DBFMRadio.id : Jalarta – Khawatir, was-was, takut atau perasaan lain terpapar Covid 19, selalu muncul setiap saat, terutama setelah bepergian, bagi seorang dokter sekalipun. Begitu pula Twindy Rarasati.

Perasaan itu berkecamuk dihampir 9 bulan ini. Akhirnya kekhawatiran itupun menjadi kenyataan. Tanpa gejala demam, dokter muda ini langsung mengalami gejala sesak nafas.  Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dia dinyatakan positif COVID-19.

Sebagai petugas kesehatan, Rarasati faham betul, sepulang dari luar negeri, dirinya lebih beresiko terpapar dibanding lingkungannya. Oleh karenanya, Rarasati langsung menerapkan protokol kesehatan dirumahnya dengan memisahkan diri atau tepatnya mengisolasi.

“Sebagai petugas kesehatan, saya  sudah prepare, sehingga yang saya lakukan sebelum saya terkena (poaitif Covid 19) adalah mitigasi bencana terlebih dahulu. Saya dirumah menerapkan protokol kesehatan, jauh sebelum kita masuk fase new normal. Saya dengan orang tua punya ruangan terpisah untuk beraktifitas, dan untuk aktifitas makan sudah tidak bersama-sama lagi." demikian Twindy Rarasati berkisah ,pada Dialog Produktif dengan tema ‘Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11/2020).

Menurutnya, ada banyak sekali gejala yang dapat timbul ketika terinfeksi virus Corona. Karena itu penting untuk selalu memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh.

“Saya sempat dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan lanjut isolasi mandiri dua minggu lagi. Baru kemudian dinyatakan sembuh dan bisa kembali bekerja,” jelasnya.

Diceritakan Twindy, selama proses recovery, indera perasa dan penciuman pelan-pelan berangsur pulih setelah empat atau lima hari dia kehilangan dua kemampuan indra tersebut.

“Mengatur pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori, tinggi protein sebagai usaha meningkatkan imunitas,” ujarnya menjelaskan treatment yang dilakukan sepanjang proses pemulihan.

Dalam keterangan tertulis This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterima dbfmradio.id, Selasa (24//11/2020) Karena berprofesi sebagai dokter dan berada di garda terdepan, Twindy sadar bahwa risiko tertular lebih besar. Untuk mencegah risiko penularan, Twindy melakukan mitigasi terlebih dahulu.

“Saya sudah menerapkan protokol kesehatan di rumah. Ada ruangan terpisah dan sudah ada alurnya. Aktivitas makan juga tidak dapat dilakukan bersama untuk mengurangi risiko tertularnya anggota keluarga lainnya,” tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai penyintas, Twindy mengungkapkan bahwa protokol kesehatan harus sebaik-baiknya dilakukan.

“Tanggung jawab menjalankan protokol kesehatan ada di diri kita sendiri dan jangan lupa untuk terus update ilmu agar bisa tahu apa yang harus dilakukan. Bagi yang sekarang, terus berjuang melawan COVID-19 dan tetap semangat. Kita bisa bangkit dan overcome,” tutupnya.

Dinyatakan Sembuh, Satu Keluarga Bebas dari Covid 19 Assalamualaikum .

Mohon doanya untuk sahabat kita R*** D***. Dia terkena musibah tekena " covid positif ". Semoga beliau di sembuhkan. Saya berani share ini karna memang di anjurkan oleh beliau, agar supaya kawan2 termasuk saya waspada karna kita pernah bertatap muka pada acara pernikahan ananda **** (kerabat RD).

Ini saya sertakan wawancara R*** D***.,mohon di simak. Karna di wawancara itu diapun menyebutkan pertemuan dengan kita. Maaf bkn mendahului yg lain ,namunmendahulukan agar kita segera waspada. Sekali lagi kita doakan sahabat kita agar  sehat kembali aamiin yra.

