DBFMRadio.id: Abung Tinggi -  Konon, Lampung adalah sebuah Kerajaan yang memiliki banyak sejarah yang bisa digali , salah satunya adalah  Canguk Gaccak yang ada di desa Sekipi, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara.

Situs Canguk Gaccak berada di tepi Way Abung, yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan masyarakat Lampung.

Diluar perkiraan jika ternyata perjalanan ke Canguk Gaccak penuh perjuangan. Betapa tidak, dari Jalan Lintas Tengah sumatara di wilayah Abung Kunang Lampung Utara, kemuadian menyusuri jalan berbatu lebih kurang 1 jam perjalanan, sampailah di Desa Sekipi, kecamatan Abung Tinggi.

Untuk sampai di Situs Canguk Gacak, lebih ekstrim lagi, menyusuri jalan tanah berbatu ditengah semak belukar dan rumpun bambu, meski bisa dilalui ranmor roda 4, memakan waktu lebih kurang 30 menit, sampailah di titik akhir jalan.

Namun, bukan berarti selesai perjuangan, dari sini kita masih harus berjalan kaki menuruni bukit, meski difasilitasi dengan anak tangga, yang ada dalam pikiran saya, bagaimana nanti pulangnya, menapaki anak tangga dengan kemiringan hampir 45 derajat.  

Singkat cerita, sampailah di tujuan akhir perjalanan, Situs Canguk Gaccak, tepatnya Makam Minak Trio Diso, merupakan nenek moyang orang Lampung Abung keturunan Abung Siwo Migo,  di Desa Sekipi kecamatan Abung Tinggi, diseberang Way Abung.

Meski masih disanksikan oleh banyak ahli sejarah keberadaan situs ini, bahkan menurut tokoh pemuda Abung Purnian Patrikeraton gelar Sutan Guru Adat,  situsnya yang mana masih diragukan, meski telah dilegalkan sebagai Cagar Budaya sesuai Undang Undang Nomor 5 tahun 1992 yuncto Undang Undang Nomor 11 tahun 2010.

Meski diakui Purnian arkeolog dari bandung pernah memetakan, bahkan diperkirakan di Canguk Gaccak adalah peninggalan Zaman Batu atau Megalitikum.

Namun celakanya megalitikum itu dimiliki perorangan, dan Purnian sendiri mengaku belum pernah melihatnya.

“Arkeolog dari bandung pernah memetakan, bahkan diperkirakan di Canguk Gaccak adalah peninggalan Megalitikum. Namun dimiliki perorangan, dan saya sendiri belum pernah melihatnya. Dan yang masih tersisa sekarang adalah Makam Minak Trio Diso” Cerita Purnian.

Masih menurut Purnian, masyarakat Lampung utara  mula-mula bermukim di daerah Sekalabrak yang berada di sekitar Gunung Pesagi hingga tepian Danau Ranau, yang sekarang menjadi Kabupaten Lampung Barat.

Makam Minak Trio Diso merupakan nenek moyang orang Lampung Abung keturunan Abung Siwo Migo, atau abung sembilan marga, yakni Marga Nunyai, Marga Unyi, Marga Subing, Marga Nuban, Beliuk, Marga Bulan yang saat ini sudah masuk Migo Pak Tulang Bawang, selanjutnya Marga Kunang, Selagai dan Marga Anak Tuha, yang lahir di Canguk Gaccak ini. Istimewanya, masing masing marga memiliki gelar.

Letak makam Minak Trio Diso saat ini berada di Komplek Makam Minak Trio Diso di Desa Sekipi kecamatan Abung Tinggi, makam tersebut diseberang Way Abung. Komplek makam ini dikenal sebagai situs Canguk Gaccak, meski sejatinya bukan.

Pada saat saat tertentu yang momentum, banyak orang berziarah di makam ini. Seperti Rusniani warga Lampung Utara mengaku berziarah kemakan Minak Trio Diso, hanya menyampaikan niat saja, sebagai cucu kepada leluhurnya.

“Menyampaikan niat aja, bahwa iat kita itu sampai. Kita sebagai cucu  minta kepada leluhur” aku dia.

