Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan tengah mematangkan konsep penerapan city branding bertajuk “Spirit of Krakatoa” sebagai identitas baru daerah. Konsep tersebut masih dalam tahap kajian guna memastikan berbagai program unggulan yang dipilih benar-benar mampu merepresentasikan potensi daerah sekaligus memperkuat citra Lampung Selatan di tingkat nasional hingga internasional.
Pembahasan itu mengemuka dalam rapat rencana aksi penerapan city branding yang digelar Pemkab Lampung Selatan secara hybrid dari Kantor Brida, Jumat (13/3/2026).
Tim Penyusun Kajian City Branding, Arief Budiman, menjelaskan bahwa city branding bukan sekadar slogan promosi daerah, melainkan strategi pengelolaan potensi unggulan yang memiliki identitas kuat sekaligus jaminan kualitas.
Menurutnya, melalui city branding tersebut berbagai produk lokal, event daerah, maupun potensi pariwisata di Lampung Selatan diharapkan memiliki standar mutu yang jelas sehingga mampu menjadi representasi terbaik daerah.
“City branding ini berkaitan dengan manajemen potensi unggulan. Identitas yang dibangun harus menjadi jaminan mutu bahwa produk, event, maupun potensi yang ditampilkan memang yang terbaik dari Lampung Selatan. Harapannya tentu bisa berdampak pada peningkatan pendapatan daerah,” ujar Arief melalui aplikasi Zoom.
Ia menjelaskan, pemilihan tagline “Spirit of Krakatoa” merupakan hasil diskusi panjang berbagai pihak. Dalam konsep tersebut, Krakatau tidak hanya dimaknai sebagai simbol bencana, tetapi juga sebagai sumber kehidupan yang memberikan kemakmuran bagi masyarakat.
Gunung legendaris di Selat Sunda, Krakatoa, dinilai memiliki nilai historis sekaligus simbolik yang kuat bagi Lampung Selatan.
“Krakatau selalu hadir dalam kehidupan Lampung Selatan. Bukan hanya berbicara tentang bahaya, tetapi juga tentang kehidupan dan kemakmuran. Risiko bencana bisa terjadi jika tidak dimitigasi, namun di baliknya ada nilai kehidupan yang besar,” jelasnya.
Selain itu, Arief menambahkan, semangat Krakatau juga mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong masyarakat Lampung Selatan. Konsep tersebut juga membawa pesan keberlanjutan (sustainability) yang menekankan pentingnya kekuatan budaya, solidaritas sosial, serta pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Krakatau bahkan lebih dikenal dunia dibandingkan Lampung Selatan. Karena itu, identitas ini menjadi kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryai, menyampaikan bahwa secara struktural koordinasi pemerintah daerah telah siap untuk mendukung implementasi city branding tersebut.
Menurut Tri, saat ini pemerintah daerah tengah memasuki tahap kajian lanjutan untuk memastikan program-program yang akan menjadi bagian dari city branding benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
“Kajian tahap kedua ini untuk memastikan apakah program yang dipilih benar-benar berdampak. Kami juga akan melakukan evaluasi terhadap dokumen perencanaan yang sudah ada,” jelasnya.
Melalui konsep “Spirit of Krakatoa”, Pemkab Lampung Selatan berharap dapat memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pengembangan potensi unggulan, baik di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun produk lokal yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (Jasmin)