Momen liburan di kawasan Pantai Batu Rame dan Pantai Ketang, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang remaja berusia 16 tahun dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang bersama teman-temannya, Selasa (24/3/2026) sore.


Korban diketahui bernama Syafiq (16), warga Dusun Jogja, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan.


Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.40 WIB. Saat itu, korban bersama enam rekannya tengah bermain air di sekitar bibir pantai. Namun dalam hitungan detik, ombak besar datang secara tiba-tiba dan menyeret korban ke tengah laut hingga terpisah dari rombongan.


Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Sayangnya, derasnya arus laut yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Korban terus terbawa arus menjauh ke laut lepas.


Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, yang berada di lokasi bersama Kapolsek Kalianda Iptu Sulyadi, menjelaskan bahwa insiden terjadi begitu cepat saat para remaja tersebut sedang berenang.


“Awalnya mereka bermain air seperti biasa, namun tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret korban. Teman-temannya sempat mencoba menolong, tetapi tidak berhasil karena arus sangat kuat,” ujarnya.


Laporan kejadian pertama kali diterima Dinas Pemadam Kebakaran sekitar pukul 17.40 WIB dari rekan korban yang panik setelah gagal melakukan penyelamatan mandiri. Tim Damkar kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian awal di sekitar titik terakhir korban terlihat.


Upaya penyisiran dilakukan dengan menyusuri garis pantai serta pemantauan ke arah laut. Namun hingga Selasa malam, korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian terkendala minimnya pencahayaan serta kondisi gelombang laut yang masih tinggi, sehingga operasi malam dilakukan secara terbatas.


Sementara itu, Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Lampung, Deden Ridwansah, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Damkar pada pukul 18.05 WIB.


“Saksi mata melapor ke Damkar, kemudian informasi diteruskan kepada Basarnas. Tim rescue dari Pos SAR Bakauheni sudah kami kerahkan menuju lokasi,” jelasnya.


Tim SAR diberangkatkan sekitar pukul 18.24 WIB dengan jarak tempuh sekitar 25 hingga 26 kilometer. Untuk memperkuat pencarian, tim gabungan dari Damkar, kepolisian, dan Basarnas akan melanjutkan operasi secara maksimal pada Rabu pagi dengan metode penyisiran darat dan laut.


Rully menambahkan, pencarian akan dilakukan secara berkala di sepanjang Pantai Ketang dengan memperhitungkan arah dan pergerakan arus laut guna memperluas area pencarian.


Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan.


Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya wisatawan, agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai. Karakteristik ombak besar dan arus kuat di pesisir selatan Lampung berpotensi membahayakan, terutama di lokasi yang tidak dilengkapi pengawasan petugas keselamatan. (Jasmin)