Top Stories

dbfmradio.id (Kalianda) : Kecamatan Rajabasa diwilayah pesisir Lampung Selatan ada 16 desa dengan potensi desanya yang sangat beragam, seperti di desa Kunjir, kawasan pesisir rajabasa ini terkenal dengan potensi wisata bahari atau pantai, namun sejak bencana tsunami akhir tahun 2018 lalu, kawasan ini sempat lumpuh, terutama disektor ekonomi.

Dialog interaktif Warta Desa DBFM Radio LPPL Lampung Selatan, menghadirkan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang juga Kaur Perencanaan Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa,  Iyung, dengan topik Menata Kembali Desa Wisata Kunjir Pasca Tsunami.

Menurut Iyung, sebelum tsunami Wisata Bahari sangat potensial di desa Kunjir, yang ditunjang oleh wisata kuliner dan wahana bermain anak anak, disamping wana (hutan) wisata seperti air terjun dan sumber air panas.

"Sebetulnya (sebelum tsunami : red) potensinya banyak, di atas ada air terjun ada sumber air panas, waktu itu memang belum kita kembangkan karena memang dana desa tidak mendukung, karena banyaknya kebutuhan pembangunan infrastruktur" terang Iyung, Rabu (4/3/2020).

Sebelum dilanda Tsunami, terus Iyung, obyek wisata di Kunjir dikelola oleh Karang Taruna bersama Pokdarwis, berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan.

"Sebelum tsunami itu memang setiap dusun pemuda pemudanya itu mengelola pantai didusunnya masing2, mereka bersama dengan pokdarwis dan pokdarwislah lah yang yang melanjutkan koordinasi dengan pihak dinas pariwisata" terus Iyung lagi.

Kebetulan, lanjut Iyung, Pokdarwis di bawah naungan Dinas Pariwisata dan di SK kan Bupati, namun mengandalkan swadaya masyarakat, sehingga sulit sekali berkembang.

"soalnya kan kita harus mengandalkan swadaya masyarakat ya makanya sulit sekali berkembangnya tapi setelah mendekati tsunami di tahun 2017 mulai terlihat geliat kunjungan wisatawan, namun tahun 2018, diporak porandakan Tsunami" sesal Iyung.

Pasca tsunami, Iyung menambahkan, Pokdarwis Rajabasa mulai mempromosikan kembali wisata bahari, khususnya yang ada di Desa Kunjir.

"Kita mulai menggaungkan apa potensi yang ada di pulau mengkudu dan batu lapis, kita promosikan lewat media sodial dan alhamdulillah kebanyakan pengunjung yang mau ke sana itu (pulau mengkudu : red) transitnya di Kunjir" tukasnya.

Memang, untuk memulhkan geliat wisata di Kecamatan Rajabasa, perlu banyak keterlibatan masyarakat, perlu perahu nelayan yang telah diluluh lantakkan saat tsunami serta ibu ibu PKK yang membuka pusat kuliner di di di pulau mengkudu.

"Tidak hanya itu destinasi wisata alam sepanjang pesisir rajabasa itu pun rusak dan kini masih dalam proses pemulihan seperti yang ada di desa kunjir dan desa lain, di Kecamatan Rajabasa" Ujar Iyung mengakhiri. (db).

 

DBFMRadio, Kalianda :  Pantai Batu Rame merupakan salah satu dari sekian banyak tempat pariwisata pantai yang ada di Kalianda, Namun pantai ini lebih hangat di telinga masyarakat domestik dengan sebutan pantai ketang Pengunjung yang selalu ramai di kala sore tiba merupakan pemandangan yang tidak asing lagi, bahkan disana banyak pendagang yang menjajakan makanannya seperti bakso ikan, rujak, somay serta es doger yang ramai di serbu pengunjung.

Nama pantai ini, konon diambil dari deretan bebatuan yang tersusun indah dibibir pantai dan menjadi spot swafoto pengunjung,  tetapi ombak di pantai ini arusnya cukup besar sehingga sangat berbahaya untuk berenang.

Aktifitas di pantai ini pada sore hari tidak hanya dari pengunjung yang ingin menikmati sunset aja, namun banyak juga nelayan yang menjala serta memancing ikan. (db/lmhr).

