DBFMRadio : Kalianda - Sanggar Seni Bringin Jaya akan mengadakan reuni dalam rangka silaturahmi antar pengurus dan anggota yang berkecimpung di sanggar tersebut yang akan digelar pada tanggal 19 September 2020.

Untuk mengikuti acara reuni itu, dapat langsung menghubungi Contact Person pengurus Sanggar Bringin Jaya atau datang langsung ke Sekretariat Sanggar tersebut, yakni di Jln. Veteran No.1 B, Kalianda. Tepatnya di kompleks Rumah Wakil Bupati Lampung Selatan.

Hal itu di ungkapkan oleh Ketua Harian Sanggar Seni Bringin Jaya, Idkhomsyah, pada acara Bincang Santai di Studio DBFM Radio. Ia juga mengatakan bahwa, reuni tersebut nantinya akan diikuti oleh seluruh alumni atau seniman mulai dari tahun 1984 higga Tahun 2020.

"Alumni, seniman atau orang yang pernah bekerja di sanggar bringin jaya, selain yang masih aktif maupun tidak aktif lagi. Dari wacana kita, bermula dari ngobrol bersama kawan disini, enak juga ya kalau kita reuni," kata Idhom, Kamis (27/8/2020).

Pria yang dahulu fokus sebagai salah satu penari di sanggar Seni Bringin Jaya itu juga mengungkapkan, nantinya akan ada beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan. Mulai dari Bhakti Sosial, berkunjung ke Panti Asuhan dan juga Pentas Seni yang akan turut menghiasi kegiatan reuni tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa Sanggar Seni Bringin Jaya yang berdiri sejak Tahun 1984 itu, kini merupakan Sanggar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dengan ketua Umum, Ketua TP PKK Lampung Selatan, H. Winarni Nanang Ermanto.

"Sanggar bringin jaya itu, semua cabang seni ada, dari seni tari, teater, musik serta pertunjukan. Jadi kita mencakup semua elemen kesenian yang ada. Kalau saya dulu sebagai penari, karena dulu memang Sanggar tersebut fokus pada penarinya. Namun, seiring berkembangnya jaman, sekarang ada modelnya juga," jelanya lebih lanjut.

Sementara, Penasehat Kegitan Reuni Sanggar Seni Bringin Jaya, Jul Amir, megatakan bahwa kesiapan dari acara reuni itu sudah mencapai 80% selesai. dan akan diikuti oleh seluruh anggota yang berjumlah hampir 300 orang.

"Jadi sanggar ini merupakan sanggar yang besar, sehingga persiapan harus matang, hingga saat ini, setelah diadakan rembukan dan pembentukan panitia, sudah mencapai hampir 80%. dan anggotanya bisa sekitar 300 orang," jelasnya.

Selain itu, dalam kegitan itu juga nantinya akan mengulas kembali kegiatan pentas seni yang terkenang pada saat aktif di Sanggar Seni Bringin Jaya, baik berupa penampilan anggota, karya seni ataupun bazar hasil karya anggota tersebut.

Pada kesempatan itu, Zul Amir mengucapkan terimakasih kepada H. Winarni Nanang Ermanto atas dukungan yang telah diberikan, untuk terselenggaranya kegiatan itu, ia berharap nantinya seluruh anggota dapat berpartisipasi dalam acara reuni itu.

Meski diadakan ditengah pandemi, reuni tersebut nantinya akan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, saling menjaga jarak dan sering mencuci tangan. (db/ptm-aap).

dbfmradio.id (Kalianda) : Kecamatan Rajabasa diwilayah pesisir Lampung Selatan ada 16 desa dengan potensi desanya yang sangat beragam, seperti di desa Kunjir, kawasan pesisir rajabasa ini terkenal dengan potensi wisata bahari atau pantai, namun sejak bencana tsunami akhir tahun 2018 lalu, kawasan ini sempat lumpuh, terutama disektor ekonomi.

Dialog interaktif Warta Desa DBFM Radio LPPL Lampung Selatan, menghadirkan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang juga Kaur Perencanaan Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa,  Iyung, dengan topik Menata Kembali Desa Wisata Kunjir Pasca Tsunami.

Menurut Iyung, sebelum tsunami Wisata Bahari sangat potensial di desa Kunjir, yang ditunjang oleh wisata kuliner dan wahana bermain anak anak, disamping wana (hutan) wisata seperti air terjun dan sumber air panas.

"Sebetulnya (sebelum tsunami : red) potensinya banyak, di atas ada air terjun ada sumber air panas, waktu itu memang belum kita kembangkan karena memang dana desa tidak mendukung, karena banyaknya kebutuhan pembangunan infrastruktur" terang Iyung, Rabu (4/3/2020).

