Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyalurkan insentif kepada sebanyak 2.222 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap para tenaga pendidik yang berperan penting dalam membangun fondasi pendidikan generasi muda.


Penyerahan insentif secara simbolis dilakukan oleh Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, di Pendopo Agung Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Rabu (11/3/2026).


Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik anak usia dini yang selama ini berada di garda terdepan dalam membentuk karakter dan perkembangan awal anak-anak.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Syaifulloh, menjelaskan bahwa insentif tahun anggaran 2026 diberikan kepada guru pada jenjang PAUD, Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan.

“Jumlah penerima manfaat pada tahun ini sebanyak 2.222 guru dengan total anggaran insentif mencapai Rp1.333.200.000,” ujar Syaifulloh.


Ia menambahkan, pada tahap pertama penyaluran dilakukan untuk periode Januari hingga Februari 2026, dengan besaran Rp300.000 per bulan atau Rp600.000 untuk dua bulan.


Menurutnya, program insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para guru PAUD yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam membangun dasar pendidikan anak-anak.


Syaifulloh juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Lampung Selatan yang dinilai terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para guru PAUD di daerah tersebut.


Sementara itu, Zita Anjani mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bertemu langsung dengan para guru PAUD yang selama ini telah berkontribusi besar dalam dunia pendidikan anak usia dini.


“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat. Sejak kecil saya juga dididik untuk tidak pernah melupakan jasa orang lain, termasuk jasa para guru,” ujar Zita.


Ia mengaku memiliki perhatian khusus terhadap guru PAUD karena dirinya juga tumbuh dari pendidikan usia dini.


“Saya selalu memberikan perhatian khusus kepada para guru PAUD karena saya sendiri juga lahir dan tumbuh dari pendidikan PAUD,” tambahnya.


Menurut Zita, peran guru PAUD sangat strategis karena menjadi bagian awal dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan masa depan anak-anak.


“Ilmu yang dimiliki para guru PAUD ini luar biasa. Mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat besar nilainya. Di tangan para guru PAUD inilah anak-anak pertama kali mendapatkan pendidikan setelah dari orang tuanya,” katanya.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal penyaluran insentif bagi para guru PAUD agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.


Zita mengakui, jumlah insentif yang diberikan saat ini mungkin belum sepenuhnya sebanding dengan pengabdian para guru. Namun, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi para pendidik anak usia dini.


“Saya bersama Bupati Lampung Selatan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru PAUD di Lampung Selatan,” ujarnya.


Ia berharap para guru tetap semangat dalam mendidik dan membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah.


“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru yang telah mendidik anak-anak Lampung Selatan menjadi anak yang baik, cerdas, dan berakhlak. Semoga pengabdian luar biasa ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutup Zita. (Jasmin)