(dbfmradio.id) : Kalianda* - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Lampung Selatan mengadakan acara Sidang Ilmiah Pengukuhan Bidan Delima di Gedung Olah Raga Way Handak (GWH) Kalianda, pada Kamis (23/01/2020).

Turut hadir dalam acara tersebut Pelaksanaan Tugas (Plt) Bupati kabupaten Lampung Selatan H. Nanang Ermanto beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Nanang meminta kepada seluruh bidan untuk terus berjuang meningkatkan kualitas pelayanan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi paska melahirkan.

Dia juga mengimbau agar para bidan tidak menyia-nyiakan keberadaan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) untuk lebih dekat dalam melayani masyarakat. "Mari bersama-sama kita bangun bidang kesehatan dengan selalu menjaga eksistensi profesi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sebagai wujud membangun dan mengangkat derajat kesehatan masyarakat. Profesi bidan adalah ujung tombak keberhasilan pencapaian target Dinas Kesehatan, Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PPKB)," ujarnya.

Sementara itu Ketua IBI Provinsi Lampung Mery Destianty mengatakan bahwa pengukuhan Bidan Delima ini adalah sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan kualitas pelayanan profesi bidan di Lampung Selatan.

Bidan Delima adalah sistem standarisasi kualitas pelayanan bidan praktek swasta, dengan penekanan pada kegiatan monitoring dan evaluasi serta kegiatan pembinaan dan pelatihan yang rutin dan berkesinambungan. "Pengukuhan ini adalah sebagai wujud kepedulian terhadap bidan di Lampung Selatan. Yang harus diingat bahwa bidan adalah pelaku pelayanan kesehatan terbanyak di dalam pengabdian dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," terangnya.

Selain jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut hadir dalam acara ini Dandim 0421 Lampung Selatan Letkol Kav. Robinson Octavianus Bessie. (db/lmhr)

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2020 tentang  Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Instruksi tersebut dikeluarkan dalam rangka pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan COVID-19 dengan memperhatikan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Selain itu, Instruksi ini juga memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan COVID-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Dengan mengacu pada hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Hari Nur Cahya Murni menegaskan untuk realokasi anggaran, dalam pelaksanaan belanja kebutuhan alat kesehatan pandemi COVID-19 Kemendagri akan membentuk dua tim yang akan membantu dalam pendataan keperluan alat kesehatan.

"Untuk kebutuhan alat kesehatan, nanti tim pendataan akan mendata kebutuhan alat kesehatan yang ada di provinsi dan kota dalam rangka penanganan COVID-19, dan tidak akan membiarkan belanja secara sendiri-sendiri," tegas Hari Nur Cahya Murni pada Video Convrence (Vicon) yang digelar di Ruang Vicon Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Kamis (9/4/2020).

Selain itu, Lanjut Hari Nur Cahya Murni, akan ada tim yang bertugas untuk mencocokkan kebutuhan yang telah didata dengan produsen. "Untuk mendapatkan barang tersebut, harus melakukan pemesanan, mulai dari siapa yang akan dihubungi, contact person, kapan dan dimana, hingga barang yang diproduksi. Semua sudah jelas keterangannya," jelas Hari Nur Cahya Murni.

Hari Nur Cahya Murni mengungkap, nantinya barang tersebut akan ditransfer melalui Asosiasi Dinas Kesehatan dan akan diteruskan ke Provinsi/Kota masing-masing. (db/ptm).

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar rapat koordinasi(Rakor) dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Lampung Selatan.

Rakor yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Thamrin, berlangsung di Aula Sebuku Rumah Dinas Bupati Pemkab Setempat, Saptu (21/3/2020).

Turut hadir dalam rapat tersebut, Staf Ahli Bupati Lampung Selatan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Para Pengusaha di Lampung Selatan.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menjelaskan Rakor ini sebagai bentuk antisipasi Pemkab setempat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Lampung Selatan.

"Lampung selatan merupakan pintu gerbang jawa-sumatera, jadi kita (pemkab) mengantisipasi adanya penyebaran covid-19, dan sudah mendirikan beberapa posko serta gugus tugas penanggulangan covid-19," jelas Nanang Ermanto.

