DBFMRadio.id — Kecamatan Sidomulyo mengusulkan penguatan sektor perdagangan dan jasa yang terintegrasi dengan sektor pertanian sebagai penggerak utama perputaran ekonomi wilayah. Usulan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat kecamatan yang digelar di Aula Desa Sidowaluyo, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang merupakan titik kesepuluh pelaksanaan Musrenbang kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar. Turut hadir anggota DPRD Lampung Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) II, jajaran kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta para kepala desa se-Kecamatan Sidomulyo.
Camat Sidomulyo, Fran Sinatra Adung, dalam paparannya menyampaikan berbagai potensi unggulan wilayah yang menjadi dasar penetapan prioritas pembangunan. Potensi tersebut meliputi sektor pertanian dan perkebunan seperti sawit dan jagung, serta sektor ekonomi kreatif berupa kerajinan tapis, gula merah, genteng, dan bata.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada Tahun 2025, program bedah rumah terealisasi sebanyak 31 unit dengan total anggaran sebesar Rp620 juta. Selain itu, terdapat 37 titik bantuan sarana dan prasarana, termasuk rekonstruksi jalan Kota Dalam–Budidaya yang sebelumnya tidak tersentuh pembangunan selama hampir lima dekade.
“Alhamdulillah, jalan ini sudah hampir 50 tahun tidak dibangun. Di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Egi–Syaiful, akhirnya bisa direalisasikan,” ujar Fran.
Dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif, Kecamatan Sidomulyo juga menunjukkan perkembangan yang positif. Desa Suak berhasil meraih Juara Favorit Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 kategori Desa Maju/Mandiri dengan tema Ramah Lingkungan.
Sementara itu, sektor UMKM terus berkembang melalui sejumlah destinasi unggulan, seperti Desa Wisata Linearjo dan Wisata Kuliner KPK Selaras di Desa Sidorejo dan Sidoarjo, serta Agroeduwisata Desa Sidowaluyo berbasis peternakan kelinci dan ayam.
Dalam arah pembangunan ke depan, Kecamatan Sidomulyo menempatkan sektor perdagangan dan jasa sebagai motor penggerak ekonomi baru yang terintegrasi dengan sektor pertanian sebagai fondasi utama. Strategi tersebut dinilai mampu memperkuat rantai nilai ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembangunan daerah yang berbasis kolaborasi dan inovasi ekonomi lokal. Ia menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan pada Tahun 2025 mengalami peningkatan menjadi 73,10 dari sebelumnya 72,15 pada Tahun 2024.
“Saya minta kepada seluruh kepala desa di Kecamatan Sidomulyo untuk lebih memperhatikan anak-anak yang putus sekolah. Jangan sampai masih ada anak yang tidak mengenyam pendidikan. Jika ditemukan, segera laporkan dan ditindaklanjuti bersama dinas terkait,” tegas Wabup Syaiful.
Menurutnya, Kecamatan Sidomulyo memiliki posisi strategis sebagai wilayah transisi dengan pertumbuhan desa yang pesat serta dinamika ekonomi yang terus berkembang. Ia menilai sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama pembangunan, namun harus didukung dengan kebijakan terintegrasi, inovasi pengolahan hasil, serta penguatan UMKM berbasis komoditas lokal.
Wabup Syaiful juga mengingatkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, tingginya jumlah petani gurem dan buruh tani, serta keterbatasan skala usaha ekonomi perdesaan. Oleh karena itu, pembangunan ke depan harus mampu mendorong aktivitas ekonomi turunan dari sektor pertanian agar nilai tambah ekonomi dapat meningkat.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut menyerahkan berbagai bantuan, di antaranya traktor roda dua dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan kepada Kelompok Tani Berkat Tani, bantuan kapal dari Dinas Perikanan, serta pembagian sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota UMKM JOSS binaan Dinas Koperasi dan UMKM.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada pelaku UMKM berprestasi, yakni Riska Novianika Dewi sebagai Produsen Kue Terbaik Kategori Kemasan dan Siti Yuliani sebagai penerima Penghargaan Administrasi Terbaik, yang keduanya merupakan pelaku UMKM JOSS binaan Dinas Koperasi dan UMKM.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Kecamatan Sidomulyo berharap penguatan sektor perdagangan, jasa, dan pertanian dapat menjadi strategi utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Arya)