Top Stories

DBFMRadio : Kalianda - Sanggar Seni Bringin Jaya akan mengadakan reuni dalam rangka silaturahmi antar pengurus dan anggota yang berkecimpung di sanggar tersebut yang akan digelar pada tanggal 19 September 2020.

Untuk mengikuti acara reuni itu, dapat langsung menghubungi Contact Person pengurus Sanggar Bringin Jaya atau datang langsung ke Sekretariat Sanggar tersebut, yakni di Jln. Veteran No.1 B, Kalianda. Tepatnya di kompleks Rumah Wakil Bupati Lampung Selatan.

Hal itu di ungkapkan oleh Ketua Harian Sanggar Seni Bringin Jaya, Idkhomsyah, pada acara Bincang Santai di Studio DBFM Radio. Ia juga mengatakan bahwa, reuni tersebut nantinya akan diikuti oleh seluruh alumni atau seniman mulai dari tahun 1984 higga Tahun 2020.

"Alumni, seniman atau orang yang pernah bekerja di sanggar bringin jaya, selain yang masih aktif maupun tidak aktif lagi. Dari wacana kita, bermula dari ngobrol bersama kawan disini, enak juga ya kalau kita reuni," kata Idhom, Kamis (27/8/2020).

Pria yang dahulu fokus sebagai salah satu penari di sanggar Seni Bringin Jaya itu juga mengungkapkan, nantinya akan ada beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan. Mulai dari Bhakti Sosial, berkunjung ke Panti Asuhan dan juga Pentas Seni yang akan turut menghiasi kegiatan reuni tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa Sanggar Seni Bringin Jaya yang berdiri sejak Tahun 1984 itu, kini merupakan Sanggar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dengan ketua Umum, Ketua TP PKK Lampung Selatan, H. Winarni Nanang Ermanto.

"Sanggar bringin jaya itu, semua cabang seni ada, dari seni tari, teater, musik serta pertunjukan. Jadi kita mencakup semua elemen kesenian yang ada. Kalau saya dulu sebagai penari, karena dulu memang Sanggar tersebut fokus pada penarinya. Namun, seiring berkembangnya jaman, sekarang ada modelnya juga," jelanya lebih lanjut.

Sementara, Penasehat Kegitan Reuni Sanggar Seni Bringin Jaya, Jul Amir, megatakan bahwa kesiapan dari acara reuni itu sudah mencapai 80% selesai. dan akan diikuti oleh seluruh anggota yang berjumlah hampir 300 orang.

"Jadi sanggar ini merupakan sanggar yang besar, sehingga persiapan harus matang, hingga saat ini, setelah diadakan rembukan dan pembentukan panitia, sudah mencapai hampir 80%. dan anggotanya bisa sekitar 300 orang," jelasnya.

Selain itu, dalam kegitan itu juga nantinya akan mengulas kembali kegiatan pentas seni yang terkenang pada saat aktif di Sanggar Seni Bringin Jaya, baik berupa penampilan anggota, karya seni ataupun bazar hasil karya anggota tersebut.

Pada kesempatan itu, Zul Amir mengucapkan terimakasih kepada H. Winarni Nanang Ermanto atas dukungan yang telah diberikan, untuk terselenggaranya kegiatan itu, ia berharap nantinya seluruh anggota dapat berpartisipasi dalam acara reuni itu.

Meski diadakan ditengah pandemi, reuni tersebut nantinya akan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, saling menjaga jarak dan sering mencuci tangan. (db/ptm-aap).

dbfmradio.id (Kalianda) : Kecamatan Rajabasa diwilayah pesisir Lampung Selatan ada 16 desa dengan potensi desanya yang sangat beragam, seperti di desa Kunjir, kawasan pesisir rajabasa ini terkenal dengan potensi wisata bahari atau pantai, namun sejak bencana tsunami akhir tahun 2018 lalu, kawasan ini sempat lumpuh, terutama disektor ekonomi.

