Warga Provinsi Lampung dihebohkan oleh kemunculan benda langit misterius yang melintas dan bersinar terang di langit malam pada Sabtu (4/4/2026). Fenomena tersebut sempat viral di media sosial setelah banyak warga mengabadikan momen langka itu dalam bentuk video.


Kilatan cahaya yang tampak bergerak cepat dengan jejak panjang itu awalnya diduga sebagai meteor atau bahkan komet. Namun, dugaan tersebut langsung diluruskan oleh kalangan akademisi dan peneliti astronomi.


Peneliti Laboran Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Adhitya Oktaviandra, menyampaikan bahwa benda tersebut bukanlah meteor maupun komet, melainkan sampah antariksa atau space debris.


“Dari karakteristik cahayanya yang terpecah dan lintasannya, besar kemungkinan itu adalah sampah antariksa yang masuk kembali ke atmosfer Bumi,” jelas Adhitya.


Ia menduga objek tersebut merupakan bagian dari sisa roket asal China yang kembali memasuki atmosfer setelah sebelumnya berada di orbit.


Pendapat serupa disampaikan Mahasiswa Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Irsyad Al Akbar. Berdasarkan hasil pengamatannya, fenomena tersebut lebih mengarah pada proses re-entry sampah antariksa, bukan fenomena alam seperti meteor atau komet.


Irsyad menjelaskan, meski sempat beredar informasi mengenai keberadaan komet yang relatif dekat dengan Bumi pada tanggal yang sama, ukuran komet tersebut tidak mungkin sebesar dan seterang yang terlihat dalam video yang beredar.


“Visual yang terlihat di masyarakat jauh lebih besar dan terang dibandingkan komet yang dimaksud. Jadi kecil kemungkinan itu adalah komet,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa sempat muncul dugaan lain yang mengaitkan fenomena tersebut dengan peluncuran misi luar angkasa Artemis II. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, hipotesis tersebut dinilai tidak relevan.


Fenomena masuknya sampah antariksa ke atmosfer sendiri bukanlah hal baru. Saat benda-benda buatan manusia dari luar angkasa kembali ke Bumi, gesekan dengan atmosfer menyebabkan panas tinggi yang memicu cahaya terang, bahkan terkadang terlihat seperti hujan api di langit.


Beruntung, sebagian besar sampah antariksa akan terbakar habis sebelum mencapai permukaan Bumi, sehingga tidak menimbulkan dampak berbahaya.


Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat akan semakin padatnya orbit Bumi oleh berbagai objek buatan manusia, sekaligus menunjukkan bagaimana fenomena luar angkasa dapat memicu rasa penasaran sekaligus kekaguman masyarakat. (Jasmin)