dbfmradio.id - Kalianda : Mengawali karirnya dengan mengikuti lomba Ceramah (Dakwah) di kampungya Desa Beringin Jaya Kecamatan Bumiagung Lampung Selatan dan berulangkali menjadi juara pertama, Nabilla Zainnuri, Runner up Sunsilk Hijab Hunt Trans7 ini kemudian meningkatkan fase lomba di tingkat Kecamatan.

Setiap kali ada lomba di tingkat Kecamatan, demikian Nabila Zainuri berujar, selalu menjadi juara, kemudian meningkat lagi ditingkat Kabupaten hingga akhirnya, saat duduk dibangku SMP, masih ikut lomba dicabang yang sama, Syarhil Quran dan lagi lagi menjadi juara, disinilah titik balik karir Nabila sebagai pendakwah.

"Dari situlah mulai ngikut sampai akhirnya kuliah waktu itu di UIN Radin Inten Lampung, temen temen ngajakin ikutan latihan syarhil, sampai akhirnya tahun 2015 tu Nabila juara satu Cabang Syarhil Quran MTQ tingkat provinsi lampung di kota Metro" cerita Nabila pada dialogg khusus dbfmradio, Kamis (38/4/2020).

Mulai saat itulah, lanjut dia, usai dari MTQ 2015, kemudian mendadtar di AKademi Sahur Indosiar (AKSI), terinpirasi oleh seniornya Laili, Finalis Aksi 2013, akhirnya baru ditahun 2015, menjadi salah satu dari 37 kontestan Aksi dari srkitar 5. 000 pendaftar.

"nah nabila sebelumnya juga sudah daftar AKSI indosiar berawal dari ketertarikan pada saat temen Nabila ngikut AKSI Indosiar tahun 2013, jadi pas gitu ngelihat dia loh kok bisa ikut ya, gimana caranya gitu nah mulailah nanya nanya, tahun 2014, terhalang Ujian Akhir Semester (UAS) di kampus, namun tahun 2015 mendapat dispensasi dari Kampus, 2015 dan ikut auidisi hingga sampai ke 37 untuk live di indosiar" cerita Nabila lagi.

Pada dialog yang dipandu presenter Melinda ini juga terungkap, setelah mencapai 5 besar AKSI Indosiar, selanjutnya 2016, ikut ajang Sunsilk Hijab Hunt di Trans7, bermodalkan di AKSI Indosiar, Nabila menampilkan bakat yang dia punyai yakni ceramah dan meraih juara II.

"Ngikut juga waktu itu ajang Hijab Hunt, nah kalau Hijab Hunt itu ajang pencarian muslimah berbakat, jadi bakatnya boleh apa saja, tapi pada saat itu Nabila menampilkan bakat ceramah, Alhamdullilah mendapat juara dua" tukas Nabila lagi.

Diluar karir Nabila sebagai Lecture (Penceramah) tanggal 13 Desember 2017, Mahasiswa Pasca Sarjana Tarbiyah dan Dakwah UIN Radin Intan Lampung yang saat ini sedang ikut berAKSIdirumahsaja Indosiar ini, di Wisuda dan akan tampil 2 Mei lusa di Kloter 9.(db/ptm-aap).

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Menjalani hobi sebagai sebuah pekerjaan merupakan hal sangat menyenangkan, selain membuat hati senang, hal ini juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi yang menjalani dengan sepenuh hati.

Berawal dari hobi , Pemilik Make Up Artis (MUA) RI-ID Mery Maria optimis mengembangkan usaha rias yang sudah dimulai sejak dua tahun yang lalu.

Menurut Mery Maria untuk menjadi MUA yang yang handal, perlu menjalani kursus (pelatihan), sehingga dapat memperluas ilmu pengetahuan tentang bidang tersebut.

"Kalau untuk menjadi MUA itu biasanya kursus, selain itu sekarang juga sudah ada pelatihan, sehingga kita bisa lebih menguasai bidang kita," jelasnya, pada dialog Jelita di DBFM Radio, Selasa (31/3/2020).

Salah satu pencapaian yang tidak terlupakan, lanjut Mery Maria yakni dapat merias Kepala Dinas Pariwisata Lampung selatan, karena tidak semua MUA bisa mendapat kesempatan tersebut.