Demikian Broadcast di sebuah group WA yang beredar di pertengahan Agustus lalu. Ya, Aparatur Sipil Negara di Dinas PPA Pemkot Bandar Lampung yang terpapar COVID-19 sudah dinyatakan sembuh, dua pekan setelahnya.

Alumni SMPP Bandarlampung ini telah dinyatakan selesai menjalani isolasi di salah satu rumah sakit swasta pada tanggal 29 Agustus 2020. Pada tanggal yang sama, anaknya juga dinyatakan sembuh, yang diisolasi di salah satu rumah sakit daerah. Kemudian, pada 30 Agustus 2020, suami RD yang juga terpapar COVID-19 dan sebelumnya diisolasi bersama anaknya, juga Pasien berinisial RD ini merupakan pasien nomor 333 di Provinsi Lampung. Dan setelah dilakukan tracking didapati anak dan suaminya juga terpapar COVID-19, yaitu pasien nomor 345 dan 346.

Pihak Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan juga telah melakukan tracking dan rapid test massal terhadap orang-orang yang diduga memiliki riwayat kontak erat dengan DR. Tercatat ada 260 ASN yang mengikuti rapid test, 50 orang diantaranya yang memiliki riwayat kontak erat. Berdasarkan hasil rapid test tersebut, semuanya dinyatakan non-reaktif. (db/medkcppen-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta, Kebiasaan baru yang sedang dijalankan sebagian besar masyarakat pada masa pandemi COVID-19, dapat berisiko jika tidak dibarengi dengan pola hidup yang sehat. Salah satunya duduk dan rebahan terlalu lama saat bekerja dari rumah (Work From Home).

Kebiasaan baru dalam bekerja di rumah ternyata juga bisa memicu berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jantung, paru-paru hingga penyumbatan pada pembuluh darah.

Seperti apa kata dr. Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network, dalam dialog produktif dengan tema “Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID-19” di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), duduk terus menerus, dan melihat laptop atau komputer membuat mata bisa capek. Begitu pula rapat yang dilakukan terus sampai malam, juga dapat menimbulkan stress. Apalagi jika kemudian mengakibatkan kurang tidur.

Alih alih mencapai kesepakatan, tensi bisa naik, lalu muncul penyakit pencernaan, penyakit lambung, karena mungkin makan juga tidak teratur.

Dalam keterangan tertulis This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterma dbfmradio.id Selasa (17/11/2020) dr. Vito Anggarino Damay juga menerangkan, malas bergerak juga dapat mengakibatkan obesitas, dan naiknya kolesterol. Namun berbagai risiko tersebut bisa dicegah dengan banyak bergerak.

Kuncinya adalah bagaimana kita bergerak. Kalau kita bergerak, maka imunitas bisa meningkat. Karena imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh ini lancar kalau sirkulasi lancar, maka pompa jantung kita baik.

Sementara Jubir Satgas COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dalam forum yang sama. dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemeriksaan kondisi kesehatan tubuh juga tetap perlu dilakukan secara rutin di masa pandemi ini. Jadi, kadang-kadang karena takut ketularan COVID-19, abai memeriksakan secara rutin ke rumah sakit, dan ini akan memperburuk kondisi kesehatan yang ada. Akhirnya penyakit-penyakit tidak menular lainnya bermunculan.

Memang, kita hingga saat ini masih diselimuti rasa khawatir yang terus menghantui akan meledaknya jumlah pasien yang terjangkit Covid 19 atau Corona Virus Disieses 19.

Tentu saja Pemerintah sudah melakukan upaya terbaik dan semua komponen masyarakat juga mendukung upaya pencegahan agar tidak terlalu besar seperti negara - negara yang sudah kewalahan menghadapi gelombang serangan covid 19 yang cukup mematikan tersebut. Belum lagi banyaknya berita - berita yang cukup meresahkan masyarakat akhirnya rasa cemas pun selalu menghantui.