Saat ini, Canguk Gaccak merupakan situs bersejarah di Lampung Utara. Di bagian dalam lahan terdapat kompleks dolmen, batu melingkar dan menhir terdiri dua belas kelompok.

Pada lahan yang berada di sebelah selatan sungai terdapat kompleks makam terdiri dua kelompok. Kelompok makam pertama berada pada lahan di tepi sawah. Tokoh utama yang dimakamkan adalah Minak Raja Di Lawuk, berada di bagian paling timur. Di bagian paling barat terdapat makam Paksi Tuan Guru yakni merupakan keturunan Minak Trio Diso.

Kelompok makam kedua berada di sebelah barat kelompok makam pertama. Kelompok makam berada pada lahan setinggi sekitar 3m dari permukaan lahan sawah. Pada tangga masuk sebelah timur menuju makam terdapat batu berdiameter sekitar 25cm.

Batu tersebut merupakan lambang kepala Minak Raja Di Lawuk, yang harus diinjak oleh keturunan Minak Trio Diso ketika akan berziarah. Pada kompleks makam terdapat tiga makam. Makam paling timur merupakan makam Hyang Mudo, makam yang ditengah merupakan makam Minak Trio Diso, dan yang di utara adalah makam Syekh Abdurrahman.(digali dari berbagai sumber/db-aap)

DBFMRadio.id - Jakarta : Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tahun 2020, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) bekerjasama dengan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), menggelar Webinar, Kamis 11Juni 2020, melalui aplikasi berbagi video Zoom Meeting.

Manager Program PKJS UI Dr. Renny Nurhasanah dalam siaran Persnya menyebut, Webinar dengan tema yang diangkat oleh WHO tahun ini adalah “Melindungi Anak Muda dari Manipulasi Industri Rokok dan Mencegah Mereka dari Penggunaan Tembakau dan Nikotin”.  Karena, prevalensi perokok anak di Indonesia meningkat dan tidak bisa diremehkan.

Digandengnya IPPNU dalam Webinar ini, menurut Renny Nurhasanah, lkatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama adalah organisasi pelajar yang fokus pada pendidikan dan pengembangan sumber daya pelajar,mahasiswa, dan santri.

"Satu-satunya organisasl pelajar nasional yang fokus pada pelajar perempuan ini, mengajak pelajar untuk mengembangkan kreatifitas dan berpikir kritis untuk menata masa depan mereka" terang Dr. Renny, Selasa (8/6/2020).

Menur dia, IPPNU yang lahir 2 Maret 1955 di Malang‚ dl bawah nama besar Nahdlatul Ulama (NU). Dalam masanya, IPPNU terus melahirkan generasl pemimpin bangsa yang moderat, toleran, dan berkeadilan dalam menjaga kentuhan NKRI.

Data Global Youth Tobacco Survey (GWS) uhun 2014 yang dlpublukasikan oleh WHO (2015), Lanjut Dr. Renny menunjukkan ada 18.3396 pelajar di Indonesia memillki kebiasaan merokok‚ dimana 33,9% pada lnelompok laki-lakl den 2,5% pada kelompok perempuan.

"Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan sebanyak 47,2% pelajar yang merokok di Indonesia sudah dalam status adiksi (ketagihan: red). Celakanya, Remaja yang sudah teradiksi rokok, akan ketergantungan untuk merokok terus-menerus" terangnya lagi.

Diketahui Webinar yang akan digelar Kamis (11/6/2020) Pukul 09.00 WIB - 11.30 WIB bertemakan Lindungi Anak dan Remaja dari Target Industri Rokok.

Sedangkan tujuan digelarnya webinar agar IPPNU dapat mengetahui dan memahami dampak konsumsi rokok. Disamping juga meningkatkan kesadaran dan pemahaman IPPNU tentang cara-cara jebakan industri rokok untuk menjadikan anak dan remaja sebagai perokok pemula, sehingga dapat mengimplementasikan sensitivitas pengendalian konsumsi rokok di lingkungan masing-masing, baik di rumah, sekolah, kampus, maupun cabang masing-masing.

"Diharapkan adanya dukungan pengendalian konsumsi rokok untuk melindungi anak dan remaja, serta perempuan oleh IPPNU, khususnya Jabodetabek" sambungnya.