"Kalau pencapaian yang paling berarti bisa merias Ibu Kepala Dinas Pariwisata, seneng banget sih, karena tidak semua orang bisa merias ibu kepala dinas," jelas Mery Maria.

Untuk menjadi MUA yang baik, ungkap Mery lagi, diperlukan kesabaran dalam menghadapi customer, sebab setiap customer memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda.

MUA yang mengidolakan Dean, salah satu MUA sukses dijakarta ini, mengatakan bahwa dalam menjalankan bisnis ini membutuhkan semangat juang yang tinggi dan jangan mudah menyerah. (db/ptm).

DBFMRADIO.ID (Kalianda) Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (PKK) merupakan organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (TP PKK) Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto pada Dialog Jendela Informasi Wanita dan Anak (Jelita) di DBFM Radio LPPL Lampung Selatan menjelaskan tentang peran PKK.

Menurut Winarni Nanang Ermanto, program PKK maknanya sangat luas, karena program ini bukan program dari kabupaten dan tujuannya jelas, terwujudnya keluarga yang sehat sejahtera lahir dan batin berakhlak mulia berbudi pekerti luhur.

"Sudah jelas ya, seperti tadi disampaikan Mbak Monic (presenter dialog : red) inikan program dari pusat, yang tujyannya sudah jelas adalah pemberdayaan kesejahteraan keluarga dari Kabupaten, Kecamatan sampai ke Desa dan Kelurahan" terang Winarni, Selasa (3/3/2020).

Pada dialog yang dipandu Presenter Lidya Monica ini, Winarni juga menjelaskan, dalam pembangunan keluarga di seluruh indonesia PKK menerapkan sepuluh Progam Pokok PKK , melalui empat Kelompok Kerja (pokja) yang ada di Tim Penggerak PKK itu.

"Makanya kalau pembangunan itu ya tujuannya luas mbak, dari pokja 1 sampai pokja 4 itu menerapkan sepuluh Program Pokok PKK yang mana di dalamnya ada pengamalan Pancasila, ada bergotong royong, hidup berkoperasi mendidik keluarga mendidik putra putri kita" terangnya

"Lebih dari itu, bagaimana menerapkan peningkatan ekonomi keluarga, bagaimana penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta bagaimana penerapan dan mensosialisasikan bagaimana kita harus mempunyai lingkungan hidup bersih dan sehat." lanjut mantan Kepala Desa Way Galih ini.

Pada bagian lain, Winarni Nanang Ermanto juga menjelaskan, tentunya keluarga yang sehat sejahtera lahir dan batin juga berakhlak mulia berbudi pekerti luhur itu terwujud, karena memang Program Pokok PKK itu sangat tepat, karena pembangunan itu bukan hanya pembangunan infrastruktur namun juga Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini Keluarga.(db).