Dialog interaktif Warta Desa DBFM Radio LPPL Lampung Selatan, menghadirkan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang juga Kaur Perencanaan Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa,  Iyung, dengan topik Menata Kembali Desa Wisata Kunjir Pasca Tsunami.

Menurut Iyung, sebelum tsunami Wisata Bahari sangat potensial di desa Kunjir, yang ditunjang oleh wisata kuliner dan wahana bermain anak anak, disamping wana (hutan) wisata seperti air terjun dan sumber air panas.

"Sebetulnya (sebelum tsunami : red) potensinya banyak, di atas ada air terjun ada sumber air panas, waktu itu memang belum kita kembangkan karena memang dana desa tidak mendukung, karena banyaknya kebutuhan pembangunan infrastruktur" terang Iyung, Rabu (4/3/2020).

Sebelum dilanda Tsunami, terus Iyung, obyek wisata di Kunjir dikelola oleh Karang Taruna bersama Pokdarwis, berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan.

"Sebelum tsunami itu memang setiap dusun pemuda pemudanya itu mengelola pantai didusunnya masing2, mereka bersama dengan pokdarwis dan pokdarwislah lah yang yang melanjutkan koordinasi dengan pihak dinas pariwisata" terus Iyung lagi.

Kebetulan, lanjut Iyung, Pokdarwis di bawah naungan Dinas Pariwisata dan di SK kan Bupati, namun mengandalkan swadaya masyarakat, sehingga sulit sekali berkembang.

"soalnya kan kita harus mengandalkan swadaya masyarakat ya makanya sulit sekali berkembangnya tapi setelah mendekati tsunami di tahun 2017 mulai terlihat geliat kunjungan wisatawan, namun tahun 2018, diporak porandakan Tsunami" sesal Iyung.

Pasca tsunami, Iyung menambahkan, Pokdarwis Rajabasa mulai mempromosikan kembali wisata bahari, khususnya yang ada di Desa Kunjir.

"Kita mulai menggaungkan apa potensi yang ada di pulau mengkudu dan batu lapis, kita promosikan lewat media sodial dan alhamdulillah kebanyakan pengunjung yang mau ke sana itu (pulau mengkudu : red) transitnya di Kunjir" tukasnya.

Memang, untuk memulhkan geliat wisata di Kecamatan Rajabasa, perlu banyak keterlibatan masyarakat, perlu perahu nelayan yang telah diluluh lantakkan saat tsunami serta ibu ibu PKK yang membuka pusat kuliner di di di pulau mengkudu.

"Tidak hanya itu destinasi wisata alam sepanjang pesisir rajabasa itu pun rusak dan kini masih dalam proses pemulihan seperti yang ada di desa kunjir dan desa lain, di Kecamatan Rajabasa" Ujar Iyung mengakhiri. (db).

 

DBFMRadio, Kalianda :  Pantai Batu Rame merupakan salah satu dari sekian banyak tempat pariwisata pantai yang ada di Kalianda, Namun pantai ini lebih hangat di telinga masyarakat domestik dengan sebutan pantai ketang Pengunjung yang selalu ramai di kala sore tiba merupakan pemandangan yang tidak asing lagi, bahkan disana banyak pendagang yang menjajakan makanannya seperti bakso ikan, rujak, somay serta es doger yang ramai di serbu pengunjung.

Nama pantai ini, konon diambil dari deretan bebatuan yang tersusun indah dibibir pantai dan menjadi spot swafoto pengunjung,  tetapi ombak di pantai ini arusnya cukup besar sehingga sangat berbahaya untuk berenang.

Aktifitas di pantai ini pada sore hari tidak hanya dari pengunjung yang ingin menikmati sunset aja, namun banyak juga nelayan yang menjala serta memancing ikan. (db/lmhr).