Dan untuk menangani pasien yang terinfeksi Covid-19, Nanang Ermanto mengungkapkan, RSUD dr. H. Bob Bazar. SKM, menjadi salah satu Rumah Sakit rujukan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

"RSUD Bob Bazar, seperti yang telah dijelaskan dr. Media Apriliana, menjadi salah satu Rumah Sakit rujukan, namun belum dilengkapi dengan alat yang lengkap, seperti alat ventilator dan alat pelindung tenaga medis," jelas Nanang ermanto lebih lanjut.

Untuk itu, lanjut Nanang Ermanto, Pemkab menjalin kerja sama dengan para pengusaha di Lampung Selatan, sehingga jika terdapat pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dapat ditangani secara maksimal.

"Saya libatkan seluruh elemen yang ada di Lampung Selatan, terutama para pengusaha, agar dapat bergotong royong, bekerja sama menanggulangi penyebaran Covid-19 di daerah Lampung Selatan," terang orang nomor satu di Lampung Selatan.

Untuk diketahui, Pengusaha yang ingin turut serta berkontribusi dalam penanganan Covid-19, dapat langsung menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, M. Dharmawan, sebagai ketua gugus tugas penanggulangan Covid-19. (db/ptm).

(DBFMRadio.id) : Kalianda – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Lampung Selatan terus berupaya mencegah penyebaran mata rantai COVID-19 di lingkungan tersebut, salah satunya yakni dengan dilakukannya penyemprotan disinfektan secara masif diseluruh tempat yang sering dilalui masyarakat setempat, oleh Polres Lampung Selatan, Sabtu (28/3/2020).

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo dan Komandan Distrik Militer (Kodim) 0421/Lampung Selatan, Letkol Kav Robinson Octavianus Bassie, mengawasi penyemprotan ini.

AKBP Eddie Purnomo selaku Wakil Ketua Satgas penanganan Covid 19  menjelaskan penyemprotan ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran mata rantai COVID-19 di Kabupaten Lampung Selatan, yang keberadaannya menjadi perhatian khusus oleh masyarakat dunia.

“Paling tidak kita berusaha mencegah, dan terus mengimbau masyarakat yang masih berkumpul agar tetap tinggal dirumah, apabila tidak ada keperluan mendesak,” jelas orang nomor satu di jajaran Polres Lampung Selatan.

Kapolres mengatakan penyemprotan disinfektan sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu, dan bekerjasama dengan Komando Rayon Militer (koramil), Kecamatan serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) serta jajaran yang terkait.

“kita sudah melakukan penyemprotan sejak beberapa hari yang lalu, dan hari ini kita lakukan penyemprotan disinfektan diseputaran Kota Kalianda secara massif, dengan menggunakan water cannon, terutama dijalur utama jalan kalianda,” jelasnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Letkol Kav Robinson Octavianus Bassie, bahwa penyemprotan ini dilakukan di seluruh wilayah Lampung Selatan, dan dilakukan secara bertahap.

“semua kami lakukan penyemprotan, kemarin kami lakukan penyemprotan dikecamatan, semua fasilitas sudah kami semprot, mulai dari pasar, kantor pemerintahan dan sekolah,” terangnya.(db/ptm).

(DBFMRadio.id) : Kalianda – World Health Organization (WHO) telah menetapkan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi. Tak kurang 84 negara telah melaporkan kasus penderita COVID-19 di luar China, negara dimana wabah ini pertama kali terdeteksi.

Atas dasar pidato Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Ahad, 15 Maret 2020 terkait langkah-langkah lanjutan penanganan COVID-19 di Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bergerak cepat untuk mengkoordinasikan penangananan COVID-19 di wilayah Lampung Selatan.

Lampung Selatan mengeluarkan Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor : 444.2/0994/IV.02/2020, Tanggal 16 Maret 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Lampung Selatan yang berisikan 11 poin terkait kesiapsiagaan jajaran Pemkab Lampung Selatan menghadapi pandemi ini.

Dalam dialog publik di studio DBFM Radio pada Selasa (17/3/2020) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Bob Bazar, SKM memaparkan informasi mengenai beberapa langkah yang dilakukan terkait surat edaran tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Penyakit Kristi Endarwati, SKM, MSi. mengatakan bahwa jajaran Dinkes Lampung Selatan sejak awal merebak kasus COVID-19 di Kota Wuhan Provinsi Hubei, China telah melakukan pemantauan dan juga skrining terhadap warga yang pernah bepergian ke negara-negara terjangkit juga beberapa orang tenaga kerja yang berasal dari China.