DBFMRadio, Kalianda : Memanjakan mata disore hari dengan pemandangan matahari terbenam yang indah memang sudah menjadi tren di masa kini, Apalagi bagi pecinta senja yang memang mendambakan hadirnya sebagai sesuatu yang menenangkan dan bermakna.

Pantai menjadi salah satu tempat untuk menikmati adanya senja, seperti tempat wisata yang terdapat di daerah kalianda, ketang, Batu rame. Hamparan pantai yang luas serta bebatuan di sisi tepi pantai yang memecah garangnya ombak, menjadikan nuansa senja yang berbeda dari pantai lainnya.

Untuk menikmati keindahan tersebut ternyata tidak perlu merogoh kocek sama sekali, cukup datang dan nikmati, kalimat yang tepat untuk menggambarkan pantai ini. Pantai yang ramai dikunjungi wisatawan di sore hari ini menjadi tempat yang cocok bagi kamu yang suka berfoto dengan senja.

Bukan hanya itu, di pantai ini juga terdapat banyak nelayan yang sedang memancing. Jadi, kalo kamu mau dapetin foto para nelayan secara langsung atau foto bareng dengan nelayan, pantai ini rekomended banget buat kamu.

Atau mau beli hasil nelayannya juga boleh, selain membuat senang nelayan perut kamu juga jadi kenyang. Kamu bisa langsung bakar ikannya bareng keluarga atau teman kamu, jadi menambah kesan indah liburan kamu di sore hari kan.

Buat kamu yang gak mau ribet bawa makanan dan masak di pantai gak perlu khawatir deh, karena walaupun pantai ini gratis tapi sudah ada beberapa pedagang yang tentunya akan memanjakan lidah kamu, jadi kamu gak perlu takut kelaparan deh. (db/ptm).

DBFMRadio.id : Kalianda – Wakil Gubernur Lampung Hj. Chusnunia Chalim, didampingi Bupati Lampung Selatan H.Nanang Ermanto melepas 1.150 Santri Pondok pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur di Pelataran Mesjid Agung Kalianda. Santri yang terdiri dari 850 Laki-Laki dan 300 Perempuan ini di berangkatkan dengan bus pariwisata sebanyak 21 armada.

Dalam sambutannya Ketua DPW PKB Lampung yang akrab disapa Nunik ini berharap semoga perjalanan para santri ini lancar, bukan hanya perjalanan menuju pondok pesantren lirboyo namun juga perjalanan mencari ilmunya semoga mendapat keberkahan.

Nunik juga berpesan para santri harus siap mengahadapi tantangan kedepan, oleh karenanya harus belajar sungguh sungguh, jaga marwah dan martabat keluarga dan daerah Lampung dengan memegang prinsip dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

"Pesan saya, santri harus siap menghadapi tantangan-tantangan di depan, yang pasti selain belajar dengan sungguh-sungguh jaga marwah dan martabat keluarga jaga Marwah dan martabat provinsi Lampung dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" pesan Nunik, Selasa (7/7/2020).

Kepada Wartawan, Nunik juga mengatakan saat kembalinya mereka lalu kami terima dengan hati-hati dan saat pelepasan santri ini juga di lakukan dengan hati-hati karena masih di tengah pandemi covid-19.

" Kami berkordinasi dengan aparat pemerintah setempat baik kabupaten maupun provinsi,banyak sekali ini santri sudah berangkat kan ke Jawa tengah, Jawa timur karena pemberangkatan nya pergelombang" ujarnya.

Ditempat yang sama Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto juga berpesan, jaga nama baik Nahdlatul Ulama, timbalah ilmu sebanyak mungkin dan bawa pulang untuk kebaikan. Semakin banyak ilmu yang ditempa akan semakin benilai dan berguna bagi Provinsi Lampung, dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 selama berada dalam lingkungan Pondok Pesantren.

"Saya yakin dan percaya nantinya kalian ini akan menjadi calon pemimpin yang besar, karena pendidikan pondok pesantren di Jawa Timur sudah dikenal masyarakat Indonesia dalam menciptakan generasi yang berkualitas" tegasnya.