DBFMRadio : Kalianda - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lampung Selatan akan dimulai paling cepat pada tanggal 1 Februari 2021, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Terkait Permohonan Pembelajaran Tatap Muka, di Aula Krakatau, Sekdakab Lampung Selatan, Selasa (29/12/2020).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan keputusan tersebut mengacu pada pertimbangan jumlah kasus positif Covid-19 di Lampung Selatan serta kesiapan sekolah untuk melaksanakan PTM.

"Waktu yang ada agar dimanfaatkan untuk lebih mempersiapkan lagi, kemudian simulasi juga penting, nanti gugus tugas akan turun (ke Lapangan ; red) terkait kesiapan di Sekolah," ujarnya.

Dimulainya PTM pada tanggal 1 Februari 2021 itu juga telah mempertimbangkan adanya suspek kasus Covid-19 akibat libur panjang semester, sehingga dapat meminimalisir terjadinya penyebaran kasus Covid-19 semakin meluas.

Selain itu, sebelum dimulainya PTM di Sekolah, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Lampung Selatan beserta instansi terkait akan kembali melakukan rapat terkait kondisi kesehatan masyarakat untuk menjalani PTM.

"Apa saja kendalanya, termasuk zona wilayah, jangan sampai tatap muka menjadi tertuduh naiknya Covid-19 padahal hasil dari liburan," kata Supriyanto.

Sementara, Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19, Kristi Endarwati, mengatakan kasus Covid-19 selama beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan, ditambah lagi dengan penuhnya ruang isolasi di Lampung Selatan.

Pertanggal 28 Desember 2020, jumlah kasus kematian konfirmasi positif dan probable di Lampung Selatan telah mencapai 25 kasus.

"Data ini merupakan data dinamis, ada beberapa data swab yang dari RS Swasta, karena data administrasinya belum ada dalam kementrian jadi data tidak masuk kesini, akan tetapi kita sudah informasikan kepada teman-teman puskes untuk melakukan tracing," jelasnya.

Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), lanjut Kristi, suatu wilayah dikatakan stabil apabila jumlah kasus positif Covid-19 harus kurang dari 5 persen sedangkan di Lampung Selatan mencapai 17 persen.

"Masih adanya virus Sars Cov 2 di tengah masyarakat, ditambah lagi dengan kurangnya kepatuhan masyarakat dari mulai usia muda hingga orang tua terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19," jelasnya lebih lanjut. (db/ptm-aap).

DBFMRadio : kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan masih mempertimbangkan, terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di bulan Januari 2021 pada masing-masing satuan sekolah.

Hal itu diungkapkan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lampung Selatan , Supriyanto, S.Sos, M.M., Senin (21/12/2020), pada Rapat permohonan rekomendasi pembelajaran tatap muka, di Aula krakatau, sekdakab setempat.

Supriyanto mengatakan keputusan mengenai izin pembelajaran tatap muka pada masing-masing satuan sekolah di Kabupaten Lampung selatan masih harus melewati berbagai tahapan.

"Terkait kesiapan pelaksanaan sekolah, yang terdapat beberapa poin, mulai dari kebersihan, pemakaian masker dan lain sebagainya, serta seperti apa kondisi kesehatan sekolah, sehingga kita tidak bisa putuskan hari ini," ujar Supriyanto.

Hal ini juga harus mempertimbangkan jumlah kenaikan kasus Covid-19 di Lampung selatan, sehingga pelaksanaan pembelajaran tatap muka nantinya tidak menjadi ruang untuk menambah jumlah suspek di bumi khagom mufakat ini.

Untuk itu, lanjut Supriyanto, secara khusus rapat mengenai rekomendasi pembelajaran tatap muka akan dilanjutkan pada tanggal 28 Desember 2020.

"Hasil daripada pengumpulan angket ini dibawa oleh para camat, nanti akan kita bahas kembali, terkait pelaksanaan pembelajaran, apakah tetap daring atau tatap muka," ujarnya lebih lanjut.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan, Thomas Amirico, mengatakan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4, pelaksanaan pembelajaran tatap muka telah dianjurkan pada Tahun ajaran 2021 mendatang.

