Top Stories

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

13:43:36 DBFMRadio.id : Kalianda - Radio dbfm. 93.0  Kalianda Lampung Selatan kirim 5 model di ajang festival layang-layang, di pantai Kedu Warna, Kalianda Lampung Selatan, Sabtu (10/9/2022).

Festival yang digelar Dinas Pariwisata, seni budaya dan Ekraf Kabupaten Lampung Selatan  itu,  diikuti  oleh peserta lokal dan luar daerah Lamsel.

"Kelima model yang dikirim ke festival itu, Aria, Ikbal, Bunga, dan Sintia Bela, merupakan siswa magang di Radio DBFM LPPL Lampung Selatan" ujar Direktur Utama DBFM Rudi Suhaemi Kalianda.

Dalam kesempatan itu radio dbfm 93.0, menggandeng Tania Salon dan Garuda Jaya Lamsel.

Rudi Suhaimi Kalianda mengatakan pihak nya akan all out mengikuti even yang tujuanya untuk memajukan kabupaten dipintu gerbang pulau Sumatera ini.

Tidak hanya di festival layang-layang, fashion show ini saja. Tetapi juga di even-even lainya.

"Apapun itu, jika  untuk kemajuan kabupaten Lampung Selatan kita all out, " Kata Rudi Suhaimi Kalianda yang lahir dan besar di Kalianda itu.

"Ajang Muli Mekhanai, dan ekonomi kreatif pun kita turun, " Tambah Rudi Suhaimi Kalianda, yang dalam besutanya Radio dbfm. 93.0 berulang kali meraih penghargaan tingkat nasional itu.

Rudi Suhaimi Kalianda juga mengatakan, tidak memiliki target apapun dengan diterjunkanya model radio di festival itu.

"Tidak ada target saya katakan pada bu Ubay manajer tim, kita cuma partisipasi aktif saja, " Kata Rudi Suhaimi Kalianda.

Selanjutnya, mantan kepala biro salah satu media besar di Lampung itu berharap Lampung Selatan tidak pernah sepi dari even.

"Karena dengan even-even itu Lampung Selatan, khususnya Kalianda akan dilirik dunia luar, ' tutup dia. (db-rsk-aap).

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

15:07:04 DBFMRadio.id : Kalianda - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan Ir. Mulyadi Saleh, MM menjadi narasumber pada Ruang Dialog Radio Dimensi Baru dengan topik Jelajah Wisata dan Event Bersama Pariwisata Lampung Selatan, yang dipandu host Chairunisa, di Studio DBFM Radio, Rabu (03/08/2022).

Pada kesempatan itu, Mulyadi Saleh mengatakan, sejalan dengan program pemerintah daerah Lampung Selatan, bahwa pariwisata harus menjadi lokomotif untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Lampung Selatan.

"Sejalan dengan program tersebut, setiap bulan harus ada pergerakan wisatawan yang datang dan keluar dari Lampung Selatan yang menyebabkan pergerakan setiap sektor meningkat. Jadi bukan hanya pergerakan di transportasi saja", kata Mulyadi

Lanjut Mulyadi, Dinas Pariwisata Lampung Selatan membuat kegiatan-kegiatan yang menarik dan dibuatkan Calender of Event sehingga wisatawan luar daerah tertarik pada Lampung Selatan.

"Seperti yang sudah kita lakukan beberapa bulan yang lalu dan bulan agustus ini kita akan mengadakan lomba dangdut Lampung dan mural serta tour Rajabasa bersama komunitas BMW", jelasnya

Pada bagian lain, Mulyadi juga mengatakan, lomba dangdut Lampung menargetkan peserta dari kaula muda, karena budaya Indonesia khususnya Lampung Selatan harus ditanamkan sejak dini.

"Dengan cara seperti ini, saya yakin cintai negerimu, cintai budayamu itu pasti menjadi bagian dalam tempurung anak-anak kita dan yang kita harapkan seperti itu", katanya

Mulyadi menambahkan, lomba mural akan diadakan di way belerang yang merupakan salah satu destinasi wisata alam yang dimiliki Lampung Selatan.

