Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang kesehatan masyarakat. Ditunjuk sebagai pilot project nasional Program Imunisasi Zero Dose Tahun 2026, daerah ini berhasil menuntaskan imunisasi kejar kepada 4.626 anak atau setara 99,9 persen dari total target sasaran, menjadikannya salah satu daerah dengan capaian tertinggi di Indonesia.
Keberhasilan tersebut terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Imunisasi Zero Dose yang digelar di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (12/5/2026). Kegiatan itu dihadiri Staf Ahli Tim Penggerak PKK Pusat Yane Ardian Arya Bima, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Rheny Apriyani, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto.
Capaian hampir sempurna tersebut menjadi bukti kuat keberhasilan kolaborasi lintas sektor yang dibangun Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama tenaga kesehatan, kader PKK, pemerintah desa, hingga masyarakat dalam memastikan setiap anak memperoleh hak dasar pelayanan kesehatan.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras seluruh pihak di Lampung Selatan. Berdasarkan data per 11 Mei 2026, hampir seluruh target anak zero dose yang tercatat dalam aplikasi Sehat Indonesia telah berhasil dijangkau dan mendapatkan imunisasi.
“Ini adalah hasil totalitas seluruh tim di lapangan. Meski capaian sudah sangat tinggi, tantangan berikutnya adalah mengedukasi orang tua yang masih ragu karena faktor sosial, agama, maupun kekhawatiran terhadap efek samping pascaimunisasi,” ujarnya.
Menurut Purnama, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tingginya angka capaian, tetapi juga dari keberhasilan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi tumbuh kembang anak. Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan persuasif dan edukatif.
“Imunisasi adalah hak dasar setiap anak. Kita harus memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal demi masa depan generasi bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Supriyanto menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program nasional tersebut. Ia menyebut, pelayanan imunisasi dilakukan secara masif melalui 28 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
“Lampung Selatan bangga dipercaya menjadi pilot project. Kami melakukan jemput bola melalui kolaborasi lintas sektor antara tenaga kesehatan, kader PKK, hingga pemerintah desa. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal, karena anak sehat adalah fondasi generasi unggul,” kata Supriyanto.
Ia menambahkan, strategi jemput bola menjadi kunci keberhasilan program, terutama untuk menjangkau keluarga di wilayah terpencil maupun masyarakat yang masih memiliki keraguan terhadap imunisasi.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli TP PKK Pusat, Yane Ardian Arya Bima, menilai sinergi yang dibangun di Lampung Selatan layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam menekan angka anak zero dose.
Menurutnya, kegiatan monitoring tidak sekadar mengevaluasi capaian angka, tetapi juga memastikan edukasi kepada keluarga benar-benar berjalan hingga tingkat akar rumput.
“Pendekatan personal kepada keluarga sangat penting. Ketika edukasi dilakukan dengan baik, masyarakat akan memahami bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak mereka,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan vaksinasi anak di Lapangan Korpri, Kalianda. Seluruh pihak berkomitmen melanjutkan pendekatan persuasif kepada keluarga yang belum bersedia memberikan imunisasi, agar seluruh anak di Bumi Khagom Mufakat mendapatkan perlindungan kesehatan secara menyeluruh.
Keberhasilan Lampung Selatan ini sekaligus mempertegas bahwa kolaborasi, kepedulian, dan kerja nyata di lapangan mampu menghadirkan perubahan besar dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Jasmin)