Top Stories

Grid List

DBFMRadio : kalianda - Pandemi Covid-19 masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada ekonomi nasional, untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah tengah mengupayakan percepatan pengadaan vaksin, guna mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi di Indonesia.

Pada Webinar yang diselenggarakan KPCPEN melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Selatan, Rabu (25/11/2020), Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Burhanudin, mengatakan webinar itu diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengadaan vaksin di Indonesia khususnya Lampung Selatan.

Agar tidak terjadi kerancuan informasi yang diterima oleh masyarakat, kata burhanudin diperlukan keterpaduan komunikasi dari berbagai pihak untuk menyampaikan informasi yang benar mengenai pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia.

"Dibutuhkan komunikasi terpadu dan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat secara masif, aktual dan mudah dipahami," ungkap Burhanudin.

Burhanudin mengatakan, pemberian vaksin akan dilakukan pada bulan Desember 2020, dan akan diberikan kepada para tenaga kesehatan di Indonesia.

"Lebih dulu tenaga kesehatan, karena memiliki resiko yang lebih tinggi, dan akan dilakukan kegiatan imunisasi, yang bertujuan untuk pencegahan terhadap infeksi penyakit dan meningkatkan kekebalan imun kepada tibuh kita (yang menerima vaksin ; red)," ungkapnya lebih lanjut.

Dengan diselenggarakannya webinar ini, kata Burhanudin, diharapkan mampu membangun pemahaman dan partisipasi khalayak umum dalam mewujudkan kebangkitan ekonomi nasional.

Sementara, Kepala Diskominfo Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, mengatakan diperlukan adanya pengelolaan isu terhadap informasi yang berkembang dan beredar di masyarakat.

Hal ini dikarenakan, banyaknya konten atau infomasi hoax yang disebarkan oleh oknum tertentu, dengan memanfaatkan kecepatan teknologi informasi.

"Setiap harinya ada saja informasi yang bersifat hoax, dengan memanfaatkan kecepatan teknologi infomasi, sehingga ini dengan cepat membentuk opini publik," jelasnya.

Untuk itu, Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan dalam hal penyebarluasan informasi, menurut Sefri, harus dapat mengkomunikasikan kepada publik dengan narasi, metode dan media yang tepat terkait penanganan Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lampung Selatan dr. Diah Anjarini.M.Epid. mengatakan, dalam hal imunisasi, Peran Tenaga Kesehatan, Menjadi contoh bagi masyarakat untuk menjalani imunisasi

"Tenaga kesehatan berperan serta dalam melaksanakan imunisasi, juga memberi informasi yang benar sesuai dengan petunjuk kementerian kesehatan" terang dr. Diah.

Namun, apabila ada informasi yang diragukan, tenaga kesehatan akan merujuk ke pusat informasi yang bewenang dan dapat dipercaya.

Untuk prinsip dan rencana sekenario Suplay vaksin covid 19, terus dr. Diah, ada 3 tingkatan, pertama tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dan kelompok usia beresiko, karena ketersediaan vaksin sangat terbatas, yakni 1 - 10% populasi Nasional.

"Berlanjut pada tingkatan kedua, ketersediaan vaksin 11 - 20% dan tingkatkan ke 3 ketersediaan vaksin 20 - 50% dari populasi Nasional  terangnya lagi.(db-ptm-aap)

DBFMRadio.id : Kalianda- Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Lampung menggelar rapat kordinasi gugus tugas reforma agraria di Aula Rajabasa kantor bupati Lampung Selatan, Kamis 19/11/2020.

Pembentukan Tim ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 24 September 2018, bertugas menetapkan kebijakan dan rencana Reforma Agraria, melakukan koordinasi dan penyelesaian kendala dalam penyelenggaraan Reforma Agraria, dan melakukan pengawasan serta pelaporan pelaksanaan Reforma Agraria.

Kepala bidang penataan pertanahan dan Pemberdayaan Maria Irmina Dwi Sara Nominika A.Ptnh,S.H.M.M mengatakan Gugus Tugas Reforma Agraria Di pusat langsung di pimpin oleh Menko bidang perekonomian Airlangga Hartarto. Ditingkat provinsi di pimpin oleh gubernur, di kabupaten/kota di pimpin oleh Bupati/walikota.

