(15:16:28) DBFMinfo, Kalianda : Bank sampah, sebuah kegiatan berwawasan lingKungan, sampah lazimnya dibuang, namun di Bank Sampah, dianggap bernilai ekonomis dan bermanfaat. Para nasabahnya bisa menabung sampah dan mendapatkan uang di kemudian hari. 
Dalam aktifitasnya seperti bank secara umum, memiliki buku tabungan, slip setoran, serta catatan buku induk setoran. Termasuk catatan yang berguna untuk mengecek harga sampah yang dijual ke pengepul atau industri daur ulang.
Adalah, desa Jati Indah kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan, Bank Sampah, menurut Sekretaris Kecamatan Tanjung Bintang, Firmansyah, di desa Jati Indah mengelola sampah dari limbah PT Cocacola Amatil Idonesia khususnya ampas teh dari produk Frestea diolah menjadi pupuk, yang di prakarsai oleh Pendamping Inovasi Desa (PID).
"Pengolahan limbah ampas tehnya itu dimanfaatkan untuk membuat pupuk, dan Bank Sampah berkembang saat ini sedang membuat Pupuk Cair dari limbah rajungan" kata Firmansyah dalam dialog piblik di Radio Dimensi Baru Kalianda, Rabu (16/10/2019).
Pada dialog Publik yang di pandu Maharani ini, Firmansyah juga mengatakan, bank sampah adalah tabungan masyarakat menyerahkan sampah dan dibayar, namun uangnya ditabung di Bank Sampah, tabungan ini hingga ada yang memanfaatkannya untuk umroh,dan membayar cicilan kendaraan bermotor.
"Masyarakat menyerahkan sampah tapi dibayar jadi tabungan umroh bisa buat tabungan haji, ada juga bisa buat bayar kredit kendaraan, bahkan ada yang tidak diambil selama setahun ketika dia ambil uangnya berjuta juta" kata Firmansyah menjelaskan.
Dengan konsep bank sampah, pengelolaan sampah dilakukan oleh masyarakat, kemudian sampah mereka serahkan di pengelolaan bank sampah. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pupuk organik dan papan partikel,ternyata ampas teh juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif adsorben pada limbah cair industri tekstil. (db).

(16:47:30) DBFMinfo, Bandarlampung : Provinsi Lampung akan mengembangkan industri pengolahan sebagai pusat perekonomian baru, guna mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya. Berdasarkan data, industry pengolahan memberikan kontribusi pada struktur perekonomian Provinsi Lampung sebesar 19,44 persen menampati urutan kedua setelah industry pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 30,00 persen. Berikutnya lapangan usaha utama Lampung diisi perdagangan besar eceran dan reparaasi mobil-sepeda motor menyumbang 11,15 persen.
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Provinsi Lampung Irwan Sihar Marpaung mengatakan, jika industri merupakan masa depan Provinsi Lampung yang menjadi pilar utama dalam perekonomian di Provinsi Lampung.
"Sesuai dengan Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP), industri andalan Lampung adalah industri pangan dan industri karet, barang dari karet dan plastik" terang Irwan SM, Senin (12/8/2019).
Penurunan angka kemiskinan melalui penurunan tingkat pengangguran, lanjut mantan Danrem 043/Gatam ini, dapat diwujudkan dengan menumbuhkan industri di Provinsi Lampung baik dalam skala industri kecil, menengah maupun besar.
Sihar Marpaung menambahkan, Dengan posisi Provinsi Lampung yang strategis, ditambah dengan infrastruktur yang ada serta ketersedian lahan yang ada, akan menjadi faktor pendukung bagi pembangunan industri di Lampung. Selain itu, Irwan juga mengatakan diperlukan pula sinergi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat.
“Dan yang terpenting sinergi dalam internal pemerintahan antara OPD yang menangani sektor hulu atau bahan baku industri dan sektor hilir atau pemasaran, serta OPD yang menangani infrastruktur untuk penunjang industri sehingga industri di Lampung dapat berkembang dengan baik,” jelas dia. (hmsprv).

DBFMinfo (Kalianda) : Kelompok Usaha Bersama (KUBE) perempuan merupakan keluarga binaan sosial yang dibentuk oleh warga atau keluarga binaan sosial Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan.

KUBE dibentuk oleh masyarakat miskin untuk memberdayakan dirinya dan kelompok dengan memanfaatkan bantuan modal usaha melalui program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) untuk mengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Jumlah anggota KUBE sebanyak 10 Keluarga miskin yang telah terdaftar dalam Basis Data Terpadu.

KUBE ini, menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan Dulhakar, bertujuan untuk melaksanakan kegiatan kesejahteraan sosial dan usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf kesejahteraan sosial khususnya kaum perempuan.

Mereka yang sudah terdaftar dalam Basis Data Terpadu, terutama masyarakat miskin, setelah membentuk kelompok usaha, dapat mengajukan permohonan ke Dinas Sosial dan akan diberikan bantuan modal baik uang maupun peralatan.

"Untuk Ibu ibu, yang sudah masuk dalam basis data terpadu bisa mengusulkan melaui kompoknya, mau dibidang usaha apa, nanti kita usulkan ke Provinsi dan Kementrian agar mendapat bantuan modal, bisa betbentuk uang atau peralatan dan akan kita berikan pendampingan dalam mengelola usahanya, sekaligus memberikan edukasi berumah tangga" jelas Dulhakar kepada info.dbfmradio.id Selasa (30/7/2019).

Dulhakar juga menjelaskan, Program Pemberdayaan Sosial Dinsos Lamsel memang kebih memfokuskan kepada kaum perempuan yang tingkat sosialnya dibawah garis kemiskinan. Disampung KUBE, Dinsos Lamsel juga mempunyai program Fammily School atau Sekolah Keluarga.

"Disamping Kube tadi, kita juga punya program Fammily School atau sekolah keluarga, yang memberikan pengetahuan tentang pembinaan rumah tangga dan memiliki usaha sampingan sehingga tidak selamanya menggantungkan bantuan dari pemerintah" pungkas Dulhakar.(db).

More Articles ...

Page 2 of 5