21:06:26 DBFMRadio.id : Palembang - Provinsi Sumatera Selatan memiliki 13 Kabupaten dan 4 Kota, dengan luas wilayah  91.592,43 Km2 dan populasi penduduk 8.600.765 jiwa.

Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan, sejak tahun 2014, menempati gedung 10 lantai, alamat di jalan Gubernur Haji a Bastari 80 ulu seberang ulu 1,  dengan luas tanah 18.608 M2 dengan jumlah pegawai sebanyak 316 orang yang terdiri dari 154 orang Jaksa dan 162 orang tata usaha serta membawahi 15 unit Kejaksaan Negeri.

"Perubahan mengantarkan kita hal yang baru  harus menyadari,  terus bergerak terus berkarya serta terus  berinovasi. Perubahan bukan hanya sekedar slogan saja, namun harus kita wujudkan bersama." demikian tekad Kejati Sumsel.

Dengan semangat perubahan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan siap melakukan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM dengan menerapkan 6 area perubahan,  yaitu manajemen perubahan, penataan tatalaksana,  penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, kinerja penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui upacara pencanangan penguatan zona integritas menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) Kejati Sumsel mendukung serta berkomitmen untuk mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi.

Bersama seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan siap menjunjung tinggi menerapkan slogan yang dimiliki PASS yaitu Profesional, Acountable, Smart and Servis.

Pimpinan sebagai role model dalam pelaksanaan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi,  mengajak seluruh jajaran pegawai pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk dapat terlibat dalam kegiatan dengan membangun budaya kerja dan pola pikir.

"Saya Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dengan ini menyatakan,  bahwa saya beserta seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, siap membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani Kejati Sumsel PASS,  profesional akuntabel smart service" tekad Kajati Sumatera Selatan Drs. M.Rum, SH.MH, dalam Video Podcast  Pembangunan ZI (Zona Integritas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Menuju WBK Tahun 2021.

Dengan didukung sistem pengukuran kinerja yang berbasis teknologi informasi,  untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses penyelenggaraan manajemen,  Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menerapkan beberapa aplikasi dan sistem informasi.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, bersama sama membangun diri untuk menjadi pribadi yang bermartabat dan konsisten dalam kedisiplinan. Dengan meningkatkan kompetensi pegawai,  melalui kegiatan pelatihan untuk pegawai,  mengikuti in house training expose penanganan perkara dan pelaksanaan asesmen pegawai.

Untuk mencapai suatu tujuan perlu adanya komitmen dan dedikasi komunikasi dan kerjasama yang baik adalah awal dari perubahan,  untuk mencapai kinerja yang maksimal,  berdasarkan perjanjian kinerja yang telah dibuat dan ditandatangani oleh pejabat struktural.

Melalui  aplikasi e - jurnal diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kinerja pegawai,  karena dapat dimonitor oleh pimpinan. Sebagai bentuk penguatan pengawasan dalam pembangunan zona integritas menuju WBK,  Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah melakukan pengendalian gratifikasi dan menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (STIP),  mengidentifikasi dan membuat peta risiko dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.

Untuk memberikan pelayanan yang baik,  Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan juga  memiliki sarana dan prasarana berupa ruangan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),  yang dilengkapi beberapa fasilitas umum untuk menunjang kenyamanan.

Disamping itu, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, menyajikan informasi publik yang dapat diakses melalui website media sosial, Videotron dan papan struktural digital  serta standar layanan SOP dan yang dapat di lihat pada layar monitor pada ruang PDSP.

Pembangunan. Zona integritas menjadi hal yang utama memberantas segala bentuk korupsi dan berkomitmen dalam bekerja, untuk selalu menegakkan keadilan dan meningkatkan pelayanan publik.(db-aap).

(13:32:50) DBFMRadio.id : Bandarlampung - Lembaga Penyiaran Publik (LPP)  RRI Bandar Lampung, kembali menggelar Lomba Bercerita Anak  Dengan Harapan. 