"Reforma Agraria adalah penataan aset, untuk aset oleh BPN, dan untuk mengajak beberapa OPD dan stakeholder dengan jembatan tim gugus tugas reforma agraria yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat" ujarnya.

Ditempat yang sama Staf ahli Bupati bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Lampung Selatan Supriyanto, mewakili Pjs.bupati Lampung Selatan menyampaikan di Lampung Selatan sangat banyak permasalahan muncul menyangkut kepemilikan tanah dan sengketa lahan yang di terjadi di tengah masyarakat kita.

"Dengan reforma agraria ini diharapkan persoalan-persoalan tersebut diselesaikan dengan baik dan tidak merugikan pihak manapun terutama masyarakat Lampung Selatan " ungkap nya.

Melalui kegiatan legalisasi aset berupa program nasional (prona), Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) dan kegiatan Retribusi Tanah, sasaran tim gugus reforma agraria kabupaten Lampung Selatan adalah Desa Kalirejo kecamatan Palas yang merupakan tanah negara eks. Transmigrasi yang sudah di lakukan legalisasi aset oleh ATR/BPN dengan jumlah total sartipikat hak milik berdasarkan GEO KKP sejumlah 1629 bidang melalui kegiatan proyek pada tahun 2016 sampai tahun 2020.(db/lmhr-aap).

DBFMRadio : kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melaksanakan apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam di Lapangan Korpri, di Kalianda, Rabu (18/11/2020).

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Lampung Selatan, Sulpakar mengatakan, apel itu diselenggarakan sebagai bentuk kesiapsiagaan serta kewaspadaan Pemkab dalam menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Mengingat, saat ini sudah memasuki musim penghujan, ditambah menurut Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi fenomena alam La Nina pada bulan Oktober hingga Desember 2020.

"Selain intensitas hujan yang tinggi, kemunculan fenomena alam La Nina ini juga disertai dengan hembusan angin yang sangat kencang," jelas Sulpakar dalam amanatnya.

Oleh karena itu, Sulpakar meminta agar seluruh jajaran Pemkab, TNI, Polri dan Instansi terkait dapat meningkatkan persiapan guna menghadapi bencana alam maupun non alam yang kemungkinan dapat terjadi di Lampung Selatan.

Mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan maupun tata manajemen kebencanaan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana alam, namun demikian harus tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini situasi masih pandemi.

"Untuk meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya bencana alam, kita perlu melakukan persiapan. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Instansi terkait, untuk bersinergi dan bekerja sama dalam penanggulangan bencana alam," ujarnya. (db/ptm-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta - Dalam memastikan keamanan dan efektivitas vaksin, proses pembuatannya harus melalui proses penelitian hingga uji klinis yang panjang. Proses itu juga diawasi berbagai lembaga kompeten tingkat dunia.

Bahkan Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan pernyataan dan terus menerus menekankan bahwa dalam hal penyediaan vaksin COVID-19, harus dipastikan keamanannya dan efektivitasnya.

Keberadaan vaksin yang aman dan efektif sangat penting dan diharapkan oleh Latief Siregar, seorang penyintas COVID-19 yang dirundung ketakutan ketika divonis positif dan harus menjalani perawatan intensif.

Menurutnya, kehadiran vaksin menjadi hal yang vital karena belum ada obat untuk COVID-19.

Sementara, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana, mengatakan vaksin adalah cara paling efektif untuk menurunkan kesakitan, kematian dan juga kecacatan. Meskipun tingkat efektivitas vaksin berbeda satu dengan lainnya, namun satu hal yang pasti adalah, vaksin yang telah beredar pasti telah mendapatkan izin dari badan yang berwenang dan memenuhi syarat keamanan dan efektivitas.

Hal senada juga diungkapkan vaksinolog sekaligus spesialis penyakit dalam, dokter Dirga Sakti Rambe. Setiap vaksin punya efektivitas yang berbeda-beda.

Namun, vaksin tidak akan mendapat izin penggunaan atau peredaran jika efektivitasnya tidak memenuhi syarat dan standar WHO.

“Untuk vaksin COVID-19, WHO menetapkan minimal efektivitasnya 50%. Harapannya pasti nanti vaksin yang ada efektivitasnya bisa lebih tinggi dari angka yang ditetapkan WHO.” terangnya.

