18:17:08 DBFMRadio.id : Kalianda -  Ketua Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS)  Hj. Winarni Nanang Ermanto, sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan safari kebudayaan Lampung walaupun masih dalam situasi Covid-19 dan akan berjalan dengan sukses dengan menerapkan protokol kesehatan.

Safari kebudayaan,  selain dapat membangun iklim berkesenian yang kondusif juga diharapkan menjadi sarana untuk menciptakan eskpresi individu yang korektif atau komunal yang berbasis warisan budaya maupun kreativitas yang terwujud dalam berbagai bentuk seni.

"Kegiatan ini ( safari kebudayaan) tentunya akan dapat meningkatkan animo masyarakat luas terhadap seni budaya daerah dan yang lebih penting lagi adalah para pelaku seni atau penggiat budaya,  akan terakomodir dengan adanya safari kebudayaan, sehingga akan meningkatkan kualitas dan aktivitas para seniman dalam berkarya." Terang   Winarni  pada acara Safari Kebudayaan Akademi Lampung, di Aula Sebuku Rumah Dinas Bupati, di Kalianda, Kamis (22/07/21).

 

Winarni berharap, Melalui momentum safari kebudayaan ini dapat menjadi sarana bagi seniman untuk lebih meningkatkan pembinaan kepada seluruh organisasi penggiat seni budaya di Kabupaten Lampung Selatan.

"Karena dengan pembinaan yang baik dan konsisten maka kebudayaan daerah akan selalu terjaga keasliannya", jelas Winarni

Lebih lanjut Winarni mengatakan, safari kebudayaan akademi Lampung yang kegiatannya diadakan di Kabupaten Lampung Selatan dapat dijadikan sebagai suatu upaya bersama dalam meningkatkan kelestarian kebudayaan daerah serta meningkatkan peran aktif masyarakat untuk lebih mencintai budaya daerah.

"Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen dan keseriusan bersama agar budaya daerah dapat berkembang dengan baik dan terjaga keasliannya." ujarnya.

Ditempat yang sama, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto bersyukur, Dewan Kesenian  Lampung Selatan masih dapat berkolaborasi dari beberapa kesenian walaupun dalam situasi Covid-19 dengan dibatasi segala aktivitas dan kegiatan.

Nanang Ermanto mengatakan, Bukan hanya membangun kesenian budaya, Dengan hadirnya ketua akademi Lampung dapat berperan serta ditengah masyarakat bagaimana bisa menyampaikan, mensosialisasikan Covid-19 dengan menjaga protokol kesehatan.

"Walaupun dalam kondisi pandemi  Covid-19,   DKLS harus tetap melestarikan budaya daerah terutama Lampung Selatan untuk melengkapi  Harbour City." tutup Nanang.

Hadir pada Safari Kebudayaan Akademi Lampung, Ketua Akademi Lampung Ansory Jausal, Ketua Dewan Kesenian Lampung (DKL) Satria Bangsawan, seniman dan penggiat seni dari Bandarlampung dan Lampung Selatan serta jajaran pengurus DKLS. (db-bngpsp-aap).

22:09:27 DBFMRadio.id : Kalianda - Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung Selatan Amelia Nanda Sari menjadi narasumber dialog interaktif yang dipandu host Melinda dengan topik  Hadirnya PHRI Untuk Pembangunan dan Peningkatan Pariwisata Lampung Selatan, Selasa (11/05/2021).

PHRI, kata  Amelia Nanda Sari,  adalah asosiasi yang menghimpun, mewadahi komunitas dari para pelaku usaha khususnya pemilik hotel dan restoran yang berada di Indonesia, yang saat ini hadir di Lampung Selatan.

Kegiatan PHRI untuk mengedukasi para pelaku usaha, mensosialisasikan, memberikan pemahaman tentang aturan-aturan yang harus dilakukan kepada para pelaku usaha khususnya pemilik hotel dan restoran yang berada di Lampung Selatan.

Sementara keanggotaan PHRI mayoritas pemilik hotel, Restoran, Coffe Shop, dan dari kalangan manapun dengan tahapan interview pada saat awal mendaftar di PHRI.

Adapun program-program 5 Tahun mendatang yang akan dilakukan PHRI yang memberikan suport kepada pemerintah Kabupaten Lampung Selatan khususnya tentang promosi dan untuk meningkatkan minat wisatawan hadir, dan juga program untuk menyampaikan aspirasi dari anggota PHRI kepada Pemkab Lamsel.

Hadirnya PHRI untuk menjembatani keluhan, menjadi keinginan dari para pelaku usaha Hotel dan Restoran khususnya yang berada di Pemkab Lamsel.

"Tidak ada batasan untuk open reqruitmen kepada semua pelaku usaha, baik itu rumah makan besar, rumah makan kecil, cafe yang baru dirintis seperti anak muda yang baru belajar memulai usaha", ujar Amel

Diera  digitalisasi menjadi sangat mudah untuk melakukan usaha dimana usaha itu bisa di promosikan melalui berbagai media sosial serta melalui website dan media sosial harus terus di perbaharui perkembangannya agar usaha itu tidak berhenti begitu saja.

Menurut Amel,  dengan jaminan  Aman dan nyaman ditempat wisata,  Lampung Selatan sebagai pintu gerbang Sumatera, sangat siap menjadi destinasi wisata Nasional.

Berkaitan dengan Pelatihan, PHRI akan turut serta menjalani pelatihan sesuai dengan petunjuk/arahan BPD Provinsi Lampung, dan akan segera dilaksanakan di Lamsel yang bertemakan "Kesiapan Para Pelaku Usaha Hotel dan Retoran Pada Era New Normal".