Lomba ini ditujukan   Untuk pelajar tingkat Sekolah Dasar dan anak putus sekolah berusia maksimal 11 tahun.

Menurut Ketua Panitya M. Touhid Umar,  peserta menceritakan pengalaman, perasaan dan harapannya tentang segala sesuatu yang menarik dan menginspirasi,  bersumber dari imajinasinya atau pengalaman di lingkungan sekitar, dan dikirim ke Panitya.

"Materi perlombaan dalam bentuk  rekaman video dengan format Mp4,  dikirim ke Panitya menggunakan bahasa tutur tema cerita bebas asal tidak bertentangan dengan nilai nilai pancasila dan nilai-nilai agama, bukan mengutip dari dongeng atau legenda" terang Tauhid dalam siaran pers yang diterima dbfmradio.id Senin (5/7/2021).

Peserta adalah pelajar SD aktif di wilayah propinsi lampung, dibuktikan surat keterangan dari sekolah dan anak putus sekolah berusia maksimal 11 tahun, dibuktikan dengan akte kelahiran atau surat keterangan dari lurah setempat.

Sedangkan materi cerita, lanjut Tauhid,  murni karya peserta lomba, dibuktikan dengan surat pernyataan orisinalitas karya,  diatas materai 10.000 yang ditanda tangani oleh orangtuawali.

"Harus original karya peserta lomba, disertai dengan deskripsi cerita yang diketik dengan jenis huruf arial 12 dan 1 1/2 spasi dengan durasi  bercerita 5 menit, tanpa memperkenalan diri." kata Kasi Programa 1 RRI Bandarlampung ini.

Selanjutnya, rekaman Video  dikirim di google form. http://gg.gg/berceritadirri2021 atau menyerahkan langsung ke RRI Bandarlampung,  alamat Jl. Gatot Subroto NO 26 Pahoman Bandarlampung.

Cerita boleh disertai sound effect atau musik back sound,   pelaksanaan penilaian lomba dilaksanakan pada 22 dan 27 juli 2021
melalui media sosial rri (youtube, instagram dan facebook).

Hadiah lomba bagi  juara 1 Rp. 2 Juta,
Juara 2 Rp. 1,5jt, Juara 3 Rp.1jt dan  piagam penghargaan, trophy dan akan mewakili RRI  Bandar Lampung pada lomba yang sama  ke tingkat Nasional.

Untuk informasi dan konfirmasi pendaftaran Irawati 0913 6635 1421, Nona 0812 7895 8187 dan Ussy 0853 7789 9935.(db-rell-aap).

(DBFMRadio.id) : Kalianda - Kebun edukasi Lampung Selatan memiliki fasilitas cukup lengkap dan cocok sebagai media pembelajaran diluar kelas. Mulai dari tanaman, hewan, serta playground.

Menurut Kepala SD Aisyiyah Kalianda Roy Kasmarin, hal ini dapat menambah semangat serta minat peserta didik, dalam menyerap ilmu pembelajaran yang diberikan oleh pendidik secara langsung.

"Banyak tanaman, ada hewan-hewan juga. Jadi, kita mengajarkan beberapa materi di dalam kelas dan kita praktekkan diluar. Jadi kami melihat ada tempat wisata baru, ternyata ini bagus juga untuk anak-anak kita, mengajarkan sesuatu secara nyata," Kata Roy Kasmarin, Rabu (8/4/2021).

Saat mendampingi Siswa Sekolah Dasar (SD) Aisyiyah Kalianda mengunjungi Kebun edukasi Lampung Selatan, Roy Kasmarin mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk media pembelajaran, guna mengenalkan lingkungan alam sekitar kepada peserta didik secara langsung.

"Sebenarnya ini program rutin dari SD Aisyiyah Kalianda, namanya Outing Class, jadi belajar diluar, nah kita lihat di Kebun edukasi ini banyak pembelajaran untuk anak-anak khususnya anak SD," kata Roy.