Dalam keterangan tertulis This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterima dbfmradio.id Rabu (25/11/2020), proses pembuatan setiap vaksin harus melewati proses penelitian hingga uji klinis yang panjang.

Namun karena kemajuan sains dan teknologi, prosesnya bisa jauh lebih cepat. Sekalipun lebih cepat, tidak ada kompromi dengan keamanan.

Prof. I Gusti Ngurah Mahardika, Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana, sekaligus anggota tim pengembangan vaksin Merah Putih menegaskan bahwa sekalipun proses penemuan vaksin harus dilakukan dengan cepat dan segera, keamanan vaksin adalah hal penting yang harus menjadi perhatian semua pihak.

“Selain juga jaminan akses vaksin yang murah, dan equitable untuk seluruh masyarakat. Proses regulasi harus cepat dan soal keamanan vaksin tidak ada kompromi sama sekali. Vaksin benar-benar harus aman sebelum digunakan,” tegasnya.

Sebagai penegasan keamanan, prosesnya pembuatannya juga diawasi oleh berbagai lembaga kompeten. Sebagai contoh, uji klinik vaksin COVID-19 di Bandung dengan standar sama seperti di negara lain, juga diawasi oleh badan pengawas, yaitu Badan POM, Data Safety Monitor Board (DSMB), dan Komite Etik FK Unpad. Betul-betul berlapis.

“Pengawasan ini penting dan perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas dari vaksin COVID-19 yang saat ini tengah dikembangkan oleh Bio Farma,” jelas Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional dari ITAGI.

Badan POM pun tidak main-main dan memiliki standar yang ketat dalam pemberian izin penggunaan vaksin. Mutu vaksin dijamin melalui evaluasi persyaratan mutu dan pemastian pembuatan vaksin sudah sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Setelah proses evaluasi tersebut dilalui dan vaksin dianggap memenuhi syarat dari aspek keamanan dan efektivitas, barulah Badan POM dapat memberikan perizinan penggunaan. Lebih lanjut dokter Dirga juga menegaskan bahwa berita-berita bahwa vaksin itu tidak efektif mengandung racun adalah informasi yang salah.

“Vaksin apapun termasuk vaksin COVID-19, saat digunakan luas oleh masyarakat itu harus sudah mendapat persetujuan dari badan POM. Jika ada vaksin yang sudah memperoleh izin untuk digunakan, itu sudah dipastikan aman dan efektif,” tutupnya. (db/kcppen-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini  sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, tahun ini HGN diperingati ditengah pandemi Covid 19.

Menurut Menteri pendidiakkan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, sistem pendidikan di mana saja di seluruh dunia terkena dampak langsung,  sekolah tatap muka sementara harus ditutup, Unesco pun mencatat,  lebih dari 90% atau 1,3 miliar populasi siswa Global harus belajar dari rumah.

"Hampir satu generasi di dunia terganggu pendidikan,  akibat pandemi pula,  jutaan pendidik dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran jarak jauh. Hal ini dilakukan,  agar dapat  menjaga diri dari terkena virus sekaligus memutus mata rantai penularan." ujar Nadiem Makarim pada upacara peringatan HGN Tahun 2020 di halaman Kantor Kemendikbud Senayan Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020).

Pada bagian lain sambutan yang disampaikan melalui video, Menteri yang akrab di sapa Mas Mentri ini mengakui, sebagai manusia biasa situasi sulit ini adalah membuat para guru dan murid merasa tidak nyaman dan tidak ada pilihan untuk menyerah hanya opsi untuk mengeluh.

"Namun apa boleh buat,  harus memilih, terus bangkit dan berjuang, hal ini  karena ada keyakinan bahwa kita tetap bisa mengupayakan keberlanjutan pembelajaran bagi murid yang kita cintai,  walau dengan segala keterbatasan.

Mas Menteri Nadiem,  dari awal telah berkomitmen dan sungguh-sungguh terus memperjuangkan para pendidik melalui berbagai kebijakan.

"Ada 9  kebijakan dan program Kementrian dimasa pandemi ini, diantaranya  bantuan kuota dan fleksibilitas penggunaan dana BOS,  pengalihan  afirmasi dan bos kinerja untuk bantuan covid 19 di sekolah negeri dan swasta, subsidi untuk guru dan tenaga kependidikan non PNS, kurikulum darurat, kesiapan program guru belajar, laman guru berbagi, Progam belajar dari rumah TVRI dan Webinar masa pandemi"rincinya.(db/kemendikbud-aap).

