Penguatan ekonomi masyarakat pesisir menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan. Melalui kolaborasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, pengembangan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diarahkan tidak hanya sebagai pusat aktivitas perikanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui kegiatan Bakti Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang digelar serentak pada Rabu (4/11/2026), sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 KKP.
Di Kabupaten Lampung Selatan, kegiatan tersebut dipusatkan di dua kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, yakni KNMP Ketapang dan KNMP Bandar Agung.
Rencana pelaksanaan kegiatan itu disampaikan Kepala Pusat Manajemen Mutu KKP RI, Ari Prabowo, saat melakukan audiensi dengan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di Rumah Dinas Bupati, Selasa (3/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ari sekaligus mengundang Bupati Egi untuk hadir secara langsung sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan.
Ari menjelaskan, kegiatan Bakti Masyarakat Kelautan dan Perikanan bukan sekadar agenda seremonial memperingati hari jadi KKP. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan berbagai program pengembangan kawasan nelayan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih membutuhkan dukungan bersama, sehingga potensi yang dimiliki kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif masyarakat pesisir.
“Momentum sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini perlu terus kita jaga. Kami ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung program ini, karena yang ingin kita dorong adalah kegiatan ekonomi yang benar-benar nyata dan dirasakan masyarakat,” ujar Ari.
Ia menyebutkan, keberadaan dua kawasan KNMP di Ketapang dan Bandar Agung menjadi potensi penting bagi Lampung Selatan. Kedua kawasan tersebut telah memiliki profil nasional dan diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat nelayan.
Dalam pelaksanaannya, KKP telah menyiapkan sejumlah agenda yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat perikanan.
Salah satunya melalui edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan bermutu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat ikan sekaligus mendorong budaya konsumsi pangan bergizi.
Selain itu, peningkatan kapasitas nelayan juga menjadi perhatian utama, khususnya dalam menjaga mutu hasil tangkapan agar memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik.
Pendampingan sertifikasi mutu hasil perikanan, penerapan higiene dan sanitasi, serta pengendalian suhu menjadi bagian dari upaya KKP untuk memastikan produk perikanan tetap terjaga kualitasnya sejak ditangkap hingga dipasarkan.
Menariknya, KKP juga memperkenalkan inovasi Bank Tabungan Ikan, sebuah alternatif pengelolaan hasil tangkapan yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi nelayan.
Melalui konsep tersebut, nelayan dapat menyisihkan sebagian hasil tangkapannya untuk dikelola dan dijual. Hasil penjualan kemudian dicatat sebagai saldo milik nelayan.
Inovasi ini diharapkan membuka pola pengelolaan hasil perikanan yang lebih produktif, sekaligus membantu nelayan memperoleh manfaat ekonomi dari hasil tangkapan secara lebih terencana.
Menyambut program tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Bakti Masyarakat Kelautan dan Perikanan serta keberlanjutan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurutnya, pengembangan kawasan pesisir harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya pembangunan fasilitas fisik. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasil tangkapan nelayan dapat dikelola lebih baik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Pemerintah daerah tentu mendukung, karena program ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Harapannya, nilai tambah hasil perikanan meningkat sehingga masyarakat bisa mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi,” kata Egi.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan siap mendukung keberlanjutan program tersebut melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait.
Bupati Egi juga menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam kegiatan Bakti Masyarakat Kelautan dan Perikanan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan.
Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Ketapang dan Bandar Agung diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem ekonomi pesisir yang lebih produktif.
Dengan peningkatan kapasitas nelayan, penguatan standar mutu hasil perikanan, serta inovasi pengelolaan hasil tangkapan, potensi laut Lampung Selatan diharapkan tidak hanya menghasilkan produk perikanan, tetapi juga memberikan nilai tambah dan membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.
Sebab, masa depan ekonomi nelayan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak hasil laut yang ditangkap, tetapi juga seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diciptakan dari setiap hasil tangkapan. (Jasmin)