Work Form Home adalah salah satu kegiatan pencegahan mengurangi penularan Covid19, karena dengan ini maka interaksi antar pekerja akan berkurang sehingga hal ini dapat memutus rantai penularan Covid19, namun tentunya ada satu efek samping dari WFH yaitu kejenuhan dan hilangnya depresi akibat terlalu mengkhawatirkan penyebaran virus Corona, hal ini menyebabkan Stress dan Depresi yang membuat orang tidak bisa mengembangkan kreatifitasnya.

Bagi yang bekerja sesuai aturan pastinya mungkin bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan mudah, berbeda dengan orang yang bekerja dengan menggunakan kreatifitas nya seperti designer, pencipta lagu, seniman dan lain - lain. Pastinya stress menghambat kreatifitasnya dalam bekerja.(db-mdkcppen-ap)

DBFMRadio : Kalianda - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Provinsi Lampung terus bersinergi dalam menuntaskan penyebaran Corona Virus Disease (Covid)-19, yang keberadaannya masih menghantui masyarakat.

Hal itu terungkap dalam Video Convrence (Vicon) Ketua Umum TP PKK Republik Indonesia (RI), Ny. Tri Tito Karnavian dan Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, serta Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, termasuk Ketua TP PKK Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto, didampingi Sekretaris Ketua TP PKK Lampung selatan, Eka Riantinawati serta beberapa anggota TP PKK lainnya, turut mengikuti dari ruang Vicon, Bupati, Kalianda, Rabu, (9/9/2020).

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu menuntaskan dampak dari Covid-19, mulai dari himbauan dan edukasi kepada masyarakat, pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi melalui pelaksanaan bhakti sosial dan jum'at barokah.

"Periode bulan Maret hingga bulan Agustus, total bantuan yang telah di distribusikan oleh TP PKK Provinsi Lampung yaitu, 13.800 masker kain, 5.183 paket sembako, 37 wastafel portabel, 700 face shield, 55 paket beternak ikan dalam ember, handsanitizer, alat kebersihan, bibit tanaman dan lain-lain," ungkapnya.

Lebih lanjut, Riana mengungkapkan, total bantuan masker yang telah di distribusikan oleh TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung yakni sebanyak 4.025.808 masker, pada periode Maret hingga Agustus.

Selain itu, TP PKK se-Provinsi Lampung juga melakukan inisiasi Gerakan Siger, yang merupakan gerakan berbagi kepada masyarakat sekitar berupa sayuran, bahan lauk pauk serta bumbunya. Gerakan ini juga mampu untuk membantu para petani dengan membeli komoditas pertanian.

"Selain itu, dimasa pandemi ini, kami (TP PKK Provinsi Lampung : red) menginisiasi pelaksanaan gerakan siger, saatnya untuk bergerak untuk rakyat yang membutuhkan, yang saat ini telah menjadi gerakan bersama oleh seluruh organisasi wanita, TP PKK Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Provinsi," ungkapnya lebih lanjut dalam pemaparan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Republik Indonesia, Ny. Tri Tito Karnavian , menjelaskan kesulitan terbesar yang dihadapai ditengah pandemi yakni, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memakai masker dalam segala kegiatan.

"Saat ini, kendala yang dimana-mana terjadi adalah, sulitnya orang memahami pentingnya memakai masker, sebagaibsalah satu protokol kesehatan yang melindungi mereka dari tertular Covid-19," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Ny. Tri Tito Karnavian, ini menjadi kerja keras bersama, untuk terus mensosialisasikan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin dan menghindari kerumunan. Bukan hanya 4M, namun juga tetap menjaga kesehatan serta imunitas.

"Bukan hanya 4M, namun juga menjaga diri kita sehat sehingga imunitas kita terjaga, dengan melakukan olahraga misalnya, tentunnya olahraga yang aman, dan tetap menjaga protokol kesehatan. Selain itu juga menjaga gizi, pola makan, serta tambahan suplemen," jelasnya lebih lanjut.