"Selain berenang, masyarakat juga bisa melihat gambar-gambar unik yang telah di mural. Selain tempat wisata way belerang juga menjadi pengobatan alternatif"tukasnya.

Kemudian, Mulyadi Saleh menjelaskan tentang kegiatan Calender of Event Dinas Pariwisata Lampung Selatan yang akan di laksanakan bulan Agustus-Desember 2022 mendatang.

Mulyadi Saleh juga berpesan, cintai dan kunjungi wisata yang ada di Indonesia khususnya Lampung Selatan. Dimana Lampung Selatan memiliki pantai, air terjun, budaya serta kuliner yang bisa di akses melalui darat, udara dan air.(db-bngpsp-aap).

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kalianda,  (DBFMRadio) - Pantai Batu Rame merupakan salah obyek wisata di Kalianda,  yang bertepatkan di Kelurahan Way Urang,  Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. 

Keindahan pasir putih dan karang yang membentang dibibir pantai yang memanjakan mata, tak jarang banyak pengunjung yang berenang dan mengabadikan momen foto, tak hanya itu, pesona kala matahari tenggelam di ufuk barat indah nan mempesona. 

Pemandangan sunset yang indah ini membuat pengunjung ramai disore hari,  banyak pula para pedagang yang menjajakan dagangan mereka seperti kelapa muda,  bakso ikan, rusak,  somay dll. (db/af).

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

23:29:04 DBFMRadio.id : Kalianda - Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab)  Lampung Selatan H. Nanang Ermanto melepas peserta Jambore Nasional XI tahun 2022, di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung, Kamis (11/8/2022).

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka  Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto, dalam laporannya mengatakan, Jambore Nasional Gerakan Pramuka XI Tahun 2022 akan berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, 13 s.d. 21 Agustus 2022 mendatang.

Menurut Winarni, Jambore ini bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku, meningkatkan kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang. Disamping juga  sebagai  komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Satya dan Darma Pramuka.

Dirinya juga menjelaskan, Jambore Nasional ke XI Tahun 2022  adalah sarana pendidikan dan pertemuan besar bagi Pramuka Penggalang yang bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemadirian, keterampilan serta meningkatkan rasa kebangsaan yang ber “Bhinneka” sebagai manusia ber “IMTAQ”, ber “IPTEK” dan berjiwa Pancasila.

“Meskipun pandemi Covid-19 menunjukkan trend yang makin membaik, namum kewaspadaan dan penerapan protokol kesehatan tetap harus diterapkan dengan baik. Jamnas kali ini pelaksanaannya tidak sama dengan Jamnas sebelumnya, terutama yang berikatan dengan jumlah peserta,” jelasnya.

Jaga Nama Baik Lampung Selatan

Sementara Kamabicab  Gerakan Pramuka Kwartir Lampung Selatan H.Nanang Ermanto dalam sambutannya berpesan, kepada 20 orang peserta perwakilan Kwartir Cabang Lampung Selatan untuk dapat menjaga nama baik serta mengharumkan daerah Lampung Selatan pada acara Nasional ini.

” Saya juga berterimakasih kepada seluruh orang tua yang hari ini hadir melepas putra/putrinya sebagai kontingen Jambore Nasional ke XI Tahun 2022. Mudah-mudahan berkat doa dari kedua orang tua dapat melancarkan segala kegiatan tim Jambore Kwarcab Lampung Selatan,” pesannya.

Diketahui, Peserta Kegiatan Jambore Nasional XI Tahun 2022 Kwartir Cabang Lampung Selatan berjumlah 20 orang peserta dengan rincian 2 regu pramuka penggalang yang masing-masing regu berjumlah 8 orang dan 2 orang pembina pendamping serta 2 orang asisten pembina (official).(db-vsk-aap).

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

14:38:07 DBFMRadio.id : Kalianda - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Menggelar Acara Pembinaan Remaja Islam Masjid (Risma) Tingkat Kabupaten Lampung Selatan di Aula Rajabasa, Setdakab setempat, Selasa (26/07/2022).

Pada kesempatan itu, Kasubbag Kesejahteraan Masyarakat, Yogi Qisthoni dalam laporannya mengatakan, acara ini akan diisi dengan beberapa materi yakni Sosialisasi Zakat, Infaq dan Sodakoh, Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Sosialisasi Bahaya Narkoba.

