Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mendorong Polda Lampung mengambil langkah cepat untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Sebagai bentuk antisipasi, kepolisian memasang sejumlah papan imbauan di titik-titik strategis yang menjadi akses menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda.
Papan imbauan tersebut dipasang di kawasan Gunung Anak Krakatau, Dermaga Canti, pesisir Kalianda, serta Dermaga Perikanan Bom Kalianda. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi jalur utama wisatawan, nelayan, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan masyarakat mengetahui adanya pembatasan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.
"Kami telah memasang papan imbauan di kawasan Gunung Anak Krakatau, Dermaga Canti, dan Dermaga Perikanan Bom Kalianda. Langkah ini merupakan upaya preventif agar masyarakat, wisatawan, maupun nelayan mengetahui adanya pembatasan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau," ujar Yuni, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, penyampaian informasi tidak hanya dilakukan melalui pemasangan papan imbauan. Personel kepolisian di lapangan juga berkoordinasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk memastikan informasi tersebut diteruskan kepada para nelayan yang setiap hari mencari nafkah di perairan sekitar Krakatau.
"Kami juga berkoordinasi dengan HNSI agar informasi ini diteruskan kepada para nelayan yang mencari ikan di laut. Untuk sementara waktu, mereka diminta menjaga jarak dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi yang berlaku," jelasnya.
Polda Lampung juga akan terus melakukan sosialisasi dan pemantauan di wilayah pesisir guna memastikan seluruh masyarakat mematuhi imbauan keselamatan. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Yuni menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diminta untuk tidak mengabaikan peringatan yang telah disampaikan serta mematuhi seluruh rekomendasi dari otoritas terkait.
"Polda Lampung mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait hingga kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali dinyatakan aman," tandas mantan Kapolres Metro tersebut.
Melalui langkah preventif ini, Polda Lampung berharap kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau semakin meningkat, sehingga seluruh aktivitas di kawasan Selat Sunda tetap mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. (Jasmin)