DBFMRadio.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyambut kunjungan Uskup Tanjung Karang, MGR. Vinsensius Setiawan Triatmojo, ke Universitas Indonesia Mandiri (UIM) yang berlokasi di Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan, Selasa (6/1/2026).


Kunjungan tersebut disambut oleh Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Anton Carmana, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Firmansyah, Camat Penengahan Syaifulloh, serta jajaran civitas akademika Universitas Indonesia Mandiri.


Mewakili Bupati Lampung Selatan, Anton Carmana menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Uskup Tanjung Karang beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa kehadiran tokoh agama di lingkungan pendidikan memiliki makna strategis dalam memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, serta kerukunan sosial di tengah masyarakat.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kami mengucapkan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Uskup Tanjung Karang. Kunjungan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga harmoni antarumat beragama serta memperkuat peran pendidikan dalam pembangunan daerah,” ujar Anton Carmana.


Anton menambahkan, Universitas Indonesia Mandiri memiliki peran penting dan strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritualitas.


“Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun karakter bangsa. Melalui sinergi antara dunia pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah daerah, diharapkan Lampung Selatan dapat terus berkembang sebagai daerah yang aman, rukun, dan maju,” lanjutnya.


Sementara itu, Uskup Tanjung Karang, MGR. Vinsensius Setiawan Triatmojo, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemkab Lampung Selatan serta pihak Universitas Indonesia Mandiri. Ia juga mengapresiasi peran UIM dalam mendukung pembangunan bangsa melalui sektor pendidikan.


Dalam kesempatan tersebut, Uskup Vinsensius menekankan pentingnya kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup sebagai tanggung jawab bersama lintas iman dan lintas sektor.


“Bumi tidak bertambah, sementara jumlah manusia terus meningkat. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk mewariskan lingkungan yang baik bagi generasi mendatang. Gereja Katolik siap bersinergi dan mendukung berbagai kegiatan positif, termasuk yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.


Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan bersama serta pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan. (Arya)