"Tujuan dari acara ini adalah pembinaan karakter dan untuk meningkatkan karakter dan prestasi Remaja Islam Masjid Lampung Selatan", pungkasnya

Lanjut Yogi, Acara ini diikuti oleh 17 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Tinggi se-Kabupaten Lampung Selatan yang terdiri dari 14 SMA dari 5 Kecamatan yakni Kalianda, Penengahan, Palas, Sidomulyo dan Rajabasa dan 3 Sekolah Tinggi yakni STAI Yasba, STIE Muhammadiyah Kalianda dan STIH Muhammadiyah Kalianda.

Mewakili Bupati Lampung Selatan, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kemasyarakatan Yespi Cory mengatakan, remaja masjid merupakan suatu komunitas tersendiri yang ada didalam masjid dan merupakan kader yang berupaya membentengi dirinya dan remaja lain agar tidak terjerumus dalam tindakan kenakalan remaja.

"Kita semua berharap, pembinaan bagi remaja ini dapat meningkatkan kualitas pemahamam keagamaan, sehingga akan menambah kuat keimanan dan ketaqwaan mereka, dengan demikian segala bentuk pemahaman yang bertentangan dengan agama dapat menghindari sejak remaja", ujarnya

Yespi Cory juga megatakan, sebagai organisasi remaja masjid Risma berorientasi pada peningkatan keimanan, ketaqwaan dan pemahaman tentang Islam secara lebih luas dan mendalam, dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Lanjut Yespi, remaja muslim juga sebagai obyek organisasi dan sekaligus obyek dakwah, sehingga agama akan menjadi kontrol dan benteng yang kokoh dalam menghalau segala pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

"Para remaja yang tergabung dalam organisasi Risma, dibentuk untuk menjadi remaja yang tangguh dan berakhlakul karimah, memiliki prestasi dalam pendidikan dan menjadi remaja yang mampu berdakwah sekaligus mampu mengedukasi para remaja lainnya untuk melakukan kebaikan", kata Yespi.

Yespi Cory berharap dengan digelarnya acara ini, rismawan dan rismawati yang hadir mampu menjadi agen perubahan yang dapat memberikan pemahaman edukasi tentang pergaulan bebas dan pernikahan dini, bahaya narkoba serta mengajak mereka mencintai dan memakmurkan masjid, khususnya para remaja yang ada di Lampung Selatan.

"Saya berharap, Pemberdayaan organisasi Risma harus terus dilakukan, agar kita tetap memiliki generasi muda yang berakhlak baik dan unggul dalam segala hal kedepannya", tutupnya.(db-bngpsp-aap).

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

07:54:32 DBFMRadio.id : Bandarlampung - Psikolog Anak Seto Mulyadi menyebut Kunci sukses pendidikan anak berada pada sejauh mana kualitas seorang guru.

Menurut Kak Seto Yang pertama adalah, terjadinya peningkatan kualitas daripada guru. Artinya pemenuhan kompetensi dari pedagodi, sosial dan lain sebagainya,

Jika itu terpenuhi, maka Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diidamkan oleh banyak kabupaten/Kota bisa menjadi kenyataan.

"Jadi, dengan peningkatan kompetensi berarti menciptakan sekolah yang ramah anak, inilah yang dicita-citakan Kabupaten Lampung Selatan, sebagai Kabupaten layak anak" terang Kak Seto disela acara Indonesia Milenial Teacher Festival (IMTF) Kabupaten Lampung Selatan 2022, di Swiss Bell hotel Kota Bandar Lampung, Selasa (28/6/2022)

Pasca pandemi dan di era digitalisasi, guru diharapkan untuk terus berkembang yakni tak hanya menjadi pengajar tapi juga sahabat bagi para siswanya.

"Guru harus terus belajar, harus kreatif kemudian harus berkompetensi harus menjadi sahabat siswa. Punya strategi yang tepat, menguasai materi pelajaran, menguasai standar kompetensi kelulusan dan sebagainya," jelas Kak Seto.

Saat menjadi pemateri pada IMTF yang berlangsung 28 - 30 Juni 2022,  kembaran Kak Seno ini juga mengingatkan,  pendidikan sudah bergeser menjadi hak belajar setiap anak.

