Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan nasional.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Serentak Penetrasi Pasar yang masih terus berlangsung di sejumlah titik strategis, seperti Pasar Kalianda dan Pasar Sidomulyo. Program itu dibarengi dengan pemantauan rutin terhadap perkembangan harga berbagai komoditas di pasar tradisional guna memastikan harga tetap terkendali dan pasokan pangan terjaga.


Upaya pengendalian inflasi itu juga diperkuat melalui keikutsertaan TPID Kabupaten Lampung Selatan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia secara virtual dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (27/7/2026).


Rakor mingguan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga laju inflasi agar tetap terkendali, sekaligus merumuskan langkah antisipatif terhadap perkembangan harga komoditas pangan di berbagai daerah.


Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Tomsi Tohir, meminta seluruh pemerintah daerah agar lebih fokus pada perkembangan inflasi terkini sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan efektif.


"Kita tidak membahas lagi hal-hal yang sudah dibahas. Sehingga diharapkan rapat koordinasi kita jadi lebih efektif. Berkaitan dengan BPS, poin-poin saja dan penekanannya berkaitan dengan kenaikan atau penurunan," ujar Tomsi.


Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Ateng Hartono, memaparkan bahwa sejumlah komoditas yang paling sering memicu inflasi pada Juli di antaranya cabai rawit, cabai merah, bawang merah, beras, tarif angkutan udara, serta biaya pendidikan tingkat Sekolah Dasar.


Di sisi lain, beberapa komoditas justru berkontribusi terhadap deflasi, seperti bawang merah, sawi hijau, tomat, bawang putih, dan emas perhiasan.


"Komoditas yang kerap menyumbang deflasi ialah bawang merah, sawi hijau, tomat, bawang putih, dan emas perhiasan," ungkap Ateng.


Menyikapi perkembangan tersebut, TPID Kabupaten Lampung Selatan terus meningkatkan intensitas pemantauan harga harian sekaligus memastikan kelancaran distribusi bahan pangan pokok di seluruh wilayah. Gerakan Serentak Penetrasi Pasar juga terus digelar sebagai langkah konkret menjaga keterjangkauan harga dan mengantisipasi potensi kenaikan pada komoditas strategis.


Selain itu, TPID bersama perangkat daerah terkait secara berkelanjutan mengawasi ketersediaan stok pangan di tingkat distributor maupun pasar tradisional. Hasil pemantauan di lapangan menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi apabila ditemukan potensi gangguan pasokan maupun lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.


Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan yang berkelanjutan. (Jasmin)