Bintang Pantura.(cd/dyh/db).

 

(19.20.13) DBFMinfo, Bandarlampung : Lampung Krakatau Festival (LKF) 2019 merupakan agenda tahunan Pemprov Lampung guna mempromosikan keunggulan-keunggulan daerah khususnya atraksi dan daya tarik wisata unggulan Lampung.
Kegiatan ini, Menurut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, merupakan peluang bisnis bagi dunia usaha maupun masyarakat untuk mempromosikan dan memasarkan produknya saat festival berlangsung.
"Lampung Krakatau Festival menjadi peluang busnis dunia usaha dan masyarakat, untuk mempromosikan dan memasarkan produknya" kata Gubernur dalam laporannya pada Parade Budaya Lampung Cultur and Tapis Festival yang dibuka Menteri Pariwisata RI Arief Yahya Minggu (25/8/2019) di Lapangan Enggal Bandarlampung.
Adapun Tema LKF 2019 adalah "Urban Etnik". Tema ini, ujar Arinal, merupakan sebuah konsep yang memadukan unsur modern perkotaan dengan unsur tradisi yang berakar dari adat istiadat/tradisi budaya masyarakat serta sosial yang unik dan menarik untuk ditampilkan menjadi sebuah sajian seni maupun pertunjukan budaya.
"Memadukan unsur modern perkotaan dengan unsur tradisi yang berakar dari adat istiadat/tradisi budaya masyarakat serta sosial yang unik & menarik" terang Gubernur.
Rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival ini sendiri, terdiri dari 5 kegiatan utama dan bertempat di Lapangan Saburai Bandarlampung, yaitu, Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai, Krakatau Expo, Parade Permainan Anak Tradisional dan Trip Krakatau serta Parade Budaya Lampung Culture And Tapis Carnival.
Pada kesempatan itu, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya merespons upaya Gubernur Arinal untuk meningkatkan kunjungan wisata. Salah satunya mendatangkan penerbangan internasional ke Provinsi Lampung.
Rute parade menempuh jarak sekitar 3 km melintasi jalan-jalan protokol Bandarlampung diantaranya Jl. Jenderal Sudirman, Tugu Gajah, Jl. Ahmad Yani, Jl. RA Kartini, Jl. Raden Intan kemudian rute finish kembali lagi ke Lapangan Enggal. (hmsprv).

(16:48:32) DBFMinfo, Bakauheni : Opening ceremony Trip Krakatau 2019, diatas kapal Jatra III dengan rute menuju kawasan Gununung Anak Krakatau, Kepulauan Krakatau, diikuti ratusan peserta.
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim yang membuka Trip Krakatau sebagai pembuka rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival (LKF) 2019, sangat antusias ikut dalam rombongan, sekaligus ingin menikmati secara langsung Gunung Anak Krakatau secara dekat.
"Saya sangat antusias untuk ikut dalam kegiatan (trip krakatau 2019) ini. Saya juga ingin merasakan secara langsung berada di dekat Gunung Anak Krakatau. Dan alhamdulillah kita semua bisa ikut dalam trip krakatau 2019," ujar Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim Sabtu (24/8/2019).
Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa trip krakatau kali ini sangat istimewa karena diikuti oleh ratusan pengunjung yang sangat antusias untuk melihat gunung anak krakatau.
"Ini sangat istimewa, karena sebelumnya hanya blogger dan media yang ikut trip, dan sekarang ratusan pengunjung juga bisa mengikutinya dengan menggunakan kapal yang lebih bagus. Tentunya kedepan akan terus ditingkatkan," kata Wagub Chusnunia.
Bahkan peserta yang mengikuti trip krakatau tahun ini, jelas Wagub Chusnunia, telah melebihi dari target yang ditetapkan.
"Over target (peserta) ini bukan hanya kerja keras satu pihak, tetapi berbagai pihak turut menyukseskannya," puji mantan Bupati Lamtim yang akrab disapa Nunik ini.
Nunik menjelaskan, bahwa pelaksanaan trip krakatau selanjutnya akan terus ditingkatkan, hal ini mengingat Lampung sudah memiliki dermaga eksekutif, sehingga sarana dan prasarana pendukung trip krakatau selanjutnya akan semakin ditingkatkan.
"Kita sudah memiliki fasilitas lengkap, seperti memiliki Dermaga Eksekutif dan Bandara Internasional Raden Intan II dalam menarik para wisatawan untuk menuju ke lokasi wisata, seperti Trip krakatau" terang Nunik.
Tentu kedepannya, kata Nunik lagi, akan terus didukung dalam meningkatkan pelaksanaan trip krakatau, seperti penambahan atraksi, pengenalan adat budaya, pengenalan lebih dalam terkait gunung anak krakatau, dan kegiatan lainnya selama keliling krakatau.
"Bahkan rencananya akan ada pemandu wisata khusus yang paham tentang Gunung Anak Krakatau," tutur Wagub Nunik.
Meski demikian, pengunjung dan nelayan dibatasi dalam radius tertentu mendekat dikawasan kawah Gunung Anak Krakatau yang pada maret 2019, berada pada level II atau waspada. Gunung Anak Krakatau sendiri masuk wilayah Kepulauan Krakatau yang terdiri dari Pulau Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. (hmsprv).

