Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menggerakkan seluruh desa tanpa pengecualian dalam pelaksanaan program “Helau”. Tak lagi sekadar seremoni, program tersebut kini diarahkan menjadi ajang penilaian menyeluruh dengan imbalan nyata berupa pembangunan infrastruktur bagi desa yang dinilai paling berprestasi.


Komitmen itu ditegaskan kembali dalam rapat koordinasi mingguan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (4/5/2026).


Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah lintas perangkat daerah sekaligus mempercepat penanganan berbagai program prioritas pemerintah daerah yang tengah berjalan.


Menurut Supriyanto, rapat koordinasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan ruang komunikasi penting untuk memastikan seluruh program berjalan terarah, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala.


“Forum ini untuk memastikan hal-hal yang perlu segera ditangani bisa dibahas bersama, baik di internal maupun lintas perangkat daerah, sehingga kegiatan berjalan terorganisasi dengan baik dan pelaporannya jelas,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga menyoroti progres pelaksanaan program Lampung Selatan Helau yang kini mulai memasuki tahap implementasi lapangan.


Sejumlah titik telah dijadikan sampel awal pelaksanaan program, di antaranya sekolah dasar dan Puskesmas di wilayah Kecamatan Kalianda, serta beberapa perangkat daerah lainnya.


Ia menegaskan bahwa perangkat daerah yang telah menjadi sampel diminta tidak berhenti pada tahap awal, tetapi terus menunjukkan perkembangan nyata yang nantinya akan dipantau dan dievaluasi dalam rapat koordinasi berikutnya.


“Yang sudah menjadi sampel harus terus berprogres dan menyampaikan hasilnya. Ini bentuk komitmen bersama,” katanya.


Lebih jauh, Supriyanto menekankan bahwa program Helau tidak bersifat terbatas ataupun hanya melibatkan desa tertentu sebagai perwakilan kecamatan. Seluruh desa di Kabupaten Lampung Selatan diwajibkan ikut berpartisipasi dan akan dinilai secara menyeluruh.


“Tidak ada istilah perwakilan kecamatan. Semua desa wajib ikut dan akan dinilai,” tegasnya.


Sebagai bentuk motivasi sekaligus penghargaan nyata, pemerintah daerah juga telah menyiapkan skema apresiasi berupa pembangunan infrastruktur bagi desa-desa yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pelaksanaan program tersebut.


Pendekatan itu diharapkan mampu menciptakan kompetisi sehat antar desa, sekaligus mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik hingga ke tingkat akar rumput.


Melalui program Helau, Pemkab Lampung Selatan ingin membangun budaya kerja yang lebih responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat desa. (Jasmin)