Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Korpri, Kalianda, Kamis (22/10/2026), menghadirkan kejutan yang tak terlupakan bagi tiga santri. Muhammad Azra Alamgir, Kais Muhammad Fachri, dan Danil Rifki Riansyah mendapat hadiah umrah gratis dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama setelah berhasil melafalkan surat Al-Qur’an secara spontan di hadapan peserta upacara.
Momen yang awalnya diwarnai rasa gugup itu seketika berubah menjadi suasana haru dan penuh kebahagiaan. Ketiganya sama sekali tidak menyangka keberanian mereka memenuhi tantangan membaca ayat suci Al-Qur’an akan berbuah kesempatan menunaikan ibadah umrah.
Tantangan tersebut diberikan Bupati Egi di tengah rangkaian upacara peringatan Hari Santri Nasional. Ketiga santri diminta maju dan membacakan surat Al-Qur’an di hadapan ratusan peserta yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), pelajar, santri, serta santriwati dari berbagai wilayah di Lampung Selatan.
Muhammad Azra Alamgir, siswa SMAN 2 Kalianda, mendapat kesempatan pertama dengan membacakan Surah Al-Bayyinah. Selanjutnya, Kais Muhammad Fachri dari Pondok Pesantren Gontor Kampus 7 melafalkan Surah Al-Ghasyiyah, disusul Danil Rifki Riansyah, siswa MIN 1 Lampung Selatan, yang membacakan Surah Al-Balad.
Ketiganya berhasil menuntaskan bacaan masing-masing. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Egi langsung mengumumkan hadiah umrah bagi mereka.
“Nanti dapat umrah semua, tolong dicatat nama-namanya,” kata Egi.
Pengumuman tersebut menjadi kejutan istimewa yang disambut kebahagiaan. Hadiah itu bukan sekadar penghargaan atas keberanian mereka tampil di depan umum, tetapi juga membuka kesempatan bagi ketiganya untuk merasakan pengalaman spiritual yang berharga.
Bagi Muhammad Azra Alamgir, kesempatan membaca Al-Qur’an di hadapan peserta upacara menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Ia mengaku sempat gugup ketika diminta maju, terlebih harus tampil di hadapan banyak orang.
Namun, rasa gugup itu berangsur hilang setelah ia berhasil menyelesaikan bacaannya. Kejutan semakin terasa ketika Bupati Egi mengumumkan hadiah umrah untuk dirinya dan dua santri lainnya.
“Saya kaget sekali, karena hadiah yang diberikan Pak Bupati itu berupa hadiah umrah. Saya sangat bangga sekali,” ujar Azra.
Kebahagiaan serupa dirasakan Kais Muhammad Fachri. Santri asal Tasikmalaya yang menempuh pendidikan di Gontor Kampus 7 tersebut mengaku terharu karena memperoleh kesempatan umrah, sebuah pengalaman yang belum pernah dirasakannya.
“Saya merasa terharu ingin menangis, karena saya belum pernah umrah,” tutur Kais.
Sementara itu, Danil Rifki Riansyah juga mengungkapkan kegembiraannya. Ia tidak pernah membayangkan peringatan Hari Santri tahun ini akan menjadi kesempatan baginya untuk mendapatkan hadiah umrah.
“Senang banget bisa umrah. Terima kasih Pak Bupati,” kata Danil.
Kisah ketiganya menjadi salah satu momen paling berkesan dalam peringatan Hari Santri Nasional di Lampung Selatan. Keberanian menjawab tantangan sederhana di hadapan publik berujung pada hadiah yang memiliki makna besar bagi perjalanan spiritual mereka.
Tak hanya memberikan hadiah umrah, Bupati Egi juga menyerahkan penghargaan kepada sepuluh santri berprestasi dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Lampung Selatan.
Masing-masing penerima memperoleh piagam penghargaan serta tabungan beasiswa pendidikan senilai Rp2 juta. Apresiasi tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap para santri yang telah menunjukkan prestasi dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan.
Pemberian penghargaan ini sekaligus menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memberikan motivasi, membuka peluang, serta mendorong generasi muda agar terus mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.
Dalam pesannya, Bupati Egi mengajak para santri untuk tidak berhenti belajar dan terus memperkuat kapasitas diri. Menurutnya, santri masa kini perlu memiliki pemahaman agama yang kuat sekaligus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak serta tradisi luhur pesantren sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
“Jangan pernah membatasi cita-cita. Jadilah generasi yang kuat imannya, mulia akhlaknya, luas wawasannya, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Egi.
Upacara Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu diikuti ASN, santri dan santriwati dari madrasah, sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA, serta pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui peringatan tersebut, pemerintah daerah berharap para santri semakin termotivasi untuk menuntut ilmu, mengukir prestasi, dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Azra, Kais, dan Danil, peringatan Hari Santri tahun ini tentu memiliki arti yang jauh lebih istimewa. Dari sebuah tantangan membaca Al-Qur’an, mereka memperoleh hadiah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya sekaligus kenangan yang akan melekat dalam perjalanan hidup mereka. (Jasmin)