Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan berbagai kondisi darurat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas, penataan peralatan, serta manajemen operasional pada instansi yang bertugas menangani kedaruratan.


Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat melakukan kunjungan ke Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Lampung di Jalan Branti Raya, Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Rabu (4/11/2026).


Dalam kunjungan itu, Bupati Egi melihat langsung standar pengelolaan fasilitas dan kesiapan operasional Basarnas Lampung dalam mendukung pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan (SAR), terutama ketika menghadapi situasi darurat.


Bupati Egi didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maturidi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sefri Madian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Alyasir, serta Camat Natar Eko Irawan.


Sejumlah fasilitas menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut, mulai dari ruang komunikasi hingga ruang penyimpanan peralatan SAR.


Tak hanya melihat kondisi fisik bangunan, Bupati Egi juga memeriksa kebersihan, kelayakan, dan sistem penataan perlengkapan untuk memastikan seluruh peralatan terpelihara dengan baik serta dapat digunakan sewaktu-waktu sesuai standar operasional prosedur (SOP).


Dari hasil peninjauan, Egi mengapresiasi tata kelola fasilitas dan peralatan Basarnas Lampung yang dinilai tertib, sistematis, dan mencerminkan kesiapan operasional yang baik.


Menurutnya, standar pengelolaan tersebut dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, khususnya instansi yang memiliki tanggung jawab dalam penanganan bencana dan keadaan darurat.


"Penataan yang rapi dan kesiapan operasional untuk digunakan sewaktu-waktu seperti ini patut untuk dicontoh," ujar Bupati Egi di sela-sela peninjauan.


Sebagai langkah konkret, Bupati Egi secara khusus menginstruksikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lampung Selatan untuk mengadopsi pola penataan peralatan serta manajemen kesiapsiagaan yang diterapkan Basarnas Lampung.


Instruksi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pembenahan dari sisi kerapian, tetapi juga mampu meningkatkan kedisiplinan dalam pemeliharaan fasilitas dan memastikan seluruh perlengkapan operasional selalu berada dalam kondisi siap pakai.


Melalui pembelajaran tersebut, Pemkab Lampung Selatan ingin membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih terukur, terorganisasi, dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan.


Sebab, dalam penanganan bencana, kecepatan respons harus didukung kesiapan personel, kelayakan peralatan, serta sistem kerja yang berjalan efektif.


Dengan pengelolaan fasilitas dan peralatan yang semakin baik, BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan penanggulangan bencana sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi keselamatan masyarakat. (Jasmin)