Dalam pada itu, KH.maisir selaku ketua himpunan alumni pondok pesantren Lirboyo sangat berterimakasih kepada pemerintah kabupaten Lampung Selatan telat membantu melancarkan keberangkatan para santri kembali ke Jawa timur.

Untuk diketahui pemerintah provinsi Lampung juga memberikan bantuan satu paket masker dan handsanitizer kepada para santri sebagai pengingat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. (db/lmhr-aap)

 

*(dbfmradio,Kalianda)* - Sebanyak lebih dari 30 orang Kandidat calon siswa mengikuti acara sosialisasi dan Perekrutan Calon Siswa Pelatihan Berasrama ( Bording Training) dari Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kabupaten Serang yang diadakan untuk pertama kalinya di Kabupaten Lampung Selatan, Rabu 22/01/2020

Menurut Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan Burhanuddin,SH mengatakan yang dengan ini menyampaikan sambutan dari Plt. Bupati Kabupaten Lampung Selatan Hj. Nanang Ermanto yakni "Kami berkerjasama dengan BBPLK Kabupaten Serang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan melalui pelatihan - pelatihan untuk menekan angka pengangguran disini yang mencapai 21rb"

Ditempat yang sama, Suyekto.,ST.,Msi perwakilan dari BBPLK Kabupaten Serang menyampaikan bahwa BBPLK tersebut tidak di bawah naungan Dinas Kabupaten Serang melainkan Langsung di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang dengan ini juga di jelaskan memiliki 5 balai besar yaitu BBPLK Serang, BBPLK Bandung, BBPLK Bekasi, BBPLK Semarang dan BBPLK Medan dan setiap BBPLK memiliki Konsentrasi masing-masing di Bidangnya. BBPLK Serang sendiri memiliki konsentrasi di bidang Las dan Listrik, Suyekto juga menjelaskan bahwa di BBPLK ini juga menyediakan asrama bagi siswa dari luar daerah Sehingga mempermudah siswa dalam mencari tempat tinggal selama 3bulan pelatihan.

Hanya ada 2 cara untuk menyelesaikan masalah pengangguran yaitu pelatihan dan pendidikan, maka dari itu pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan meningkatkan motivasi dan mendidik para peserta agar memiliki kemampuan dan keahlian dalam melakukan suatu pekerjaan oleh karena itu diharapkan para peserta serius dalam mengikuti pelatihan ini. Para peserta juga dapat mendaftarkan dirinya melalui online melalui website yang sudah di jelaskan oleh pihak BBPLK. (db/lmhr)

(dbfmradio.id) : Kalianda - Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Bandung lakukan sosialisasi bagi calon siswa pelatihan berasrama (_boarding training_) di Aula Krakatau Pemkab Lampung Selatan, Kamis (23/1/2020).

Acara ini sebagai tindak lanjut kunjungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung Selatan ke BBPLK Bandung pada akhir 2019 lalu.

Kepala Disnakertrans Lampung Selatan, Anas Anshori mengatakan bahwa program kerjasama pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan daya saing pekerja asal Lampung Selatan.

Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hermansyah Hamidi mengatakan bahwa acara sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta pelatihan, sehingga diperoleh peserta yang mempunyai kualitas unggul dan kompetitif.

Lebih lanjut Hermansyah Hamidi mengatakan bahwa selain pelatihan ini dimaksudkan untuk dapat membuka peluang kerja, juga agar kesempatan kerja itu sendiri dapat diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya.

Di tempat yang sama, perwakilan BBPLK Bandung Fransiska Dwi Setyaningsih menjelaskan terdapat tiga jurusan unggul yang ada BBPLK Bandung yaitu teknik otomotif, manufaktur dan refrigerasi. Selanjutnya dia menerangkan untuk para peserta yang ingin mendaftar bisa melalui website atau datang langsung ke BBPLK Bandung dan kemudian melaksanakan serangkaian test untuk seleksi.

"Untuk kegiatan pelatihannya sendiri, teman-teman tadi sudah mulai mendaftar di disnaker atau di website pelatihan.kemnaker.go.id dan untuk pendaftarannya sendiri nanti akan di bantu oleh operator yang ada di pojok sana. Lalu untuk yang sudah melakukan pendaftaran akan kita lakukan seleksi, nanti seleksinya akan ada dua jenis yakni tes tertulis dan tes wawancara, tapi teman-teman tidak perlu khawatir karena tes yang akan kita selenggarakan tebilang mudah," terang Fransiska.

