Komitmen memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lampung Selatan. Melalui ruang dialog yang digelar LPPL DBFM Radio 93.0 FM, masyarakat diajak mengenal lebih dekat program serta inovasi yang tengah dijalankan BUMD Lampung Selatan.


Siaran yang dipancarkan langsung dari Jalan Mustafa Kemal, kompleks Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (5/6/2026), menghadirkan Direktur Utama BUMD Lampung Selatan, Baiquni Aka Sanjaya, sebagai narasumber utama. Dialog tersebut dipandu host Indah Ekawati dengan tema "Mengenal Lebih Dekat Program dan Inovasi BUMD Lampung Selatan".


Dalam kesempatan itu, Baiquni menjelaskan bahwa BUMD Lampung Selatan merupakan perusahaan daerah dengan tipe aneka usaha yang memiliki ruang gerak bisnis cukup luas, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata hingga agribisnis.


Menurutnya, seluruh lini usaha yang berpotensi menghasilkan pendapatan bagi daerah menjadi bagian dari fokus pengembangan bisnis BUMD.


“Semua yang terkait dan dapat menghasilkan PAD akan menjadi lini bisnis BUMD. Kita punya dua BUMD di Lampung Selatan, yaitu PDAM dan BUMD Aneka Usaha,” ujar Baiquni.


Ia menegaskan, keberadaan BUMD tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan strategis melalui kontribusi pendapatan yang dihasilkan.


Baiquni mengungkapkan, pihaknya memiliki target jangka panjang untuk terus memperluas unit usaha yang produktif sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap kas daerah. Dengan demikian, BUMD diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan yang dikenal dengan julukan Bumi Khagom Mufakat.


Dalam mengembangkan usaha, BUMD Lampung Selatan menerapkan pendekatan yang terukur melalui konsep Business Model Canvas (BMC). Terdapat sembilan poin utama yang menjadi acuan sebelum suatu usaha dijalankan agar setiap langkah bisnis memiliki dasar perencanaan yang matang dan terhindar dari berbagai potensi permasalahan di kemudian hari.


“Ada sembilan poin acuan Business Model Canvas yang akan kita kerjakan. Sembilan poin ini harus terjawab terlebih dahulu sebelum dijalankan agar tidak menimbulkan permasalahan,” jelasnya.


Saat ini, BUMD Lampung Selatan tengah fokus mengembangkan tiga sektor usaha yang dinilai memiliki potensi besar untuk menghasilkan pendapatan daerah, yakni layanan outsourcing, pengelolaan perparkiran, dan sektor pangan.


Ketiga sektor tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan daerah sekaligus peluang bisnis yang dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kinerja perusahaan daerah, langkah tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kerja serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.


Melalui berbagai inovasi dan pengembangan usaha yang sedang dirancang, BUMD Lampung Selatan optimistis mampu tumbuh menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan PAD serta kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan. (Jasmin)