DBFMRadio, Kalianda : Kru DBFM Radio dan Siswa PKL dari SMKN 1 KALIANDA dan SMKN 2 Kalianda semakin tertarik mempelajari dunia Jurnalistik, pada pelatihan Jurnalistik dan Penyiaran, yang kali ini menghadirkan Jurnalist RRI Bandarlampung Yudhi Ardianta yang juga Kepala Bidang (Kabid) Pemberitaan RRI Bandar Lampung.
Yudhi Ardianta mengawali karirnya tahun 1984 di RRI Palembang. Saat itu, priya berkumis ini mencoba melamar pekerjaan di RRI, Penerimaan berkas lamaran kerja masih terpusat yaitu pada dinas tenaga kerja lalu di salurkan ke masing-masing Instansi.
"Awalnya saya tamat SMA tahun 1984 saya waktu itu rajin mencari lowongan kerja di Dinas tenaga kerja, dulu di tahun 1983-1984 setiap pencari kerja itu harus menggunakan kartu kuning, kita lihat apakah disana ada penerimaan kerja karena semuanya terpusat di tahun 1984" cerita Yudhi (16/1/2020).
kemudian, lanjut dia, di dinas tenaga kerja kota Palembang ada penerimaan ada tiga lembaga waktu itu Departemen Penerangan, TVRI dan RRI.
"akhirnya saya melamar ke RRI dan penyerahan berkas waktu itu langsung ke dinas tenaga kerja lalu di salurkan ke masing-masing instansi" tambahnya.
Menurut Yudhi Ardianta pelaksanaan tes RRI tidak sama dengan Instansi lain, seperti bagaimana cara kita membawakan suatu acara dengan menggunakan tiga bahasa yaitu bahasa indonesia bahasa inggris dan bahasa daerah, bagaimana membaca berita buletin berita dengan bahasa indonesia dan inggris, wawancara dan psikotes.
"Tes di RRI waktu itu tidak seperti instansi lain kita tes di situ bagaimana kita cara membawakan suatu acara jadi acara itu misalnya kita sebagai penyiar bagaimana menghantar sebuah lagu atau menghantarkan sebuah acara dengan menggunakan bahasa indonesia bahasa inggris dan bahasa daerah" terang Yudhi yang mengawali karirnya sebagai reporter.
"Kemudian di tes lagi bagaimana membaca berita buletin berita dengan bahasa indonesia dan bahasa inggris terus ada wawancara kemudian ada psikotes nah itulah waktu itu saya coba alhamdulillah saya dapet panggilan" sambung dia.
Yudhi Ardianta di terima menjadi PNS pada tahun 1985, Pada awalnya beminat menjadi penyiar ternyata di tempatkan di bidang pemberitaan, tidak memiliki dasar sama sekali di bidang penyiaran maupun jurnalis tidak membuatnya mudah menyerah dengan kemauan belajarnya yang tinggi akhirnya dia bisa menjadi seperti sekarang ini. 
"Tahun 1985 akhirnya saya diangkat jadi PNS di RRI kemudian kepengennya waktu itu menjadi penyiar ternyata saya di tempatkan di bidang pemberitaan padahal basic saya waktu itu bukan penyiar bukan jurnalis karena saya tamat sma ips jadi tidak ada basicnyalah sama sekali cuma saya belajar ya alhamdulillah sampai sekarang". Tambahnya.
Dalam awal perjalanan karirnya banyak kesulitan yang dia temui karena tidak mempunyai basic jurnalis sama sekali, belajar membuat berita radio yang singkat padat dan jelas dapat dia kuasai setelah beberapa bulan, untuk memperdalam ilmu jurnalistik Yudhi Ardianta memutuskan untuk kuliah.
"Dalam dunia jurnalistik pada saat saya awal-awal di pemberitaan itu pertama saya basicnya tidak ada untuk jurnalistik kedua saya tidak tahu jurnalistik itu hewan seperti apa jadi setiap saya pada saat di pemberitaan saya disodorkan koran oleh senior-senior dulu dan saya harus mengubahanya kedalam berita radio yang singkat padat dan jelas dan maksimal lima paragraf, setelah sekian bulan itu ya alhamdulillah saya sudah bisa menjadu seorang jurnalis yang pada akhirnya saya tahu kemudian terus saya kuliah". Terangnya lagi.
Harus Mudah Dipahami.
Menurut dia, berita radio yang bagus harus sesuai dengan unsur-unsurnya dan kategorinya yaitu singkat jelas dan padat, harus mudah dipahami, berita yang aktual dan harus menyelesaikan suatu informasi secara jelas, tidak membuat berita yang berisi opini sehingga dapat meresahkan masyarakat.
"Ya banyak sih kriteria berita radio itu berita radio itukan sesuai dengan unsur-unsurnya dan kategorinya singkat jelas padat, harus mudah dipahami dan masalah peristiwa yang diangkat harus aktual, peristiwa-peristiwa itulah yang di tunggu oleh pendengar karena peristiwa itukan tidak mungkin hanya sekali jadi mereka menunggu seperti apa kelanjutan peristiwa tersebut, tidak membuat opini yang kemudian membuat orang menjadi tidak jelas dan resah" jelasnya lagi
Kata Yudhi untuk membuat berita radio yang baik tentunya harus memperbanyak refrensi, perbanyak belajar dengan orang-orang yang mengerti di bidang tersebut, memberanikan diri untuk pergi kesuatu peristiwa yang dapat diangkat menjadi suatu informasi yang menarik yang bisa kita buat dalam berbagai bentuk seperti news feature, buletin berita, majalah udara, laporan dari peristiwa dan juga reportase.
"Jadi temen-temen di DBFM Radio ini kita harus banyak refrensi, bagaimana kita membuat suatu informasi yang benar-benar menjadi perhatian pendengar dan bila perlu berita kita menjadi acuan dari media lain, jadi perlulah kita banyak belajar dengan orang-orang senior yang sudah mengerti dan jangan takut kita terus coba pergi ke suatu peristiwa atau menggali hal-hal peristiwa yang lain yang dapat diangkat menjadi berita yang menarik yang dapat di buat dalam berbagai jenis berita kan di radio itu banyak ada news feature, buletin berita, majalah udara, laporan dari peristiwa dan reportase". Jelasnya lebih lanjut.
Ilmu yang di berikan oleh Yudhi Ardianta ini diharapkan dapat dipahami dan kembangkan oleh para Kru DBFM Radio karena dengan berjalannya waktu ilmu komunikasi akan terus berkembang, belajarlah berkomunikasi untuk mendapatkan informasi yang bagus untuk di sampaikan kepada khalayak, Pesan Yudhi.
"Ya mudah-mudahan memahami apa yang disampaikan dan ilmu-ilmu itu harus berkembang jadi jangan kita terpaku dengan apa yang diberikan karena ilmu komunikasi itu akan terus berkembang, tidak monoton, jadi belajarlah kita berkomunikasi mencari sesuatu yang bagus untuk di sampaikan ke masyarakat". Pungkasnya.(db/ptm).