Dalam sosialisasi ini dijelaskan juga bahwa peserta _boarding training_ akan tinggal di asrama dengan fasilitas lengkap seperti makan, minum, modul, baju kerja, dan _safety shoes_.

Selain itu peserta juga akan memperoleh asuransi, uang saku dan bantuan biaya transport selama pelatihan.

Pada akhir pelatihan peserta akan mendapatkan dua sertifikat yakni sertifikat pelatihan yang dikeluarkan oleh BBPLK Bandung dan Setifikat Kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pada sesi tanya jawab Fransiska menegaskan bahwa untuk menjadi peserta pelatihan ini tidak ada kriteria tertentu, hanya perlu kemauan dan tekad yang kuat untuk belajar.

Turut hadir dalam acara sosiliasi ini beberapa perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah terkait pada Pemkab Lampung Selatan. (db/ptm).

(01:20:37) DBFMinfo, Kalianda : Komandan Kodim (Dandim) 0421 /Lamse| Letkol Kav Robinson Oktovianus Bessie  menjadi Inspektur Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci Dalam Rangka Peringatan HUT Ke 74 Kemerdekaan RI Tahun 2019, Jum'at tengah malamPukul 00.00 Wib di Taman Makam Pahlawan Kesuma Bangsa, Kalianda.
Nampak Dalam renungan suci tersebut Sekreraris Daerah Lampung Selatan Fredy SM bersama anggota forkopimda dan sejumah pejabat Pemkab Lamsel, serta anggota pramuka dengan hikmat melakukan renungan untuk mengingat dan mendo'akan para pahlawan yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Kepada info.dbfmradio.id Fredy SM mengatakan, apel kehormatan dan renungan di makam pahlawan Kesuma Bangsa ini, bertujuan untuk merenungkan diri mengenang para pahlawan yang telah gugur, agar dapat merasakan perjuangan mereka.
"kita merenung ya, inikan para pahlawan yang sudah gugur mendahului kita, dan ditengah malam kita ya ikut merasakan istilahnya ya, perjuangan mereka saat itu" terang Fredy SM, Sabtu (17/8/2019) dinihari.
Apel kehormatan dan renungan suci ditutup dengan penghormatan terakhir untuk arwah para pahlawan dan dilanjutkan meletakkan karangan bunga.(hen/db).

 

 

Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Syahrial dan Gubernur Arinal Djunaidi serta Pamen Yonif 143/TWEJ, menyambut kepulangan 450 personel TNI dari Perbatasan RI-PNG (foto: hmsprv)

Hankam

(17:40:34) DBFMinfo, Bandarlampung : Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Syahrial dan Perwira Menengah (Pamen) Batalyon Infantri (Yonif)143/Tri Wira Eka Jaya menyambut kepulangan 450 personel TNI dari Yonif 143/TWEJ, menggunakan KRI Tanjung Kambani 971, dalam upacara penyambutan di Dermaga IV Pelindo II Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, yang juga dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.IP, M.Hum, dalam amanat tertulis mengatakan, selaku Pangdam II/SWJ dan atas nama seluruh keluarga besar Kodam II/SWJ, mengucapkan selamat datang kepada Satgas pengamanan perbatasan Yonif 143/TWEJ dari daerah penugasan pengamanan perbatasan darat sektor Selatan RI-Papua New Gini (PNG) ke Home base.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan pelaksanaan tugas dalam menjaga integritas dan keutuhan wilayah Perbatasan NKRI." ucap pangdam seperti dibacakan Brigjend TNI Syahrial, Sabtu (10/08/2019).
Dikatakan Kasdam, Prajurit Satgas pengamanan perbatasan RI-PNG yang saya banggakan, selama lebih kurang 12 bulan kalian telah melaksanakan tugas pengamanan perbatasan dan disadari bahwa melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan bukan tugas yang ringan namun sangatlah mulia dan strategis.
"Karena wilayah perbatasan merupakan beranda depan NKRI yang bernilai strategis bagi kedaulatan bangsa dan Negara, tugas pengamanan di wilayah perbatasan RI-PNG yang memiliki tingkat kerawanan dan risiko yang tinggi terutama aktivitas berbagai kegiatan ilegal seperti permasalahan lintas batas human trafficking dan tindakan kriminalitas penyelundupan narkoba dan kelompok separatis bersenjata yang ingin memisahkan diri dari NKRI" terang Kasdam.
Keberhasilan yang telah dicapai di daerah penugasan, tegas Kasdam, tentu menjadi bekal dan pengalaman yang sangat berharga dalam menyongsong tugas-tugas kedepan yang semakin berat dan penuh dinamika.
Oleh sebab itu, lanjutnya,  perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas yang telah dilakukan, sebagai bahan penyempurnaan dalam peningkatan kualitas pembinaan satuan, sehingga kredibilitas dan reputasi Satuan yonif 143/TWEJ tetap terjaga dan terpelihara bahkan dapat lebih ditingkatkan. (hmsprv).

