Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai spiritual, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan hingga ke pelosok desa.


Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menghadiri kegiatan Shobat (Sholawat Bareng Bupati) di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Selasa malam (30/6/2026). Di hadapan ratusan jemaah yang memadati lokasi acara, Bupati Egi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sejati lahir dari keseimbangan antara kemajuan fisik dan pembangunan karakter masyarakat.


Menurut Egi, di tengah derasnya perubahan zaman, tantangan ekonomi, perkembangan teknologi, hingga arus informasi yang semakin cepat, masyarakat tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak dan fondasi spiritual yang kokoh.


"Kita hidup di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Tantangan ekonomi, teknologi, dan derasnya arus informasi menuntut kita memiliki ilmu sekaligus akhlak yang kuat. Karena itulah malam ini kita berkumpul di forum Shobat, bukan sekadar bersholawat, tetapi memperkuat hati, mempererat ukhuwah, dan mengingatkan bahwa pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia," ujar Egi.


Ia menegaskan, sebesar apa pun pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum yang dilakukan pemerintah tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak diiringi dengan kerukunan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesiapan generasi penerus.


Bagi Egi, kekuatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari karakter masyarakat yang berakhlak, memiliki moral yang baik, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan.


Momentum Shobat kali ini juga dimanfaatkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Bupati Egi menyerahkan bantuan stimulan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sragi sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi lokal.


Semangat pembangunan yang menyeluruh itu, lanjut Egi, selaras dengan implementasi Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul). Program tersebut dirancang sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan desa yang maju dan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai agama, budaya, serta semangat gotong royong.


Melalui Program Desa HELAU, Pemkab Lampung Selatan menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang bersih, pelayanan publik yang semakin optimal, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, serta pertumbuhan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.


Tak hanya itu, program tersebut juga menempatkan masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang gemar mengaji, berkarakter, dan memiliki benteng moral yang kuat.


"Program ini akan berhasil apabila pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan. Ketika pelayanan semakin baik, perekonomian warga bergerak, dan masjid menjadi pusat pembinaan umat, maka Desa HELAU benar-benar hadir memberi manfaat nyata," tegasnya.


Melalui forum Shobat, Pemkab Lampung Selatan juga menghadirkan jajaran pimpinan daerah secara langsung di tengah masyarakat sebagai bentuk komitmen memperkuat komunikasi, menyerap aspirasi warga, membangun kepercayaan publik, sekaligus mengapresiasi kerukunan yang selama ini terjaga di Kecamatan Sragi.


Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran pejabat utama dan kepala perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, Camat Sragi, serta Kepala Desa Kuala Sekampung. (Jasmin)