Hujan sempat turun deras di Arena Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu siang (23/5/2026). Meski sejak awal acara langit tampak cerah, cuaca perlahan berubah ketika awan mendung datang dan menumpahkan hujan ke lintasan, di tengah deru mesin serta aroma ban terbakar yang memenuhi udara.
Namun, satu hal tak berubah: ribuan pasang mata tetap tertuju ke arena.
Sebagian penonton memilih berteduh seadanya. Sebagian lain tetap duduk di tribun, membiarkan rintik hujan mengenai wajah mereka. Sorak sorai justru terdengar semakin keras setiap kali mobil-mobil drift meluncur, menikung tajam, lalu meninggalkan jejak asap di lintasan basah.
Pemandangan itu menjadi gambaran paling kuat dari Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ajang otomotif nasional yang untuk pertama kalinya digelar di Pulau Sumatra, tepatnya di Lapangan Way Handak Expo, Kalianda, Lampung Selatan.
Bagi banyak orang, ini bukan sekadar perlombaan drift. Ini adalah pengalaman baru yang jarang hadir di daerah mereka sendiri. Sebuah peristiwa besar yang mendatangkan atmosfer nasional ke tengah kota kecil di pesisir selatan Lampung.
Sejak pagi, arena sudah dipadati pengunjung. Ketika hujan turun, antusiasme justru tak ikut reda. Mobil-mobil drift tetap melaju. Para drifter terus menampilkan teknik terbaik mereka di lintasan yang kini berubah lebih menantang karena licin. Dari tribun, tepuk tangan dan teriakan dukungan tak pernah benar-benar berhenti.
Ada semangat yang terasa berbeda di Way Handak siang itu. Hujan tidak membubarkan penonton, melainkan mempertegas betapa besar rasa penasaran dan antusiasme masyarakat terhadap event tersebut.
Di luar lintasan, kehidupan lain ikut tumbuh. Anak-anak muda sibuk mengabadikan momen untuk media sosial. Kamera ponsel terus terangkat setiap kali mobil melakukan drifting sempurna di tengah guyuran hujan. Di area bazar, tenant UMKM ramai diserbu pengunjung yang berburu kuliner hingga produk lokal.
IDS Sumatra 2026 akhirnya bukan hanya menjadi ajang balap, tetapi juga ruang pertemuan banyak hal dalam satu arena: olahraga, hiburan, kreativitas, gaya hidup, hingga denyut ekonomi rakyat kecil.
Bagi Muhammad Arif Rahman, warga Jembatan Besi, Kalianda, pengalaman itu terasa sangat istimewa. Ia mengaku baru pertama kali merasakan atmosfer event otomotif nasional sebesar ini hadir langsung di kampung halamannya.
“Seru sekali, suasananya ramai dan penuh semangat. Walaupun hujan deras, penonton tetap ramai bertahan menyaksikan acara. Baru pertama kali ada acara sebesar ini di Kalianda. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali digelar setiap tahun,” ujarnya.
Harapan serupa datang dari Reno Febrian, warga Sukatani. Menurutnya, event seperti IDS membawa optimisme baru bagi Lampung Selatan.
“Bagus banget dan keren. Acara seperti ini bisa memajukan Kabupaten Lampung Selatan dan membuat Kalianda semakin ramai. Kami senang ada event besar seperti ini di daerah kami,” katanya.
Melalui IDS Sumatra 2026, Lampung Selatan seperti sedang menunjukkan wajah baru: daerah yang siap menjadi panggung bagi event-event besar nasional, sekaligus ruang tumbuh bagi kreativitas generasi muda.
Dan ketika hujan turun siang itu, publik memberikan jawaban paling jujur.
Karena bagi ribuan penonton yang memenuhi Way Handak Expo, IDS Sumatra 2026 bukan lagi sekadar tontonan. Ia telah berubah menjadi pengalaman yang akan diingat. (Jasmin)