DBFMadio. id : Kalianda  - Salah satu target prioritas dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) adalah INDONESIA SEHAT, yaitu prioritas rakyat aman dari Covid-19 dan reformasi layanan kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lampung Selatan M. Sefri Masdian, S.Sos, pemerintah berencana untuk melaksanakan imunisasi Vaksin Covid-19 guna menekan Pandemi Covid-19 di Indonesia.

Melalui Webinar ini, akan diketahui kesiapan vaksin covid 19 untuk imunisasi massal di Lampung Selatan.

"Sejauh mana kesiapan Vaksin Covid-19 dan bagaimana tahapan imunisasi massal yang akan dilaksanakan di Indonesia dan pada saatnya nanti di Kabupaten Lampung Selatan" jelas Sefri, Selasa (24/11/2020).

Webinar dengan Tema : VAKSIN AMAN, MASYARAKAT SEHAT melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Tim KPCPEN Kemenkominfo RI pada Rabu, 25 November 2020, pukul 09.00 – 11.00 WIB.

Webinar yang akan menampilkan narasumber PjS. Bupati Lampung Selatan Drs. H. Sulpakar MM, Kadis Kominfo Lampung Selatan M. Sefri Masdian, S. Sos dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lampung Selatan dr. Diyah Anjarini. M. Epid ini, dimoderatori Aidil. A Pattikraton, Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Lamsel.

"Bagi yang berminat menjadi peserta Webinar ini, dapat mengakses Link Zoom Meeting : s.id/KominfoLampungSelatan dan Setiap peserta agar melakukan registrasi terlebih dahulu ke alamat : http://s.id/KominfoLampungSelatan untuk mendapatkan ID Meeting yang akan langsung dikirimkan ke alamat E-mail masing-masing peserta." terang Aidil. 

Peserta Webinar akan mendapatkan e-sertifikat dan berkesempatan memperoleh Doorprize dari Tim KPCPEN Kemenkominfo.(db-aap).

DBFMRadio.id : Jalarta – Khawatir, was-was, takut atau perasaan lain terpapar Covid 19, selalu muncul setiap saat, terutama setelah bepergian, bagi seorang dokter sekalipun. Begitu pula Twindy Rarasati.

Perasaan itu berkecamuk dihampir 9 bulan ini. Akhirnya kekhawatiran itupun menjadi kenyataan. Tanpa gejala demam, dokter muda ini langsung mengalami gejala sesak nafas.  Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dia dinyatakan positif COVID-19.

Sebagai petugas kesehatan, Rarasati faham betul, sepulang dari luar negeri, dirinya lebih beresiko terpapar dibanding lingkungannya. Oleh karenanya, Rarasati langsung menerapkan protokol kesehatan dirumahnya dengan memisahkan diri atau tepatnya mengisolasi.

“Sebagai petugas kesehatan, saya  sudah prepare, sehingga yang saya lakukan sebelum saya terkena (poaitif Covid 19) adalah mitigasi bencana terlebih dahulu. Saya dirumah menerapkan protokol kesehatan, jauh sebelum kita masuk fase new normal. Saya dengan orang tua punya ruangan terpisah untuk beraktifitas, dan untuk aktifitas makan sudah tidak bersama-sama lagi." demikian Twindy Rarasati berkisah ,pada Dialog Produktif dengan tema ‘Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11/2020).

Menurutnya, ada banyak sekali gejala yang dapat timbul ketika terinfeksi virus Corona. Karena itu penting untuk selalu memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh.

“Saya sempat dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan lanjut isolasi mandiri dua minggu lagi. Baru kemudian dinyatakan sembuh dan bisa kembali bekerja,” jelasnya.

Diceritakan Twindy, selama proses recovery, indera perasa dan penciuman pelan-pelan berangsur pulih setelah empat atau lima hari dia kehilangan dua kemampuan indra tersebut.

“Mengatur pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori, tinggi protein sebagai usaha meningkatkan imunitas,” ujarnya menjelaskan treatment yang dilakukan sepanjang proses pemulihan.

