Semangat gotong royong kembali membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Berbekal kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, warga RT 02/RW 04 Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, berhasil menyulap lahan yang sebelumnya kurang terawat menjadi ruang terbuka umum yang bersih, asri, dan bernilai budaya melalui gerakan BISA (Bersih, Indah, Sederhana, Alami).


Gerakan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap program HELAU Kabupaten Lampung Selatan yang diinisiasi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Dengan dukungan penuh Kepala Desa Kuripan, Suhatsyah, serta Camat Penengahan, Hermawan, warga bergotong royong menghadirkan ruang publik bertema "HELAU Alami".


Sebelumnya, lahan tersebut telah lama dimanfaatkan secara sederhana. Sebagian kecil ditanami cabai dan kangkung, menjadi tempat bermain anak-anak, lokasi menjemur hasil panen kakao maupun padi, hingga difungsikan sebagai pos ronda dan tempat berkumpul warga pada malam hari. Namun, melalui semangat kebersamaan, kawasan itu kini tampil lebih tertata, hijau, dan nyaman.


Peran ibu-ibu menjadi salah satu kekuatan utama dalam gerakan ini. Mereka membersihkan area, memperluas kebun tanaman obat keluarga (TOGA), sekaligus menanam berbagai jenis sayuran seperti cabai, terong, pokcoy, tomat, bayam, dan tanaman produktif lainnya yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.


Sementara itu, para bapak membangun pagar, gapura, serta taman bernuansa budaya Lampung. Ornamen khas seperti tulisan Aksara Lampung, anyaman tradisional, Siger, hingga Tuping khas Lampung Selatan menghiasi kawasan tersebut sebagai simbol pelestarian budaya lokal yang berpadu dengan keindahan alam.


Menariknya, seluruh perubahan itu diwujudkan hanya dengan dana swadaya masyarakat sekitar Rp500 ribu. Ibu-ibu mengumpulkan sumbangan secara sukarela, sedangkan tenaga dan kreativitas berasal dari semangat gotong royong seluruh warga.


Hasilnya, ruang terbuka yang sebelumnya biasa saja kini menjadi kawasan yang bersih, indah, alami, sekaligus memiliki nilai edukasi, ketahanan pangan keluarga, dan pelestarian budaya.


"Gerakan BISA menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan rasa memiliki, masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang memberi manfaat bagi banyak orang" ujar Khaja Muda selaku warga setempat sekaligus pegiat seni Tukkus Lampung, Minggu, (28/06/26).


Lebih dari sekadar mempercantik lingkungan, gerakan ini juga menghidupkan kembali nilai luhur gotong royong sebagai implementasi nyata sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Sebuah gerakan sederhana, tetapi mampu menghadirkan dampak yang mempesona.


Warga pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lampung Selatan atas lahirnya program HELAU yang dinilai mampu membangkitkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa dari lingkungan terkecil.


"Sederhana Namun Mempesona." Sebuah kalimat yang kini tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah menjelma menjadi wajah baru ruang terbuka masyarakat Desa Kuripan yang hijau, produktif, dan sarat makna. (Jasmin)