Pada kesempatan itu, Ny. Tri Tito Karnavian, juga mengucapkan terimaksih kepada seluruh TP PKK se-Provinsi Lampung yang telah melaksanakan Gebrak Masker di wilayahnya masing-masing.

Dia juga mengimbau agar seluruh TP PKK tetap menjaga kesehatan, serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19 disetiap kegiatan, terlebih mengenai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sebab hal itu, tentunya mempunyai resiko yang tinggi dalam penularan virus korona.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada semua atas pelaksanaan Gebrak masker diwilayah masing-masing, namun kita juga harus mengetahui kesehatan kita sendiri, jangan sampai kegiatan ini membahayakan para kader, dengan resiko tertular yang tinggi," ungkapnya. (db/ptm-aap).

DBFMRadio.id : Kalianda - Pameran lukisan dari berbagai seniman di Kabupaten Lampung Selatan dan sekitarnya, ikut memeriahkan acara perlombaan Mural yang di selenggarakan di Kebun Edukasi, Rumdin Bupati, Kalianda.

Salah satu seniman yang juga menjadi panitia dalam perlombaan tersebut, Asnawi Mangku Sastra, S.Pd, saat ditemui DBFM Radio menjelaskan, diadakannya pameran lukisan tersebut merupakan bentuk apreasiasi Pemerintah Daerah kepada para pelukis. Selain juga mendukung kegiatan lomba mural itu.

"Tujuannya untuk mendukung perlombaan mural, lalu juga sebagai ajang apresiasi para pelukis lampung selatan khususnya untuk masalah lukisan," jelasnya, Rabu (26/8/2020).

Lebih lanjut, Asnawi memaparkan bahwa dengan diadakannya pameran lukisan itu, dapat menjadi wadah bagi para seniman untuk menuangkan berbagai karya lukis yang telah mereka ciptakan.

"Dengan diadakannya pameran lukisan ini, menjadi salah satu wadah mereka (seniman) untuk menuangkan karya-karya mereka dalam dunia seni," paparnya lebih lanjut.

Dia juga mengungkapkan bahwa lukisan yang dipamerkan pada ajang perlombaan mural itu meruapakan hasil karya dari seniman Lampung Selatan, namun ada beberapa seniman dari luar Kabupaten yang turut berpartisipasi dalam pameran lukisan tersebut.

"Didominasi oleh pelukis Lampung Selatan, seperti karya Bpk. Denis Askar yang kebetulan beliau merupakan putra daerah sini (Lampung Selatan), lalu Bapak Salvador, beliau putra daerah Lampung, kemudian saya (Asnawi) dari Lampung Selatan, kalau diluar Lampung Selatan juga ada, mas aikon sama pak salvator jen junaidi," ungkapnya.

Berbagai jenis aliran dalam seni lukis terdapat dalam pameran itu, seperti aliran realisme, naturalisme, ekspresionisme, dan abstrak terpampang di pameran itu. Hal itu dilakukan untuk memperkenalkan berbagai aliran seni lukis dalam dunia seni rupa kepada masyarakat atau pengunjung.

Asnawi mengungkapkan, adanya pemeran lukisan itu merupakan ide dari Bupati Lamlung Selatan, H. Nanang Ermanto, yang mendukung secara penuh mengenai kegiatan seni lukis yang baru pertama kali di adakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

"Ini merupakan ide dari beliau, bahwasanya setelah kita melaksanakan lomba mural, bagaimana jika kita membikin event yang sama dalam kegiatan ini, yasudah akhienya kita membuat pameran lukisan, artinya saya sangat mengapresiasi ide dadi beliau, karena dari event ini saja sepengetahuan saya ini baru pertama kali dilaksanakan, khusus untuk pemerintah daerah," ungkap Asnawi.