"Pendidikan itu adalah hak anak, jadi bukan wajib belajar, tapi hak belajar. Karena semua anak pada dasarnya senang belajar, cerdas dan berpotensi."tegasnya.

Karena, terus dia,  belajar itu bukan mengisi kepala anak sekedar hafalan teori tetapi menumbuhkan potensi anak menumbuhkan menjadi pribadi unggul di bidang masing-masing," tukas Kak Seto menyudahi keterangannya kepada awak media.(db-nett-aap). 

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

DBFMinfo (Bandarlampung) : Peningkatan kualitas lingkungan hidup di Provinsi Lampung akan dipercepat dengan memperkuat regulasi guna mengatasi isu lingkungan di Provinsi Lampung, salah satunya mengenai pengelolaan sampah.

Kabag Humas & Komunikasi Publik Biro Humas dan Protokol Setprov Lampung Heriyansyah mengatakan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung Irwan Sihar Marpaung saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung, pada Upacara Mingguan Pemprov Lampung, Senin pagi di Lapangan Korpri mengatakan, Lebih dari 7.200 ton sampah/hari dihasilkan penduduk Lampung yang mencapai 9 juta jiwa.

"Sampah di Lampung paling tidak 7.200 ton per hari, 3,5 % dibuang ke sungai yang dipastikan akan bermuara ke laut" terang Irwan Sihar Marpaung, Senin (22/7/2019).

Guna mengatasi hal tersebut, lanjut Irwan SM, saat ini Pemerintah Provinsi Lampung sedang menyusun naskah akademik dan Rencana Peraturan Daerah (raperda) mengenai pengelolaan sampah.

"Raperda ini menjadi point penting agar permasalahan sampah seperti di wilayah Pesisir Teluk Lampung dapat terselesaikan" Kata Irwan SM lagi.

Ia mengatakan, selain menyusun raperda pengelolaan sampah, Pemprov Lampung juga sedang menyusun studi pendahuluan pembangunan TPA sampah regional dan membentuk Pokja pengelolaan sampah regional. Selain itu, Pemprov Lampung juga akan bekerjasama dengan perguruan tinggi dan para ahli dalam rencana penanganan dan pengelolaan sampah Teluk Lampung.

"Untuk itu diperlukan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah guna menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tidak bersifat kewilayahan administratif melainkan berbasis ekosistem” ujarnya. (hmsprv).

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

DBFMinfo (Bandarlampung) : Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Lampung segera terwujud diatas Lahan milik Pemprov Lampung di Register 40 Gedung Wani ujung Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, menyusul dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman terkait rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Lampung tersebut.

Seperti dikatakan Kabag Humas dan Komunikasi Publik Biro Humas dan Protokol Setprov Lampung Heriyansyah , hari ini penandatanganan nota krsepahaman tersebut dilakukan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Kota Bandarlampung dan Metro.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat usai pebandatanganan mengatakan, persoalan sampah di Kota Bandarlampung meminta perhatian khusus, volume sampah mencapai 1000 ton/hari dan TPA yg ada sudah over capasity.

"Persoalan sampah ini juga menjadi fokus perhatian kita. Seperti volume sampah kota Bandar Lampung yang mencapai 1000 ton per hari. Tempat tampungannya tidak optimal, melebihi kapasitasnya, sehingga memerlukan tempat yang baru," ujar Toufik Hidayat, Jum'at (5/8/2019).

Untuk membangun TPA Regional, lanjut Toufik Hidayat, harus menyiapkan lahan seluas kurang lebih 20-50 Hektare, dan kawasan Gedung Wani masuk ke dalam kriteria tersebut.

"Dengan kapasitas yang kita harapkan bisa menampung untuk beberapa Kabupaten/Kota tersebut, untuk itu dibutuhkan pengelolaan secara regional," katanya.

Taufik mengatakan kegiatan pembangunan TPA Regional Lampung ini juga masuk dalam daftar list program stock APBN tahun 2020 dan Pemerintah Pusat juga sudah menyiapkan anggarannya. (hmsprov)

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Kiri Bathik Kuning) menyerahkan cindera mata kepada Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana ( Kanan), di Balai Kota Surabaya, Jum’at (28/6/2019) (Foto: Humasprovlpg).

