Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah daerah guna memastikan inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, serta pertumbuhan ekonomi daerah berlangsung secara berkesinambungan.


Komitmen itu ditegaskan usai TPID Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (20/7/2026).


Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, tersebut diikuti kementerian dan lembaga terkait, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia. Agenda rutin itu menjadi forum evaluasi perkembangan inflasi nasional sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di seluruh daerah.


Dalam paparannya, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa berdasarkan tren lima tahun terakhir, inflasi pada bulan Juli umumnya lebih tinggi dibandingkan Juni. Pengecualian hanya terjadi pada 2024 ketika Indonesia mengalami deflasi.


Menurut Ateng, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi pada Juli dalam beberapa tahun terakhir. Sementara dari sisi komoditas, cabai rawit, sigaret kretek mesin, bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, dan beras menjadi penyumbang inflasi yang paling konsisten.


Ia juga menyoroti komoditas beras yang perlu mendapat perhatian khusus. Berdasarkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga pekan ketiga Juli 2026, tercatat empat provinsi mengalami kenaikan IPH dan seluruhnya berada di wilayah Papua. Sementara provinsi lainnya menunjukkan tren penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.


"Komoditas yang masih memberikan kontribusi terhadap kenaikan IPH di sejumlah daerah di antaranya cabai merah dan cabai rawit. Secara umum, IPH kabupaten/kota mengalami penurunan dibandingkan minggu sebelumnya, meskipun terdapat delapan kabupaten/kota yang kondisi IPH-nya masih stabil," ujar Ateng.


Selain itu, BPS mengidentifikasi tiga komoditas yang perlu menjadi perhatian bersama karena menunjukkan kecenderungan peningkatan IPH, yakni bawang putih, beras, dan minyak goreng.


"Kondisi tersebut menjadi indikator penting bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui pengawasan distribusi, ketersediaan pasokan, hingga stabilisasi harga di pasar," tambahnya.


Menindaklanjuti arahan tersebut, TPID Kabupaten Lampung Selatan menegaskan kesiapan untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.


Melalui koordinasi yang berkesinambungan, berbagai upaya pengendalian akan terus dioptimalkan, mulai dari pemantauan perkembangan harga di pasar, penguatan distribusi, menjaga kecukupan pasokan, hingga pelaksanaan langkah-langkah stabilisasi harga.


Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, TPID Kabupaten Lampung Selatan optimistis inflasi daerah dapat tetap terkendali. Kondisi tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan yang sehat, stabil, dan berkelanjutan. (Jasmin)