Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Selatan memasuki babak baru. Dukungan datang dari Rotary Internasional melalui Rotary Club of Radin Intan Lampung yang menyatakan kesiapan berkontribusi dalam pembangunan saluran irigasi pertanian.
Langkah tersebut dinilai strategis karena ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen itu disampaikan saat audiensi Rotary Internasional bersama Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di ruang kerja bupati, Kamis (3/9/2026).
Presiden Rotary Club of Radin Intan Lampung, Tri Gunadi Widjaja, mengatakan Lampung Selatan memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, potensi tersebut perlu ditopang infrastruktur pengairan yang memadai agar produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan.
Menurut Tri Gunadi, pembangunan irigasi merupakan bentuk bantuan sosial yang memiliki manfaat jangka panjang karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat pertanian.
“Lampung Selatan memiliki potensi pertanian yang besar. Karena itu, kami berharap program bantuan sosial untuk ketahanan pangan dapat diarahkan pada pembangunan irigasi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat pertanian secara lebih luas,” ujar Tri Gunadi.
Bukan kali pertama Rotary Internasional menjalankan program serupa. Tri Gunadi menyebut pembangunan irigasi sebelumnya telah dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah dan Pesawaran.
Sementara di Lampung Selatan, program pembangunan irigasi tersebut mulai berjalan di Kecamatan Natar.
Ke depan, Rotary berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperlancar pelaksanaan program sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan irigasi di kawasan pertanian lain yang masih menghadapi keterbatasan akses pengairan.
Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
Egi menegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, terutama program yang memberikan manfaat langsung dan nyata bagi masyarakat.
“Prinsipnya saya welcome. Apalagi program ini langsung menyentuh masyarakat. Kalau ada pihak yang ingin berkontribusi untuk Lampung Selatan, tentu harus kita dukung dan kita berikan pelayanan yang terbaik,” kata Egi.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Egi meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memberikan pendampingan teknis terhadap program tersebut.
Pendampingan itu mencakup identifikasi kebutuhan, pemetaan potensi, hingga kemungkinan pengembangan jaringan irigasi pada kawasan pertanian yang membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan.
“Untuk jajaran PUPR, tolong dibantu. Ada orang yang mau berkontribusi, ada yang ingin membantu masyarakat kita. Apa yang bisa kita bantu, kita berikan yang terbaik,” tegasnya
.
Bagi Egi, pembangunan daerah tidak harus bertumpu sepenuhnya pada kemampuan anggaran pemerintah. Kolaborasi dengan lembaga sosial, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun pemangku kepentingan lainnya justru dapat menjadi kekuatan tambahan untuk mempercepat pembangunan.
Terlebih, pembangunan infrastruktur pertanian memiliki efek berantai. Ketika akses air semakin baik, produktivitas lahan berpeluang meningkat, biaya dan risiko produksi dapat ditekan, serta kesejahteraan petani dapat ikut terdorong.
Karena itu, kolaborasi pembangunan irigasi dipandang bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan Lampung Selatan.
Sinergi pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama petani yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Tri Umaryani, Kepala Dinas PUPR Agnatius Syahrizal, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Mugiyono, Anggota DPRD Provinsi Lampung Muhammad Junaidi, Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Hendra Mukri, serta sejumlah jajaran terkait lainnya. (Jasmin)