Lingkungan Hidup

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

DBFMinfo (Surabaya) : Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menindaklanjuti persoalan sampah di Provinsi Lampung dengan mempelajari tata kelola sampah di Pemkot Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (28/6/2019).

Kunjungan kerja Wagub tersebut, Menurut Kepala Bagian Humas dan Komunikasi Publik Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung Heriyansyah, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pengelolaan sampah, seperti yang dikeluhkan masyarakat di daerah Teluk Lampung, Sukaraja dan keinginannya agar Lampung memiliki Tata Kelola Sampah terbaik.

“Saya mendengarkan secara langsung keluh kesah masyarakat Lampung akan sampah, khususnya masyarakat di daerah Teluk Lampung, Sukaraja. Sampah tersebut menurunkan pendapatan mereka sebagai nelayan. Oleh karena itu, saya melakukan kunjungan kerja ini sebagai upaya dalam meningkatkan tata kelola sampah di Provinsi Lampung,” ujar Chusnunia, Jum’at (28/6/2019).

Wagub yang akrab disapa Nunik ini ingin menjadikan Provinsi memiliki Tata Kelola Sampah terbaik.

“Sampah menjadi persoalan bagi setiap daerah. Tanpa pengelolaan yang baik, maka daerah tersebut akan menjadi kumuh dan kotor karena sampah. Oleh karena itu, saya ingin menjadikan Provinsi Lampung menjadi Provinsi yang memiliki Tata Kelola Sampah terbaik,” ujar Wagub.

Untuk meningkatkan tata kelola itu, Wagub Nunik akan menerapkan program 3R (reduce, reuse, dan recycle).

“Dengan menerapkan program 3R dengan baik, maka Provinsi Lampung akan mampu menjadi Provinsi dengan tata kelola sampah yang baik, sama seperti halnya Kota Surabaya," ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Nunik, diperlukan komitmen bersama dalam pengelolaan sampah, sehingga Lampung mampu menjadi Provinsi dengan tata kelola sampah terbaik.

“Tentu, hal ini perlu komitmen bersama antara Opemprov Lampung dengan Pemkot Surabaya dalam pengelolaan sampah” tutup Nunik. (HumasPemprov)

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

18:56:10 DBFMRadio.id : Jakarta - Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) meluncurkan penelitian mengenai “Ancaman Keterjangkauan Produk Rokok pada Anak Jalanan: StudiK ualitatif”.

Studi ini menunjukkan bahwa anak jalanan sangat rentan terhadap konsumsi rokok yang mengakibatkan adiksi. Sebagian besar pendapatan harian hasil kerja anak jalanan habis untuk membeli rokok.

Akibatnya, anak jalanan perokok tidak hanya mengalami penurunan kondisi kesehatan, tetapi mereka juga terjebak dalam kondisi kemiskinan. Namun, anak jalanan berpikir secara rasional untuk berhenti merokok apabila harga rokok naik 5 kali lipat. Oleh karena itu, kebijakan rokok mahal
merupakan solusi yang optimal untuk mengendalikan konsumsi rokok pada anak jalanan.

Peneliti PKJS UI Risky Kusuma Hartono, Ph.D menyampaikan beberapa poin temuan dalam studi diantaranya, Pendapatan anak jalanan bervariasi pada rentang Rp.25.000 - Rp300.000 per hari.

Namun, sekitar 25% penghasilan per hari anak jalanan habis digunakan untuk membeli rokok. Bahkan, terdapat anak jalanan dengan konsumsi lebih dari 1 bungkus per hari.

" Mayoritas anak jalanan membeli rokok secara batangan/ketengan. Harga satuan rokok pun sangat murah, yaitu Rp.2.000 per batang. Mayoritas informan memiliki persamaan persepsi bahwa harga rokok masih murah di Indonesia." terang Risky Kusuma Hartono, Kamis (15/9/2022).

Risky menegaskan Kenaikan harga rokok belum menjadikan harga rokok menjadi mahal, anak jalanan akan berpikir ulang untuk membeli rokok apabila harga rokok menjadi mahal.