"Dimungkinkan seluruh satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi juga tidak diwajibkan," ungkap Thomas.

Namun, kata Thomas, harus tetap mempertimbangkan kesiapan serta kondisi kesehatan hingga penerapan protokol kesehatan yang ketat, pada masing-masing daerah dan lingkungan sekolah.

Dengan ketentuan, diizinkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) serta masing-masing satuan pendidikan wajib memenuhi kriteria yang menjadi persyaratan dalam menjalani pembelajaran tatap muka.

"Yang pasti, syaratnya orang tua setuju untuk pembelajaran tatap muka, dengan memberikan angket kepada seluruh wali murid, dengan demikian baru pembelajaran tatap muka ini bisa kita lakukan di bulan Januari, " jelasnya.

"Kita sudah mencoba memberikan angket dari Natar hingga Bakauheni, dan ternyata persentasenya lebih dari 90 persen mengizinkan anaknya untuk tatap muka, tapi semua itu, kami juga harus melihat penebaran virus corona terlebih dahulu," jelasnya lebih lanjut. (db/ptm-aap).

DBFMRadio : kalianda - Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Khusus, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang tergabung dalam Tim Pari melakukan pemberdayaan terhadap para guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pulau Pari 01 Pagi, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Kegiatan itu merupakan salah satu program Pendidikan dan Kebudayaan (DirjenDikbud), yang berjuluk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), berskala nasional, serta dinaungi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, dan diselenggarakan oleh Universitas di Indonesia, Termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari itu, diselenggarakan oleh Tim Pari yang beranggotakan Nur Yuliati Andita, Fitri Amelia Hidayat, Citra Rahma Putri, dan Ellyn Apriyani, serta diikuti oleh 8 guru dari SD Negeri 01 Pari Pagi, dan beberapa media partner, salah satunya yakni DBFM Radio.

Diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting, salah satu anggota Tim Pari, Ellyn Apriyani menjelaskan bahwa kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka berbagi informasi kepada para guru yang terdapat di Sekolah tersebut, yang berkaitan dengan pelayanan guru terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang pada umumnya berkesulitan dalam proses pembelajaran.

"Mengenai pemberdayaan di tingkat SD guna memberikan sebuah pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus non permanen di Kepulauan Seribu tepatnya di Pulau Pari DKI Jakarta dalam bentuk sharing-sharing dengan para guru," jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Ellyn, pihaknya telah melakukan penelitian bersama Dosen Pendidikan Khusus, dengan terjun secara langsung ke lokasi,  bekerja sama dengan suku kedinasan kepulauan seribu dan pihak program studi pendidikan khusus, yang bertujuan untuk menemukan para guru SD yang telah menerapkan pendidikan inklusi, namun belum memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan pendidikan terhadap ABK.

Dalam pelaksanaannya, pemberdayaan yang dilakukan oleh Tim Pari yakni, berbagi informasi mengenai pendidikan terhadap ABK non permanen, berdasarkan pengalaman serta ilmu yang telah mereka dapatkan, penyesuaian Rencana Program Pembelajaran (RPP) untuk sekolah inklusi, serta bentuk pelayanan yang diberikan terhadap masing-masing ABK.

"Kami yang sebagai mahasiswa pendidikan khusus yang sudah dapat melakukan identifikasi dan penanganan kepada anak berkebutuhan khusus, untuk disalurkan kepada para tenaga pendidik di sekolah SDN 01 Pulau Pari," jelasnya.

"Seperti apa, mungkin ada masalah dan ini harus satu konsep dengan bagaimana ABK di pulau-pulau pari, yang kedua yaitu mengenai konsep inklusi. Kenapa konsep inklusi ini ditekankan diberikan karena sebelum kita mengenal anak berkebutuhan khusus tentu kita harus mengenal pendidikannya," jelasnya lebih lanjut.

Setelah dilakukannya pemberdayaan ini, kata Ellyn, para guru SDN Pulau Pari 01 Pagi mengalami kenaikan dalam proses pembelajaran, yakni sekitar 26% dari setiap program pembelajaran yang diberikan kepada anak didik.