(23:57:36) DBFMinfo, Bandarlampung : Pameran dan Lelang Lukisan dalam rangka menyambut HUT RI ke-74 Tahun 2019, merupakan wujud nyata dalam membantu para Legiun Veteran Indonesia dan juga bentuk apresiasi kepada pelukis Indonesia.
Pemerintah Provinsi Lampung, sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiasi Polda Lampung dan Komunitas Pelukis Indonesia (Kompi) untuk menyelenggarakan Pameran dan Lelang Lukisan ini.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada Malam Pembukaan Pameran dan Lelang Lukisan, di Paradise Lounge, Hotel Novotel, Kamis (8/8/2019) malam mengatakan dalam memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ingatan kembali tertuju pada masa-masa perjuangan untuk mewujudkan Indonesia Merdeka, yang telah dilakukan para pejuang pendahulu.
"Momentumnya sangat pas, memperingati Kemerdekaan RI, kita juga mengingat kembali masa perjuangan untuk meraih kemerdekaan" kata Arinal Junaidi. Sebagai generasi penerus, lanjut Gubernur, sudah sepantasnya menghargai, menghormati, melanjutkan dan sekaligus mewujudkan nilai nilai kejuangan yang dilandasi semangat dan patriotisme.
"Tentu saja, sebagai generasi penerus, kita semua wajib menghargai, menghormati, melanjutkan dan mewujudkan nilai-nilai kejuangan, yang dilandasi jiwa dan semangat patriotisme, kebangsaan, rela berkorban, kesetiakawanan sosial dan kecintaan kepada Tanah Air Indonesia," katanya lagi.
Menurut Arinal merupakan kewajiban bagi semua untuk dapat meneruskan perjuangan para pendahulu dalam mewujudlkan cita-cita kemerdekaan Indonesia sesuai dengan bidang tugas yang dimiliki.
"Sebagai salah satu bentuk kepedulian dan penghargaan dalam mengisi Kemerdekaan RI yang ke-74, tentunya kita isi dengan kegiatan positif, salah satunya Pameran dan Lelang Lukisan ini," ujarnya.
Arinal berharap kedepannya Pameran Lukisan ini untuk dapat terus dilaksanakan. Bahkan Arinal menyebutkan akan memberikan ruang berkreasi dan menampilkan hasil seninya tidak hanya kepada para pelukis tetapi juga para seniman lainnya di PKOR Way Halim.
Pameran dan Lelang Lukisan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung, Polda Lampung, Kompi dan Novotel Lampung, mengusung tema "Ragam Bias Warna Peduli Pejuang Indonesia", diikuti oleh perupa nusantara dan juga perupa asal Lampung. berlangsung tanggal 8-17 Agustus 2019.(hmsprv)
Advertisement