"Apabila harga rokok dinaikkan 5 kali lipat dari harga saat ini, maka harga rokok akan semakin mahal dan semakin berpotensi besar mendorong anak-anak untuk berhenti mengonsumsi rokok" tandas Risky meyakinkan.

Merokok, terus Rizky, merupakan perilaku negatif awal,  gerbang utama sebelum menuju ke perilaku negatif lainnya. Mereka merokok dengan join, istilah di kalangan perokok satu batang dihisap beberapa anak secara bergantian, resikonya akan lebih besar. Selain resiko dari rokok itu sendiri, juga hygenitas, yang bisa menularkan penyakit yang diderita diantara perokok join tersebut.

"Ternyata mereka merokok juga sambil ngelem, tentu resikonya  akan semakin berganda dan mereka ini merokoknya di tempat-tempat umum. Sementara program  edukasi anak jalanan untuk berhenti merokok masih sedikit." Katanya lagi.

Kalaupun ada, terus Risky,  tidak terlalu berpengaruh pada anak jalanan, tidak terlalu berpengaruh pada anak jalana untuk berhenti merokok dan mereka masih tetap berperilaku merokok.

Hanya bertahan singkat,  mengapa demikian karena masih mudahnya keterjangkauan rokok yang harganya cukup murah bisa dijangkau di manapun dengan mudah sehingga ini yang menjadikan efek dari edukasi bahaya rokok untuk anak jalanan ini kurang kurang signifikan.

Belum Semua Daerah Punya Perda KTR

Sementara dalam tanggapannya Plt. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rini Handayani mengatakan, dari 514 Kabupaten/Kota & 34 Provinsi baru 43,02 % yang punya Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

" Namun demikian, sebenarnya ada beberapa  Kabupaten/Kota yang sebenarnya kota-kota ini sudah ada data-datanya di kami,  karena melalui evaluasi KLA,  ini sudah terlihat dan ini kita tinggal dorong bagaimana memantau melaksanakan implementasi dari Perda tersebut." terang Rini.

Disamping itu, lanjutnya,  kawasan tanpa rokok ini didorong di beberapa wilayah dengan pelayanan ramah anak ini sudah ada di 3.576 Puskesmas yang ada di 267 Kabupaten/ Kota kemudian juga di satuan pendidikan ramah anak atau di SMA yang juga didorong salah satu indikator atau variabel Sekolah bebas dari asap rokok.

Webinar melalui Zoom Meet ini juga menampilkan penanggap Asisten Deputi Pengembangan Industri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Dr. Atong Soekirman, S.E., M.M, kemudian  Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia Pande Putu Oka Kusumawardani, S.E., M.M.

Ketua Umum Forum Fungsional Penyuluh Sosial Indonesia, Kementerian Sosial RI - N Susanti Srimulyani, M.Sos dan Ketua Tim Kerja Penyakit Kronis dan Gangguan Imunologi, Kementerian Kesehatan RI- dr. Benget Saragih, M.Epid.(db-aap).

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

13:58:47 DBFMRadio.id : Kalianda - Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto  sangat mengapresiasi atas dukungan penuh program UHC (Universal Health Coverage) atau Cakupan Kesehatan Semesta, sistem jaminan kesehatan masyarakat,  karena  BPJS Kesehatan sudah mengcover 95,35% masyarakat Lampung Selatan.

Usai penandatanganan Prasasti Universal Health Coverage (UHC) serta Penyerahan Piagam dan Plakat di Aula Sebuku Rumah Dinas Bupati oleh Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, juga menyampaikan harapannya kepada seluruh Camat dan UPT Kesehatan untuk memberikan pelayanan yang baik terkait situasi ini.

"Jangan sampai pelayanannya tidak maksimal,  ini akan menjadi problem juga tidak ada artinya BPJS Kesehatan mencapai 95,35%,  ini bukan hanya tugas bupati, Dandim atau Kpolres,  tapi ini adalah tugas kita semua untuk  masyarakat lampung selatan". ujar Bupati mengingatkan.

Pada bagian lain sambutannya, Nanang mengatakan, Lampung Selatan dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di provinsi lampung yakni, 1.073.860 jiwa dan 95,35% diantaranya sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau 1.023.968 jiwa.