Menurutnya, peran guru sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan memberikan pengetahuan kepada anak, terlebih untuk ABK, untuk itu, ia berharap agar seluruh lintas sektoral dapat terus bekerja sama dengan guru dalam bidang akademik.

Selain itu, dengan dilakukannya pemberdayaan ini, Ellyn berharap, agar para orang tua dan guru dapat lebih memahami kondisi psikis anak serta bentuk pelayanan yang harus diberikan terhadap para ABK.

"Semoga dengan adanya pemberdayaan ini, bahkan dengan adanya informasi tentang pelatihan, yang tentunya tentang ABK dalam memberikan pelayanan, membuat kita berkaca, oh anak kita seperti ini, harus dikembangkan, bukan hanya di diamkan," ujarnya.

Ia juga berharap agar pemerintah lebih memperhatikan secara detail mengenai pendidikan ABK, bukan hanya mengenai fasilitas, namun juga Sumber Daya Pendidik untuk para ABK, yang dalam hal ini disebut dengan Guru Pembimbing Khusus (GPK).

Ellyn juga mengungkapkan bahhwa, setelah dilakukannya pemberdayaan ini, Timnya akan membentuk sebuah komunitas yang akan di berdayakan di Kepulauan Seribu, tepatnya Pulau Pari, untuk saling bahu membahu dalam memberikan pelayanan terhadap ABK, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. (db/ptm-aap).

(01:20:37) DBFMinfo, Kalianda : Komandan Kodim (Dandim) 0421 /Lamse| Letkol Kav Robinson Oktovianus Bessie  menjadi Inspektur Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci Dalam Rangka Peringatan HUT Ke 74 Kemerdekaan RI Tahun 2019, Jum'at tengah malamPukul 00.00 Wib di Taman Makam Pahlawan Kesuma Bangsa, Kalianda.
Nampak Dalam renungan suci tersebut Sekreraris Daerah Lampung Selatan Fredy SM bersama anggota forkopimda dan sejumah pejabat Pemkab Lamsel, serta anggota pramuka dengan hikmat melakukan renungan untuk mengingat dan mendo'akan para pahlawan yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Kepada info.dbfmradio.id Fredy SM mengatakan, apel kehormatan dan renungan di makam pahlawan Kesuma Bangsa ini, bertujuan untuk merenungkan diri mengenang para pahlawan yang telah gugur, agar dapat merasakan perjuangan mereka.
"kita merenung ya, inikan para pahlawan yang sudah gugur mendahului kita, dan ditengah malam kita ya ikut merasakan istilahnya ya, perjuangan mereka saat itu" terang Fredy SM, Sabtu (17/8/2019) dinihari.
Apel kehormatan dan renungan suci ditutup dengan penghormatan terakhir untuk arwah para pahlawan dan dilanjutkan meletakkan karangan bunga.(hen/db).

 

 

Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Syahrial dan Gubernur Arinal Djunaidi serta Pamen Yonif 143/TWEJ, menyambut kepulangan 450 personel TNI dari Perbatasan RI-PNG (foto: hmsprv)