Akan tampil sebagai narasumber sekaligus Keynote Speaker Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Nurul Hidayatul Ummah, kemudian Deputy Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Leny Nurhasanti Rosalin, serta Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari dan Ni Made Shellasih dari Pusat Kajian Jaminan Sosial UI yang akan dimoderatori Nina Samidi dari Komite Nasional Pengendalian Tembakau.(db-aap).

dbfmradio.id - Kalianda : Mengawali karirnya dengan mengikuti lomba Ceramah (Dakwah) di kampungya Desa Beringin Jaya Kecamatan Bumiagung Lampung Selatan dan berulangkali menjadi juara pertama, Nabilla Zainnuri, Runner up Sunsilk Hijab Hunt Trans7 ini kemudian meningkatkan fase lomba di tingkat Kecamatan.

Setiap kali ada lomba di tingkat Kecamatan, demikian Nabila Zainuri berujar, selalu menjadi juara, kemudian meningkat lagi ditingkat Kabupaten hingga akhirnya, saat duduk dibangku SMP, masih ikut lomba dicabang yang sama, Syarhil Quran dan lagi lagi menjadi juara, disinilah titik balik karir Nabila sebagai pendakwah.

"Dari situlah mulai ngikut sampai akhirnya kuliah waktu itu di UIN Radin Inten Lampung, temen temen ngajakin ikutan latihan syarhil, sampai akhirnya tahun 2015 tu Nabila juara satu Cabang Syarhil Quran MTQ tingkat provinsi lampung di kota Metro" cerita Nabila pada dialogg khusus dbfmradio, Kamis (38/4/2020).

Mulai saat itulah, lanjut dia, usai dari MTQ 2015, kemudian mendadtar di AKademi Sahur Indosiar (AKSI), terinpirasi oleh seniornya Laili, Finalis Aksi 2013, akhirnya baru ditahun 2015, menjadi salah satu dari 37 kontestan Aksi dari srkitar 5. 000 pendaftar.

"nah nabila sebelumnya juga sudah daftar AKSI indosiar berawal dari ketertarikan pada saat temen Nabila ngikut AKSI Indosiar tahun 2013, jadi pas gitu ngelihat dia loh kok bisa ikut ya, gimana caranya gitu nah mulailah nanya nanya, tahun 2014, terhalang Ujian Akhir Semester (UAS) di kampus, namun tahun 2015 mendapat dispensasi dari Kampus, 2015 dan ikut auidisi hingga sampai ke 37 untuk live di indosiar" cerita Nabila lagi.

Pada dialog yang dipandu presenter Melinda ini juga terungkap, setelah mencapai 5 besar AKSI Indosiar, selanjutnya 2016, ikut ajang Sunsilk Hijab Hunt di Trans7, bermodalkan di AKSI Indosiar, Nabila menampilkan bakat yang dia punyai yakni ceramah dan meraih juara II.

"Ngikut juga waktu itu ajang Hijab Hunt, nah kalau Hijab Hunt itu ajang pencarian muslimah berbakat, jadi bakatnya boleh apa saja, tapi pada saat itu Nabila menampilkan bakat ceramah, Alhamdullilah mendapat juara dua" tukas Nabila lagi.

Diluar karir Nabila sebagai Lecture (Penceramah) tanggal 13 Desember 2017, Mahasiswa Pasca Sarjana Tarbiyah dan Dakwah UIN Radin Intan Lampung yang saat ini sedang ikut berAKSIdirumahsaja Indosiar ini, di Wisuda dan akan tampil 2 Mei lusa di Kloter 9.(db/ptm-aap).

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah sebuah gerakan nasional di dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah.

Tujuan gerakan PKK ini adalah untuk mewujudkan keluarga yang beriman dan juga bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan. Gerakan PKK tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat desa.

DBFM Radio pada Selasa (3/3/2020) pada Program Dialog Publik Jelita (Jendela Wanita dan Anak) mengangkat tema "Peran PKK Dalam Pembangunan Daerah". Program dialog publik ini mengangkat empat tema utama, yakni mengenai pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, kabupaten layak anak dan intervensi stunting di Lampung Selatan.

Hadir sebagai narasumber adalah Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK (Plt. Ketua TP PKK) Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto dengan dipandu oleh presenter DBFM Radio, Monica Hatu Riwu.