DBFMinfo (Bandarlampung) : Peningkatan kualitas lingkungan hidup di Provinsi Lampung akan dipercepat dengan memperkuat regulasi guna mengatasi isu lingkungan di Provinsi Lampung, salah satunya mengenai pengelolaan sampah.

Kabag Humas & Komunikasi Publik Biro Humas dan Protokol Setprov Lampung Heriyansyah mengatakan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung Irwan Sihar Marpaung saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung, pada Upacara Mingguan Pemprov Lampung, Senin pagi di Lapangan Korpri mengatakan, Lebih dari 7.200 ton sampah/hari dihasilkan penduduk Lampung yang mencapai 9 juta jiwa.

"Sampah di Lampung paling tidak 7.200 ton per hari, 3,5 % dibuang ke sungai yang dipastikan akan bermuara ke laut" terang Irwan Sihar Marpaung, Senin (22/7/2019).

Guna mengatasi hal tersebut, lanjut Irwan SM, saat ini Pemerintah Provinsi Lampung sedang menyusun naskah akademik dan Rencana Peraturan Daerah (raperda) mengenai pengelolaan sampah.

"Raperda ini menjadi point penting agar permasalahan sampah seperti di wilayah Pesisir Teluk Lampung dapat terselesaikan" Kata Irwan SM lagi.

Ia mengatakan, selain menyusun raperda pengelolaan sampah, Pemprov Lampung juga sedang menyusun studi pendahuluan pembangunan TPA sampah regional dan membentuk Pokja pengelolaan sampah regional. Selain itu, Pemprov Lampung juga akan bekerjasama dengan perguruan tinggi dan para ahli dalam rencana penanganan dan pengelolaan sampah Teluk Lampung.

"Untuk itu diperlukan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah guna menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tidak bersifat kewilayahan administratif melainkan berbasis ekosistem” ujarnya. (hmsprv).

DBFMRadio.id : Jakarta, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) merupakan institusi yang bergerak dalam kajian dan penelitian mengenai Jaminan Sosial, termasuk menangani isu Ekonomi dan Kesehatan, melalui riset, diskusi, dan pelatihan.

Media Officer PKJS-UI Shella mengatakan, PKJS -UI telah melakukan penelitian yang berjudul "Gejala Sakit, Produktivitas, dan Utilisasi Kesehatan pada Pengguna Rokok Elektronik & Konvensional (Dual User) di Indonesia". Hasil penelitian ini, akan diseminarkan secara webinar, Kamis, 6 Agustus 2020, melalui aplikasi zoom meeting.

"Dengan berakhirnya penelitian tersebut, kami akan mengadakan kegiatan Webinar Diseminasi Hasil Penelitian dalam bentuk diskusi online melalui Aplikasi Zoom Meeting, pada kamis, 6 Agustus 2020" kata Shella, Senin (3/8/2020).

Webinar ini, lanjut dia, selain sebagai informasi juga untuk rekomendasi dan diharapkan ada umpan balik, terhadap dampak perilaku konsumsi rokok electronik dan konvensional.