Dalam keterangan tertulis This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterima dbfmradio.id, Selasa (24//11/2020) Karena berprofesi sebagai dokter dan berada di garda terdepan, Twindy sadar bahwa risiko tertular lebih besar. Untuk mencegah risiko penularan, Twindy melakukan mitigasi terlebih dahulu.

“Saya sudah menerapkan protokol kesehatan di rumah. Ada ruangan terpisah dan sudah ada alurnya. Aktivitas makan juga tidak dapat dilakukan bersama untuk mengurangi risiko tertularnya anggota keluarga lainnya,” tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai penyintas, Twindy mengungkapkan bahwa protokol kesehatan harus sebaik-baiknya dilakukan.

“Tanggung jawab menjalankan protokol kesehatan ada di diri kita sendiri dan jangan lupa untuk terus update ilmu agar bisa tahu apa yang harus dilakukan. Bagi yang sekarang, terus berjuang melawan COVID-19 dan tetap semangat. Kita bisa bangkit dan overcome,” tutupnya.

Dinyatakan Sembuh, Satu Keluarga Bebas dari Covid 19 Assalamualaikum .

Mohon doanya untuk sahabat kita R*** D***. Dia terkena musibah tekena " covid positif ". Semoga beliau di sembuhkan. Saya berani share ini karna memang di anjurkan oleh beliau, agar supaya kawan2 termasuk saya waspada karna kita pernah bertatap muka pada acara pernikahan ananda **** (kerabat RD).

Ini saya sertakan wawancara R*** D***.,mohon di simak. Karna di wawancara itu diapun menyebutkan pertemuan dengan kita. Maaf bkn mendahului yg lain ,namunmendahulukan agar kita segera waspada. Sekali lagi kita doakan sahabat kita agar  sehat kembali aamiin yra.

Demikian Broadcast di sebuah group WA yang beredar di pertengahan Agustus lalu. Ya, Aparatur Sipil Negara di Dinas PPA Pemkot Bandar Lampung yang terpapar COVID-19 sudah dinyatakan sembuh, dua pekan setelahnya.

Alumni SMPP Bandarlampung ini telah dinyatakan selesai menjalani isolasi di salah satu rumah sakit swasta pada tanggal 29 Agustus 2020. Pada tanggal yang sama, anaknya juga dinyatakan sembuh, yang diisolasi di salah satu rumah sakit daerah. Kemudian, pada 30 Agustus 2020, suami RD yang juga terpapar COVID-19 dan sebelumnya diisolasi bersama anaknya, juga Pasien berinisial RD ini merupakan pasien nomor 333 di Provinsi Lampung. Dan setelah dilakukan tracking didapati anak dan suaminya juga terpapar COVID-19, yaitu pasien nomor 345 dan 346.

Pihak Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan juga telah melakukan tracking dan rapid test massal terhadap orang-orang yang diduga memiliki riwayat kontak erat dengan DR. Tercatat ada 260 ASN yang mengikuti rapid test, 50 orang diantaranya yang memiliki riwayat kontak erat. Berdasarkan hasil rapid test tersebut, semuanya dinyatakan non-reaktif. (db/medkcppen-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta, Kebiasaan baru yang sedang dijalankan sebagian besar masyarakat pada masa pandemi COVID-19, dapat berisiko jika tidak dibarengi dengan pola hidup yang sehat. Salah satunya duduk dan rebahan terlalu lama saat bekerja dari rumah (Work From Home).

Kebiasaan baru dalam bekerja di rumah ternyata juga bisa memicu berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jantung, paru-paru hingga penyumbatan pada pembuluh darah.

Seperti apa kata dr. Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network, dalam dialog produktif dengan tema “Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID-19” di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), duduk terus menerus, dan melihat laptop atau komputer membuat mata bisa capek. Begitu pula rapat yang dilakukan terus sampai malam, juga dapat menimbulkan stress. Apalagi jika kemudian mengakibatkan kurang tidur.

Alih alih mencapai kesepakatan, tensi bisa naik, lalu muncul penyakit pencernaan, penyakit lambung, karena mungkin makan juga tidak teratur.

Dalam keterangan tertulis This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterma dbfmradio.id Selasa (17/11/2020) dr. Vito Anggarino Damay juga menerangkan, malas bergerak juga dapat mengakibatkan obesitas, dan naiknya kolesterol. Namun berbagai risiko tersebut bisa dicegah dengan banyak bergerak.

