(20:43:54) DBFMRadio, Kalianda : Dinas Perhubungan Lampung Selatan (Dishub Lamsel) menjamin, di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni bebas dari calo ticket, disamping sudah menggunakan e-ticket, selama angkutan Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, pengamanan juga diperketat, dengan menempatkan personil Marinir, Brimob, Polres Lamsel, dan Dishub Lamsel, yang ditempatkan dari penumpang turun kapal hingga terminal Bus, dan sebaliknya.
Pada Dialog publik Kesiapan Dinas Perhubungan Lamsel Menghadapi Angkutan Natal Dan Tahun Baru 2019/2020, Senin (23/12/2019) Kabid Angkutan, Dinas Perhubungan Lamsel Dwi Kuyoba, juga mengatakan, dari hasil rakor lintas sektoral mengahadapi angkutan libur Nataru, disamping JTTS (Jalan Toll Trans Sumatra) jalur lintas sumatra dari Bakauheni hingga pematang panggang sudah siap dilaluli, namun diruas Natar sedukit terganggu karena adanya galian kabel.
"Kesiapan 90% ya, karena di ruas Natar ada galian kabel yang mengurangi kapasitas jalan, namun secara umum sudah siap, jalur lintas sumatra, baik lintas tengah dan lintas timur, termasuk Jalan Tol siap" terang Dwi Koyuba.
Dinas perhubungan Lamsel, terus Dwi Koyuba, juga menempatkan personil, di titik titik rawan kemacetan dan kecelakaan diwilayah Lampung Selatan, serta memasang rambu lalulintas disepanjang jalan Nasional dan Kabupaten sebagai petunjuk bagi pengemudi.
Sedangkan untuk Armada Bus Antar Kota Antar Propvinsi (AKAP),  disiapkan 30 Armada Bus, 107 Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Bakauheni - Rajabasa dan Angkutan Pedesaan 60 unit yang melayani Bakauheni - Kalianda dan sekitarnya. Apabila kurang, Dishub juga telah menyiapkan 20 unit Bus cadangan dari DAMRI dan Trans Bandarlampung.
"Nanti kalau itu ( Armada Bus AKAP dan AKDP = red) kurang, kita juga sudah siapkan Bus cadangan dari DAMRI 10 unit dan Trans Lampung 10 Unit" jelas Dwi lagi.
Sementara untuk Angkutan Udara, Bandara Radin Inten II Branti untuk Maskapai Garuda, Sriwijaya dan Batik Air , menyiapkan 7 kali penerbangan perhari selama masa luburan Nataru, NAM Airdan Cytilink 2 Kali, Lion Air dan Wing Air 6 Kali sehingga total 32 Penerbangan sehari.
"Terkait dengan tuslah atau kenaikan tarif, telah ditetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah, sehingga tidak akan ada kenaikkan tarif, dan dimusim angkutan libur Nataru saat ini diterapkan tarif batas atas" katanya.
Seperti diketahui, Operasi Lilin Krakatau -OPK- sebagai pengamanan dan Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 diwilayah Lampung Selatan, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020, dan dimungkinkan bisa molor hingga H plus 5 Tahun Baru (db).

Menhub saat meninjau Statsiun Kereta Api Tanjung Karang, Bandarlampung, Minggu (30/6/2019).

DBFMinfo (Bandarlampung) : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berupaya mengalihkan angkutan barang keluar dari Kota Bandarlampung dan mengintensifkan penggunaan transportasi commuter dalam kota dan antarkota terdekat, seperti Kotabumi, Baturaja, dan Palembang.

Menurut Kabag Humas dan Komunikasi Publik Biro Humas dan Protokol Setprov Lampung Heriyansyah, Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja ke Kemenhub, Selasa (25/06/2019), Gubernur membahas pengembangan perkeretaapian dengan Menhub.

Salah satunya mengalihkan babaranjang keluar dari wilayah perkotaan Bandarlampung. Hal ini direspon oleh Menhub Budi Karya Sumadi.

