Tak ada yang luput dari pendataan. Prinsip itulah yang menjadi salah satu pijakan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan.


Bahkan, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turut menjadi bagian dari pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Selatan di Rumah Dinas Bupati, Selasa (8/9/2026).


Kehadiran kepala daerah sebagai responden menegaskan bahwa sensus bukan sekadar kegiatan pendataan masyarakat dan pelaku usaha, melainkan proses menyeluruh untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi ekonomi serta karakteristik masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.


Usai menjalani proses pendataan, Bupati Egi memastikan dirinya telah tercatat sebagai bagian dari Sensus Ekonomi Lampung Selatan.


“Sudah resmi terdata dan tersensus di Sensus Ekonomi Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.


Kepala BPS Kabupaten Lampung Selatan Eko Purnomo mengatakan, prinsip utama sensus adalah pendataan secara menyeluruh.


Artinya, tidak ada pengecualian dalam proses pendataan. Setiap pihak yang menjadi bagian dari populasi sasaran sensus harus tercatat, termasuk kepala daerah.


“Kalau sensus, semua harus didata, termasuk Pak Bupati,” tegas Eko.


Menurutnya, informasi yang dihimpun dari setiap responden disesuaikan dengan kondisi dan keterangan masing-masing.


Dalam pendataan terhadap Bupati Egi, misalnya, informasi yang dicatat berkaitan dengan aktivitas dan kedudukannya sebagai Bupati Lampung Selatan.


“Setelah disensus, karena Bapak keluarga tunggal, jadi terkait keterangan Bapak saja sebagai Bupati di Lampung Selatan,” jelasnya.


Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa sensus dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik responden, sehingga data yang dihimpun dapat menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.


Pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan kini telah memasuki tahap akhir.


BPS Lampung Selatan menargetkan seluruh rangkaian pendataan dapat dituntaskan pada pertengahan September 2026.


“Perkembangan sensus di Lampung Selatan alhamdulillah sudah hampir menyelesaikan. Mungkin tanggal 15 September kita sudah selesai,” ungkap Eko.


Dari sisi verifikasi, proses pendataan terhadap usaha dan keluarga juga menunjukkan perkembangan positif. Capaian pendataan dan verifikasi disebut telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan.


Sementara itu, keluarga dan usaha yang telah diverifikasi serta dipastikan benar-benar ada dan berdomisili di wilayah Lampung Selatan kini telah mencapai hampir 80 persen.


Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan data yang dihasilkan bukan sekadar angka, tetapi benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat dan aktivitas ekonomi yang ada di daerah.


Lebih jauh, Eko menjelaskan, Sensus Ekonomi tidak hanya bertujuan menghitung jumlah aktivitas usaha.


Data yang dihimpun diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan ekonomi sekaligus kondisi penduduk dan keluarga di Kabupaten Lampung Selatan.


“Ekonomi untuk melihat perkembangan ekonomi, dan melihat jumlah penduduk dan keluarga di Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.


Dalam pendataannya, aktivitas usaha masyarakat dikelompokkan ke dalam dua sektor utama, yakni usaha pertanian dan nonpertanian.


Berdasarkan hasil sementara, sektor pertanian masih menjadi aktivitas usaha yang paling dominan di Lampung Selatan.


Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik dan potensi daerah yang selama ini memiliki basis ekonomi kuat pada sektor pertanian.


“Usaha ada dua, yaitu usaha pertanian dan usaha nonpertanian. Usaha paling banyak di Lampung Selatan tetap sementara ini pertanian. Karena sesuai juga dengan potensi di Lampung Selatan itu kan pertanian,” ujar Eko.


Dominannya sektor pertanian sekaligus menjadi gambaran mengenai struktur ekonomi masyarakat Lampung Selatan. Di sisi lain, pendataan terhadap sektor nonpertanian juga menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan aktivitas ekonomi lainnya yang tumbuh di tengah masyarakat.


Pada akhirnya, sensus bukan berhenti pada proses mendata.


Setiap informasi yang dikumpulkan akan menjadi bagian dari potret besar kondisi ekonomi Lampung Selatan. Dari sana, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai siapa yang berusaha, sektor apa yang berkembang, serta bagaimana karakteristik ekonomi masyarakat di daerah.


Data tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan dalam merumuskan kebijakan dan menentukan arah pembangunan daerah.


Dengan data yang semakin lengkap dan terverifikasi, perencanaan pembangunan diharapkan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi berpijak pada kondisi nyata di lapangan.


Dan ketika seorang bupati pun ikut didata, pesan yang hendak disampaikan menjadi jelas: Sensus Ekonomi adalah milik semua, karena setiap orang dan setiap aktivitas ekonomi memiliki arti dalam menggambarkan wajah Lampung Selatan. (Jasmin)