Kreativitas di dunia digital tak lagi cukup hanya bermodal ide menarik. Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif, kemampuan memproduksi konten berkualitas, menyampaikan informasi secara efektif, hingga memiliki kompetensi yang diakui secara profesional menjadi bekal penting bagi para kreator.


Semangat itulah yang dihadirkan melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi okupasi konten kreator yang berlangsung pada 13–16 Oktober 2026 di Creative Hub Bakauheni Harbor City, Kabupaten Lampung Selatan.


Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif tersebut menjadi ruang bagi talenta kreatif terpilih untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri digital yang terus berkembang.


Bagi Lampung Selatan, penguatan keterampilan konten kreator bukan sekadar upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lebih dari itu, kemampuan mengolah ide menjadi konten yang informatif dan menarik dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.


Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan, Dr. I Nyoman Setiawan, S.E., M.M., mengatakan pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam memperkuat peran pelaku ekonomi kreatif, terutama di tengah perubahan pola komunikasi dan penyebaran informasi melalui platform digital.


Menurutnya, konten kreator memiliki posisi strategis dalam membangun daya tarik daerah melalui karya yang kreatif, berkualitas, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.


“Konten kreator memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas. Karena itu, kreativitas perlu didukung dengan keterampilan dan kemampuan menghasilkan konten yang berkualitas,” ujarnya.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kreativitas digital dapat menjadi kekuatan untuk memperkenalkan beragam potensi Lampung Selatan, mulai dari pariwisata, budaya, produk ekonomi kreatif, hingga berbagai aktivitas masyarakat yang memiliki nilai promosi.


Namun, agar mampu bersaing di industri yang semakin kompetitif, para kreator juga perlu memahami proses produksi konten secara profesional. Kemampuan teknis, ketepatan penyampaian pesan, serta pemahaman terhadap kebutuhan audiens menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya yang bernilai.


Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap memenuhi kebutuhan industri kreatif.


“Melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan, memiliki kompetensi yang dapat diukur, serta lebih siap menghadapi kebutuhan industri kreatif,” katanya.


Untuk memperkuat proses pembelajaran, penyelenggara menghadirkan Firdaus dari Asosiasi Konten Kreator Indonesia sebagai narasumber. Para peserta mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memahami tahapan produksi konten secara profesional.


Melalui proses tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan konten yang menarik secara visual, tetapi juga memahami bagaimana sebuah karya digital disusun dengan perencanaan, tujuan, dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan industri.


Sertifikasi okupasi menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ini. Pengakuan kompetensi diharapkan dapat membantu peserta mengukur kemampuan yang dimiliki sekaligus menjadi bekal dalam mengembangkan peluang profesional di sektor ekonomi kreatif.


Di sisi lain, penyelenggaraan kegiatan ini turut memperkuat fungsi Creative Hub Bakauheni Harbor City sebagai ruang belajar, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif di Lampung Selatan.


Keberadaan ruang kreatif tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta lokal untuk bertukar gagasan, meningkatkan keterampilan, serta melahirkan karya yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar digital.


Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengakuan kompetensi yang diperoleh melalui proses sertifikasi, para peserta diharapkan semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


Lebih jauh, kemampuan tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas peluang kerja dan usaha di industri kreatif, sekaligus mendorong lahirnya konten digital yang mampu memperkenalkan potensi Lampung Selatan kepada masyarakat nasional maupun internasional.


Pada akhirnya, penguatan kompetensi konten kreator menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tidak hanya bertumpu pada kreativitas, tetapi juga pada keterampilan profesional, kolaborasi, dan kemampuan menangkap peluang di era digital. (Jasmin)