"Kami berharap dapat memberikan informasi, rekomendasi, dan mendapatkan umpan balik terhadap dampak perilaku konsumsi rokok elektronik dan konvensional untuk memperkuat kebijakan publik ke depannya" tukasnya.

Diketahui, Webinar yang dimoderatori Rohani Budi Prihatin dari Pusat Penelitian Badan Keahlian Dewan - DPR RI ini, akan menampilkan narasumber Tim Penelitian PKJS - UI Faizal Rahmanto Moeis, dengan 5 penanggap, masing masing Riskiyana Sukandhi Putra, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyatakat PPN & Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Rama Prima Syahti Fauzi, Kepala Bidang Penyakit Tidak menular, Kemenko PMK RI, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Kemenkeu, Pande Putu Oka Kusumawardani dan Nirwala Dwi Heryanto Dlrektur Tehnis dan Fasilitad Beacukai Dirjen BCBJ Kemenkeu.(db-rill-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta, Sebagai komitmen untuk memberikan Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/ UHC), pemerintah Indonesia telah melakukan reformasi layanan kesehatan dengan meluncurkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014.

Berdasarkan data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan), kepesertaan JKN telah mencapai 224,1 juta atau 83 persen dari total populasi Indonesia. Jumlah ini masih di bawah target pemerintah yaitu cakupan 100 persen pada tahun 2019.

Untuk itulah, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) bersama dengan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia (PKEKK-UI), University of New South Wales (UNSW) Sydney, dan The London School of Hygiene & Tropical Medicine (LSHTM) melakukan studi Pembiayaan Kesehatan yang Bermanfaat bagi Kaum Miskin: Evaluasi Ekuitas Pembiayaan dalam Sistem Kesehatan di Indonesia.

Dengan berakhirnya rangkaian studi tersebut, PKJS -UI melakukan Diseminasi Hasil Penelitian dalam bentuk diskusi Webinar,Kamis, 16 Juli 2020.

Menurut Ketua Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) UI, Aryana Satriya, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mberikan informasi dan umpan balik tentang ekuitas pembiayaan sistem kesekatan Indinesia.

"Kami berharap dapat memberikan informasi, rekomendasi dan mendapatkan umpan balik terhadap topik evaluasi ekuitas pembiayaan dalam sistem kesehatan Indonesia" katanya Kamis (16/7/2020).

Sebagai lembaga penelitian yang berpartisipasi dalam memajukan perlindungan sosial di Indonesia, lanjut dia, PKJS -UI menyadari bahwa kemajuan terhadap pencapaian UHC perlu dievaluasi untuk mengidentifikasikan bidang-bidang yang perlu ditingkatkan.

"Diseminasi hasil penelitian ini akan memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan utama lainnya untuk mengembangkan kebijakan strategis dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas program jaminan kesehatan nasional" terus Aryana Satria.

Sementara dalam paparannya, Staf Ahli Mentri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, dalam kurun waktu 2014 -Mei 2020, pemerintah telah mrnggelontorkan bantuan untuk kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI), miskin dan tidak mampu sebesar Rp. 179,6 Trilyun.

Kemudian, Pemerintah juga telah mendukung untuk Pekerja Penerima Upah (PPU) untuk 17.7 juta jiwa dan subsidi iuran untuk Pekerha Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III kepada 3.3 juta jiwa.

"PPU telah diberikan kepada 17 juta 700 ribu jiwa, untuk PBPU yakni pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya, dan BP kelas 3 untuk 30.3 juta jiwa" terangnya lagi.

Kunta Wibawa juga merinci, dukungan prmerintah mengatasi defisit pada 2015-2018 memcapai Rp. 35.7 Trilyun. Sementara menggadapi pandemi Covid 19, pemerintah menambahkan Rp. 75 Trilyun.

"Sehingga total alokasi belanja kesehatan tahun 2020, mencapai Rp.214.1 Trlyun,meningkat 89.3% dari anggaran 2019, sebesar Rp.113.1 Trilyun" rincinya.

