dbfmradio.id (Kalianda) : Kecamatan Rajabasa diwilayah pesisir Lampung Selatan ada 16 desa dengan potensi desanya yang sangat beragam, seperti di desa Kunjir, kawasan pesisir rajabasa ini terkenal dengan potensi wisata bahari atau pantai, namun sejak bencana tsunami akhir tahun 2018 lalu, kawasan ini sempat lumpuh, terutama disektor ekonomi.

Dialog interaktif Warta Desa DBFM Radio LPPL Lampung Selatan, menghadirkan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang juga Kaur Perencanaan Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa,  Iyung, dengan topik Menata Kembali Desa Wisata Kunjir Pasca Tsunami.

Menurut Iyung, sebelum tsunami Wisata Bahari sangat potensial di desa Kunjir, yang ditunjang oleh wisata kuliner dan wahana bermain anak anak, disamping wana (hutan) wisata seperti air terjun dan sumber air panas.

"Sebetulnya (sebelum tsunami : red) potensinya banyak, di atas ada air terjun ada sumber air panas, waktu itu memang belum kita kembangkan karena memang dana desa tidak mendukung, karena banyaknya kebutuhan pembangunan infrastruktur" terang Iyung, Rabu (4/3/2020).

Sebelum dilanda Tsunami, terus Iyung, obyek wisata di Kunjir dikelola oleh Karang Taruna bersama Pokdarwis, berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan.

"Sebelum tsunami itu memang setiap dusun pemuda pemudanya itu mengelola pantai didusunnya masing2, mereka bersama dengan pokdarwis dan pokdarwislah lah yang yang melanjutkan koordinasi dengan pihak dinas pariwisata" terus Iyung lagi.

Kebetulan, lanjut Iyung, Pokdarwis di bawah naungan Dinas Pariwisata dan di SK kan Bupati, namun mengandalkan swadaya masyarakat, sehingga sulit sekali berkembang.

"soalnya kan kita harus mengandalkan swadaya masyarakat ya makanya sulit sekali berkembangnya tapi setelah mendekati tsunami di tahun 2017 mulai terlihat geliat kunjungan wisatawan, namun tahun 2018, diporak porandakan Tsunami" sesal Iyung.

Pasca tsunami, Iyung menambahkan, Pokdarwis Rajabasa mulai mempromosikan kembali wisata bahari, khususnya yang ada di Desa Kunjir.

"Kita mulai menggaungkan apa potensi yang ada di pulau mengkudu dan batu lapis, kita promosikan lewat media sodial dan alhamdulillah kebanyakan pengunjung yang mau ke sana itu (pulau mengkudu : red) transitnya di Kunjir" tukasnya.

Memang, untuk memulhkan geliat wisata di Kecamatan Rajabasa, perlu banyak keterlibatan masyarakat, perlu perahu nelayan yang telah diluluh lantakkan saat tsunami serta ibu ibu PKK yang membuka pusat kuliner di di di pulau mengkudu.

"Tidak hanya itu destinasi wisata alam sepanjang pesisir rajabasa itu pun rusak dan kini masih dalam proses pemulihan seperti yang ada di desa kunjir dan desa lain, di Kecamatan Rajabasa" Ujar Iyung mengakhiri. (db).

 

DBFMRadio, Kalianda :  Pantai Batu Rame merupakan salah satu dari sekian banyak tempat pariwisata pantai yang ada di Kalianda, Namun pantai ini lebih hangat di telinga masyarakat domestik dengan sebutan pantai ketang Pengunjung yang selalu ramai di kala sore tiba merupakan pemandangan yang tidak asing lagi, bahkan disana banyak pendagang yang menjajakan makanannya seperti bakso ikan, rujak, somay serta es doger yang ramai di serbu pengunjung.

Nama pantai ini, konon diambil dari deretan bebatuan yang tersusun indah dibibir pantai dan menjadi spot swafoto pengunjung,  tetapi ombak di pantai ini arusnya cukup besar sehingga sangat berbahaya untuk berenang.

Aktifitas di pantai ini pada sore hari tidak hanya dari pengunjung yang ingin menikmati sunset aja, namun banyak juga nelayan yang menjala serta memancing ikan. (db/lmhr).