Hankam

(17:40:34) DBFMinfo, Bandarlampung : Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Syahrial dan Perwira Menengah (Pamen) Batalyon Infantri (Yonif)143/Tri Wira Eka Jaya menyambut kepulangan 450 personel TNI dari Yonif 143/TWEJ, menggunakan KRI Tanjung Kambani 971, dalam upacara penyambutan di Dermaga IV Pelindo II Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, yang juga dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.IP, M.Hum, dalam amanat tertulis mengatakan, selaku Pangdam II/SWJ dan atas nama seluruh keluarga besar Kodam II/SWJ, mengucapkan selamat datang kepada Satgas pengamanan perbatasan Yonif 143/TWEJ dari daerah penugasan pengamanan perbatasan darat sektor Selatan RI-Papua New Gini (PNG) ke Home base.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan pelaksanaan tugas dalam menjaga integritas dan keutuhan wilayah Perbatasan NKRI." ucap pangdam seperti dibacakan Brigjend TNI Syahrial, Sabtu (10/08/2019).
Dikatakan Kasdam, Prajurit Satgas pengamanan perbatasan RI-PNG yang saya banggakan, selama lebih kurang 12 bulan kalian telah melaksanakan tugas pengamanan perbatasan dan disadari bahwa melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan bukan tugas yang ringan namun sangatlah mulia dan strategis.
"Karena wilayah perbatasan merupakan beranda depan NKRI yang bernilai strategis bagi kedaulatan bangsa dan Negara, tugas pengamanan di wilayah perbatasan RI-PNG yang memiliki tingkat kerawanan dan risiko yang tinggi terutama aktivitas berbagai kegiatan ilegal seperti permasalahan lintas batas human trafficking dan tindakan kriminalitas penyelundupan narkoba dan kelompok separatis bersenjata yang ingin memisahkan diri dari NKRI" terang Kasdam.
Keberhasilan yang telah dicapai di daerah penugasan, tegas Kasdam, tentu menjadi bekal dan pengalaman yang sangat berharga dalam menyongsong tugas-tugas kedepan yang semakin berat dan penuh dinamika.
Oleh sebab itu, lanjutnya,  perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas yang telah dilakukan, sebagai bahan penyempurnaan dalam peningkatan kualitas pembinaan satuan, sehingga kredibilitas dan reputasi Satuan yonif 143/TWEJ tetap terjaga dan terpelihara bahkan dapat lebih ditingkatkan. (hmsprv).

DBFMinfo (Bandarlampung) : Peningkatan kualitas lingkungan hidup di Provinsi Lampung akan dipercepat dengan memperkuat regulasi guna mengatasi isu lingkungan di Provinsi Lampung, salah satunya mengenai pengelolaan sampah.

Kabag Humas & Komunikasi Publik Biro Humas dan Protokol Setprov Lampung Heriyansyah mengatakan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung Irwan Sihar Marpaung saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung, pada Upacara Mingguan Pemprov Lampung, Senin pagi di Lapangan Korpri mengatakan, Lebih dari 7.200 ton sampah/hari dihasilkan penduduk Lampung yang mencapai 9 juta jiwa.

"Sampah di Lampung paling tidak 7.200 ton per hari, 3,5 % dibuang ke sungai yang dipastikan akan bermuara ke laut" terang Irwan Sihar Marpaung, Senin (22/7/2019).

Guna mengatasi hal tersebut, lanjut Irwan SM, saat ini Pemerintah Provinsi Lampung sedang menyusun naskah akademik dan Rencana Peraturan Daerah (raperda) mengenai pengelolaan sampah.

"Raperda ini menjadi point penting agar permasalahan sampah seperti di wilayah Pesisir Teluk Lampung dapat terselesaikan" Kata Irwan SM lagi.

Ia mengatakan, selain menyusun raperda pengelolaan sampah, Pemprov Lampung juga sedang menyusun studi pendahuluan pembangunan TPA sampah regional dan membentuk Pokja pengelolaan sampah regional. Selain itu, Pemprov Lampung juga akan bekerjasama dengan perguruan tinggi dan para ahli dalam rencana penanganan dan pengelolaan sampah Teluk Lampung.

"Untuk itu diperlukan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah guna menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tidak bersifat kewilayahan administratif melainkan berbasis ekosistem” ujarnya. (hmsprv).

DBFMRadio.id : Jakarta - Untuk meringankan beban keluarga yang terdampak pandemi Covid-19, tahun ini pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dalam empat tahap melalui bank pemerintah, kemudian program sembako dari Januari - Desember 2021 nilainya Rp.200.000 per bulan, selanjutnya Bantuan Sosial Tunai (BST) diberikan selama 4 bulan Januari - April nilainya Rp.300.000/bulan/KK.

