Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Amal, Desa Sumber Agung, Kecamatan Way Sulan, Kamis (10/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.
Di tengah kemarau panjang yang mulai berdampak terhadap kehidupan warga serta meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar, kewaspadaan, dan kebersamaan.
Ajakan tersebut disampaikan Syaiful saat menghadiri Pengajian Akbar dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Nurul Amal.
Menurut Syaiful, musim kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Lampung Selatan. Berkurangnya ketersediaan air, meningkatnya kebutuhan air untuk pertanian, serta kondisi lingkungan yang semakin kering menjadi persoalan yang perlu diantisipasi secara bersama-sama.
Kondisi tersebut, kata dia, juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di lingkungan yang kering dan mudah terbakar.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, khususnya masyarakat Kecamatan Way Sulan, agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan,” ujar Syaiful Anwar.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Terlebih, kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang dapat membuat api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
“Jangan biarkan api kecil menjadi bencana yang lebih besar,” tegasnya.
Selain persoalan kemarau dan ancaman karhutla, Syaiful turut mengingatkan masyarakat mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih mengalami peningkatan.
Aktivitas vulkanik tersebut menyebabkan abu vulkanik terbawa angin dan mencapai sejumlah wilayah di Lampung Selatan. Kondisi ini perlu disikapi dengan kewaspadaan, terutama karena paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan.
Meski demikian, Syaiful meminta masyarakat tidak panik. Ia mengimbau warga tetap mengikuti informasi dan arahan pemerintah serta menerapkan langkah perlindungan diri ketika beraktivitas di luar rumah.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan kewaspadaan. Gunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah,” pesannya.
Menurutnya, berbagai tantangan yang saat ini dihadapi masyarakat membutuhkan keseimbangan antara ikhtiar nyata dan penguatan spiritual.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan.
Nilai kepedulian, kebersamaan, keteguhan, serta sikap saling membantu menjadi bagian penting yang perlu terus dihidupkan di tengah masyarakat, terlebih ketika berbagai ujian datang secara bersamaan.
Syaiful mengajak seluruh jemaah menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan, sembari memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui doa dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.
Di penghujung kegiatan, Syaiful juga mengajak seluruh jemaah untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun di wilayah Lampung Selatan.
Turunnya hujan diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kemarau berkepanjangan, memenuhi kembali kebutuhan air masyarakat, serta menjaga kondisi lingkungan dari ancaman kebakaran.
Doa juga dipanjatkan agar aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali mereda dan seluruh masyarakat Lampung Selatan senantiasa diberikan perlindungan serta keselamatan.
Di tengah kemarau yang menguji dan aktivitas alam yang membutuhkan kewaspadaan, Maulid Nabi di Way Sulan pun menjadi pengingat bahwa menghadapi ujian tidak cukup hanya dengan rasa takut atau pasrah. Ada ikhtiar yang harus dilakukan, ada kewaspadaan yang harus dijaga, dan ada kebersamaan yang harus diperkuat.
Dengan semangat meneladani Rasulullah SAW, masyarakat diharapkan mampu melewati berbagai tantangan dengan keteguhan hati, kepedulian, serta keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan bersama akan membawa kebaikan bagi kehidupan. (Jasmin)