Dalam dialog publik ini, Winarni Nanang Ermanto menyampaikan salah satu program unggulan TP PKK Lampung Selatan, yaitu swasembada gizi. Program ini digagas sebagai bentuk pengentasan stunting dalam upaya untuk mengatasi kekurangan asupan gizi bagi anak di Lampung Selatan.

"Swasembada gizi ini merupakan bentuk intervensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan. Program ini melibatkan kerjasama semua elemen dari mulai pemerintah kabupaten, OPD, kecamatan, pemerintahan desa juga masyarakat, " jelasnya.

"Kalau di PKK program swasembada gizi ini ditangani oleh Pokja III dan Pokja IV. Di Pokja III ada program "Hatinya PKK", dengan ini lahan pekarangan rumah dimanfaatkan menjadi sumber pangan bergizi untuk keluarga serta ditata menjadi halaman asri, teratur, indah dan nyaman, " urainya lebih jauh.

"Seperti yang kita ketahui, bahwa gizi ini mempengaruhi tingkat pertumbuhan anak, jadi kita berikan arahan agar ibu-ibu di rumah agar bisa memberikan asupan gizi yang seimbang untuk anaknya," lanjut perempuan kepala desa Way Galih ini.

Kerjasama dan kekompakan yang dibangun oleh TP PKK Lampung Selatan dalam menjalankan program swasembada gizi ini berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Bahkan kini di bawah angka rata-rata nasional.

"Alhamdulillah dengan kerja sama dari seluruh pemerintahan Lampung Selatan, dari tingkat kabupaten hingga desa. Tingkat stunting di Lampung Selatan mengalami penurunan dari 53% menjadi 14% dibawah rata-rata nasional yaitu 20%. Saya maunya kedepannya tidak adalagi masyarakat Lampung Selatan yang mengalami stunting," jelasnya lagi.

Pada segmen terakhir Winarni Nanang Ermanto menyampaikan harapan bagaimana meningkatkan kesuksesan program ini dapat membantu kesejahteraan seluruh masyarakat Lampung Selatan.

"Target dari program PKK dapet tercapai, dapat membantu pemenuhan kebutuhan keluarga sehingga dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lampung Selatan," harapnya.

Turut hadir menyaksikan dialog publik ini, direktur utama DBFM Radio Rudi Suhaimi, pengurus TP PKK Lampung Selatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian bersama jajaran pejabat stukturalnya. (db/ptm).

DBFMRadio.id - Kalianda : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melakukan Evaluasi terkait Lomba Inovasi Daerah Dalam Rangka Penyiapan Tatanan Baru Produktif Dan Aman Corona Virus Disease (COVID)-19 di Aula krakatau, kantor bupati setempat, Jum'at (5/6/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, menjelaskan acara evaluasi lomba itu diadakan untuk mengkoreksi, kesesuaian video dengan ketentuan lomba yang telah ditetapkan.

"Inovasi terkait penanganan COVID-19, ini perintah langsung dari pemerintah pusat, ketentuan lomba juga sudah ada, dan harus menerapkan protokol kesehatan, sekarang sedang kami evaluasi hingga dapat kami perbaiki" jelasnya.

Pembuatan video ini, lanjut Thamrin, sebagai acuan bagi bagi masyarakat menghadapi new normal, dimana dalam pelaksaan lomba tersebut terdapat tujuh kategori lomba.

Selain itu, ada pula beberapa aspek yang akan menjadi bahan penilaian, seperti sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 dengan bobot 40 persen, mudah dilaksanakan dan ditiru oleh daerah lain dengan bobot 30 persen, memiliki kebaruan dan kreativitas yang kuat 20 persen, serta ada unsur kerja sama dan kolaborasi 10 persen.

"Inovasi terkait dengan pasar, baik pasar desa atau modern, masalah perizinan, pelayanan, kesehatan, kuliner dan pariwisata. Pada intinya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk masa new normal mendatang," jelasnya lebih lanjut.

Thamrin juga mengatakan bahwa video lomba inovasi tersebut nantinya akan dikirim ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) pada hari Senin mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun, dalam lomba tersebut, Kemendagri akan menyiapkan hadiah berupa uang yang berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) dengan total sebesar Rp. 164 Miliar.