“Kalau yang untuk beli sembako ya beli sembako, jangan ada yang digunakan untuk beli rokok. Hati-hati nih yang bapak-bapak terutama. Jangan dipakai untuk beli rokok, belikan sembako sehingga bisa mengurangi beban keluarga di saat masa pandemi ini.” pesanan presiden Joko Widodo pada Peluncuran Bantuan Tunai se-Indonesia tahun 2021, belum lama ini.

Pada peluncuran bantuan sosial tersebut, Menteri Sosial, Tri Rismaharini juga berpesan kepada penerima agar tidak menggunakan bantuan sosial tunai untuk membeli rokok.

Menanggapi pesan presiden, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) mendukung demi peningkatan kualitas manusia, jangan sampai justru dimanfaatkan untuk beli rokok sehingga mengancam balik peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua PKJS-UI Aryana Satrya, M.M, Ph.D, dalam keterangan tertulis kepada dbfmradio.id mengatakan, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 melaporkan bahwa jumlah perokok aktif usia 15 tahun ke atas mencapai 33,8 persen dari populasi Indonesia.

"Selain itu, prevalensi perokok di kalangan remaja 10-18 tahun mengalami peningkatan dari 7,2% pada 2013 menjadi 9,1% pada 2018." katanya, Jum'at (8/1/2021).

Lebih lanjut, Aryana Satrya, mengatakan, data Susenas 2016 dan 2017 menunjukkan prevalensi merokok kelompok berpendapatan rendah meningkat lebih cepat dibandingkan dengan pendapatan yang lebih tinggi.

"Perilaku merokok pada keluarga Indonesia yang tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam pencapaian sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan negeri kita." katanya lagi.

Secara konseptual, bantuan sosial (bansos) akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sehingga kebutuhan sehari-hari dapat lebih tercukupi. Namun, peningkatan konsumsi tersebut tidak terkecuali untuk barang non-essensial seperti rokok.

Tambahan pendapatan dari bantuan sosial dapat digunakan untuk membiayai konsumsi rokok. Hal ini dibuktikan dengan studi PKJS-UI yang menunjukkan penerima bantuan sosial berkorelasi positif dengan perilaku merokok, dengan efek tertinggi terjadi pada penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

"PKH yang didistribusikan secara tunai meningkatkan pendapatan rumah tangga secara langsung sehingga rumah tangga dapat menggunakannya untuk membeli rokok." lanjut ke dia.

Pada bagian lain, Aryana Satrya, menjelaskan, Penerima bansos memiliki kecenderungan merokok lebih tinggi jika dibandingkan dengan bukan penerima bansos. Penerima PKH memiliki peluang 11 persen poin lebih tinggi untuk merokok dibandingkan bukan penerima PKH.

Pola ini konsisten untuk masing- masing kategori bantuan sosial, kelompok pendapatan, dan data Susenas 2016. Data panel Indonesian Family Life Survey (IFLS) menunjukkan bahwa penerima bansos memiliki peluang lebih besar menjadi perokok jika dibandingkan bukan penerima bansos.

"Sementara Penerima PKH memiliki pengeluaran rokok Rp3.660/kapita per minggu dan 3,5 batang/kapita per minggu lebih tinggi jika dibandingkan dengan bukan penerima PKH." rinci dia.(db-setneg-rell).

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Kasus Positif Covid19 di Lampung Selatan Semakin meningkat, karena hampir setiap hari ada permintaan rujukan kasus Covid-19 dari berbagai puskesmas di seluruh kecamatan di Lampung Selatan. Sehingga, ruang Isolasi di rumah sakit rujukan tidak dapat menampung lagi.

Hal ini disampaikan Jubir Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan Kristi Endarwati pada rapat pembahasan tentang permohonan rekomendasi pembelajaran tatap muka dan antisipasi penyebaran covid-19 pada libur natal dan tahun baru 2020 di Aula Krakatau Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (21/12/2020).