Kemudian lanjut Kristi, pihaknya menginisasi pembentukan gugus tugas untuk percepatan penanganan COVID-19.

“Menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), kami juga sudah menyusun draft untuk gugus tugas di Kabupaten Lampung Selatan. Draftnya sudah kita buat, nanti Kamis (19/03/2020) akan diadakan rapat pembentukan tim Gugus Tugas COVID-19 untuk Kabupaten Lampung Selatan,'' jelasnya.

Lebih lanjut Kristi memaparkan langkah cepat dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 di area perkantoran Pemkab Lampung Selatan. Dalam waktu dekat setiap kantor harus memiliki tempat cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.
Selain itu dianjurkan untuk melindungi kesehatan diri untuk para pegawai dengan membiasakan diri melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan.

Kristi mengajak agar segenap elemen secara bersama-sama melawan COVID-19 ini, semua harus terlibat dalam sosialisasi dan edukasi tentang COVID-19 terutama bagaimana cara mengurangi laju penularan virus yang demikian cepat. Semakin banyak yang tahu tentang COVID-19, maka akan semakin mudah mengedukasi masyarakat dan menurunkan angka kepanikan di masyarakat. (db/lmhr)

DBFMRadio.id), Kalianda - Sebagai Pejuang media dalam pemberantasan Virus Corona atau COVID 19, Studio DBFM Radio dilakukan Penyemprotan disinfectan oleh tim relawan Jum'at 27 Maret, usai dialog khusus dengan Kepala Kepolisian resor (Kapolres) Lampung Selatan AKBP Eddie Purnomo..
Staf Hubungan Masayarakat (Humas) Polres Lampung Selatan, Muhammad Fadli, yang merupakan salah satu anggota dari tim relawan  menjelaskan, penyemprotan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada DBFM Radio sebagai media yang aktif menyebarkan informasi ditengah pandemi COVID-19 ini.

 

"Bentuk apresiasi kami terhadap pejuang media, yang selalu memberikan informasi positif terhadap perkembangan virus corona di Lampung Selatan," jelasnya.
Muhammad Fadli mengatakan penyemprotan ini sudah dilakukan dibeberapa tempat ibadah dan Balai Desa di Lampung Selatan, seperti masjid dan wihara.
"Kami kemarin sudah melakukan penyemprotan di masjid dan wihara, yakni di kelurahan Wailubuk sebanyak 3 masjid, dikecamatan Way Urang sebanyak 2 masjid, Kalianda Bawah penyemprotan klenteng, masjid dan balai desa Kuripan," jelasnya lebih lanjut.
Lebih lanjut, Muhammad Fadli menjelaskan mengenai penyemprotan ke Desa-Desa yang ada di Lampung Selatan nantinya akan mengikuti arahan dari Kapolres Lampung Selatan.
"Untuk penyemprotan didesa kami tetap mengikuti petunjuk dari Kapolres Lampung Selatan, bahwa tiap polsek turut serta membantu dalam pelaksanaan pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19," Jelasnya lebih lanjut.
Dengan adanya penyemprotan ini, seluruh Kru DBFM Radio mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran terkait atas kepeduliannya terhadap media. (db/ptm).

(DBFMRadio.id) : Kalianda – World Health Organization (WHO) telah menetapkan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi. Tak kurang 84 negara telah melaporkan kasus penderita COVID-19 di luar China, negara dimana wabah ini pertama kali terdeteksi.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengeluarkan Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor : 444.2/0994/IV.02/2020, Tanggal 16 Maret 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Lampung Selatan yang berisikan 11 poin terkait kesiapsiagaan jajaran Pemkab Lampung Selatan menghadapi pandemi ini.

Dalam dialog publik di studio DBFM Radio pada Selasa (17/3/2020) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Bob Bazar, SKM memaparkan informasi mengenai beberapa langkah yang dilakukan terkait surat edaran tersebut.

Dokter Spesialis Paru (Pulmonologi) RSUD dr. Bob Bazar, SKM, dr. Gatot, Sp.P menjelaskan bahwa COVID-19 merupakan jenis baru Corona Virus. Corona virus pada dasarnya berinang pada tubuh hewan dan tidak menyebar pada manusia, namun kini jenis COVID-19 merupakan virus baru yang sangat mudah menyebar di antara manusia.