Selain melatih kemandirian anak, lanjut Roy, pembelajaran diluar kelas juga dapat menambah wawasan anak terutama mengenai dunia bercocok tanam.

Seperti cara menanam tanaman, merawat tanaman, hingga manfaat tanaman bagi tubuh dan lingkungan.

"Kita sering ajak mereka keluar, agar ada keterkaitan antara pembelajaran yang diajarkan dikelas dengan alam yang sesungguhnya," jelasnya.

Roy berharap kedepannya Kebun edukasi Lampung Selatan dapat dilengkapi dengan lebih banyak varian tumbuhan serta hewan, sehingga kedepan Kebun edukasi dapat menjadi sumber pembelajaran peserta didik dengan media yang konkret.

"Karena ini masih tahap pembangunan juga ya, kedepannya saya berharap jenis tanamannya dapat dilengkapi, jenis hewannya pula, lebih banyak varian," harapnya. (db/ptm-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta - Pertengahan Agustus lalu, Icha Atmadi beserta suami dan ayahnya dinyatakan positif COVID-19.

Ayahnya mengalami gejala COVID-19 yang terbilang berat sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sementara Icha dan suaminya disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. 

“Sampai dinyatakan sembuh, perlu waktu hampir satu bulan buat saya dan suami melakukan isolasi mandiri. Sedangkan ayah harus menjalani perawatan di rumah sakit selama satu bulan dan total 45 hari sampai dinyatakan sembuh,” tutur Icha dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Memaksimalkan Pengelolaan Kesehatan Lewat Vaksinasi’ pada Kamis (26/11/2020) yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Diakuinya, penderitaan yang dialami tidak hanya fisik tapi juga secara psikis. Persoalan bertambah dengan biaya pengobatan COVID-19 yang terbilang tidak murah.

“Jika dihitung-hitung, biaya perawatan ayah selama di rumah sakit bisa menyentuh angka 100 juta rupiah,” ujar Icha.

Namun, Icha merasa cukup beruntung biaya perawatan ayahnya di rumah sakit ditanggung oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah setempat sangat bertanggung jawab setelah dia melaporkan ke RT/RW terkait kondisi yang dialaminya dan keluarganya. Icha tidak menyangka akan terkena COVID-19 karena dia dan keluarganya termasuk yang protektif dan disiplin melakukan protokol kesehatan.

“Namun kami pun masih bisa kena. Pengalaman ini membawa kami pada titik terendah yang membuat kami jadi intropeksi diri dalam menjaga hati dan fisik, yang ringan saja mengerikan apalagi sampai gejala berat,” terangnya.

Dalam keterangan tertulis This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterima dbfmradio.id  Sabtu (28/11/2020) menyebut, Kini, protokol kesehatan lebih ketat dilakukan di keluarga Icha dan telah menjadi gaya hidup. Icha berharap pengalaman ini tidak dialami oleh orang lain.

“Tolong jaga kesehatan karena kalau sudah sakit itu lebih susah lagi perjuangannya. Lakukan protokol kesehatan. Untuk yang mulai merasa ada gejala tolong segera periksa karena cepat atau lambatnya pemeriksaan akan sangat berpengaruh pada proses penyembuhan. Jangan tunggu parah,” pesannya di akhir cerita.(db/medkpcpen-aap).

18:15:49 DBFMRadio.id : Kalianda - Radio Dimensi Baru FM mengundang Suherman Ketua Kelompok Tani Agung Berkah Porang sebagai narasumber pada Ruang Dialog dengan topik Budidaya Tanaman Porang Dari Desa Sampai Mancanegara, dipandu host Melinda, di Studio DBFM Radio, Selasa (22/06/21).

Dari zaman penjajahan Jepang dan Jepang masuk ke Indonesia untuk menyebarkan bibit-bibit porang pada saat disebarkan Indonesia sudah merdeka dan pada tahun 1945-1960 masyarakat sudah mengetahui bahwa tanaman Porang bisa dijadikan makanan dan pengelola industri.

