Hamparan pesisir, geliat pariwisata, aktivitas pelabuhan dan kawasan industri hingga keberadaan Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda menjadikan Lampung Selatan sebagai salah satu wilayah dengan potensi pembangunan yang sangat besar.
Di tengah dinamika tersebut, kebutuhan terhadap informasi publik yang akurat, berimbang dan edukatif menjadi semakin penting. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai perkembangan pembangunan, tetapi juga pemahaman yang utuh mengenai peluang dan tantangan yang dihadapi daerah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mendorong insan pers, khususnya jurnalis televisi, untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menghadirkan karya jurnalistik yang mampu memberikan edukasi sekaligus membangun optimisme masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat menghadiri Musyawarah Koordinasi Daerah (Muskorda) perdana Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Krakatau Raya di Senaya Beach, Kalianda, Senin (14/9/2026).
Mengusung tema “Memperkuat Soliditas, Mewujudkan Jurnalisme Positif”, Muskorda menjadi momentum penting bagi para jurnalis televisi untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kompetensi, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
“Potensi besar Lampung Selatan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk insan pers, untuk menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan membangun optimisme masyarakat,” ujar Syaiful dalam sambutannya.
Menurut Syaiful, karakteristik Lampung Selatan yang memiliki wilayah pesisir, destinasi pariwisata, aktivitas pelabuhan, kawasan industri hingga Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda menghadirkan begitu banyak sisi yang penting diketahui masyarakat.
Beragam potensi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan penyampaian informasi publik yang berkualitas. Pers memiliki peran penting untuk membantu masyarakat memahami arah perkembangan daerah sekaligus melihat peluang pembangunan yang tersedia.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memandang insan pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Lebih jauh, Syaiful berharap kehadiran IJTI Krakatau Raya dapat menjadi wadah yang semakin solid bagi para jurnalis televisi di Lampung Selatan.
Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang konsolidasi, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Muskorda perdana ini pun diharapkan dapat melahirkan kepengurusan yang kuat, program kerja berkualitas serta gagasan-gagasan baru yang memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat luas.
“Mari kita bersama-sama memperkuat sinergi antara pemerintah, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Lampung Selatan yang semakin maju dan sejahtera,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua IJTI Pengda Lampung periode 2025-2029, Andres Afandi, menegaskan bahwa Muskorda IJTI Krakatau Raya bukan sekadar agenda organisasi.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bagi jurnalis televisi untuk terus bertumbuh, melakukan evaluasi terhadap profesi dan organisasi, sekaligus mempersiapkan regenerasi jurnalis yang profesional dan menjunjung tinggi kebebasan pers.
“Ini merupakan ruang bagi kami, jurnalis televisi, untuk terus bertumbuh dan berkembang serta melakukan regenerasi teman-teman jurnalis yang profesional, beritikad menjunjung tinggi kebebasan pers, dan menjadi ruang bagi kami untuk selalu mengevaluasi diri,” ujarnya.
Andres menyebut IJTI sebagai rumah bersama bagi jurnalis televisi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Pembentukan IJTI Krakatau Raya di Lampung Selatan menjadi langkah awal untuk memperluas sekaligus memperkuat struktur organisasi IJTI di tingkat kabupaten.
“IJTI ini adalah rumah bersama jurnalis televisi. Perlahan kita akan membentuk kepengurusan di kabupaten-kabupaten. Untuk pertama, kita bentuk kepengurusan di wilayah Lampung Selatan dengan nama IJTI Krakatau Raya,” katanya.
Muskorda perdana IJTI Krakatau Raya juga menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru. Dua nama sebelumnya mencuat sebagai kandidat ketua, yakni Heri Fulistiawan, jurnalis senior MNC Group, dan Teuku Khalidsyah, jurnalis Kompas TV. Setelah melalui proses pemilihan, Heri Fulistiawan terpilih sebagai Ketua IJTI Krakatau Raya.
Terpilihnya Heri menandai dimulainya babak baru organisasi jurnalis televisi di Lampung Selatan. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat soliditas antarjurnalis, meningkatkan kualitas karya jurnalistik, serta memperluas kontribusi pers dalam pembangunan daerah.
Di tengah pesatnya perkembangan Lampung Selatan, keberadaan organisasi profesi seperti IJTI Krakatau Raya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Sebab, pembangunan daerah bukan hanya membutuhkan infrastruktur dan investasi, tetapi juga membutuhkan ekosistem informasi yang sehat informasi yang mampu menjelaskan realitas, mengawasi proses pembangunan, sekaligus membuka ruang optimisme bagi masyarakat.
Muskorda perdana ini turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik (PHP) Kabupaten Lampung Selatan Anasrullah, Sekretaris DPRD Kabupaten Lampung Selatan Achmad Herry, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan Hendry Kurniawan, serta jajaran terkait lainnya. (Jasmin)