Dengan juara satu mendapatkan dana Rp. 3 milyar, juara dua mendapatkan dana Rp. 2 miliar dan juara tiga mendapatkan dana Rp.1 miliar. (db/ptm-aap).

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Menjalani hobi sebagai sebuah pekerjaan merupakan hal sangat menyenangkan, selain membuat hati senang, hal ini juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi yang menjalani dengan sepenuh hati.

Berawal dari hobi , Pemilik Make Up Artis (MUA) RI-ID Mery Maria optimis mengembangkan usaha rias yang sudah dimulai sejak dua tahun yang lalu.

Menurut Mery Maria untuk menjadi MUA yang yang handal, perlu menjalani kursus (pelatihan), sehingga dapat memperluas ilmu pengetahuan tentang bidang tersebut.

"Kalau untuk menjadi MUA itu biasanya kursus, selain itu sekarang juga sudah ada pelatihan, sehingga kita bisa lebih menguasai bidang kita," jelasnya, pada dialog Jelita di DBFM Radio, Selasa (31/3/2020).

Salah satu pencapaian yang tidak terlupakan, lanjut Mery Maria yakni dapat merias Kepala Dinas Pariwisata Lampung selatan, karena tidak semua MUA bisa mendapat kesempatan tersebut.

"Kalau pencapaian yang paling berarti bisa merias Ibu Kepala Dinas Pariwisata, seneng banget sih, karena tidak semua orang bisa merias ibu kepala dinas," jelas Mery Maria.

Untuk menjadi MUA yang baik, ungkap Mery lagi, diperlukan kesabaran dalam menghadapi customer, sebab setiap customer memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda.

MUA yang mengidolakan Dean, salah satu MUA sukses dijakarta ini, mengatakan bahwa dalam menjalankan bisnis ini membutuhkan semangat juang yang tinggi dan jangan mudah menyerah. (db/ptm).

DBFMRADIO.ID (Kalianda) Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (PKK) merupakan organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (TP PKK) Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto pada Dialog Jendela Informasi Wanita dan Anak (Jelita) di DBFM Radio LPPL Lampung Selatan menjelaskan tentang peran PKK.

Menurut Winarni Nanang Ermanto, program PKK maknanya sangat luas, karena program ini bukan program dari kabupaten dan tujuannya jelas, terwujudnya keluarga yang sehat sejahtera lahir dan batin berakhlak mulia berbudi pekerti luhur.

"Sudah jelas ya, seperti tadi disampaikan Mbak Monic (presenter dialog : red) inikan program dari pusat, yang tujyannya sudah jelas adalah pemberdayaan kesejahteraan keluarga dari Kabupaten, Kecamatan sampai ke Desa dan Kelurahan" terang Winarni, Selasa (3/3/2020).

Pada dialog yang dipandu Presenter Lidya Monica ini, Winarni juga menjelaskan, dalam pembangunan keluarga di seluruh indonesia PKK menerapkan sepuluh Progam Pokok PKK , melalui empat Kelompok Kerja (pokja) yang ada di Tim Penggerak PKK itu.

"Makanya kalau pembangunan itu ya tujuannya luas mbak, dari pokja 1 sampai pokja 4 itu menerapkan sepuluh Program Pokok PKK yang mana di dalamnya ada pengamalan Pancasila, ada bergotong royong, hidup berkoperasi mendidik keluarga mendidik putra putri kita" terangnya

"Lebih dari itu, bagaimana menerapkan peningkatan ekonomi keluarga, bagaimana penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta bagaimana penerapan dan mensosialisasikan bagaimana kita harus mempunyai lingkungan hidup bersih dan sehat." lanjut mantan Kepala Desa Way Galih ini.

Pada bagian lain, Winarni Nanang Ermanto juga menjelaskan, tentunya keluarga yang sehat sejahtera lahir dan batin juga berakhlak mulia berbudi pekerti luhur itu terwujud, karena memang Program Pokok PKK itu sangat tepat, karena pembangunan itu bukan hanya pembangunan infrastruktur namun juga Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini Keluarga.(db).

More Articles ...

Page 1 of 4