"Keistimewaan dari tanaman Porang tergantung dari mindset masyarakat dan penggunaan serta dari sisi ekonomis daya jual dan cara merawatnya tidak terlalu sulit",kata Suherman.

Masa pertumbuhan tanaman Porang bisa dilihat dari Bulbilkatak pertumbuhan masa sekitar 3 bulan, tanaman umbi sekitar 20-30 per satu batang dan bijikatak 1 pohon hanya menghasilkan 4 batang.

"Masa tanam Porang tidak sama seperti tanaman lain, ada siklus tanam di bulan 8-9 sampai bulan 1 sudah masa tanam terakhir di polibag. Masa siklus menanam Porang sebelum musim hujan dan dipanen setelah kemarau supaya kadar air tidak terlalu banyak", jelas Suherman

Ada 3 ciri-ciri tanaman Porang yakni diujung daun berwarna pink, sekitar umur 2-3 bulan akan tumbuh garis antara atas sampai ditengah dari tengah sampai kebawah dan juga sekitar umur 2-3 bulan muncul seperti bentol-bentol.

Budidaya tanaman Porang di Lampung Selatan masih sekitar 5%-10% yang menanam dan mempunyai peluang yang besar di wilayah Pasuruan, Kalianda, umbul tengah dan korpri sekitar 32ribu batang yang sudah di tanam.

Lanjut Suherman, ada 2 hal penting penanaman porang yakni pengelolahan lahan dari yang menggunakan bahan kimia diubah penggunaannya menggunakan bahan kompos dan pola pemilihan bibit.

Petani salah satu kesulitan dalam menanam Porang karena masih banyak petani yang belum memahami tanaman Porang tersebut dan modal menjadi hambatan para petani untuk menanam Porang.

"Kelompok tani agung berkah Porang baru terbentuk pada bulan Februari 2021 lalu dan baru menghasilkan 1 kali panen sekitar 5 ton porang serta mengajak kepala desa bekerjasama supaya masyarakat tidak harus mengandalkan bantuan dari pemerintah." ujar Suherman.(db-bngpsp-aap).

Aditya Santoso (Pilot ) Foto: medkpcpen

DBFMRadio.id : Jakarta - Pandemi COVID-19 berdampak pada banyak profesi. Ada yang kehilangan pekerjaan dan banting stir alih profesi. Bagi yang masih bekerja tetapi pendapatannya dipangkas, bersiasat dengan mencoba usaha sampingan. Salah satunya seperti yang tengah dijalani Aditya Santosa,  pilot yang sedang berbisnis online shop.

Pada Dialog Produktif bertema ‘Vaksin: Harapan Kembali Produktif’ yang digelar secara virtual di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (2/12/2020), pilot ini mengaku pendapatannya berkurang 30 persen sejak pandemi. Jadwal terbang juga berkurang. Karena banyak waktu luang, Aditya berpikir tidak ada salahnya merambah bisnis online guna menambal pendapatannya yang kini berkurang jauh.

"Saya coba berwirausaha. Saya mulai jualan online dan belajar jualan dari teman saya. Puji Tuhan lumayan, ada hasilnya. Karena banyak waktu luang, jarang terbang, saya bisa invest waktu saya ke hal lain," kata Aditya.

Dalam keterangan tertulis This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterima dbfmradio.id Jum'at (4/12/2020) Aditya juga berkisah, dengan berjualan online, dirinya mengaku terbantu untuk menambal kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarga.

Apalagi selain gaji yang dipangkas, pilot juga kehilangan uang terbang yang biasanya didapat setiap kali menjalankan tugas.

"Sebelum pandemi saya bisa terbang 4-5 kali dalam sebulan, selama pandemi jadwal paling hanya sekali dalam tiga bulan" akunya.

Namun demikian, Pemerintah tak tinggal diam dan membantu masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi COVID-19. Berbagai bantuan disalurkan melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Tak tanggung tanggung, Total anggaran PEN mencapai Rp 695,2 triliun. Bantuan yang diberikan pun tak hanya menyasar masyarakat ekonomi lemah dan UMKM saja, namun juga perusahaan dan karyawan yang dirumahkan.