"Ketika angkutan sudah dikeluarkan, maka rel yang ada akan kita intensifkan untuk penggunaan transpotasi commuter dalam kota dan antar kota terdekat seperti Kotabumi, Baturaja, dan Palembang," ujar Menhub saat meninjau Statsiun Kereta Api Tanjung Karang, Bandarlampung, Minggu (30/6/2019).

Menhub Budi KS juga meminta PT. Kereta Api dan Gubernur Arinal agar aset yang dimiliki kereta api berupa rel dan jaringan dapat dirawat dari sekarang.

"Pak Gubernur Arinal dan PT. KAI harus merawat rel dan jaringannya dari sekarang. Sehingga kita bisa merencanakannya jauh sebelum kepadatan itu datang. Kalau dikota lain harus membuat LAP, maka Lampung sudah mempunyai potensi tersebut," jelas Menhub Budi KS.

Bahkan Menhub meyakini apabila ini dilakukan dengan baik, maka ke depan angkutan kereta api akan bertambah dan mampu memberikan pelayanan baik bagi masyarakat.

Terkait jalur Bandara-Kereta Api, Menhub Budi menjelaskan bahwa pihaknya sekarang sudah mencetuskan idenya, dan saya meminta PT. KAI dan Pemda dapat menyelesaikan rawat tempat.

"Untuk sementara akan memakai satu jalur, dan saya minta dibebaskan di depan bandara karena di situ memang ada stasiun dan jaringannya. Kalau itu jadi, maka dari Tanjung Karang ke Bandara hanya memakan waktu 19 menit," tutup dia. (Hmsprov).


DBFMinfo (Bakauheni) : Berbekal dari pengalaman tahun sebelumnya, penumpang pemotor di pelabuhan bakauheni pada arus puncak, pemotor dalam waktu 8 jam, tercatat 25 ribu atau sekitar 3000 / jam, dan jika dibandingkan dengan penumpang mobil sangat berbeda.

Direktur Utama PT.ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, juga mengatakan secara psikologis penumpang pemotor sangat tertekan, harus mengantri ber-jam2 dengan kondisi sedang berpuasa. Oleh karena itulah, proses tiketing harus dipercepat, dengan digitalisasi, atau E-ticketing disamping juga didirikan tenda sepanjang 600 meter lengkap dengan fan air penyejuk.

"Jadi kalau ditanya mengapa digitalisasi ini baru mulai, yang selama ini bersifat front end yang dilihat oleh pengguna jasa langsung yakni non tunai, tapi yang lebih sulit sebetulnya adalah membuat data dibelakangnya, mengkonsolidasi data di belakangnya, namanya Back end" terang Ira Puspadewi, di Bakauheni.

Jadi, lanjut Ira, selama puluhan tahun ini ASDP menggunakan susyem yang sangat sederhana yakni Excel dan baru tahun ini ASDP Merak -Bakauheni menggunakan Integrated Resevation Transaction (IRT) system, atau sistim transaksi teservasi terintegrasi, dan segera menyusul Pelabuhan penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk.
"kita baru Januari tahun 2019 ini menggunakan sistem IRT, agar back end yang di belakang itu supaya rapi gitu kan jadi sangat digital ketika kita abaikan yang sudah rapi maka depan ini makin rapi, tapi nanti bulan Agustus akan diterapkan Ketapang-Gilimanuk"kata Ira lagi.

Pada prakteknya, di toll gate menggunakan sensor dan tidak afa lagi petugas untuk menentukan Golongan kendaraan 1 hingga 4 kemudian muncul tarif yang harus dibayar oleh pengendara.
"tidak, tidak lagi ada petugas disana (toll gate) jadi sensor akan menangkap mobil yang melalaui toll gate, dan bisa diketahui golongan kendaran dan tarifnya" pungkas Ira Puspadewi.(ndri/aap).
 

Examination addresses luncheon

Ours rhythm drank chances unlikely staining. Intimate thursday controlled efficient premier. Regions respectable deeply advisory output polynomial. Depression physically overwhelming

More Articles ...

Page 1 of 3