Dalam penjelasannya Gatot menjelaskan gejala dari pasien yang terpapar COVID-19 dan juga kategori pasien yang rentan terpapar.
“Gejalanya secara umum sama seperti gejala flu yang lainnya seperti demam, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan, namun yang membedakan seiring masa inkubasi maka pasien akan menderita gejala pneumonia sesak atau sulit bernafas. Usia paling rentan dan cepat terinfeksi COVID-19 adalah balita dan orang berusia lanjut, “ ujarnya.

Lebih lanjut Gatot menjabarkan beberapa kategori dan istilah yang berkaitan dengan COVID-19, berkenaan dengan status orang atau pasien yang mesti dipantau.
"Kita kategorikan dalam dua kategori, yakni Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Untuk kategori ODP adalah seseorang yang mengalami gejala klinis seperti demam lebih atau sama dengan 38o Celsius, gejala pilek, sakit tenggorokan atau batuk hingga sesak nafas, padahal dia tidak memiliki riwayat penyakit asma,” terang Gatot.

“Selain itu, ODP diberlakukan kepada mereka yang pada 14 hari terakhir ini sebelum timbul gejala meiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara terjangkit, dan dilaporkan di negara tersebut telah terjadi transmisi COVID-19 antar manusia,” terangnya lebih lanjut.

"Kemudian kategori yang kedua yaitu Pasien Dalam Pengawasan (ODP), merupakan orang yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu seperti demam lebih atau sama dengan 38o Celsius dan disertai salah satu gejala penyakit pernafasan seperti batuk sesak, nafas sakit tenggorokan atau pilek pneumonia ringan hingga berat. Lalu memiliki riwayat pernah berkunjung ke negara terjangkit atau pernah melakukan kontak fisik dengan seseorang yang positif terpapar COVID-19,” ujarnya lagi.

Sebagai penutup Gatot juga menerangkan bahwa RSUD dr. Bob Bazar, SKM mulai memperketat pengawasan di rumah sakit, mulai dari skrining pasien masuk dengan menggunakan thermogun. (db/lmhr)

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Putus mata rantai penyebaran COVID-19 di Lampung Selatan, dan menindak lanjuti Maklumat Kapolri, Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan batasi kegiatan perkumpulan massa, baik ditempat umum ataupun lingkungan sendiri.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo mengatakan, pembatasan kegiatan massa tersebut dengan tidak diberikan izin keramaian kepada masyarakat, guna mencegah terjadinya kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19.

"Yang sudah berjalan kemarin paling banyak hajatan, kurang lebih ada sepuluh, namun dengan kami berikan imbauan, alhamdulillah semuanya mengerti dan mau bekerja sama," jelas Eddie Purnomo ketika menjadi narasumber pada dialog publik DBFM Radio, Jum'at (27/3/2020).

Eddie Purnomo menegaskan, Kapolri telah mengeluarkan maklumat atas kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19. Pihaknya akan menindak tegas seluruh masyarakat yang masih mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

"Apabila masyarakat masih ada yang melakukan kegiatan massa atau kumpul-kumpul, itu melanggar Undang-Undang. maka ancaman hukumannya lebih dari 1 tahun," tegasnya.

Lebih lanjut, Eddie Purnomo menjelaskan pembatasan massa tersebut juga berpengaruh pada pembatasan pelayanan yang diberikan oleh pihak polres, seperti pembuatan SIM, Pembuatan SKCK, dan pelayanan lainnya.

"Untuk sekarang kami tidak melayani pembuatan SKCK dalam hal sidik jari, karena itu sangat berbahaya dalam situasi genting seperti ini, untuk pelayanan lainnya kami hanya memberikan waktu setengah hari," terangnya.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Eddie Purnomo menyebut pihaknya melakukan kerjasama dengan jajaran terkait, termasuk pihak Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Radin Inten II sebagai pintu utama keluar masuk Provinsi Lampung, yang letaknya tepat di Kabupaten Lampung Selatan.

Khusus untuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni yang merupakan jalur transportasi penghubung Pulau Jawa dan Sumatera, Polres Lampung Selatan bersama Forkopimda terus melakukan inspeksi dan pemantauan terkait kesiapsiagaan operator pengelolanya.

