DBFMRadio.id : Jakarta - Sempat simpang siur kabar pencairan gaji Ke-13 Untuk Aparatur Sipil Negara dan Pensiun, yang akan dicairkan antara bulan Oktober dan November 2020, akhirnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pencairan gaji ke-13 bagi ASN seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri dan Pensiun akan cair Agustus mendatang.

Gaji ke-13 ini akan masuk dalam program stimulus perekonomian di masa pandemi virus corona. Namun tidak untuk Pejabat Negara, Eselon I & Eselon II.

"Pembayaran gaji ke-13 direncanakan dilakukan pada Agustus 2020, dan untuk pelaksanaan ini kami akan segera mengeluarkan revisi dari regulasi yang ada," ujarnya, dalam telepressconvrence di Kementrian Keuangan,  Selasa (21/7/2020).

Menurut Sri Mulyani pemerintah menganggap bahwa pelaksanaan Untuk gaji ke-13 bisa dilakukan seperti THR,  untuk bisa menjadi bagian dari stimulus ekonomi atau mendukung kemampuan dari masyarakat dalam melaksanakan kegiatannya.

 

"Terutama dikaitkan dengan tahun ajaran baru dan kondisi Covid-19, sehingga bisa meningkatkan belanja ASN, TNI, Polri, dan pensiunan," katanya.

Untuk pembayaran gaji ke-13, lanjutnya, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp28,5 triliun. Terdiri dari anggaran melalui APBN sebesar Rp14,6 triliun. Rinciannya untuk gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji ASN pusat sebesar Rp6,73 triliun.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan untuk pensiunan sebesar Rp7,86 triliun. Sisanya, berasal dari APBD untuk ASN daerah sebesar Rp13,89 triliun. Sehingga total pembayaran gaji 13 ini adalah Rp28,5 triliun.

Seperti diketahui, gaji ke-13 biasanya diberikan pemerintah kepada ASN jelang tahun ajaran baru, dibulan Juli. (cvrn/db-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta - Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020, tanggal 20 Juli 2020, tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease (COVID) 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid (GTPPC) 19.

Dilansir detiknews.com dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa Komite yang terdiri, Komite Kebijakan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 serta Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasiona ini berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden.

Dalam pasal 6 dijelaskan mengenai tugas dari Satgas Penanganan COVID-19. Satgas ini tetap diketuai oleh Kepala BNPB. Yang menetapkan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf b mempunyai tugas:

a. melaksanakan dan mengendalikan implementasi kebijakan strategis yang berkaitan dengan penanganan COVID-19

b. menyelesaikan permasalahan pelaksanaan kebijakan strategis yang berkaitan dengan penanganan COVID-19 secara cepat dan tepat

c. melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan strategis yang berkaitan dengan penanganan COVID-19 dan

d. menetapkan dan melaksanakan kebijakan serta langkah-langkah lain yang diperlukan dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Pasal 7 Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf (d) diketuai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Selain itu, Satgas Penanganan COVID-19 ini juga akan menyampaikan laporan rutinnya kepada Presiden dan Ketua Komite Kebijakan.

Hal itu tertuang dalam pasal 15, sebagai berikut:

(1) Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyusun dan menyampaikan laporan rutin harian kepada Presiden dan Ketua Komite Kebijakan.

(2). Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyampaikan laporan kejadian mendesak kepada Presiden dan Ketua Komite Kebijakan sewaktu-waktu bila diperlukan.

Dengan adanya Satgas Penanganan COVID-19 ini, Gugus Tugas COVID-19 dinyatakan dibubarkan, diatur di pasal 20 :

a. Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;

b. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibubarkan;

dan c. pelaksanaan tugas dan fungsi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selanjutnya dilaksanakan oleh Komite Kebijakan dan/atau Satuan Tugas Penanganan COVID-19/Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini.(dtnn/db-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta, Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid (GTPPC) 19 sampai hari ini telah memeriksa 22.183 spesimen dengan demikian, spesimen yang telah diperiksa menjadi 968.237 spesimen. Dari pemeriksaan itu, ada penambahan kasus terkonfirmasi covid19, 1.863 orang sehingga totalnya menjadi 68.079 orang.

"Kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 1.863 orang, sehingga total menjadi 68.079 orang," kata Juru Bicara GTPPC 19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Achmas Yurianto merinci, sebaran penambahan kasus tersebut terbesar Jawa Timur 280, kemudian Sulawesi Selatan 218, DKI Jakarta 190, selanjutnya Jawa Tengah 140 serta Jawa Barat 79 kasus. Untuk pasien sembuh bertambah 800 orang sehingga menjadi 31.585 orang dan meninggal bertambah 50, totalnys menjadi 3.359 orang.

"Provinsi Jawa Timur masih tertinggi, disusul Sulsel, DKI Jakarta, Jateng dan Jawa Barat. Untuk pasien sembuh hari ini bertambah 800 sehingga menjadi 31.585 orang. Sedangkan jumlah korban meninggal bertambah 50 sehingga menjadi 3.359 orang" rincinya.

Yurianto juga menjelaskan, ada 17 Provinsi yang penambahan kasus baru dibawah 10 dan 7 provinsi tidak ada penambahan kasus baru, yakni Provinsi Babel, Jambi, Kalbar, Kaltara, Sumbar, Riau dan Papua Barat.

GTPPC 19 juga mencatat Orang Dalam Pemantauan (ODP) 38.498 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 13.636 pasien.(fmb9:db-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta, Kasus Positif Covid 19, terus bertambah dan 3 Provinsi, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Jawa Tengah sebagai penyumbang terbesar. Informasi yang dihimpun dbfmradio.id Minggu (5/7/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid (GTPPC) 19, hari ini telah melakukan pemeriksaan 21.054 spesimen dengan hasil positif 1.607

"Kami melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 21.054 spesimen dan totalnya menjadi 915.482 spesimen dari pemeriksaan ini kita dapatkan hasil positif sebanyak 1.607 orang sehingga total kasus positif akumulatif 63.749 orang" terang juru bicara GTPPC 19 dr. Achmad Yurianto, saat telepressconvernce dari media centre di Graha BNPB Jajarta Timur, Minggu (5/7/2020).

Achmad Yurianto juga merinci, penambahan kasus positif Covid 19 tertinggi Jawa Timur dengan 552 kasus baru dan 154 sembuh, disusul DKI Jakarta 257 dan 286 sembuh kemudianJawa Tengah 208 dan 50 sembuh.

"Kalau kita rinci penambahan kasus cukup tinggi yang pertama adalah Jawa Timur 552 kasus baru dan melaporkan 154 sembuh, kemudian DKI Jakarta 257 kasus baru dan 286 sembuh, Jawa Tengah 208 baru dan 50 sembuh, kemudian Sulawesi Selatan melaporkan kasus baru 136 orang dan kasus sembuh 95 orang, Jawa Barat melaporkan 106 kasus baru dengan 17 orang sembuh" rinci Achmad Yurianto.

Meskipun demikian, ada 18 provinsi yang penambahan kasus barunya di bawah 10 dan 7 provinsi tidak ada penambahan kasus diantaranya, Nangro Aceh Darusalam, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

Penambahan 1.607 kasus baru ini, lanjut Achmad Yuruanto tidak semuanya didapat diluar rumah sakit, karena sebagian besar justru didapatkan dari hasil kontak tracing terhadap kasus yang rawat di rumah sakit, kemudian dilakukan kontak tracing pada orang yang diduga tertular karena kontak erat dengan kasus positif yang dirawat dan kemudian diakukan pemeriksaan antigen baik dengan metode Real Time PCR maupun menggunakan metode tes cepat molekuler.

"Dari sinilah kita mendapatkan kasus-kasus positif dan sebagian dari kasus positif ini justru tidak menunjukkan gejala yang diindikasikan untuk dirawat di rumah sakit" terang Acmad Yurianto sembari menambahkan, untuk angka sembuh hari ini ada 886 sehingga totalnya menjadi 29.105 orang, sedangkan kasus meninggal, 82 sehingga totalnya menjadi 3171 orang.