"Tinggal sedikit lagi, tapi saya yakin lampung selatan bisa mencapai 100%, alhamdulillah untuk kesehatan masyarakat lampung selatan bisa teratasi walaupun terjadi inflasi dan saya tekankan ini terus kita laksanakan demi kebaikan Kabupaten Lampung Selatan".

Diakhir sambutannya, Nanang juga  menyampaikan harapannya semoga program Cakupan Kesehatan Semesta ini dapat memberikan banyak manfaat bagi peningkatan kesehatan masyarakat luas.(db-dcm-aap).

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

12:58:58  DBFMRadio.id: Jakarta - Rokok terbukti berdampak negatif terhadap kesehatan individu, menurunkan kesejahteraan keluarga, dan menjadi beban bagi negara.

Studi Pusat Kajian Jaminan Sosial -PKJS- UI 2019 menunjukkan bahwa konsumsi rokok dalam rumah tangga mengakibatkan risiko stunting pada anak.

Harga rokok yang masih murah menjadi salah satu penyebab prevalensi perokok di Indonesia masih belum terkendali.

Menurut Peneliti PKJS- UI Risky K. Hartono, Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 menunjukkan jumlah perokok dewasa di Indonesia masih sangat tinggi, 62,9%, termasuk prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun yang meningkat dari 7,2% pada 2013 menjadi 9,1% pada 2018.

"Efek harga rokok murah ini menjadikan anak-anak maupun kelompok masyarakat pra-sejahtera tidak berhenti merokok walaupun dalam kondisi perekonomian yang sedang sulit." ujar Risky, pada konversi Pers dan desiminasi kajian kebijakan cukai jangka panjang, secara virtual Senin (29/8/2022).

Apalagi, lanjut dia,  saat ini rokok masih bisa dibeli secara batangan/ketengan.

"Kenaikan tarif cukai rokok diharapkan dapat menjadikan harga rokok menjadi mahal, sehingga menjauhkan akses untuk anak dan masyarakat miskin" katanya lagi.

Risky juga menambahkan bahwa Pemerintah telah menyederhanakan strata cukai rokok dari 10 menjadi 8 golongan pada 2021.
Namun, struktur tarif cukai rokok tersebut
masih berjenjang dan rumit.

Turunkan Prevalensi Perokok Anak

Tulus Abadi, dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerangkan,  bahwa pemerintah saat ini memiliki target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk menurunkan prevalensi perokok anak dari 9.1% menjadi 8.7% di tahun 2024.

“Akan tetapi, program mulia pemerintah tersebut tidak akan tercapai apabila tidak ada upaya konkrit dari pemerintah salah satunya dengan menaikkan cukai rokok."

Tulus menambahkan, cukai merupakan salah satu instrumen perlindungan konsumen dari zat adiktif tembakau. Kebijakan Pemerintah menaikkan cukai rokok akan membuat harga rokok menjadi mahal dan sulit diakses oleh anak-anak maupun masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi pemerintah yaitu menciptakan kualitas

Senada dengan Tulus,  pernyataan Tulus Esti Nurjadin, S.H., M.Kn dari Yayasan Jantung Indonesia,  mewakili organisasi massa di bidang kesehatan menambahkan,  bahwa kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Penyakit jantung dan kardiovaskular menjadi penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia setelah stroke, bahkan menjadi penyakit dengan klaim pembayaran BPJS tertinggi selama tahun
2018 yaitu sebesar 9,3 triliun.

“Prevalensi penderita penyakit jantung juga meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap biaya kesehatan yang semakin naik yang harus ditanggung pemerintah." Ujar dia menjelaskan.

Untuk diketahui, data dari CISDI tahun 2021 juga membuktikan bahwa negara harus menanggung beban ekonomi dengan biaya kesehatan sebesar Rp15,5 Triliun pada tahun 2019 akibat penyakit karena rokok.

Dari studi yang sama, alokasi maksimum Pajak Rokok Daerah dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau/DBH CHT untuk pendanaan Jaminan Kesehatan Nasional/JKN hanya sebesar Rp7,4 triliun.(db-aap).

Advertisement