Peringatan Hari Jadi ke-53 Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro, bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik kemeriahan pagelaran wayang kulit yang memadati Dusun II pada Jumat malam (10/7/2026), terselip pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan, merawat budaya gotong royong, serta membangun desa yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.


Komitmen itu ditegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui kehadiran Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, yang mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari jadi desa sebagai titik tolak memperkuat kebersamaan menuju terwujudnya Desa HELAU yang maju, mandiri, berbudaya, dan sejahtera.


Suasana perayaan semakin semarak dengan pagelaran wayang kulit bertajuk "Srikandi Mbangun Taman Maerokoco" yang dibawakan Dalang Ki Wisnu Mudho Joko Asmoro. Pentas budaya tersebut menjadi hiburan sekaligus media edukasi yang menyampaikan pesan moral kepada masyarakat lintas generasi.


Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota DPRD Lampung Selatan Daerah Pemilihan 7, Camat Candipuro Sumiyati bersama unsur Forkopimcam, Kepala Desa Beringin Kencana Larasati beserta jajaran perangkat desa, serta para tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, M. Syaiful Anwar mengatakan, usia ke-53 Desa Beringin Kencana merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras para pendahulu dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kemajuan desa.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman. Sebaliknya, harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai fondasi utama dalam membangun desa yang semakin maju dan berdaya saing.


"Usia 53 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Desa ini tumbuh karena semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita jaga sebagai kekuatan dalam membangun masa depan desa," ujar Syaiful.


Ia juga menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya sebagai identitas bangsa sekaligus perekat kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan budaya agar generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarah dan nilai-nilai luhur bangsa.


Syaiful menilai, pagelaran wayang kulit menjadi sarana efektif untuk mengenalkan kembali budaya kepada generasi muda. Melalui kisah-kisah pewayangan, mereka dapat belajar tentang kejujuran, keberanian, kesetiaan, kepemimpinan, hingga pengabdian kepada masyarakat.


"Pagelaran wayang kulit seperti malam ini memiliki makna yang sangat penting. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali akar budayanya sekaligus mempelajari nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, kesetiaan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Syaiful Anwar.


Menutup sambutannya, Wakil Bupati kembali mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-53 Desa Beringin Kencana sebagai momentum mempererat persatuan, menghidupkan kembali semangat gotong royong, serta bersama-sama mewujudkan Desa HELAU yang maju, mandiri, berbudaya, dan sejahtera.


"Mari kita jadikan Hari Jadi ke-53 Desa Beringin Kencana sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menghidupkan kembali budaya gotong royong, serta bersama-sama mewujudkan Desa HELAU yang maju, mandiri, berbudaya, dan sejahtera," tutupnya.

Jika diinginkan, saya juga dapat menyesuaikan artikel ini dengan gaya feature khas media lokal seperti Lampung Selatan yang lebih naratif, kaya deskripsi suasana, dan memiliki pembuka yang lebih kuat. (Jasmin)