Suasana aula Mapolres Lampung Selatan, Senin pagi (25/5/2026), terasa berbeda. Deretan seragam cokelat berdiri tegap, sementara satu per satu nama dipanggil dalam prosesi serah terima jabatan yang sarat makna: estafet pengabdian.
Di hadapan jajaran perwira dan anggota kepolisian, Kapolres Lampung Selatan Toni Kasmiri memimpin langsung upacara sertijab sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran. Pergantian itu bukan sekadar pergantian kursi jabatan, melainkan bagian dari upaya menjaga denyut organisasi tetap hidup, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.
Rotasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Lampung Nomor Kep/182/IV/2026 tertanggal 30 April 2026 tentang mutasi personel di lingkungan Polda Lampung.
Salah satu pergantian terjadi di tubuh Polsek Kawasan Pelabuhan. Jabatan yang sebelumnya diemban Ferdo Elfianto kini resmi diserahterimakan kepada Fransiskus Yepta Terang Ginting, perwira yang sebelumnya bertugas sebagai Kaurprodok Spripim Polda Lampung.
Bagi kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu urat nadi mobilitas di Lampung Selatan, pergantian ini memiliki arti strategis. Pelabuhan bukan hanya titik keluar masuk kendaraan dan manusia, tetapi juga wajah pertama keamanan daerah yang dilihat masyarakat dan para pendatang.
Sementara itu, rotasi juga terjadi di Polsek Jati Agung. Riski Aulia mendapat penugasan baru sebagai Bhayangkara Administrasi Penyelia Ro SDM Polda Lampung dalam rangka pendidikan S2 STIK-PTIK Tahun Anggaran 2026.
Tongkat komando Polsek Jati Agung kini dipercayakan kepada Muhammad Yani, sosok yang sebelumnya menjabat PS Kanit Satreskrim Polresta Bandar Lampung.
Dalam amanatnya, AKBP Toni Kasmiri menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus bentuk penyegaran institusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan adalah bentuk kepercayaan institusi yang harus dijawab dengan kinerja nyata. Saya berharap pejabat yang baru segera menyesuaikan diri, memahami pola kerawanan wilayah, membangun komunikasi dengan anggota dan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif dan humanis,” ujarnya.
Pesan itu terdengar sederhana, tetapi memiliki makna besar di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Di era ketika kecepatan informasi berjalan nyaris tanpa batas, wajah Polri di mata publik tidak lagi hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh sikap, komunikasi, dan kedekatan dengan warga.
Kapolres juga menekankan bahwa terciptanya keamanan dan ketertiban tidak mungkin dibangun sendirian. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Lampung Selatan.
“Keberhasilan Polri tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus dibangun melalui sinergi dan dukungan masyarakat,” kata Toni.
Ia mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Sebab, kepercayaan publik adalah modal paling penting yang harus dijaga oleh setiap anggota kepolisian.
Di balik prosesi sertijab yang berlangsung khidmat itu, sesungguhnya ada pesan yang lebih besar: bahwa tugas menjaga keamanan bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan. Dan kepercayaan itu, seperti estafet jabatan, harus terus dirawat dari satu generasi pengabdian ke generasi berikutnya. (Jasmin)