"Hingga hari ini 453 kabupaten kota di 34 provinsi telah terdampak Covid 19 dan masih ada 38.928 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 13.767 Pasien Dalam Pengawasan (PDP)" pungkasnya. (fmb9: db-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta - Dalam sepekan terakhir penambahan kasus konfirmasi positif Civid 19 diyakini lebih banyak berasal dari kembaliinya aktivitas dikantor setelah Work From Home (WFH) dihentikan.

Menurut Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid (GTPPC)19, dr. Achmad Yurianto, salah satu pemicu penyebaran virus corona ini, adalah rapat di kantor.

Kalaupun terpaksa harus dilakukan, harus diruangan dengan sirkulasi yang baik atau dengan metode daring, pimpinan rapat diruangannya dan peserta diruangan masing masig.

"Aktivitas ini (rapat) kalau pun harus dilaksanakan maka laksanakan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara cukup baik, batasi kapasitas ruang jika memang mengharuskan diikuti orang banyak maka sebagian bisa mengikuti di ruangan lain dengan menggunakan metode daring" pesan Achmad Yurianto, Senin (20/7/2020).

Achmad Yurianto juga menyarankan, rapat tidak lebih dari 30 menit dan tanpa makan minum, yang memaksa peserta rapatembuka masker.

"Oleh karena itu, adaptasi Kebiasaan Baru di dalam perkantoran yakinkan bahwa pengelola perkantoran tetap selalu menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama misalnya Lift, toilet atau tangga untuk memberikan kesempatan siapapun yang memanfaatkan ini bisa menjaga jarak dengan baik" kata Achmad Yurianto.

Dalam pada itu, GTPPC 19 hari ini telah memeriksa14.027 spesimen, secara akumulatif menjadi 1.235.545 spesimen. Dari hasil prmeriksaan ini, menurut dr. Achmad Yurianto diperoleh 1.693 positif Covid 19 sehingga totalnya menjadi 88.214 orang positif Covid 19.

"Kita dapatkan konfirmasi kasus covid 19 sebanyak 1693 orang sehingga total menjadi 88214 orang dengan sebaran terbanyak di DKI Jakarta 361 kasus baru dan 154 sembuh, Jawa Tengah 354 kasus baru dan 300 sembuh kemudian Jawa Timur 237 kasus baru dan 375 sembuh, Sulawesi Selatan 125 kasus baru dan 278 sembuh" rincinya.

Diketahui, ada 16 provinsi yang hari ini melaporkan penambahan kasus di bawah 10 dan ada 7 provinsi yang tidak ada penambahan kasus baru, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah dan Lampung.

Sedangkan total sembuh hari ini (20/7/2020) ada 1.578 orang sehingga total keseluruhan 46.977 orang, meninggal bertamvah 98 sehingga total menjadi 4.239 orang. Untuk ODP 36.380 dengan 467 kabupaten kota di 34 provinsi terdamoak.

"Gambaran penambahan kasus ini adalah gambaran dari aktivitas produktif yang semakin tinggi namun tidak mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencyci tangan" tutup dr Achmad Yurianto.(fmb9/db-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta, Hingga saat ini, Pandemi Covid 19 masih menjadi Ancaman bagi kita semua, Oleh karena itu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan adalah langkah paling efektif melindungi diri dan melindungi orang lain.

Tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid (GTPPC) 19, aelalu memantau perubahan peta zona risiko daerah administrasi di tingkat kabupaten dan kota, dalam sistem integrasi data yang berguna untuk monitoring dan evaluasi yakni Bersatu Lawan Covid (BLC).

Tim Komunikasi Publik GTPPC 19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan pemetaan zona tersebut dilambangkan dengan warna hijau, kuning, orange dan merah.

"Kita pahami adalah kategorisasi warna tersebut mewakili pencapaian indikator epidemiologi dan data kesehatan masyarakat. Pencapaian tersebut harus dilakukan secara kolektif, gotong royong dan bersama sama" kata dr. Reisa, Senin (6/7/2020).