(DBFMRadio.id) : Kalianda - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah sebuah gerakan nasional di dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah.

Tujuan gerakan PKK ini adalah untuk mewujudkan keluarga yang beriman dan juga bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan. Gerakan PKK tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat desa.

DBFM Radio pada Selasa (3/3/2020) pada Program Dialog Publik Jelita (Jendela Wanita dan Anak) mengangkat tema "Peran PKK Dalam Pembangunan Daerah". Program dialog publik ini mengangkat empat tema utama, yakni mengenai pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, kabupaten layak anak dan intervensi stunting di Lampung Selatan.

Hadir sebagai narasumber adalah Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK (Plt. Ketua TP PKK) Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto dengan dipandu oleh presenter DBFM Radio, Monica Hatu Riwu.

Dalam dialog publik ini, Winarni Nanang Ermanto menyampaikan salah satu program unggulan TP PKK Lampung Selatan, yaitu swasembada gizi. Program ini digagas sebagai bentuk pengentasan stunting dalam upaya untuk mengatasi kekurangan asupan gizi bagi anak di Lampung Selatan.

"Swasembada gizi ini merupakan bentuk intervensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan. Program ini melibatkan kerjasama semua elemen dari mulai pemerintah kabupaten, OPD, kecamatan, pemerintahan desa juga masyarakat, " jelasnya.

"Kalau di PKK program swasembada gizi ini ditangani oleh Pokja III dan Pokja IV. Di Pokja III ada program "Hatinya PKK", dengan ini lahan pekarangan rumah dimanfaatkan menjadi sumber pangan bergizi untuk keluarga serta ditata menjadi halaman asri, teratur, indah dan nyaman, " urainya lebih jauh.

"Seperti yang kita ketahui, bahwa gizi ini mempengaruhi tingkat pertumbuhan anak, jadi kita berikan arahan agar ibu-ibu di rumah agar bisa memberikan asupan gizi yang seimbang untuk anaknya," lanjut perempuan kepala desa Way Galih ini.

Kerjasama dan kekompakan yang dibangun oleh TP PKK Lampung Selatan dalam menjalankan program swasembada gizi ini berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Bahkan kini di bawah angka rata-rata nasional.

"Alhamdulillah dengan kerja sama dari seluruh pemerintahan Lampung Selatan, dari tingkat kabupaten hingga desa. Tingkat stunting di Lampung Selatan mengalami penurunan dari 53% menjadi 14% dibawah rata-rata nasional yaitu 20%. Saya maunya kedepannya tidak adalagi masyarakat Lampung Selatan yang mengalami stunting," jelasnya lagi.

Pada segmen terakhir Winarni Nanang Ermanto menyampaikan harapan bagaimana meningkatkan kesuksesan program ini dapat membantu kesejahteraan seluruh masyarakat Lampung Selatan.

"Target dari program PKK dapet tercapai, dapat membantu pemenuhan kebutuhan keluarga sehingga dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lampung Selatan," harapnya.

Turut hadir menyaksikan dialog publik ini, direktur utama DBFM Radio Rudi Suhaimi, pengurus TP PKK Lampung Selatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian bersama jajaran pejabat stukturalnya. (db/ptm).

