Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Lampung Selatan diharapkan menjadi tonggak baru penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Lebih dari sekadar menghadirkan fasilitas infrastruktur, kawasan tersebut ditargetkan mampu tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi nelayan.
Penguatan pengelolaan, profesionalisme, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar keberadaan KNMP benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan warga pesisir.
Pesan tersebut mengemuka dalam Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 yang dipusatkan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ketapang, Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (4/11/2026).
Momentum tersebut sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan kawasan nelayan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi berlanjut pada penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan yang disampaikan Kepala Pusat Manajemen Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ari Prabowo, disebutkan bahwa KNMP merupakan salah satu program strategis KKP untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Program tersebut menjadi bagian dari enam prioritas KKP periode 2025–2029 dalam mendorong pengembangan ekonomi biru.
Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan tahun ini dilaksanakan serentak di 24 lokasi KNMP di seluruh Indonesia dengan mengusung tema “KKP untuk Kesejahteraan Nelayan”.
Di Lampung Selatan, kegiatan dipusatkan di KNMP Bandar Agung dan Ketapang. Berbagai dukungan turut disalurkan, mulai dari perlindungan nelayan, bantuan sarana usaha perikanan, hingga rehabilitasi ekosistem pesisir.
Ari menyampaikan, keberhasilan pembangunan KNMP tidak cukup hanya dilihat dari tersedianya bangunan dan fasilitas pendukung. Kawasan tersebut harus mampu mengintegrasikan berbagai unit usaha perikanan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“KNMP bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagaimana kawasan ini menjadi penggerak ekonomi pesisir, mengintegrasikan berbagai unit usaha, dan memastikan kegiatan ekonomi masyarakat berjalan secara berkelanjutan,” demikian pesan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam sambutan yang disampaikan Ari.
Ia juga menyebut KNMP Ketapang sebagai salah satu contoh pengembangan kawasan nelayan yang dapat menjadi referensi bagi lokasi lainnya.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola, dan masyarakat. Sinergi tersebut penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan nilai ekonomi dalam jangka panjang.
Sejalan dengan arahan tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menekankan bahwa keberlanjutan KNMP sangat bergantung pada komitmen bersama dalam mengelola, memanfaatkan, dan menjaga fasilitas yang tersedia.
Menurut Egi, pembangunan kawasan nelayan akan memberikan manfaat maksimal apabila masyarakat ikut mengambil peran aktif dalam pengelolaannya.
“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini bisa sangat terasa manfaatnya, itu tergantung kita juga. Bagaimana kita bisa mengelola, bagaimana kita bisa memanfaatkan, dan yang paling penting bagaimana kita bisa menjaga,” ujar Bupati Egi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan serta memastikan tata kelola berjalan secara transparan dan terbuka, termasuk melalui koperasi sebagai bagian dari pengelolaan ekonomi masyarakat.
Egi menegaskan, fasilitas KNMP merupakan sarana penunjang mata pencaharian masyarakat sehingga harus diperlakukan sebagai aset bersama yang perlu dirawat dan dijaga keberlangsungannya.
“Ini adalah tempat kita untuk mencari nafkah. Jangan sampai tempat kita mencari makan kita kotori,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan KNMP harus menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kegiatan usaha, serta memperoleh nilai tambah dari sektor kelautan dan perikanan.
Melalui momentum Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026, Pemkab Lampung Selatan berharap pengembangan kawasan KNMP semakin berorientasi pada kebutuhan nelayan dan potensi ekonomi lokal.
Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, serta didukung partisipasi aktif masyarakat, KNMP Ketapang diharapkan berkembang menjadi kawasan ekonomi pesisir yang produktif.
Pada akhirnya, keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya diukur dari megahnya fasilitas yang dibangun, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat, terbukanya peluang usaha, dan meningkatnya kesejahteraan keluarga nelayan di Lampung Selatan. (Jasmin)