Kuncinya adalah bagaimana kita bergerak. Kalau kita bergerak, maka imunitas bisa meningkat. Karena imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh ini lancar kalau sirkulasi lancar, maka pompa jantung kita baik.

Sementara Jubir Satgas COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dalam forum yang sama. dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemeriksaan kondisi kesehatan tubuh juga tetap perlu dilakukan secara rutin di masa pandemi ini. Jadi, kadang-kadang karena takut ketularan COVID-19, abai memeriksakan secara rutin ke rumah sakit, dan ini akan memperburuk kondisi kesehatan yang ada. Akhirnya penyakit-penyakit tidak menular lainnya bermunculan.

Memang, kita hingga saat ini masih diselimuti rasa khawatir yang terus menghantui akan meledaknya jumlah pasien yang terjangkit Covid 19 atau Corona Virus Disieses 19.

Tentu saja Pemerintah sudah melakukan upaya terbaik dan semua komponen masyarakat juga mendukung upaya pencegahan agar tidak terlalu besar seperti negara - negara yang sudah kewalahan menghadapi gelombang serangan covid 19 yang cukup mematikan tersebut. Belum lagi banyaknya berita - berita yang cukup meresahkan masyarakat akhirnya rasa cemas pun selalu menghantui.

Work Form Home adalah salah satu kegiatan pencegahan mengurangi penularan Covid19, karena dengan ini maka interaksi antar pekerja akan berkurang sehingga hal ini dapat memutus rantai penularan Covid19, namun tentunya ada satu efek samping dari WFH yaitu kejenuhan dan hilangnya depresi akibat terlalu mengkhawatirkan penyebaran virus Corona, hal ini menyebabkan Stress dan Depresi yang membuat orang tidak bisa mengembangkan kreatifitasnya.

Bagi yang bekerja sesuai aturan pastinya mungkin bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan mudah, berbeda dengan orang yang bekerja dengan menggunakan kreatifitas nya seperti designer, pencipta lagu, seniman dan lain - lain. Pastinya stress menghambat kreatifitasnya dalam bekerja.(db-mdkcppen-ap)

DBFMRadio.id : Jakarta – Positif COVID-19 itu memang menyiksa dan berbahaya. Seorang Penyintas Covid 19 Latief Siregarr berkisah, saat dirinya akan diisolasi dirumah sakir, dokter sempat berkata ke istrinya agar menatap Latief agak lama, karena begitu masuk ruang isolasi, tidak akan dapat lagi menemuinya atau jangan jangan pertemuan ini adalah pertemuan terakhir.

“Saat saya akan dibawa ke rumah sakit, dokter berpesan agar istri saya melihat saya yang lama, karena nanti saya tidak bisa dijenguk. Dan bisa jadi ini perjumpaan yang terakhir,” kenang Latief Siregar. Seperti diikutip This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterima dbfmradio.id Minggu, (15/11/2020).

Pengalaman selama menjalani perawatan dan pemulihan dari COVID-19, dikatakan Siregar semacam near-death experiences, diambang kematian.

“Saya menyadari bahwa saya selama ini punya komorbid hipertensi. Jadi selama COVID, nafas saja susah. Saya harus cepat mengambil selang oksigen untuk bisa bernafas,” cerita Siregar dalam Webinar secara daring bertema “Tantangan Penyintas Beradaptasi & Lindungi Diri dengan Imunisasi” yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), belum lama ini`

Kurang lebih sembilan hari Latief Siregar dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Jarum suntik dan selang oksigen, jadi menu sehari- hari jurnalis senior ini.

Dalam waktu kurang dari satu minggu, virus Corona dengan cepat merusak paru-parunya. Berdasarkan pengalamannya, Siregar mengatakan apabila terkena COVID-19 maka akan sangat berat untuk kembali ke kondisi semula.

Oleh karena itu, dia berpesan untuk menjaga kondisi kesehatan di saat pandemi.

“Untuk meningkatkan imunitas selama pandemi, bisa dengan olahraga minimal lakukan stretching atau peregangan, berjemur juga penting. Saya berkebun sambil memanfaatkan halaman belakang untuk menanam. Selain itu, makanan perlu dijaga betul,” katanya.