Sedangkan Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementrian Kesehatan Kalsum Komaryani menyatakan, secara umum, distribusi utilisasi atas manfaat JKN Iebih banyak pro-rich dan masyarakat miskin menerima Iebih sedikit manfaat, daripada kelompok sosial ekonomi tinggi. "Meskipun pemanfaatan di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Iebih pro miskin dan pemanfaatan di fasilitas kesehatan milik swasta Iebih pro kaya" tegas Kalsum Komaryani

Menurutnya, Pembiayaan indirect taxes, Social Health Insurance atau JKN dan Private Health Insurance mengalami regresif.

"Sebaliknya pembiayaan direct taxes, perusahaan dan OOP (Out-Of Packet) mengalami progresif. Karena, beban OOP yang tinggi pada pelayanan rawat inap termasuk pada mereka yang memiliki asuransi/jaminan kesehatan" terangnya lagi.

Dalam penyeienggaraan sistem kesehatan, lanjut dia, selalu ada porsi OOP, porsi idealnya tergadap total belanja kesehatan, sesuai benchmark WHO antara 15 - 20%

"Dari hasil monitoring, porsi OPP tinggi, menjadikan rumah tangga rentan jatuh miskin apabila sakit. Sehingga pendanaan pemerintah membantu menurunkan risiko kesehatan dan menurunkan hambatan finansial untuk akses kepada semua jenis layanan kesehatan" pungkasnya.(db/aap).

DBFMRadio.id - Kalianda, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto membuka Rembug Stunting dan Penandatanganan Komitmen Penanganan Stunting Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020 di Aula Rajabasa Setdakab Lampung Selatan, Selasa (30/06/2020).

Dalam sambutannya, H.Nanang Ermanto mengatakan, meski kondisi negara kita saat ini masih dalam masa pandemi Covid 19, termasuk di wilayah Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semua pihak bahu membahu dalam mencegah penyebaran virus di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Meskipun dalam kondisi Pandemi Covid 19, kata Bupati, pelayanan di semua sektor harus tetap berjalan untuk mempercepat pemulihan dan keberlangsungan hajat hidup masyarakat, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah dicananangkan oleh pemerintah.

"Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti atau berkurang, termasuk penanggulangan stunting harus tetap berjalan sebagai salah satu prioritas daerah dan nasional sebagaimana diperintahkan oleh Pemerintah Pusat. Kegiatan promotif dan preventif dalam penanganan stunting harus tetap digalakkan" jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto sebagai Duta Swasembada gizi mengajak semua pihak untuk bersama menyukseskan program swasembada gizi demi mengurangi jumlah Stunting yang ada di Lampung Selatan.

"Melalui kesempatan yang baik ini, saya sebagai Duta Swasembada Gizi yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, mengajak semua pihak untuk mensukseskan Program Swasembada Gizi yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi Stunting yang terjadi pada anak-anak kita di Lampung Selatan" Ujarnya.

Karena Masalah Stunting bukan hanya tanggung jawab Pemerintah untuk menyelesaikan, namun juga dibutuhkan peran serta masyarakat dalam membiasakan berperilaku Hidup Bersih dan Sehat serta perilaku gizi seimbang.

Dengan dilaksanakannya Rembug Stanting ini, diharapkan percepatan pencegahan dan penanggulang Stanting di Kabupaten Lampung Selatan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dengan indikator kesehatan masyarakat yang menetapkan 3 variable prevalensi gizi.

"Berdasarkan hasil riset kesehatan Dasar atau Riskesdas Kementerian Kesehatan tahun 2018 dalam pembangunan kesehatan masyarakat menetapkan bahwa variabel prevalensi balita gizi buruk ada tiga, prevalensi balita buruk dan sangat buruk, prevalensi balita sangat pendek dan pendek serta prevalensi balita sangat kurus dan kurus, merupakan tiga variable yang harus dikerjakan bersama" terang Winarni.

Oleh karena itu, lanjut Winarni, Kegiatan ini dapat mencapai tujuan utama dari pencanangan ini adalah membangun komitmen bersama para pemangku kepentingan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lampung Selatan.

Selanjutnya Winarni juga berharap, jika semua ini dilakukan dengan dukungan dan komitmen yang tinggi, maka stunting di Kabupaten Lampung Selatan bisa turun dan dicegah bersamasama.

"Oleh karena itu mari kita maksimalkan kader posyandu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik" tutup Winarni.(db:lmhr/aap). 

Advertisement