DBFMRadio, Kalianda : Hari terakhir Pelatihan Jurnalistik dan Penyiaran bagi Crew DBFM Radio, Jum'at (17/1/2020) diisi dengan materi pengenalan tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) 2009, yakni pedoman dan standar bagi kegiatan penyelenggaraan penyiaran baik TV maupun radio di Indonesia.


Menurut pemateri Koordinator bidang Pembinaan dan Pengawasan Komisi Penyiaran Indinesia Daerah (KPID) Lampung, Sri Wahyuni, salah satu tempat yang strategis untuk mempersatukan bangsa dan negara yaitu melalui radio. Sesuai dengan tujuannya yaitu memperkukuh integritas nasional, P3SPS merupakan panduan bagi para lembaga penyiaran untuk memproduksi skrip, menulis naskah, dan mereportase berita sehingga tidak menyajikan konten siaran yang tidak mendidik.
"P3SPS merupakan buku putih bagi lembaga penyiaran baik televisi maupun radio di seluruh indonesia termasuk di lampung P3SPS, menjadi temen-temen produksi untuk membuat skrip menulis naskah untuk mereportase berita sehingga apa yang nantinya mereka sajikan di depan mikrofon tidak lagi salah tidak lagi menimbulkan hal yang tidak kita inginkan" jelas Sri Wahyuni.


Dengan adanya P3SPS ini, lanjut dia, diharapkan para lembaga penyiaran dapat membuat program-program yang inspiratif, edukatif dan menghibur bagi masyarakat di semua kalangan usia, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa "Tapi kita berharap nantinya program-program siaran yang disampaikan oleh temen-temen yang ada di radio khususnya DBFM di lampung selatan ini menjadi program-program yang inspiratif, program-program yang edukasi dan juga menghibur bagi kita" harap Yuni, demikian mantan redaktur daerah SKH Lampung Post ini biasa disapa.


Apabila suatu lembaga tidak patuh terhadap P3SPS, terus Yuni, maka pendengar (masyarakat) akan menjadi korban, karena dapat merusak integritas bangsa dan moral anak, pendengar mempunyai hak untuk mendapatkan berita dan hiburan yang berkualitas dan baik. "Tentunya kalau kemudian program siaran itu tidak patuh dengan P3SPS yang akan menjadi korban adalah pendengar, kenapa? karena pendengar itu berhak mendapatkan program siaran yang berkualitas dan baik". terang Yuni lagi.


Perempuan berhijab ini juga mengatakan bila suatu lembaga penyiaran melanggar aturan P3SPS maka KPID akan memberikan sanksi berupa teguran satu lalu Teguran dua hingga ke tiga. Apabila teguran tersebut masih dilanggar maka akan ada sanksi berupa pembatasan waktu siaran, penghentian mata acara, tidak memperpanjang izin penyiaran bahkan mencabut izin penyiaran.

"Kami tentunya akan memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran itu, apa sanksinya? Teguran satu, teguran satu masih tidak di hiraukan kita berikan teguran yang ke dua, apabila masih tidak di hiraukan kita berikan teguran yang ke tiga, jika ketiga teguran tersebut masih di abaikan juga, maka kami akan berikan sanksi pembatasan waktu siaran kemudian juga penghentian mata acara sampai nanti bisa kita usulkan untuk tidak di perpanjang izinnya dan kita cabut izin penyelenggaraan penyiaran". Jelasnya.


Menurut dia, denda pidana maksimal lima tahun dan denda administrasi satu miliar untuk radio dan sepuluh miliar untuk televisi juga di terapkan bagi lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran berulang.

"Selain itu ada juga denda dan pidana maksimal lima tahun dan denda administrasinya satu miliar untuk radio dan sepuluh miliar untuk televisi". tutup Yuni, sembari menjelaskan, disamping menjatuhkan punishment, KPID Lampung juga memberi Reward bagi Lembaga Penyiaran berprestasi, melalui KPID Award. (db/ptm).

DBFMRadio Kalianda : Hari kedua Pelatihan Jurnalistik dan Penyiaran di Radio Dimensi Baru Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Lampung Selatan dengan narasumber pemimpin redaksi duajurai.co Juwendra Asdiansyah, berlangsung sangat dinamis.


