Tantangan bangsa yang semakin kompleks membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.


Pesan tersebut ditegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam pembukaan Latihan Kader II (Intermediate Training) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (2/11/2026).


Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Anasrullah, menekankan pentingnya proses kaderisasi organisasi kemahasiswaan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.


Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori dan memahami berbagai persoalan bangsa. Lebih dari itu, mereka harus mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Ketika bangsa ini menghadapi berbagai masalah, masyarakat membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga mampu menorehkan solusi dan mengambil tanggung jawab,” tegas Anasrullah.


Anasrullah menjelaskan, organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan.


Melalui proses kaderisasi yang terarah, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kapasitas diri tanpa kehilangan orientasi terhadap kepentingan masyarakat.


Ia menilai, keberhasilan kaderisasi tidak semata-mata diukur dari kemampuan akademik atau pencapaian individu, tetapi juga dari karakter, integritas, serta kesediaan untuk mengabdikan ilmu dan kemampuan bagi kemajuan lingkungan sekitarnya.


Karena itu, Latihan Kader II dan LKK Tingkat Nasional HMI Cabang Kalianda diharapkan menjadi momentum bagi para peserta untuk memperkuat komitmen perjuangan, meningkatkan kualitas diri, dan membangun perspektif yang lebih luas dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.


“Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk mengambil tanggung jawab, berpikir kritis, dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” menjadi pesan penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.


Pentingnya kaderisasi semakin relevan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Generasi muda saat ini akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan dan kualitas kepemimpinan bangsa pada masa mendatang.


Untuk itu, penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, kemampuan beradaptasi, kematangan emosional, dan keteguhan moral.


Anasrullah berharap, pelaksanaan Latihan Kader II dan LKK Tingkat Nasional HMI Cabang Kalianda mampu melahirkan kader yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai moral.


“Kami berharap pelaksanaan Latihan Kader II dan LKK Tingkat Nasional HMI Cabang Kalianda dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kemampuan berpikir kritis, wawasan luas, serta kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai moral,” ujarnya.


Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan zaman dan persaingan global. Oleh karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan, pengalaman berorganisasi, serta keterlibatan aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Anasrullah juga menyambut para peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti kegiatan perkaderan nasional tersebut.


Ia berharap, Lampung Selatan dapat menjadi ruang yang memberikan pengalaman berharga, memperluas pengetahuan, dan mempererat persahabatan antarkader HMI dari berbagai wilayah.


“Selamat datang di Lampung Selatan dan selamat mengikuti kegiatan ini. Mudah-mudahan selama kegiatan, saudara-saudara mendapatkan pengalaman, wawasan, dan persahabatan yang berharga,” tuturnya.


Pertemuan kader dari berbagai daerah tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran gagasan dan pengalaman, sekaligus memperkuat solidaritas dalam menghadapi tantangan organisasi maupun persoalan kebangsaan.


Melalui kegiatan ini, Pemkab Lampung Selatan berharap HMI terus mengambil peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.


Lebih dari sekadar agenda organisasi, proses kaderisasi diharapkan mampu melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, memiliki kepekaan sosial, dan berani mengambil tanggung jawab demi kepentingan masyarakat.


Dengan penguatan kapasitas intelektual dan karakter tersebut, kader HMI diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. (Jasmin)