Mewakili para seniman, Asnawi berharap kedepannya kegiatan seperti lomba dan pameran seni lukis bisa sering dilaksanakan di Lampung Selatan, ia juga berharap Pemerintah Daerah juga turut memberikan ruang kepada seniman dalam mengekspresikan karya, dan masyarakat dapat menikmati karya seni secara universal, seperti seni tari, musik, dan seni rupa, khususnya seni lukis. (db/ptm-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta – Positif COVID-19 itu memang menyiksa dan berbahaya. Seorang Penyintas Covid 19 Latief Siregarr berkisah, saat dirinya akan diisolasi dirumah sakir, dokter sempat berkata ke istrinya agar menatap Latief agak lama, karena begitu masuk ruang isolasi, tidak akan dapat lagi menemuinya atau jangan jangan pertemuan ini adalah pertemuan terakhir.

“Saat saya akan dibawa ke rumah sakit, dokter berpesan agar istri saya melihat saya yang lama, karena nanti saya tidak bisa dijenguk. Dan bisa jadi ini perjumpaan yang terakhir,” kenang Latief Siregar. Seperti diikutip This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterima dbfmradio.id Minggu, (15/11/2020).

Pengalaman selama menjalani perawatan dan pemulihan dari COVID-19, dikatakan Siregar semacam near-death experiences, diambang kematian.

“Saya menyadari bahwa saya selama ini punya komorbid hipertensi. Jadi selama COVID, nafas saja susah. Saya harus cepat mengambil selang oksigen untuk bisa bernafas,” cerita Siregar dalam Webinar secara daring bertema “Tantangan Penyintas Beradaptasi & Lindungi Diri dengan Imunisasi” yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), belum lama ini`

Kurang lebih sembilan hari Latief Siregar dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Jarum suntik dan selang oksigen, jadi menu sehari- hari jurnalis senior ini.

Dalam waktu kurang dari satu minggu, virus Corona dengan cepat merusak paru-parunya. Berdasarkan pengalamannya, Siregar mengatakan apabila terkena COVID-19 maka akan sangat berat untuk kembali ke kondisi semula.

Oleh karena itu, dia berpesan untuk menjaga kondisi kesehatan di saat pandemi.

“Untuk meningkatkan imunitas selama pandemi, bisa dengan olahraga minimal lakukan stretching atau peregangan, berjemur juga penting. Saya berkebun sambil memanfaatkan halaman belakang untuk menanam. Selain itu, makanan perlu dijaga betul,” katanya.

Ia menambahkan, agar jangan pernah menganggap remeh COVID-19. Hal lain yang juga menurutnya penting adalah berhenti merokok.

“Setelah berhenti merokok, saya merasa banyak sekali manfaat kesehatannya,” aku Latief.

Lain, Latief Siregar, lain pula Muswir anggota DPRD Lampung periode 2014 – 2019, yang beberapa bulan lalu dinyatakan sembuh dari virus corona.

Pasien nomor 020 ini memberi pesan dan kiat melawan virus corona kepada seluruh pasien yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi.

Muswir warga Jalan RE Martadinata, Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandarlampung, hampir sebulan dirawat di ruang isolasi. Politikus ini terkonfirmasi terjangkit virus corona setelah berkegiatan dengan beberapa orang dari kelompok pengajiannya di sebuah pantai di Pesawaran.

Muswir mengatakan, selama berada di ruang isolasi dia selalu berusaha berpikir positif. Dia berusaha menyibukkan diri dengan makin rajin beribadah, mulai dari mengaji setiap selesai shalat wajib dan menggiatkan shalat sunah.

Untuk itu, Muswir berpesan agar para pasien yang kini sedang berjuang untuk sembuh tidak berpikiran negatif atas penyakit yang sedang diderita.

