Musim kemarau yang berkepanjangan mulai meninggalkan jejak kekeringan di berbagai penjuru Kabupaten Lampung Selatan. Sumur-sumur warga perlahan mengering, sumber air menyusut, dan aktivitas sehari-hari yang sebelumnya sederhana kini berubah menjadi perjuangan. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) hadir membawa lebih dari sekadar air bersih, tetapi juga harapan bagi masyarakat yang terdampak.


Di saat personel Damkarmat disibukkan dengan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa pekan terakhir, mereka tetap menyisihkan tenaga, waktu, bahkan bekerja hingga malam hari untuk memastikan masyarakat tidak kehilangan akses terhadap kebutuhan paling mendasar, yakni air bersih.


Mewakili Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Bidang Damkarmat, Rully Fikriansyah, mengungkapkan bahwa hingga Selasa (28/7/2026), total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai sekitar 97 ribu liter.


"Beberapa minggu terakhir kami terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih. Alhamdulillah hingga malam ini total yang telah kami distribusikan mencapai kurang lebih 97 ribu liter," ujar Rully.


Berdasarkan data Damkarmat, pendistribusian air bersih telah dilakukan secara bertahap sejak Maret hingga Juli 2026. Sebanyak 69.950 liter air bersih disalurkan ke 18 titik di Kecamatan Jati Agung, Kalianda, Tanjung Bintang, Palas, dan Katibung. Seiring meluasnya dampak kekeringan, distribusi terus diperluas hingga total bantuan mencapai sekitar 97 ribu liter.


Wilayah yang mulai merasakan dampak paling nyata di antaranya Desa Merak Belantung dan Desa Gunung Terang di Kecamatan Kalianda. Sementara pada Selasa malam, armada Damkarmat masih bergerak menuju Dusun Madiun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang telah mengalami krisis selama beberapa waktu.


Menurut Rully, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas meski beban tugas Damkarmat meningkat akibat maraknya kebakaran lahan selama musim kemarau.


"Kami juga mengirimkan air bersih pada malam hari. Siang hari personel lebih banyak berkonsentrasi menangani kebakaran. Beberapa minggu terakhir memang terjadi peningkatan kebakaran lahan di Lampung Selatan, namun pelayanan distribusi air bersih tetap kami jalankan," jelasnya.


Komitmen tersebut menunjukkan bahwa peran Damkarmat tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana kekeringan.


Untuk mempercepat pelayanan, Damkarmat juga membuka akses pengaduan bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Damkarmat Lampung Selatan di nomor 0822-7951-3682, sehingga petugas dapat segera melakukan asesmen dan pendistribusian sesuai kondisi di lapangan.


Bagi warga Dusun Madiun, bantuan tersebut menjadi penyelamat di tengah sulitnya memperoleh air bersih.


"Sudah hampir satu bulan kami kesulitan mendapatkan air bersih. Alhamdulillah bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Damkarmat, dan kepada Bupati Lampung Selatan Bapak Radityo Egi Pratama atas kepeduliannya kepada kami," ungkap salah seorang warga.


Di balik suara sirene mobil pemadam yang selama ini identik dengan penanganan kebakaran, kini tersimpan kisah lain tentang kepedulian dan pengabdian. Ketika kemarau mengeringkan sumber kehidupan, armada Damkarmat justru menjadi pembawa harapan yang terus bergerak dari desa ke desa, memastikan tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi krisis air bersih sendirian.


Semangat melayani yang ditunjukkan para personel menjadi bukti nyata bahwa kehadiran pemerintah hadir bukan hanya saat kobaran api membesar, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan untuk mempertahankan kehidupan sehari-hari. (Jasmin)