Ia menambahkan, agar jangan pernah menganggap remeh COVID-19. Hal lain yang juga menurutnya penting adalah berhenti merokok.

“Setelah berhenti merokok, saya merasa banyak sekali manfaat kesehatannya,” aku Latief.

Lain, Latief Siregar, lain pula Muswir anggota DPRD Lampung periode 2014 – 2019, yang beberapa bulan lalu dinyatakan sembuh dari virus corona.

Pasien nomor 020 ini memberi pesan dan kiat melawan virus corona kepada seluruh pasien yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi.

Muswir warga Jalan RE Martadinata, Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandarlampung, hampir sebulan dirawat di ruang isolasi. Politikus ini terkonfirmasi terjangkit virus corona setelah berkegiatan dengan beberapa orang dari kelompok pengajiannya di sebuah pantai di Pesawaran.

Muswir mengatakan, selama berada di ruang isolasi dia selalu berusaha berpikir positif. Dia berusaha menyibukkan diri dengan makin rajin beribadah, mulai dari mengaji setiap selesai shalat wajib dan menggiatkan shalat sunah.

Untuk itu, Muswir berpesan agar para pasien yang kini sedang berjuang untuk sembuh tidak berpikiran negatif atas penyakit yang sedang diderita.

“Selain itu, berikhtiar dunia yang telah disyariatkan, dibuat aturan oleh dinas kesehatan, ikuti seluruh arahan dengan menjaga kebersihan, makan obat yang teratur,” kata Muswir seraya mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah merawatnya hingga sembuh. (db/kcppen-aap).

DBFMRadio.id: Kalianda - Rapat paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan mengambil keputusan Rancangan Peraturan Daerah tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2019, Jum'at, 17 Juli 2020 disyahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Rapat Paripurna virtual meeting yang dipimpin Ketua DPRD Hendri Rosyadi ini, dari pihak eksekutif mewakilkan Sekda Kab Lamsel Thamrin karena Bupati Nanang Ermanto berhalangan dan dihadiri Forkopimda di Aula Rajabasa Setdakab Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Nanang Ermanto melalui Thamrin mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada pimpinan dan Anggota DPRD Lampung Selatan, yang telah bekerja keras untuk membahas dan mengesyahkan Raperda LPJ Pelaksanaan APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2019.

"Laporan pertanggungjawaban ini merupakan program kinerja yang baik dan program yang ada di Organisasi Perangkat Daerah" kata Thamrin Jum'at (17/7/2020).

Bupati juga meminta seluruh kepala OPD dan jajarannya, agar terus bekerja keras, bahu membahu untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBD tahun yang sedang berjalan, membuat Visi dan Misi Kabupaten Lampung Selatan dapat terwujud.

Sementara dalam pandangan akhirnya, fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima dan menyetujui Raperda LPJ Pelaksanaan APBD 2019 untuk disyahkan menjadi Perda dan mengapresiasi kepada Bupati Lampung Selatan karena mampu mempertahankan penilaian dari BPK RI Perwakilan Lampung dengan memperolah predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), selama 4 Tahun berturut turut.

"Fraksi kami mengapresiasi kepada pemerintah daerah karena mampu mempertahankan predikat WTP dari BPK selama 4 tahun berturut-turut terkait dengan hal tersebut hendaknya dapat meningkatkan kinerjanya untuk mengurangi potensi penyimpangan dengan membangun sistem pengendalian yang efektif" Kata jurubicara Fraksi Lukman.

Pada bagian lain pandangan akhirnya, Fraksi PKS juga mengingatkan, hendaknya dapat membangun sistem informasi dan komunikasi yang efektif dan membangun sistem pemantauan berkala. Sedangkan terkait dengan target pendapatan asli daerah yang mencapai Rp. 275.464 .317.220,17 atau 99,48% dari target yang direncanakan. Fraksi PKS mengharapkan kedepan agar penetapan PAD harus berdasarkan study dan analisa yang komperhensif.

"Kami mengharapkan agar penetapan PAD kedepan harus berdasarkan study dan analisa yang komperhensif, dan dipersiapkan strategi target pencapaian, terlebih kita masih dibayangi pandemi Covid 19" harap fraksi PKS.