DBFMRadio, Kalianda : Memanjakan mata disore hari dengan pemandangan matahari terbenam yang indah memang sudah menjadi tren di masa kini, Apalagi bagi pecinta senja yang memang mendambakan hadirnya sebagai sesuatu yang menenangkan dan bermakna.

Pantai menjadi salah satu tempat untuk menikmati adanya senja, seperti tempat wisata yang terdapat di daerah kalianda, ketang, Batu rame. Hamparan pantai yang luas serta bebatuan di sisi tepi pantai yang memecah garangnya ombak, menjadikan nuansa senja yang berbeda dari pantai lainnya.

Untuk menikmati keindahan tersebut ternyata tidak perlu merogoh kocek sama sekali, cukup datang dan nikmati, kalimat yang tepat untuk menggambarkan pantai ini. Pantai yang ramai dikunjungi wisatawan di sore hari ini menjadi tempat yang cocok bagi kamu yang suka berfoto dengan senja.

Bukan hanya itu, di pantai ini juga terdapat banyak nelayan yang sedang memancing. Jadi, kalo kamu mau dapetin foto para nelayan secara langsung atau foto bareng dengan nelayan, pantai ini rekomended banget buat kamu.

Atau mau beli hasil nelayannya juga boleh, selain membuat senang nelayan perut kamu juga jadi kenyang. Kamu bisa langsung bakar ikannya bareng keluarga atau teman kamu, jadi menambah kesan indah liburan kamu di sore hari kan.

Buat kamu yang gak mau ribet bawa makanan dan masak di pantai gak perlu khawatir deh, karena walaupun pantai ini gratis tapi sudah ada beberapa pedagang yang tentunya akan memanjakan lidah kamu, jadi kamu gak perlu takut kelaparan deh. (db/ptm).

DBFMinfo (Kalianda) : Event tahunan Festival Kalianda yang akan dilaksanakan pada 6-10 Juli 2019 mendatang mulai dipersiapkan dengan matang. Event yang digelar Pemkab Lamsel melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disprabud) akan dikemas lebih meriah dari tahun tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Kesenian Disparbud Lampung Selatan Hj.Suryani, SE.MM mengatakan, Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Selatan salah satu event yang akan meramaikan Festival Kalianda 2019 ini, yang akan berlangsung dari tanggal 6 - 8 Juli, kemudian Lomba Lagu Pop Daerah Lampung, yang pendaftarannya telah dimulai srjak 27 Mei lalu dan betakhir 3 Juli 2019.

"Dinas Parbud sebagai leading sektor gelaran Festival Kalianda 2019, telah menyiapkan berbagai kegiatan, seperti Pemilihan Muli Mekhanai, Lomba Lagu Pop Lampung, touring Bike, pawai budaya dengan topeng serta festival otak - otak spektakuler replika Anak Gunung Krakatau" terang Suryani, Rabu (12/6/2019).

Dalam gelaran Festival Kalianda 2019 ini, lanjut Suryani pihaknya akan melibatkan sejumlah dinas/instansi terkait untuk menyukseskan acara tersebut.

 

"Pasti akan melibatkan instansi terakit lainnya seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP Lamsel. Sebab untuk melaksanakan event ini kami (Disparbud Lamsel, red) tidak mungkin bisa bekerja sendiri," ujar dia.

Diakuinya, kegiatan Festival Kalianda tahun ini memiliki warna yang berbeda dari kegiatan serupa yang pernah digelar pada tahun-tahun sebelumnya.

"Saya secara pribadi menginginkan event kepariwisataan ini bisa diketahui oleh khalayak luas, bukan hanya ditingkat Iokal saja, juga Nasional bahkan Internasional" harap Suryani.

Tujuan inti digelarnya Festival Kalianda ini, lanjut Yani, adalah untuk memperkenalkan adat budaya dan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan, khususnya wisata bahari dan budaya yang dipsatkan di Stadion Raden Intan Kalianda.

"Acara ini nanti akan dipusatkan di Stadion Raden Intan Kalianda, sekaligus menggelar pertujukkan rakyat dan hiburan baik artis lokal maupun penyanyi profesional atau yamg sering disebut artis Ibu Kota. Dan tidak ada sambutan, dari sore hingga malam panggung hanya diisi tari dan nyanyi" pungkasnya. (aap).