DBFMRadio.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menetapkan arah pengembangan Kecamatan Candipuro dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sebagai kawasan pertanian produktif yang diperkuat pariwisata berbasis potensi desa serta penguatan sumber daya manusia lokal.


Arah pembangunan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan RKPD Tahun 2027 tingkat kecamatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Candipuro, Kamis (5/2/2026).


Musrenbang yang menjadi titik kedelapan pelaksanaan Musrenbang kecamatan ini dibuka langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta dihadiri Wakil Bupati M. Syaiful Anwar bersama Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Reni Apriyani. Hadir pula anggota DPRD Lampung Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VII, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, dan para kepala desa se-Kecamatan Candipuro.


Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pengembangan Kecamatan Candipuro ke depan akan difokuskan pada optimalisasi sektor pertanian dan kehidupan pedesaan sebagai daya tarik pariwisata. Konsep tersebut diarahkan melalui pengembangan agrowisata dan wisata edukasi yang mengedepankan kearifan lokal masyarakat desa.


Menurut Bupati Egi, keberadaan Pertanian Anak Nusantara (PAN) di Desa Trimomukti memiliki peran strategis dalam penguatan sumber daya manusia pertanian. PAN dinilai mampu menjadi ruang pembelajaran, regenerasi petani, sekaligus pengembangan kewirausahaan pertanian berbasis komoditas lokal yang terintegrasi dengan wisata edukasi.


“Keterlibatan generasi muda melalui Pertanian Anak Nusantara diharapkan mampu mendorong inovasi, meningkatkan daya tarik wisata berbasis pengalaman, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian desa,” kata Bupati Egi.


Sementara itu, Camat Candipuro, Sumiyati, memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang tahun 2025 di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, pemerintah daerah telah merealisasikan revitalisasi UPTD SDN 1 Bumi Jaya berupa bantuan ruang kelas, ruang UKS, serta pembangunan toilet sekolah.


Pada sektor pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga telah disalurkan, di antaranya traktor roda crawler untuk Kelompok Tani Tunas Muda Desa Trimomukti, satu unit mesin combine untuk Gapoktan Satria Tani, rehabilitasi jaringan irigasi tersier di Desa Sidoasri, serta bantuan sumur bor guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.


Dalam forum Musrenbang tersebut, disampaikan pula sejumlah usulan prioritas pembangunan Kecamatan Candipuro untuk tahun 2027, khususnya di bidang bina marga. Usulan meliputi rekonstruksi ruas jalan penghubung antar desa dan kecamatan, seperti Beringin Kencana–Pamulihan, Beringin Kencana–Purwodadi, Way Gelem–Balinuraga, serta ruas Sidoasri–Rejo Agung.


Selain itu, diusulkan peningkatan Jalan Kyai Junaedi (Beringin Kencana–Cinta Mulia) serta pembangunan Jembatan Ruwet pada ruas Bumi Jaya–Candirejo sebagai akses penghubung antarwilayah.


Di bidang sarana dan prasarana pemerintahan, Kecamatan Candipuro mengusulkan pembangunan area parkir, pemasangan paving block halaman kantor kecamatan, pembangunan aula dan rumah dinas camat, pembangunan pagar lingkungan kantor, serta jogging track di lapangan depan kantor kecamatan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Musrenbang, Pemkab Lampung Selatan juga menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut meliputi hibah lima ekor kambing senilai Rp11,9 juta dari Dinas Peternakan, empat ekor sapi senilai Rp101 juta di lokasi Agro Edu Wisata, bibit kelapa puan dari Dinas Pertanian, bantuan BKB Kit dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, bantuan benih ikan dari Dinas Perikanan, serta paket sembako bagi penyandang disabilitas.


Melalui sinergi antara sektor pertanian, pariwisata berkelanjutan, dan partisipasi aktif masyarakat, pengembangan Kecamatan Candipuro diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan serta berorientasi jangka panjang. (Arya)