Demikian pula, 7 Fraksi lainnya yaitu Fraksi PDIP, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi Demokrat, Fraksi PKB, dan Fraksi Gabungan Nasdem Hanura Perindo, menerima dan menyetujui  Raperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan  APBD 2019  disyahkan menjadi peraturan daerah. (Db / lmhr -ap).

DBFMRadio.id : Kalianda - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2019, Dinas Kesehatan (Dinkes) Untuk belanja daerah terealisasi sebesar 91.24%.

Dari alokasi Anggaran belanja TA. 2019 sebesar Rp. 241.510.303.777,00 terealisasi sebesar Rp. 220.356.998.980,60 dengan rincian, untuk belanja tidak langsung (gaji pegawai), alokasi anggaran Rp. 78.883 .391. 200,00 realisasi Rp. 77.805.673112,00 atau terealisasi 98,70%.

Sedangkan, untuk belanja  langsung yang dialokasikan untuk 12 program dan 66 kegiatan, dari alokasi anggaran Rp. 162.676.912.577,00 terealisasi Rp. 142.551.325.868,00 atau terealisasi 87,63%.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan, dr. Jimmy Banggas Hutapea, MARS pada pembahasan Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA. 2019 di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD setempat, Rabu (15/7/2020).

Dirinya mengatakan bahwa tidak terealisasinya anggaran itu, dikarenakan banyaknya kegiatan, seperti pengadaan tender yang gagal lelang, sehingga serapan untuk belanja langsung tidak tercapai.

"Untuk belanja langsung ini, realisasinya banyak yang tidak tercapai, karena banyaknya gagal lelang, sehingga untuk belanja langsung realisasinya tidak tercapai," ungkapnya.

Sedangkan dari segi program, lanjut Jimmy Hutapea, yakni anggaran pemeliharaan roda empat dan dua di puskesmas, yang sudah di alokasikan dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BULD) puskesmas.

"Sudah dialokasikan dari BLUD Puskesmas, jadi tidak terserap, ini yang menyebabkan tidak terealisasi pak," jelasnya kepada pihak DPRD Kabupaten Lampung Selatan.

Sedangkan, untuk pendapatan daerah, Jimmy Hutapea menyebut over target, dari target Rp. 48.222.218.881,00 terealisasi Rp. 48.921.727.341,00 atau terealisasi sebesar 101,45%.

"Dari segi pendapatan, di Dinas kesehatan ini, melebihi target pak," ujarnya. (db/ptm-aap).

 DBFMRadio.id : Kalianda - Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) APBD 2019 pada Rapat Paripurna DPRD tentang Penyampaian Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2019, secara Vurtual.

Rapat Paripurna yang dilaksanakan melalui Video Confrence itu, juga diiikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, Asisten dan Staf Ahli Bupati Kabupaten Lampung Selatan, Serta Perwakilan Dandim 0421 dan Kapolres Kabupaten Lampung Selatan.

Sementara, sebanyak 36 Anggota Dewan DPRD Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Rapat Paripurna secara Virtual di Kantor DPRD setempat.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran pemerintahan serta DPRD Kabupaten Lampung Selatan, atas dukungan yang telah diberikan.

“Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan yang telah diberikan, sehingga Kabupaten Lampung Selatan dapat memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke- 4 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2019,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Nanang Ermanto memaparkan bahwa laporan itu, termasuk laporan APBD, neraca, laporan operasional, laporan perubahan saldo anggaran dan lainnya.

"Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah, dengan pendapatan daerah di anggarkan sebesar Rp. 2.298.517.351.276 Terelialisasi Rp. 2.279.592.336.840,81 atau terelialisasi sebesar 99,18%," ungkapnya.

Adapun rincian kelompok Pendapatan Daerah tersebut, Lanjut Bupati Nanang Ermanto, yakni Pendapatan Asli Daerah, yang terealisasi sebesar Rp. 275.464.317.224,17 atau terealisasi sebesar 99,48%, Pendapatan Transfer yang terealisasi sebesar Rp. 1.842.515.110.976,62 atau terealisasi sebesar 99,10%, Lain-lain Pendapatan yang sah yang terealisasi sebesar Rp. 161.612.908.640,02 atau terealisasi sebesar 99,52%.

Jika dibandingkan dengan total realisasi pendapatan tahun 2018 dengan Total realisasi pendapatan daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019, mengalami peningkatan sebesar 9,74%. (db/ptm-aap).

Advertisement