Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual bersama seluruh pemerintah daerah di Indonesia, Selasa (5/5/2026).


Kegiatan tersebut diikuti dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian Kantor Bupati Lampung Selatan dan menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan laju inflasi nasional.


Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat.


Dalam paparannya, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional pada April 2026 masih berada dalam kategori terkendali.


Berdasarkan data BPS, inflasi bulanan atau month to month tercatat sebesar 0,13 persen. Sementara inflasi tahunan atau year on year berada di angka 2,42 persen, dan inflasi tahun kalender atau year to date sebesar 1,06 persen.


“Atas dasar data BPS, inflasi April 2026 masih terjaga dalam rentang yang aman,” ujar Ateng Hartono.


Ia menjelaskan, sejumlah kelompok pengeluaran memberikan kontribusi signifikan dalam menahan laju inflasi nasional. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami deflasi sebesar 0,20 persen dengan andil minus 0,06 persen terhadap inflasi.


Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami deflasi sebesar 0,99 persen yang turut membantu meredam tekanan kenaikan harga.


Namun demikian, beberapa sektor masih memberikan andil terhadap inflasi, di antaranya kelompok transportasi sebesar 0,99 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,07 persen.


Menurut Ateng, secara tahunan kondisi inflasi saat ini juga sudah tidak lagi dipengaruhi kebijakan penyesuaian tarif listrik yang sebelumnya berdampak hingga Maret 2026. Memasuki April, kondisi harga dinilai telah kembali normal dan lebih stabil.


Dari sisi komoditas pangan, sejumlah bahan kebutuhan pokok bahkan mengalami penurunan harga cukup signifikan. Ayam ras tercatat mengalami deflasi sebesar 6,20 persen, cabai rawit 14,98 persen, telur ayam ras 4,92 persen, serta cabai merah 2,59 persen.


“Penurunan harga ini menunjukkan bahwa berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah memberikan dampak nyata,” jelasnya.


Melalui rakor rutin tersebut, seluruh TPID di Indonesia, termasuk TPID Kabupaten Lampung Selatan, diharapkan mampu terus memperkuat langkah antisipatif dan responsif dalam menjaga kestabilan harga, terutama pada komoditas pangan strategis yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.


Penguatan koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci penting agar inflasi tetap terkendali sekaligus menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. (Jasmin)