Semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Selatan melalui penyaluran bantuan produktif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta bantuan pendidikan untuk madrasah terdampak musibah.
Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kantor Baznas Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (20/5/2026), menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas Provinsi Lampung, Komarun Nizar, mewakili Ketua Baznas Provinsi Lampung.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, program bantuan produktif dinilai menjadi langkah nyata dalam menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus memperluas manfaat zakat agar lebih berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, mengatakan bantuan yang diberikan bukan sekadar bernilai material, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang lebih kuat.
“Semangat di balik bantuan ini jauh lebih besar, karena yang ingin kita bangun bukan hanya usaha yang bertahan hari ini, tetapi masyarakat yang mampu tumbuh lebih kuat dan mandiri di masa depan,” ujar Darmawan.
Dalam program tersebut, Baznas Kabupaten Lampung Selatan menyalurkan tambahan bantuan renovasi masing-masing sebesar Rp3 juta kepada dua madrasah terdampak musibah. Selain itu, bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta juga diberikan kepada Bengkel Z Auto.
Tak hanya itu, sebanyak 10 pelaku UMKM turut menerima bantuan modal usaha senilai Rp2 juta per orang. Para penerima berasal dari berbagai sektor usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Menurut Darmawan, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama pada tingkat rumah tangga. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha kecil harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Baznas tidak dapat berjalan sendiri. Semua pihak perlu saling mendukung agar manfaat yang diberikan semakin luas dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Lampung Selatan, H. Nur Mahfud, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi umat yang selama ini menjadi fokus Baznas melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif.
Ia menyebutkan, penerima bantuan berasal dari berbagai jenis usaha kecil, mulai dari penjual siomai, usaha kue rumahan, nasi uduk, hingga pelaku usaha di kawasan Dermaga Bom.
“Hari ini bantuan yang kami salurkan lebih banyak bersifat produktif, sekitar 70 persen, sedangkan 30 persen lainnya konsumtif. Harapan kami, UMKM yang hari ini menerima bantuan suatu saat nanti bisa berkembang dan menjadi muzakki yang ikut menyalurkan zakat,” ujar Nur Mahfud.
Melalui program tersebut, Baznas Kabupaten Lampung Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Khagom Mufakat. (Jasmin)