Sebelum dilanda Tsunami, terus Iyung, obyek wisata di Kunjir dikelola oleh Karang Taruna bersama Pokdarwis, berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan.

"Sebelum tsunami itu memang setiap dusun pemuda pemudanya itu mengelola pantai didusunnya masing2, mereka bersama dengan pokdarwis dan pokdarwislah lah yang yang melanjutkan koordinasi dengan pihak dinas pariwisata" terus Iyung lagi.

Kebetulan, lanjut Iyung, Pokdarwis di bawah naungan Dinas Pariwisata dan di SK kan Bupati, namun mengandalkan swadaya masyarakat, sehingga sulit sekali berkembang.

"soalnya kan kita harus mengandalkan swadaya masyarakat ya makanya sulit sekali berkembangnya tapi setelah mendekati tsunami di tahun 2017 mulai terlihat geliat kunjungan wisatawan, namun tahun 2018, diporak porandakan Tsunami" sesal Iyung.

Pasca tsunami, Iyung menambahkan, Pokdarwis Rajabasa mulai mempromosikan kembali wisata bahari, khususnya yang ada di Desa Kunjir.

"Kita mulai menggaungkan apa potensi yang ada di pulau mengkudu dan batu lapis, kita promosikan lewat media sodial dan alhamdulillah kebanyakan pengunjung yang mau ke sana itu (pulau mengkudu : red) transitnya di Kunjir" tukasnya.

Memang, untuk memulhkan geliat wisata di Kecamatan Rajabasa, perlu banyak keterlibatan masyarakat, perlu perahu nelayan yang telah diluluh lantakkan saat tsunami serta ibu ibu PKK yang membuka pusat kuliner di di di pulau mengkudu.

"Tidak hanya itu destinasi wisata alam sepanjang pesisir rajabasa itu pun rusak dan kini masih dalam proses pemulihan seperti yang ada di desa kunjir dan desa lain, di Kecamatan Rajabasa" Ujar Iyung mengakhiri. (db).

 

DBFMRadio, Kalianda :  Pantai Batu Rame merupakan salah satu dari sekian banyak tempat pariwisata pantai yang ada di Kalianda, Namun pantai ini lebih hangat di telinga masyarakat domestik dengan sebutan pantai ketang Pengunjung yang selalu ramai di kala sore tiba merupakan pemandangan yang tidak asing lagi, bahkan disana banyak pendagang yang menjajakan makanannya seperti bakso ikan, rujak, somay serta es doger yang ramai di serbu pengunjung.

Nama pantai ini, konon diambil dari deretan bebatuan yang tersusun indah dibibir pantai dan menjadi spot swafoto pengunjung,  tetapi ombak di pantai ini arusnya cukup besar sehingga sangat berbahaya untuk berenang.

Aktifitas di pantai ini pada sore hari tidak hanya dari pengunjung yang ingin menikmati sunset aja, namun banyak juga nelayan yang menjala serta memancing ikan. (db/lmhr).

DBFMRadio, Kalianda : Memanjakan mata disore hari dengan pemandangan matahari terbenam yang indah memang sudah menjadi tren di masa kini, Apalagi bagi pecinta senja yang memang mendambakan hadirnya sebagai sesuatu yang menenangkan dan bermakna.

Pantai menjadi salah satu tempat untuk menikmati adanya senja, seperti tempat wisata yang terdapat di daerah kalianda, ketang, Batu rame. Hamparan pantai yang luas serta bebatuan di sisi tepi pantai yang memecah garangnya ombak, menjadikan nuansa senja yang berbeda dari pantai lainnya.

Untuk menikmati keindahan tersebut ternyata tidak perlu merogoh kocek sama sekali, cukup datang dan nikmati, kalimat yang tepat untuk menggambarkan pantai ini. Pantai yang ramai dikunjungi wisatawan di sore hari ini menjadi tempat yang cocok bagi kamu yang suka berfoto dengan senja.

Bukan hanya itu, di pantai ini juga terdapat banyak nelayan yang sedang memancing. Jadi, kalo kamu mau dapetin foto para nelayan secara langsung atau foto bareng dengan nelayan, pantai ini rekomended banget buat kamu.

Atau mau beli hasil nelayannya juga boleh, selain membuat senang nelayan perut kamu juga jadi kenyang. Kamu bisa langsung bakar ikannya bareng keluarga atau teman kamu, jadi menambah kesan indah liburan kamu di sore hari kan.

Buat kamu yang gak mau ribet bawa makanan dan masak di pantai gak perlu khawatir deh, karena walaupun pantai ini gratis tapi sudah ada beberapa pedagang yang tentunya akan memanjakan lidah kamu, jadi kamu gak perlu takut kelaparan deh. (db/ptm).

More Articles ...

Page 1 of 2