Sinergi Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Melalui pendampingan langsung kepada keluarga berisiko stunting, kedua organisasi tersebut memastikan penanganan anak dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga pendampingan kesehatan, gizi, pendidikan, hingga kondisi tempat tinggal.


Sebanyak 38 anak dari Kecamatan Penengahan, Kalianda, dan Rajabasa menjadi sasaran program tersebut. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada lima anak yang hadir bersama orang tua masing-masing, sementara bantuan kepada penerima lainnya akan disalurkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Zita Anjani, didampingi Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Rheny Apriyani, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lampung Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto. Kehadiran ketiganya menjadi bukti kuat kolaborasi organisasi perempuan di Lampung Selatan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.


Zita Anjani menegaskan, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Menurutnya, setiap anak harus dipastikan terlebih dahulu kondisi kesehatannya melalui deteksi dini, kemudian mendapat pemantauan tumbuh kembang, asupan gizi yang memadai, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.


"Kita lihat terlebih dahulu apakah anak ini berisiko stunting atau memang sudah mengalami stunting. Setelah itu dilakukan monitoring, pemberian bantuan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembangnya. Fokus kita adalah anak-anak usia di bawah lima tahun karena masa itu sangat menentukan tumbuh kembang mereka," ujar Zita, Rabu, (22/07/2026).


Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan Lampung Selatan menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah di Provinsi Lampung merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, DWP, tenaga kesehatan, hingga pemerintah kecamatan harus terus diperkuat agar Lampung Selatan mampu menjadi salah satu daerah terbaik dalam penanganan stunting di Indonesia.


"Pesan Mas Bupati kepada saya sangat jelas, seluruh anak Lampung Selatan adalah anak-anak kita yang harus dijaga. Tidak boleh ada anak yang terlantar, kelaparan, maupun putus sekolah. Insyaallah, dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, kita optimistis angka stunting di Lampung Selatan akan terus menurun," katanya.


Dalam kegiatan tersebut, TP PKK dan DWP Lampung Selatan juga menunjukkan kepedulian yang menyentuh sisi kemanusiaan. Zita bersama rombongan berinteraksi langsung dengan anak-anak penerima manfaat, memberikan semangat, mengajak mereka berbincang, bahkan berjanji memberikan hadiah mainan agar anak-anak tetap ceria dan termotivasi menjalani masa pertumbuhan.


Tak berhenti pada aspek kesehatan, rombongan juga meninjau kondisi salah satu rumah keluarga penerima bantuan yang dinilai sudah tidak layak huni. Zita meminta Camat Kalianda bersama perangkat terkait segera melakukan verifikasi untuk menindaklanjuti usulan program bedah rumah sehingga keluarga tersebut dapat tinggal di hunian yang lebih layak.


Perhatian terhadap masa depan anak juga menjadi bagian dari pendampingan. Zita meminta pemerintah kecamatan segera memberikan pendampingan kepada seorang anak yang diketahui belum bersekolah agar haknya memperoleh pendidikan dapat segera terpenuhi.


Suasana haru pun menyelimuti kegiatan tersebut. Sejumlah orang tua penerima bantuan tampak meneteskan air mata saat menerima perhatian dan kepedulian dari TP PKK dan DWP Lampung Selatan. Mereka menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas pendampingan yang diberikan.


Melalui kolaborasi yang erat antara TP PKK Kabupaten Lampung Selatan dan DWP Kabupaten Lampung Selatan, upaya penanganan stunting diharapkan semakin optimal. Pendekatan yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan keluarga diyakini mampu melahirkan generasi Lampung Selatan yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas. (Jasmin)