“Selain itu, berikhtiar dunia yang telah disyariatkan, dibuat aturan oleh dinas kesehatan, ikuti seluruh arahan dengan menjaga kebersihan, makan obat yang teratur,” kata Muswir seraya mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah merawatnya hingga sembuh. (db/kcppen-aap).

DBFMRadio.id : Kalianda - Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdapat di Kabupaten Lampung Selatan, turut mendukung dan memeriahkan perlombaan mural yang dilaksanakan di Kebun Edukasi, Rumdin Bupati, Kalianda, Rabu (26/8/2020).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), I Ketut Sukerta, pada acara Bazar produk UMKM. Ia juga mengatakan bahwa acara Bazar itu juga merupakan ajang promosi, agar masyarakat dapat mengenal produk hasil para UMKM setempat.

"Kesempatan ini kita (UMKM) gunakan untuk promosi, seperti tadi yang belum tahu jadi tahu, yang biasanya susah nyari produk jadi mudah, seperti bubur kelor ini kan jarang produksinya, sekarang disini ada, bisa kita coba," jelasnya.

Pada kegiatan Bazar itu, lanjut I Ketut Sukerta, banyak berbagai produk yang ditawarkan mulai dari kuliner, kerajinan, bahkan produk untuk kesehatan pun turut ditawarkan dalam kegiatan itu.

"Kalo disini ada batik tulis, kerajinan, paling banyak makanan. Kalo kerajinan itu dari penengahan, bubuk kelor dari bulok, bubuk kelor ini sedang digaungkan, obat tradional yang banyak manfaatnya," jelasnya lebih lanjut.

Ia mengungkapkan, tidak ada syarat khusus bagi para pelaku UMKM yang ingin turut berpartisipasi dalam kegiatan Bazar tersebut, hanya saja yang pasti mereka harus memiliki produk hasil sendiri.

Pada kesempatan itu, ia juga turut mengenalkan berbagai varian produk dari kelor, yang memang mempunyai banyak khasiat, seperti mie dari kelor dan juga ice cream, yang dibuat oleh para UMKM Lampung Selatan.

I ketut Sukerta berharap, setelah diadakannya Bazar ini, masyarakat dapat lebih mengenal dari berbagai produk UMKM di Lampung Selatan, dengan demikian juga dapat memudahkan masyarakat dalam menemukan produk yang mereka inginkan. (db/ptm-aap).

DBFMRadio.id: Abung Tinggi -  Konon, Lampung adalah sebuah Kerajaan yang memiliki banyak sejarah yang bisa digali , salah satunya adalah  Canguk Gaccak yang ada di desa Sekipi, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara.

Situs Canguk Gaccak berada di tepi Way Abung, yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan masyarakat Lampung.

Diluar perkiraan jika ternyata perjalanan ke Canguk Gaccak penuh perjuangan. Betapa tidak, dari Jalan Lintas Tengah sumatara di wilayah Abung Kunang Lampung Utara, kemuadian menyusuri jalan berbatu lebih kurang 1 jam perjalanan, sampailah di Desa Sekipi, kecamatan Abung Tinggi.

Untuk sampai di Situs Canguk Gacak, lebih ekstrim lagi, menyusuri jalan tanah berbatu ditengah semak belukar dan rumpun bambu, meski bisa dilalui ranmor roda 4, memakan waktu lebih kurang 30 menit, sampailah di titik akhir jalan.

Namun, bukan berarti selesai perjuangan, dari sini kita masih harus berjalan kaki menuruni bukit, meski difasilitasi dengan anak tangga, yang ada dalam pikiran saya, bagaimana nanti pulangnya, menapaki anak tangga dengan kemiringan hampir 45 derajat.  

Singkat cerita, sampailah di tujuan akhir perjalanan, Situs Canguk Gaccak, tepatnya Makam Minak Trio Diso, merupakan nenek moyang orang Lampung Abung keturunan Abung Siwo Migo,  di Desa Sekipi kecamatan Abung Tinggi, diseberang Way Abung.