Mantan Jurnalis Koran Sindo ini yang berkecimpung di dunia jurnalistik sejak dibangku kuliah ini mengaku, jika dihitung waktu, sudah lebih 25 tahun.
"Saya mulai rutin dijurnalistik itu mulai sejak kuliah, sebenarnya dari SMA saya sudah mulai ikut majalah sekolah, nah pas kuliah saya ikut pers kampus itu dari tahun 1995. Jadi sekarang sudah 25 tahun". terang Juwe, demikian lelaki berkacamata minus ini biasa disapa, Rabu (15/1/2020).


Menurut dia, mengawali karirnya sebagai wartawan, melalui Organisasi Pers kampus yaitu pers kampus pilar fakultas ekonomi Unila yang bernama surat kabar mahasiswa teknokrat Unila.
"Jadi saya di jurnalistik itu di organisasi pers kampus, saya ikuti fakultas kemudian pers kampus pilar ekonomi, fakultas ekonomi unila. Masih tingkat universitas namanya surat kabar mahasiswa teknokrat unila. Jadi itu organisasi kampus tapi memang di bidang jurnalistik di bidang pers". Kata Juwendra.

Menurut Juwendra Asdiansyah selama dia menjadi jurnalis banyak sekali manfaat yang di dapatkan dari Jurnalistik yaitu banyaknya kawan yang didapat, pekerjaan, rizky dan juga ilmu, karena semakin banyak orang kita wawancarai maka semakin banyak pula ilmu yang kita dapat.
"Banyak manfaatnya itu banyak teman, banyak pekerjaan, banyak rizky, banyak ilmu jadi banyak tau kan ketemu orang satu orang itu sudah satu ilmu yang saya ketahui, semakin banyak orang yang saya ketahui saya wawancarai makin banyak ilmu saya, saya belajar banyak macam-macam saya belajar nulis, belajar ngomong, belajar foto banyak macem-macem". Jelasnya.


Pemimpin redaksi duajurai.co juga mengatakan bahwa dengan menjadi jurnalis dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta peluang pekerjaan yang dia dapatkan menjadi bertambah seperti menjadi moderator, khost Radio dan juga khost TV.
"Setelah menjadi jurnalis saya menjadi lebih percaya diri, jadi biasa ketemu orang, bisa melobi orang, bisa meyakinkan orang. Bahkan banyak pekerjaan-pekerjaan yang saya dapatkan dari pekerjaan saya menjadi jurnalis, saya menjadi moderator, jadi host radio bahkan host TV" tukasnya.

Rasa Keingintahuan. In house Training atau pelatihan dengan materi dasar-dasar jurnalistik, penulisan berita dan teknik wawancara ini, aku Juwe berlangsung sangat dinamis, karena banyaknya rasa ingin tahu dari peserta serta keseriusan dalam mempelajari ilmu jurnalistik dan penyiaran.
"Dari para peserta sendiri responnya bagus, aktif, rasa ingin tahunya tinggi, serius, anaknya juga baik sopan-sopan kerenlah pokoknya". Puji Juwendra.
Menurut Juwe dalam dunia jurnalistik hal pertama yang harus dimiliki yaitu mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi dan tidak pernah bosan untuk terus belajar serta dasar-dasar jurnalistik dan teknik penulisan berita itu sendiri.


"Tentunya yang paling dasar itu 5W+1H, berita, dasar-dasar jurnalistik dan yang lebih penting sebenarnya rasa ingin tahu. Jadi kalo jadi wartawan itu harus mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, pengen tahu macam-macam jadi dia akhirnya banyak bertanya banyak belajar". Terang Juwendra.


Dia juga berpesan kepada para kru DBFM Radio dan para siswa PKL dari SMKN 1 KALIANDA dan SMKN 2 KALIANDA agar tidak mudah puas dengan apa yang telah dicapai, terus belajar, rendah hati, tidak sombong dalam bersikap, terus semangat, jangan takut, jangan cepat menyerah dan memperluas pergaulan.
"Pesannya ya terus belajar, rendah hati, tidak sombong, perbaiki sikap, semangat, jangan takut, jangan cepat menyerah, jangan cepat berpuas diri, jadi pribadi yang baik, harus memperluas pergaulan, banyak baca semuanya". pungkasnya(db/ptm).

More Articles ...

Page 1 of 3