Layanan kesehatan gratis disiapkan bagi para pemudik di kawasan Pelabuhan Bakauheni selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Posko pelayanan kesehatan tersebut dihadirkan untuk memastikan para pemudik tetap mendapatkan akses penanganan medis selama perjalanan lintas pulau.
Posko kesehatan yang diinisiasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Selatan itu mulai beroperasi pada 16 hingga 24 Maret 2026. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu pemudik yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan, seperti kelelahan, dehidrasi, hingga keluhan medis ringan.
Bendahara IDI Lampung Selatan yang juga bertugas sebagai dokter jaga posko, dr. Riandes Roberta, mengatakan bahwa pendirian posko kesehatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun saat momentum arus mudik Lebaran.
“Kami menyiapkan berbagai kebutuhan medis, termasuk obat-obatan darurat bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan,” kata dr. Riandes saat ditemui di Posko Kesehatan IDI Lampung Selatan di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, posko kesehatan tersebut tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga menyediakan fasilitas istirahat sementara bagi pemudik yang mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang menuju pelabuhan.
Apabila ditemukan kondisi medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim medis akan segera merujuk pasien ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM maupun puskesmas di sekitar wilayah pelabuhan.
“Apabila terdapat kondisi medis darurat, pasien akan kami rujuk ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Di area pelabuhan juga tersedia fasilitas mini ICU yang bisa dimanfaatkan apabila terjadi keadaan darurat,” jelasnya.
Dalam operasionalnya, Posko Kesehatan IDI Lampung Selatan menyiapkan 20 tenaga kesehatan yang bertugas secara bergantian dalam dua shift setiap hari, yakni shift pagi dan malam. Setiap shift diisi oleh dua tenaga kesehatan yang siap memberikan pelayanan selama 24 jam penuh.
Berbagai layanan kesehatan gratis tersedia di posko tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pemberian oksigen, hingga layanan infus bagi pemudik yang mengalami dehidrasi atau keluhan kesehatan lainnya.
“Seluruh layanan di posko ini dapat diakses secara gratis, baik oleh pemudik, masyarakat sekitar maupun pekerja di kawasan pelabuhan,” ujar dr. Riandes.
Dalam penyelenggaraannya, IDI Lampung Selatan juga bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk membantu proses evakuasi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan di area pelabuhan.
Menurut dr. Riandes, apabila ada pemudik yang mengalami masalah kesehatan di dalam area pelabuhan, petugas ASDP akan membantu membawa yang bersangkutan ke posko kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Jika tidak dapat ditangani di posko, pasien akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Ia juga mengimbau para pemudik agar mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan lintas pulau melalui Pelabuhan Bakauheni.
“Kami mengimbau para pemudik memastikan kondisi tubuh dalam keadaan baik sebelum berangkat. Jika kondisi sedang tidak fit, sebaiknya perjalanan tidak dipaksakan karena berisiko selama di perjalanan,” ujarnya.
Selain itu, pemudik juga disarankan membawa obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi, serta menyiapkan obat dasar seperti obat mual, obat demam, dan obat sakit kepala sebagai langkah antisipasi selama perjalanan.
“Apabila mengalami gangguan kesehatan di sekitar Pelabuhan Bakauheni, pemudik dapat langsung mendatangi Posko Kesehatan IDI Lampung Selatan untuk mendapatkan penanganan,” tutupnya. (Jasmin)