DBFMRadio.id : Kalianda - Kepala Pemasaran Perumahan Intan Permai Yudha Vanani menjadi narasumber pada Program Dialog  RUSI  (Ruang Promosi) di Radio Dimensi Baru FM 93.0  LPPL Lampung Selatan,  dengan topik Rumah Impian di Lampung Selatan, dipandu host Henita, di Studio DBFM Radio, Kamis (07/10/2021).

Pada kesempatan itu, Yudha Vanani mengatakan, Perumahan Intan Permai ditujukan untuk semua kalangan tetapi dalam rangka mendukung program pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, PT. Dwi Putra Sentosa mempunyai program khusus untuk ASN.

"Untuk yang honorer daerah 2 tahun pun, itu bisa ambil ditempat kita dengan subsidi khusus dari kita. Perumahan Inta Permai terletak di Jl. Stadion Jati Rukun dekat GOR Way Handak sekitar 1 km", jelasnya

Dari yang umum uang muka yang harus dibayar 8 juta tetapi khusus para ASN dan Honorer daerah Lampung Selatan setor booking fee 500ribu dan DP 2,5 juta. Total 3 juta sudah memiliki hunian Intan Permai.

"Akses jalan Perumahan Intan Permai dengan 2 jalur, masing-masing jalur 6 meter. Kemudian, untuk semua bangunan sesuai dengan standar nasional dengan spesifikasi pondasi, dinding, lantai, kusen jendela, pintu, kaca polos, atap baja ringan, plafon gypsum, keramik dan closed jongkok dengan type bangunan 36/98", jelas Yudha

Adapun persyaratan KPR yang harus dilengkapi untuk mendapatkan hunian Intan Permai yakni KTP Suami&Istri, Kartu Keluarga, Surat Nikah, NPWP, Pas Foto Suami&Istri, surat keterangan masa kerja/SK, slip gaji, rekening koran dan surat keterangan belum memiliki rumah.

"Harga jual kami tawarkan  berkisar Rp. 150.5 juta, dengan  uang muka untuk umum Rp.8 juta, uang muka subsidi untuk  ASN Rp. 3 juta, angsuran dengan tenor 10 tahun Rp. 1.537.00/bulan, tenor 15 tahun dengan angsuran Rp. 1.144.000/bulan dan  tenor  20 tahun angsuran Rp. 952.00/bulan."rinci Yudha.

Untuk diketahui, Total bangunan Perumahan Intan Permai yang sudah terjual sekitar 68 unit. Kemudian, unit yang raedy sekitar 10 unit dan akan melanjutkan pembangunan kembali sampai akhir tahun sekitar 30 unit dengan fasilitas Mushola dan taman perumahan.(db-bngpsp-aap).

DBFMRadio : Kalianda - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Lampung Selatan merupakan organisasi independen yang bergerak pada sektor ekonomi, dengan tiga unsur keanggotaan, seperti BUMN, BUMD, BUMS dan Koperasi.

Ketua Kadin Kabupaten Lampung Selatan, Budiman Dabo, pada acara dialog interaktif yang dipandu oleh presenter Melinda, di Studio DBFM Radio, menjelaskan bahwa kadin dapat menjadi salah satu organisasi yang dapat memajukan perekonomian pada masa pandemi, Selasa (22/9/2020).

Sesuai dengan tugas Kadin, yakni memfasilitasi pengusaha dalam permasalahan sumber daya, melaksanakan komunikasi, konsultasi dengan pemerintah, serta mewakili para pengusaha dalam berbagai forum.

"Sesuai dengan wewenang Kadin, memfasilitasi pengusaha, melaksanakan komunikasi, konsultasi, advokasi dengan pemerintah maupun pengusaha asing yang berkaitan dengan bidang usaha mewakili para pelaku usaha dalam forum kebijakan ekonomi," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, mengenai peran yang telah dilakukan oleh Kadin, pada masa pandemi Corona Virus Disease (COVID)-19, yang telah melanda Indonesia sejak beberapa bulan lalu, yakni memberikan motivasi dan inovasi usaha, pelatihan melaui webinar, serta modal.

"Pemfasilitasan motivasi dan inovasi usaha, pelatihan mental, itu perlu bagi pengusaha, pelatihan dengan sering mengadakan seminar, webinar ya karena pandemi, dan juga modal," jelasnya lebih lanjut.

Dengan mendukung para pelaku usaha, terutama UMKM, lanjut Dabo, dapat membantu dalam perluasan peluang usaha, sehingga dapat membantu tingkat perekonomian daerah, bahkan dapat menjadi jaring pengaman disaat situasi pandemi ini.

"Perluasan kesempatan kerja, gak perlu pergi ke seberang (Jakarta dan sekitarnya ; Red), karena kadang-kadang di tetangga saja sudah ada atau di Kampung sebelah juga banyak," ungkapnya. (db/ptm-aap).

DBFMRadio, Kalianda : Ditengah masa Pandemi COVID-19 pada Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Lampung Selatan imbau masyarakat untuk melaporkan oknum yang melakukan penimbunan bahan pangan.

