Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor ekonomi. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, pertumbuhan ekonomi daerah ini menembus angka 5,71 persen dalam setahun terakhir.
Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah dengan laju pertumbuhan tertinggi di Lampung. Angka itu tidak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi yang berada di level 5,28 persen, tetapi juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Secara tahunan, kinerja ekonomi Lampung Selatan juga menunjukkan akselerasi signifikan. Dibandingkan tahun 2024, pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 1,09 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa struktur ekonomi daerah berada dalam kondisi ekspansif dan solid.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Selatan, Aryan Saruhian, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor yang didukung kebijakan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Menurut Aryan, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Stabilitas dan produktivitas komoditas yang terjaga membuat sektor ini tetap menjadi kontributor utama dalam menopang pertumbuhan. Hamparan lahan pertanian yang produktif hingga kawasan pesisir yang mendukung sektor perikanan menjadi fondasi ekonomi riil masyarakat.
Di sisi lain, sektor industri pengolahan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi yang berdampak pada naiknya nilai tambah komoditas lokal. Aktivitas perdagangan pun tumbuh signifikan, terlihat dari meningkatnya perputaran barang dan jasa di berbagai wilayah, mulai dari sentra pasar tradisional hingga jalur distribusi strategis seperti kawasan penyangga Pelabuhan Bakauheni.
“Patut kita syukuri pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan yang tinggi merupakan indikator bahwa aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi berjalan sangat baik. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha serta efektivitas kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mendorong sektor-sektor unggulan,” ujar Aryan dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).
Sektor konstruksi juga turut memberikan kontribusi besar melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang berjalan aktif. Pembangunan jalan, fasilitas publik, hingga penguatan konektivitas antarwilayah menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor-sektor lain, termasuk perdagangan dan jasa.
Dengan kombinasi sektor strategis yang terus bergerak positif, Lampung Selatan tidak sekadar bertahan di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik. Daerah ini justru tampil sebagai motor pertumbuhan baru di tingkat provinsi.
Capaian 5,71 persen tersebut sekaligus mempertegas posisi Lampung Selatan sebagai daerah yang adaptif, produktif, dan memiliki daya saing tinggi, baik di level provinsi maupun nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, daerah ini menunjukkan bahwa perencanaan matang, kolaborasi lintas sektor, serta kepemimpinan yang responsif mampu menghadirkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. (Jasmin)