Mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, kesiapan infrastruktur dan fasilitas penyeberangan di kawasan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, mulai mendapat perhatian serius.


Berbagai aspek pendukung operasional diperiksa untuk memastikan aktivitas penyeberangan, baik penumpang maupun kendaraan, dapat berjalan lancar, aman, dan tertib saat memasuki puncak arus libur akhir tahun.


Hal tersebut menjadi fokus kunjungan kerja Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Brigjen Pol. Dr. Aries Syahbudin, di wilayah Bakauheni, Kamis (5/11/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut mendampingi peninjauan bersama Kapolda Lampung Brigjen Pol. Yustan Alpiani serta jajaran terkait.


Peninjauan dilakukan di tiga lokasi strategis, yakni Pelabuhan BBJ, terminal khusus PT Sumur Makmur Abadi, dan kawasan Wika Beton.


Ketiga lokasi tersebut menjadi perhatian karena memiliki potensi sebagai fasilitas pendukung operasional dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan penyeberangan selama periode Nataru.


Dalam pemeriksaan tersebut, rombongan melihat secara langsung kesiapan administrasi, aspek perlindungan, perlengkapan dan peralatan, hingga fasilitas pelayanan yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat selama pelaksanaan operasi pengamanan.


Astamaops Kapolri Komjen Pol. Roycke Harry Langie mengatakan, keberadaan fasilitas pendukung menjadi salah satu unsur penting dalam menunjang keberhasilan operasi pengamanan, khususnya ketika terjadi peningkatan volume perjalanan masyarakat.


“Fasilitas ini merupakan bagian dari sarana pendukung yang akan digunakan masyarakat umum dan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan operasi,” jelasnya.


Sementara itu, Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin menyampaikan bahwa secara umum kondisi fasilitas di ketiga lokasi yang ditinjau telah memenuhi standar.


Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu disempurnakan, terutama berkaitan dengan pengaturan arus kendaraan yang keluar dan masuk kawasan pelabuhan.


Menurut Aries, hasil evaluasi dalam dua tahun terakhir menunjukkan adanya perkembangan positif terhadap kualitas infrastruktur di kawasan Bakauheni.


Salah satu perkembangan tersebut terlihat pada terminal khusus PT Sumur Makmur Abadi yang kini dinilai telah memiliki fasilitas memadai untuk mendukung aktivitas sandar kapal jenis tertentu.


“Secara infrastruktur, ini jauh lebih baik dibandingkan evaluasi dua tahun terakhir. Mudah-mudahan fasilitas yang ada dapat mendukung kebutuhan penumpang maupun kendaraan, terutama pada saat Natal dan Tahun Baru,” ungkap Aries.


Ia menegaskan, peningkatan kualitas infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pembenahan sistem operasional.


Pengaturan arus kendaraan menjadi salah satu perhatian utama agar tidak terjadi hambatan pergerakan, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan menuju maupun keluar dari kawasan pelabuhan.


Koordinasi antarpihak terkait juga diperlukan untuk memastikan seluruh fasilitas dapat difungsikan secara optimal sesuai kebutuhan selama pelaksanaan pengamanan Nataru.


Bagi Lampung Selatan, kesiapan kawasan Bakauheni memiliki arti strategis. Sebagai salah satu pintu utama penghubung Pulau Sumatera dan Jawa, kelancaran aktivitas penyeberangan di wilayah ini turut menentukan kenyamanan perjalanan masyarakat lintas pulau.


Hasil peninjauan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan rencana operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru.


Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, penyempurnaan pengaturan lalu lintas, serta koordinasi seluruh pemangku kepentingan, kawasan penyeberangan Bakauheni diharapkan semakin siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.


Persiapan sejak dini ini menjadi bagian penting untuk menghadirkan perjalanan Nataru yang aman, lancar, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. (Jasmin)