"Kita selalu mengecek dan memberikan masukan terkait sarana dan prasarana dalam mencegah penyebaran pandemi COVID-19, kemarin belum ada penyemprotan disimpektan, sekarang setelah diimbau alhamdulillah sudah ada," terangnya lebih lanjut.

Eddie Purnomo menuturkan, hingga saat ini belum ada tindakan untuk melakukan penutupan destinasi wisata dan kuliner di Lampung Selatan, namun pihak Polres mengimbau agar dilakukan pembersihan secara intensif guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Kami belum ada tindakan penutupan untuk tempat makan, cafe atau tempat wisata di Lampung Selatan, yang terpenting pembersihan secara intensif," tuturnya.

Pada penghujung acara, Eddie Purnomo mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran yang berkaitan dengan penanganan COVID-19 serta masyarakat atas kerja samanya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Lampung Selatan. (db/ptm).

 

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan membentuk gugus tugas lintas sektor dalam rangka penanganan COVID-19 di Lampung Selatan. Rapat perdana pembentukan gugus tugas ini dihelat di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab setempat, Kamis (19/3/2020).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Supriyanto, S.Sos, MM yang bertindak sebagai pimpinan rapat menyampaikan bahwa pembentukan gugus tugas ini merupakan bentuk antisipasi penanganan penyebaran pandemi COVID-19 di Lampung Selatan.

"Ini merupakan salah satu tindakan yang dilakukan Pemkab, agar kita mendapatkan pemahaman yang jelas terkait COVID-19, sehingga dalam menjalankan tugas dapat lebih efektif," terang Supriyanto.

Supriyanto menjelaskan dengan dibentuknya gugus tugas ini, masing-masing instansi dapat menjalankan tugasnya secara maksimal dan melakukan kerja sama dengan jajaran terkait.

"Dengan pembentukan ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi terkait dapat menjalankan tugas yang sudah menjadi kewajibannya dengan maksimal. Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan puskesmas hingga posyandu agar terus mensosialisasikan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," terangnya lebih lanjut.

Gugus tugas ini selain terdiri dari beberapa OPD terkait dan RSUD dr. Bob Bazar, SKM juga melibatkan instansi terkait lain seperti dari unsur TNI/Polri, kantor Imigrasi Kalianda, PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni dan lainnya.

Secara garis besar gugus tugas penanganan COVID-19 yang diketuai oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Selatan ini terbagi ke dalam lima bidang teknis.

Kelima bidang tersebut ialah, bidang pelayanan kesehatan, bidang surveilans epidemiologi, bidang publikasi dan penggerakan masyarakat serta bidang administrasi dan logistik. (db/ptm).

DBFMRADIO.ID (Bakauheni) : Kesiap Siagaan PT. ASDP Indonesia Fery Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni dalam menangkal penyabaran Corona Virus Disiese 19 (COVID 19), sangat strategis, karena disamping sebagai pintu gerbang Sumatra, Covid 19 sudah ditetapkan sebagai kategori bencana Nasional, untuk itu tentunya diperlukan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah TNI/ POLRI maupun masyarakat dan yang dikhususkan  adalah peran serta aktif masyarakat.

Oleh karena itu untuk memutus mata rantai penularan virus ini, Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Lampung Selatan Komandan Distrik Militer (Kodim) 0421/Lampung Selatan, Letkol Kav Robinson Octavianus Bassie, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik artinya tidak melakukan hal hal yang di luar kebiasaan memborong bahan baku makanan, dan tetap menjaga kesehatan, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun.

"Masyarakat tidak perlu panik, jangan panic buying, memborong bahan makan karena itu akan mengganggu ketersediaan pasar kemudian memperhatikan kesehatan diri masing masing dengan rajin mencuci tangan jaga pola hidup sehat perbanyak makanan bernutrisi yang mengandung vitamin C dan jangan lupa berjemur di pagi hari mendapatkan sinar matahari pagi" himbau Dandim Robinson OB, disela pantauan Forkopimda Lampung Selatan atas kesiapan PT.ASDP dalam menghadapi Siaga penyebaran COVID 19, di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Selasa (24/3/2020).