Diketahui, warna hijau adalah wilayah tidak terdapat atau tidak ada kasus baru, artinya masyarakat setempat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan memutus rantai penularan.

Namun, harus diingat perubahan atau dinamika zonasi kabupaten kota sangat tinggi bisa saja sebuah wilayah berpindah dari zona resiko rendah menjadi zona resiko tinggi biasanya, karena tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sementara Jurubicara GTPPC 19 dr. Achmad Yurianto menjelaskan, hari ini Tim Kerja data telah melakukan pemeriksaan 12.756 spesimen sehingga menjadi 928.238. Dari pemeriksaan ini, kemudian didapatkan 1.209 kasus konfirmasi convid19 sehingga sekarang akumulasinya menjadi 64.958 orang.

"Sebaran kasus baru terbanyak masih Jawa Timur dengan 308 dan 104 sembuh, kemudian DKI Jakarta 232 dan 337 sembuh,Jawa Tengah 127 dan sembuh 60, Jawa Barat 126 dan 84 sembuh, total sembuh 814 orang sehingga akumulasinya menjadi 29.919 orang" rincinya.

Sedangkan meninggal 3.241, angka ini didapat dari tambahan 70 hari ini sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) 38.748 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 13.360 pasien.(fmb9:db-aap).

DBFMRadio.id : Jakarta, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid (GTPPC) 19 hari ini, Jum'at (3/7/2020) telah melakukan pemeriksaan 22.281 spesimen sehingga total spesimen yang diperiksa menjadi 871.436.

Dari pemeriksaan ini, menurut Juru Bicara GTPPC 19 dr. Achmad Yurianto, diperoleh data konfirmasi positif 1.301 orang sehingga totalnya menjadi 60.695 orang, dengan penyumbang terbanyak Jawa Timur 335 kasus.

"Jawa Timur melaporkan kasus baru positif Covid 19 sebanyak 353 orang dan 247 orang sembuh. Sulawesi Selatan 180 kasus baru dan 41 sembuh, DKI Jakarta 140 kasus baru dan 238 selanjutnya Jawa Tengah 134 kasus baru dan 50 sembuh serta Kalimantan Selatan 110 kasus baru dan 58 sembuh" rinci Achmad Yurianto, di Media Centre GTPPC Graha BNPB, Jakarta Timur, Jum'at (3/7/2020).

Achmad Yurianto menambahkan, dari 34 provinsi ada 16 provinsi dengan penambahan kasus dibawah 10 ada 6 provinsitidak ada penambahan kasus. Namun, beberapa provinsi melaporkan kasus sembuh lebih banyak daripada kasus terkonfirmasi positif, seperti Nusa Tenggara Barat 23 kasus baru dan 25 sembuh, Banten 21 kasus baru dan 54 sembuh kemudian Maluku 7 kasus baru dan 9 sembuh, Riau 4 kasus baru dan 12 sembuh, Kepulauan Riau 3 kasus baru 4 sembuh.

"Kalimantan Barat tidak ada kasus baru 6 sembuh, Kalimantan Utara tidak ada penambahan kasus baru dilaporkan 6 kasus sembuh kemudian Sulawesi Tengah tidak ada penambahan kasus dan 1 sembuh" terangnya lagi.

Sementara total sembuh ada 901 orang sehingga menjadi 27.568 orang, meninggal bertambah 49 orang sehingga totalnya menjadi 3.036 orang, dengan 38.767 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan 13.609 orang.

Pada bagian lain dr. Achmad Yurianto juga mengatakan, penemuan kasus positif covid 19 , lebih disebabkan karena tekanan agressive Dinas Kesehatan di Daerah dengan Tracing dan pemeriksaan antigen dengan PCR.

"Kasus baru yang kita temukan ini disebabkan karena pressing yang semakin agresif yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan daerah, disertai dengan tracing pemeriksaan antigen baik dengan menggunakan Real Time maupun PCR" Pungkasnya.(fmb9:db-aap).

More Articles ...