Kristi mengungkapkan total kasus sampai tanggal 20 Desember 2020 ada 318 pasien

" Ada 318 pasien, meninggal 14 pasien, suspek atau probable meninggal 57 pasien" ungkapnya.

Kristi Endarwati menambahkan peningkatan kasus dari bulan Oktober sampai Desember 2020 sangat tinggi, seperti contoh kasus di Minggu ke 49 dalam satu Minggu ada 22 kasus, Minggu ke 50 ada 30 kasus.

"Minggu ke 51 tertanggal 14 sampai 20 Desember 2020 dalam satu Minggu mencapai 56 kasus dan hampir semua kasus yang saat ini ada di dasari dengan gejala" ujarnya.

Kristi juga menjelaskan kapasitas tempat tidur ruang isolasi dirumah sakit bandar Lampung maupun di Lampung Selatan semuanya sudah penuh.

"Setiap harinya puskesmas minta tolong untuk dicarikan tempat tidur untuk ruang isolasi karena mereka mau merujuk" tegasnya.

Dan setiap hari juga ada laporan meninggal dari kasus Covid-19 baik dari Kasus terkonfirmasi ataupun Suspek.

Mengakhiri laporannya Kristi mengatakan positif rapid di Lampung Selatan ada 38%, yang seharusnya dengan jumlah penduduk 1 juta jiwa harusnya pihak pemerintah melakukan test pcr setiap minggunya sebanyak 1000 test namun karena keterbatasan hal tersebut belum bisa di lakukan dan hal ini berarti Kasus covid-19 di Lampung Selatan belum terkendali secara maksimal.( db/lmhr-aap)

DBFMRadio : Kalianda - Pemakaman jenazah Covid-19 kerap menimbulkan perdebatan, pasalnya banyak masyarakat yang sering mempertanyakan mengenai prosedur pemakaman korban.

Mulai dari pemandian jenazah, pengkafanan, bahkan mengenai ketentuan pemakaman sesuai syariat agama masing-masing jenazah Covid-19.

Kepala Instalasi Forensik dan Pulasara Jenazah RSUD Bob Bazar, dr. C. Andriyani, Sp. Fm. M.H. Kes, pada Dialog publik DBFM Radio, Kamis (10/12/2020), mengatakan pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Lampung Selatan dilakukan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan virus korona, sesuai dengan ketentuan pemerintah.

"Yang pasti sih, pemakaman sesuai dengan protokol Covid-19 dan sesuai dengan aturan agama masing-masing, yang perlu digaris bawahi adalah kami tidak sendiri dan mengajak salah satu anggota keluarga dengan APD level tiga," ungkapnya.

Setelah jenazah dimakamkan, petugas Covid-19 RSUD Bob Bazar juga akan melakukan tes swab kepada salah satu anggota keluarga korban, sehingga tidak ada kecurigaan masyarakat terhadap keluarga tersebut.

"Keluarganya pun akan kami tes swab, salah satu anggota keluarga akan kami ambil, dalam arti disini kami tetap memikirkan agar tidak ada omongan mengcovidkan," ujarnya.

Selain itu, Pemerintah kabupaten Lampung Selatan juga menyiapkan pemakaman khusus bagi jenazah Covid-19, yang mendapatkan penolakan dari masyarakat tempat tinggal semula.

Pada dialog publik yang diselenggarakan di studio DBFM, Andriyani juga menjelaskan, pemakaman tersebut juga dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang telah melalui tahapan pelatihan oleh tim kesehatan.

"Kami (Tim RSUD Bob Bazar ; red) meminta bantuan dari Tim Satpol PP, untuk kami latih secara penanganan untuk ke pemakaman, sudah berjalan dan mereka juga memberikan masukan dan berita kepada kami, mereka bahkan sudah mengambil jenazah tersebut dari Lampung tengah untuk dimakamkan di Lampung Selatan, tapi warga Lampung Selatan," jelasnya. (db/ptm-aap).

Advertisement