Disamping itu, lanjut Letkol Kaveleri Ribinson, yang paling penting hindari keramaian dan jaga jarak interaksi sosial antar masyarakat hindari kunjungan ke ataupun negara yang terinfeksi kemudian apabila sakit gunakan masker kemudian jaga kebersihan rumah dan kantor dengan rutin.

"Juga tidak kalah penting, terus Dandim, melaksanakan penyemprotan desinfektan serta apabila ada gejala gejala yang mirip dengan serangan virus corona ini, segera lakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit" katanya.

Ditempat yang sama, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, didampingi Kapolres Lampung Selatan AKBP Edie Purnomo, Kajari Kalianda Hutamrin, Ketua Pengadila Negri Kalianda Handry Argatama Ellion, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan  (KKP) Bakauheni Sutoyo dan General Manager PT.ASDP Indonesia Fery -Capten Solihin, menilai, Kesiagaan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni belum maksimal, ada kekurangan, karena Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) belum menyiapkan ruang isolasi untuk penumpang yang terindikasi terkena virus Corona, bahkan calon penumpang tidak diperiksa suhu tubuhnya dan tidak diberi masker, oleh karenanya, Nanang Meminta kepedulian PT. ASDP untuk segera menyiapkan ruang isolasi.

"bahkan calon penumpang dan penumpang yang dari dan ke Pulau Sumatra Jawa, tidak diperiksa suhu tubuhnya dan tidak diberi masker" tegas Nanang Ermanto.(db/ptm).

 

(DBFMRadio.id) : Kalianda – Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19, mulai dari sosialisasi dengan banner dan pengumuman, mendirikan posko siaga melalui berbagai stake holder salah satunya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pembersihan kapal dan ruang tunggu serta jalur-jalur yang dilalui penumpang dengan disimpektan secara intens.

Bukan hanya itu, pengecekan kesehatan pun diberlakukan, mulai dari mendeteksi suhu tubuh penumpang, dengan menggunakan Thermogun yang terdapat dipintu masuk dan keluar pelabuhan, jika terdapat penumpang yang suhu tubuhnya melebihi normal, maka akan dilakukan tindakan lebih lanjut sesuai dengan (SOP).

Demikian disampaikan General Manager PT.  Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan ( ASDP ) Indonesia Fery Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung Selatan, Captain Solikin, ketika menjadi narasumber dialog publik di DBFM Radio, Rabu (18/3/2020).

Captain Solikin menjelaskan kesiap siagaan Pelabuhan Pentwberangan Bakauheni juga dilengkapi dengan menyediakan Hand Sanitizer untuk penumpang, dan pemberlakuan Social Distancing (Jaga jarak sosial) antar penumpang, dengan jarak satu meter pada masa mitigasi COVID-19.

“Selain menyediakan Hand Sanitizer, kami juga memberlakukan Social Distancing (Jaga jarak jauh) antar pengguna jasa (penumpang), maka nanti diterminal eksekutif maupun reguler kami pasang marka sehingga para penumpang dapat menjaga jarak aman dalam masa mitigasi COVID-19,” jelasnya.

Disamping itu, lanjut Capt. Solikin,pihaknya juga menyiapkan ruang isolasi, jika nantinya terdapat penumpang yang diduga terkena COVID-19, jika diperlukan akan ada tindakan rujukan ke Rumah Sakit yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Kami juga sudah menyiapkan ruang isolasi, selain itu jika penumpanumpang yang terduga terjangkit harus dilarikan ke Rumah Sakit, maka kami akan mengkoordinasikan, dan dari pemerintah pusat juga sudah menunjuk(Rumah Sakit) yang nantinya akan dituju,” terangnya lebih jauh.

Sampai saat ini, Capt. Solikin menyebut belum ada tindakan pembatasan jumlah penumpang, dikarenakan penempatan ruang dalam kapal hanya berkisar 30-40%, selain itu, untuk terminal reguler keberangkatan kapal berlaku setiap 12 menit, sedangkan terminal eksukutif diberlakukan sistem ganjil genap, dan akan ada penambahan jumlah kapal di akhir pekan.

Oleh karenanya, PT. ASDP akan melakukan upaya semaksimal mungkin guna mencegah terjadinya penyebaran COVID-19, namun upaya tersebut juga membutuhkan kerja sama antara pengguna jasa, Captain Solikin berharap para penumpang mematuhi peraturan yang telah diberlakukan. (db/ptm).

More Articles ...

Page 1 of 3