Stimulus Untuk UMKM

Bantuan  Stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penunjang untuk membangkitkan perekonomian Indonesia akibat pandemi.

Pada webinar KPCPEN bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Selatan, Kamis (3/12/2020), Kepala Dinas Koperasi dan UKM, I Ketut Sukerta, mengatakan guna meningkatkan perekonomian nasional, Pemerintah telah menggulirkan berbagai bantuan stimulus kepada para UMKM di Lampung Selatan.

 

Dinas Koperasi dan UKM telah mengusulkan 7.087 pelaku usaha yang sudah memenuhi persyaratan, dan telah terealisasi sebanyak 5.592 pelaku usaha melalui Bank BRI.

"Sebanyak 7.087 pelaku UMKM telah diusulkan dengan 8 tahapan, dan telah terealisasi sebanyak 5.592 pelaku usaha, karena prosedur pencairan masih terkena kendala persyaratan dan lainnya, sehingga saat ini baru 2.292 pelaku usaha yang sudah dapat memanfaatkan stimulus tersebut," katanya.(db/medkpcpen-aap)

DBFMRadio.id : Jakarta - Deswita Supriyatni MPd, adalah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).

Perempuan peraih medali perak PON 2004 cabang olahraga Dayung ini tidak pernah membayangkan bahwa suatu ketika dia harus memberikan materi perkuliahan sepenuhnya secara daring kepada para mahasiswanya.

“Materi pembelajaran yang saya sampaikan identik dengan tatap muka dan praktek. Sekarang mau tidak mau harus melalui teknologi media tatap muka virtual,” ujar Deswita dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Mendukung Para Pendidik Tetap Berkarya’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (25/11/2020).

Deswita sadar betul jika kini dia bersandar sepenuhnya pada teknologi. Karena itu, dosen STKIP Pasundan ini mengemas materi perkuliahannya dalam teknologi penyampai pesan suara dan video, sehingga para mahasiswanya tetap dapat mengikuti materi dari mata kuliah yang sedang diajarkan, jika terjadi gangguan jaringan internet.

“Saya berusaha kreatif dalam mengemas dan menyampaikan materi agar para mahasiswa tetap dapat menyimak maksimal walaupun mereka mengalami gangguan koneksi internet. Karena banyak mahasiswa yang ada di daerah umumnya mengalami hambatan pada jaringan internet,” katanya.

Begitulah, para guru tak boleh kehilangan ide, meski situasi pandemi berdampak pada proses belajar mengajar. Mereka harus bersiasat dengan situasi saat ini. Dalam keterangan tertulis This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. yang diterima dbfmradio.id Jum’at (27/11/2020) menyebut, pendidik lainnya juga berbagi kisah tentang proses mengajar mereka di tengah pandemi ini.

Arya Wiratman, seorang guru SDS Islam Ibnu Hajar Cipayung Jakarta Timur punya tantangan lain.

“Kondisi pandemi saat ini dengan pembelajaran jarak jauh melalui kelas virtual dan video pembelajaran sangat monoton buat anak-anak. Kami dituntut mengemas pembelajaran seperti saat tatap muka di kelas.

"Mereka harus tetap merasakan rasa pembelajaran tatap muka dan bersosialisasi dengan teman-temannya,” katanya.

Sri Murni S.Pd., M.Pd, yang menjadi dosen STKIP PGRI Bandar Lampung juga berbagi cerita di forum yang sama. Dia mengaku bahwa dirinya perlu melakukan terobosan dengan mulai menggunakan beberapa media pembelajaran dalam proses belajar mengajar jarak jauh.

“Harus lebih giat dan semangat dalam menggunakan media pembelajaran yang lain agar materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi namun harus tetap dilakukan untuk para mahasiswa,” tukasnya.(db/medkpcpen-aap)

More Articles ...