Duka mendalam menyelimuti Tanah Air setelah tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Ketiganya adalah Praka Farizhal Romadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan.
Ketiga prajurit tersebut dilaporkan meninggal dunia pada Senin, 30 Maret 2026 (11 Syawal 1447 Hijriah) akibat serangan artileri di wilayah penugasan mereka dalam misi perdamaian internasional.
Para prajurit tergabung dalam Satgas TNI yang bertugas di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tragis terjadi ketika mereka menjalankan tugas di wilayah konflik dan terkena serangan artileri yang dilaporkan berasal dari Israel Defense Forces (IDF).
Pengabdian mereka menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia melalui partisipasi aktif dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebagai bentuk penghormatan dan doa, Kodam XXI/Radin Inten menggelar Sholat Ghaib untuk almarhum Praka Farizhal Romadhon, yang merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, serta diikuti oleh seluruh prajurit dan jajaran staf. Suasana berlangsung khidmat, sarat duka dan penghormatan atas jasa para prajurit.
Dalam kesempatan itu, Pangdam menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa.
“Kami semua kehilangan putra terbaik bangsa. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Pelaksanaan Sholat Ghaib ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga menjadi penguat solidaritas di antara prajurit TNI. Semangat pengabdian para almarhum diharapkan terus menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas negara, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Kodam XXI/Radin Inten pun memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan ketiga prajurit tersebut. Mereka dikenang sebagai pejuang bangsa yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia. (Jasmin)