Hadir sebagai narasumber pada Dialog Publik di DBFM Radio, Sekretaris Disdagprin Lampung Selatan, Ir. Isnaini Yeti, MM. Menjelaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat, tentang adanya penimbunan barang oleh oknum-oknum tertentu.

Penindakan tersebut akan dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) pangan Lampung Selatan, hal ini dilakukan agar tidak ada lagi oknum yang melakukan penimbunan tersebut, guna kepentingan pribadi, dan menyebabkan terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga bahan pangan.

"Jika masyarakat ada yang tahu, terdapat penimbunan bahan pangan, segera laporkan kepada kami (disdagprin) atau ke Radio DBFM, akan kami tindaklanjuti oknum tersebut, bersama satgas pangan," jelas Isnaini Yeti.

Selain itu, Isnaini Yeti mengungkapkan pihaknya terus memantau perkembangan ketersediaan dan harga barang di pasar, melalui laporan dari 6 Unit Pelaksana Teknis (UPT), yang tersebar di Wayah Kabupaten Lampung Selatan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ada kelangkaan atau lonjakan harga barang.

Terkait dengan kebijakan harga barang, Disdagprin berpedoman pada Peraturan Mentri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 Tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras dan Peraturan Mentri Perdagangan Nonor 7 Tahun 2020 Tentang Harga Acuan Pembelian Di Tingkat Petani Dan Harga Acuan Penjualan Di Tingkat Konsumen.

"Kami selalu melakukan pemantauan ketersediaan dan harga barang di pasar, melalui UPT, terdapat 6 UPT di Lampung Selatan, untuk laporan harga barang dikirim setiap hari dan untuk ketersediaan barang dilaporkan seminggu sekali," ungkapnya.

Pada Dialog Publik yang dipandu oleh Henita Yahya, Isnaini Yuneti juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan khawatir akan kekurangan bahan pangan, sebab pihaknya menjamin ketersediaan bahan pangan aman dan tidak ada lonjakan harga bahan pangan. (db/ptm-aap).

(DBFMRadio.id) - Kalianda : Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan menjamin stok logistik di tengah pandemi covid-19 ini aman, pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sudah menambah stok beras di gudang Bulog saat ini 316 ton.

Hadir sebagai narasumber di Dbfmradio Senin (27/04/2020) Ir.Yansen Mulia,MP selaku Kepala dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan menuturkan bahwa stok pangan di Lampung Selatan mengalami Surplus Plus atau Sangat berkelebihan terutama bahan pokok beras karena sedang masa panen dan dalam beberapa bulan kedepan akan ada panen raya.

"Untuk harga beras masih normal mau itu beras medium maupun premium, dan ketersediaan untuk 3 bulan kedepan masih aman ada 1200 ton beras di gudang Bulog untuk cadangan pangan" jelasnya.

Saat ini ada beberapa bahan pokok yang menjadi kekhawatiran stoknya menipis salah satunya gula pasir yang saat ini memang langka serta mengalami lonjakan harga. Dan ada juga bawang merah dan bawang putih karena, menurut Yansen Mulia memang Indonesia sendiri tidak memproduksinya tetapi sampai nanti idul Fitri harga dari ke 3 komoditi tersebut masih bisa di kendalikan harganya.

Kendala yang di hadapi saat ini untuk stok gula pasir yang mengalami kelangkaan di gudang Bulog, lanjut Yansen, seharusnya sudah di impor dari beberapa bulan yang lalu tapi tidak ada pengiriman, lalu gula pasir yang sekarang beredar dengan harga mahal adalah distribusi dari perusahaan- perusahan gula.

"Harga dari gula pasir yang beredar di pasaran tersebut yang menentukan adalah pihak perusahaan gula dan dari toko tempat menjual hinggal harga bisa mencapai 17-19. ribu rupiah" ujarnya

Sedangkan beras yang distribusikan dari bulog harganya memang sudah di batasi yaitu sekitar 12.200 - 12.300 dan pihak toko pun tidak boleh menjual beras tersebut dengan harga lebih dari 12.300.

Sementara Dinas Ketahanan Pangan bersama Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Badan Urusan Logistik (Bulog) Lampung Selatan sendiri memiliki program untuk meringankan masyarakat yaitu menjual bahan pokok dengan harga murah.

"Beras premium yang di jual perkilo berkisar 8.800 ribu/kg dan di kemas dalam kemasan 5kg Sehingga menjadi 44 ribu, Gula Pasir 12.500ribu/Kg, serta minyak goreng dan terigu" terangnya

Kansilog juga membantu Bulog dalam mendistribusikan bahan pokok yang mereka punya dalam bentuk paketan bahan pokok dengan harga paling murah 50rb yang sudah berisikan gula, terigu dan minyak makan sehingga masyarakat juga mendapatkan keringanan dalam membeli bahan pokok.

Diakhir dialog, Yansen mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan bahan pokok terutama sebelas bahan pokok karenan stok yang di miliki mencukupi sampai 3 bulan kedepan serta harga dari bahan pokok tersebut masih terus di pantau dan masyarakat diharapkan tidak perlu melakukan menimbunan bahan pokok dan melakukan panic buying yang akan merugikan banyak pihak nantinya. (db/lmhr-aap)

More Articles ...

Page 1 of 5