Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah melalui Pentas Seni Budaya Helau yang akan digelar secara rutin setiap Jumat di Panggung Terbuka Gedung Olahraga Way Handak (GWH), Kalianda.
Program yang diinisiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan itu akan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni sekaligus sarana memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda.
Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, Pemkab Lampung Selatan memandang pelestarian budaya sebagai bagian penting dalam membangun karakter daerah. Melalui Pentas Seni Budaya Helau, pemerintah ingin memastikan bahwa tradisi dan kreativitas lokal tetap hidup, berkembang, serta dikenal lebih luas.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan seni dan budaya lokal.
“Pentas Seni Budaya Helau merupakan upaya pemerintah daerah untuk memberikan ruang ekspresi dan apresiasi bagi para seniman. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebanggaan terhadap budaya lokal sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus melestarikan warisan budaya Lampung Selatan,” ujar I Nyoman Setiawan, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, Pentas Seni Budaya Helau tidak sekadar menghadirkan hiburan, melainkan juga menjadi media edukasi budaya yang dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan tradisi daerah.
Beragam pertunjukan akan mewarnai panggung budaya tersebut, mulai dari musik modern dan band, seni tari, sastra, teater, pantomim, musik tradisional, gitar tunggal, hingga pameran seni rupa. Seluruh penampilan akan melibatkan para seniman serta komunitas kreatif dari berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Selatan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Meningkatnya jumlah pengunjung diyakini akan turut mendorong aktivitas pelaku UMKM, industri kreatif, hingga sektor usaha pendukung lainnya di sekitar lokasi kegiatan.
“Seni dan budaya memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata. Melalui Pentas Seni Budaya Helau, wisatawan tidak hanya menikmati destinasi wisata yang ada, tetapi juga dapat merasakan pengalaman budaya yang autentik dan khas Lampung Selatan,” tambah I Nyoman.
Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, Pemkab Lampung Selatan berharap Pentas Seni Budaya Helau dapat tumbuh menjadi agenda budaya unggulan daerah. Lebih dari sekadar pertunjukan, program ini diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi seniman baru, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisata, serta menjaga denyut kebudayaan Lampung Selatan agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat. (Jasmin)