Adanya pelatihan yang akan dilaksanakan PHRI berharap tidak ada lagi rasa takut bagi pengunjung yang datang karena tempat wisata atau Hotel dan Restoran sudah menjalani protokol kesehatan di era pandemi Covid-19.

"Bahwa 1 Tahun ini pandemi Covid-19 melumpuhkan semua sektor, tidak hanya pariwisata tetapi semua merasakan, jangan berdamai dengan Covid-19 tetapi harus dilawan dengan membatasi kegiatan hari Raya Idul Fitri agar tetap kondusif membatasi silahturahmi dengan mengikuti protokol kesehatan", tukas Amel.(db-bngpsp-aap).

DBFMRadio.id : Kalianda- Kebun Edukasi Kalianda di rumah dinas Bupati Lampung Selatan seluas 2,5 hektare kini menjadi tempat wisata baru.

Dari pantauan dbfmradio.id kebun edukasi Kalianda hari ini, Minggu (21/03/2021) banyak dikunjungi untuk melihat secara langsung kebun edukasi ini.

Banyak dari mereka penasaran karena viralnya kebun edukasi diberbagai platfrom media sosial, bahkan tidak hanya pengunjung dari sekitar Lampung Selatan saja tapi ada juga dari luar Lampung Selatan.

Uniroh salah satu pengunjung dari kabupaten pesawaran yang juga sebagai anggota Komunitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pesona pulau tegal merasa penasaran dengan kebun edukasi milik Lampung Selatan ini.

Uniroh mengatakan sangat terkesan dengan inovasi yang dilakukan pemerintah kabupaten Lampung Selatan.

"Kebun edukasi ini bisa jadi inspirasi pengujung yang datang untuk melakukan giat menanam pohon serta bersama menjaga lingkungan" ujar uniroh.

Daya tarik Kebun Edukasi Kalianda selain menarik wisatawan untuk berkeliling kebun, ada spot foto latar belakang lukisan dari komunitas pelukis Lampung Selatan yang membuat kebun edukasi semakin menarik.

Asnawi salah satu anggota dari komunitas pelukis Lampung Selatan mengatakan kebun edukasi merupakan salah satu spot/objek bagus untuk dilukis kerena suasana alam yang sangat melekat dengan pemandangan gunung Rajabasa yang sangat jelas dan Indah. "

Kami menginisiasi sebagai gerakan awal untuk menarik pelukis lainnya untuk menjadi kebun edukasi sebagai spot/objek lukisan mereka" ungkapnya.

Asnawi juga menjelaskan sebenarnya kebun edukasi sudah terbentuk secara indah tanpa kita menyadarinya, maka dengan hadirnya mereka dikebun edukasi ini berharap para pelukis dapat menemukan tempat yang dekat tanpa harus jauh-jauh mencari objek lainnya cukup datang ke kebun edukasi saja.

"Paling tidak ketika kita melukis ada pengunjung yang melihat, kita dapat mensosialisasikan ada di Lampung Selatan ini komunitas melukis baik itu mural ataupun melukis di atas kanvas " lanjut Asnawi.

Asnawi juga berharap lukisan yang akan digambarnya hari ini yang juga sudah mendapatkan coretan pertama dari Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dapat dipajang sebagai lukisan pertama untuk kebun edukasi.

Lain dari pada itu, dikebun Edukasi ini juga ada tempat bermain anak-anak, tempat bersantai digazebo yang telah disediakan, puluhan burung yang dipelihara di kebun edukasi ini serta tanaman buah-buahan seperti semangka, melon dan jeruk, serta tanaman obat keluarga (TOGA) yang membuat semakin asri Kebun Edukasi Kalianda.(db/lmhr-aap)

DBFMRadio.id : Jakarta, Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) merupakan upaya menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Menurut Direktur Jenderal kebudayaan Kementerian Pendidikkan dan Kebudayaan Hilmar Farid, tahun ini adalah penyelenggaraan yang kedua,  pada PKN 2019 telah membuktikan ada ruang ruang yang harus dirawat dan dijaga bersama demi mewadahi keindonesiaan, demi kebudayaan yang mengayomi semua.

Sejatinya PKN tahun ini dilakukan secara fisik di Gelora Bung Karno, namun karena Pandemi Covid 19, sehingga seluruh kegiatannya akan berlangsung dalam jaringan (Daring).

"Seluruh agenda PKN dilaksanakan secara daring, dan tema yang kita usungmemang sudadah kita sepakati dalam kongres,  Ruang Bersama Untuk Indonesia Bahagia" jelas Hilmar Farid, pada Peluncuran PKN secara vitrulal, Jum'at (23/10/2020).

Tahun ini, lanjut dia, meski hanya lewat layar televisi, para pelaku seni membuktikan sekali Iagi bahwa panggung ekspresi dan kreativitas tidak pernah terhalang oleh pandemi.

"Dengan tema Penguatan Tubuh Dalam Perspektif Kebudayaan, PKN 2020 akan menjadi sebuah perhelatan kebudayaan tradisi melalui daring yang terbesar di dunia." lanjutnya lagi.

PKN 2020 bisa dibilang Spektakuler, karena melibatkan 4.791 seniman dan pekerja seni, 27 tema konferensi, 93 pergelaran, 1.477 Iukisan dipamerkan secara virtual dalam 5 ketegori pameran.

"Kini saatnya kita mengapresiasi daya dan upaya untuk memajukan kebudayaan dengan menyaksikan dan mengikuti rangkaian tayangan PKN di kanal Youtube budaya  tanggal 31 Oktober hingga 30 Nopember 2020" pungkas Hilmar Farid.(db-aap).

More Articles ...