Meski masih disanksikan oleh banyak ahli sejarah keberadaan situs ini, bahkan menurut tokoh pemuda Abung Purnian Patrikeraton gelar Sutan Guru Adat,  situsnya yang mana masih diragukan, meski telah dilegalkan sebagai Cagar Budaya sesuai Undang Undang Nomor 5 tahun 1992 yuncto Undang Undang Nomor 11 tahun 2010.

Meski diakui Purnian arkeolog dari bandung pernah memetakan, bahkan diperkirakan di Canguk Gaccak adalah peninggalan Zaman Batu atau Megalitikum.

Namun celakanya megalitikum itu dimiliki perorangan, dan Purnian sendiri mengaku belum pernah melihatnya.

“Arkeolog dari bandung pernah memetakan, bahkan diperkirakan di Canguk Gaccak adalah peninggalan Megalitikum. Namun dimiliki perorangan, dan saya sendiri belum pernah melihatnya. Dan yang masih tersisa sekarang adalah Makam Minak Trio Diso” Cerita Purnian.

Masih menurut Purnian, masyarakat Lampung utara  mula-mula bermukim di daerah Sekalabrak yang berada di sekitar Gunung Pesagi hingga tepian Danau Ranau, yang sekarang menjadi Kabupaten Lampung Barat.

Makam Minak Trio Diso merupakan nenek moyang orang Lampung Abung keturunan Abung Siwo Migo, atau abung sembilan marga, yakni Marga Nunyai, Marga Unyi, Marga Subing, Marga Nuban, Beliuk, Marga Bulan yang saat ini sudah masuk Migo Pak Tulang Bawang, selanjutnya Marga Kunang, Selagai dan Marga Anak Tuha, yang lahir di Canguk Gaccak ini. Istimewanya, masing masing marga memiliki gelar.

Letak makam Minak Trio Diso saat ini berada di Komplek Makam Minak Trio Diso di Desa Sekipi kecamatan Abung Tinggi, makam tersebut diseberang Way Abung. Komplek makam ini dikenal sebagai situs Canguk Gaccak, meski sejatinya bukan.

Pada saat saat tertentu yang momentum, banyak orang berziarah di makam ini. Seperti Rusniani warga Lampung Utara mengaku berziarah kemakan Minak Trio Diso, hanya menyampaikan niat saja, sebagai cucu kepada leluhurnya.

“Menyampaikan niat aja, bahwa iat kita itu sampai. Kita sebagai cucu  minta kepada leluhur” aku dia.

Saat ini, Canguk Gaccak merupakan situs bersejarah di Lampung Utara. Di bagian dalam lahan terdapat kompleks dolmen, batu melingkar dan menhir terdiri dua belas kelompok.

Pada lahan yang berada di sebelah selatan sungai terdapat kompleks makam terdiri dua kelompok. Kelompok makam pertama berada pada lahan di tepi sawah. Tokoh utama yang dimakamkan adalah Minak Raja Di Lawuk, berada di bagian paling timur. Di bagian paling barat terdapat makam Paksi Tuan Guru yakni merupakan keturunan Minak Trio Diso.

Kelompok makam kedua berada di sebelah barat kelompok makam pertama. Kelompok makam berada pada lahan setinggi sekitar 3m dari permukaan lahan sawah. Pada tangga masuk sebelah timur menuju makam terdapat batu berdiameter sekitar 25cm.

Batu tersebut merupakan lambang kepala Minak Raja Di Lawuk, yang harus diinjak oleh keturunan Minak Trio Diso ketika akan berziarah. Pada kompleks makam terdapat tiga makam. Makam paling timur merupakan makam Hyang Mudo, makam yang ditengah merupakan makam Minak Trio Diso, dan yang di utara adalah makam Syekh Abdurrahman.(digali dari berbagai sumber/db-aap)

More Articles ...

Page 1 of 5