Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam memberikan informasi secara cepat ketika menemukan titik api maupun kebakaran lahan.
Polres Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu api membesar sebelum melaporkannya. Setiap informasi mengenai titik api yang ditemukan di lingkungan sekitar diharapkan segera disampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.
Salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah aplikasi Siger Lampung Presisi. Aplikasi tersebut menyediakan layanan pelaporan kejadian secara digital yang dilengkapi informasi berbasis lokasi, sehingga petugas dapat memperoleh gambaran mengenai posisi kejadian dan lebih mudah melakukan penanganan di lapangan.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan menggunakan fitur pelaporan kejadian maupun layanan E-Call Presisi.
Layanan E-Call Presisi memungkinkan pelapor berkomunikasi langsung dengan operator Polda Lampung melalui video call. Dengan demikian, masyarakat dapat menjelaskan kondisi yang ditemukan secara lebih jelas, termasuk lokasi, kondisi api, hingga situasi di sekitar titik kejadian.
Sistem juga dapat memberikan informasi lokasi pelapor melalui koordinat. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam membantu petugas mengetahui posisi kejadian secara lebih tepat.
Kasi Humas Polres Lampung Selatan AKP I Wayan Susul mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.
“Jika masyarakat melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan melalui aplikasi Siger Lampung Presisi agar dapat diketahui dan ditindaklanjuti dengan cepat,” ujar Wayan.
Menurutnya, kecepatan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
Masyarakat yang menemukan titik api dapat menyampaikan kondisi yang terlihat kepada operator, sehingga petugas memiliki informasi awal untuk menentukan langkah penanganan.
Selain mendorong pelaporan, Wayan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan. Selain berpotensi menyebabkan kebakaran meluas, asap dari kebakaran juga dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan,” katanya.
Pemanfaatan aplikasi digital menjadi salah satu cara memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan sebagai sumber informasi awal ketika menemukan potensi kebakaran di wilayahnya.
Aplikasi Siger Lampung Presisi juga memiliki fitur peta pantauan wilayah. Dalam pembaruan aplikasi terbaru, terdapat tambahan marker data hotspot yang diperbarui setiap hari.
Informasi tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai titik panas yang terpantau di wilayah Lampung.
Namun, keberadaan informasi hotspot tetap perlu disikapi dengan kewaspadaan. Ketika masyarakat melihat adanya indikasi kebakaran secara langsung, laporan kepada petugas tetap menjadi langkah penting agar kondisi tersebut dapat segera diverifikasi dan ditangani.
Wayan kembali mengajak masyarakat tidak bersikap pasif ketika menemukan titik api.
“Kalau melihat titik api, jangan hanya melihat dan membiarkannya. Segera laporkan. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan,” ujarnya.
Pencegahan karhutla pada akhirnya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Aparat memiliki tugas melakukan penanganan dan penegakan hukum, sementara masyarakat dapat membantu melalui kewaspadaan di lingkungan masing-masing serta menyampaikan informasi secara cepat.
Polres Lampung Selatan mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan sembarangan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan memanfaatkan teknologi digital untuk melaporkan setiap potensi kebakaran.
Dengan laporan yang cepat dan informasi lokasi yang akurat, titik api diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (Jasmin)