Keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, merawat kerukunan, hingga menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, saat memberikan sambutan dalam Tabligh Akbar memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Agung Lampung Selatan, Kalianda, Kamis (22/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Supriyanto mengingatkan bahwa Hari Santri bukan sekadar momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam sejarah bangsa. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi ajakan untuk menghidupkan nilai-nilai keimanan, keilmuan, dan akhlak mulia melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dan tanah air.
“Kepada para santri, jadilah santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, dan nyata pengabdiannya,” ujarnya.
Menurut Supriyanto, pendidikan di pesantren telah menanamkan berbagai nilai penting bagi pembentukan karakter generasi muda, seperti kedisiplinan, kesederhanaan, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal untuk menghadapi perkembangan zaman sekaligus membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Ia menegaskan, pengamalan ajaran agama semestinya tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga diwujudkan melalui hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan sekitar.
Kepedulian terhadap kebersihan, kesediaan membantu orang lain, serta kemampuan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan merupakan bentuk pengabdian yang dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Supriyanto mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman melalui program Desa HELAU, singkatan dari hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
Menurutnya, semangat HELAU tidak cukup diwujudkan melalui program pembangunan atau penataan wilayah semata. Keberhasilannya juga bergantung pada kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam merawat lingkungan masing-masing.
Langkah tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan rumah, menata halaman, merawat tanaman, serta memastikan fasilitas umum, tempat ibadah, pondok pesantren, dan lingkungan kerja tetap bersih dan nyaman.
Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, kata dia, dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang lebih sehat sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab bersama.
“Kemajuan daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari akhlak, kerukunan, dan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Supriyanto.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Semangat tersebut perlu tumbuh di berbagai ruang kehidupan, mulai dari keluarga, tempat kerja, masjid, hingga pondok pesantren. Dengan demikian, nilai-nilai kebaikan tidak hanya menjadi nasihat, tetapi hadir dalam tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menutup sambutannya, Supriyanto berharap Tabligh Akbar dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan, serta menyatukan semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Lampung Selatan.
Ia berharap para santri terus mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, tidak hanya melalui penguasaan ilmu agama, tetapi juga dengan memberikan teladan dalam menjaga akhlak, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Peringatan Hari Santri diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa pembangunan daerah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Melalui perpaduan nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan kepedulian lingkungan, semangat Hari Santri diharapkan menjadi energi positif untuk mewujudkan Lampung Selatan yang lebih bersih, harmonis, dan sejahtera.
Sebab, keimanan yang tumbuh kuat akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam perbuatan baik, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi nyata bagi lingkungan dan daerah. (Jasmin)